4 Kemampuan yang Wajib dikuasai Para Mahasiswa yang Baru Lulus

Ilustrasi: Istimewa

Kontributor: Andrew Prayatsa

Sejauh perjalanan karir saya di 2 perusahaan startup, saya melihat permasalahan pengangguran yang ada di Indonesia terjadi bukan karena tidak ada lapangan pekerjaan di perusahaan, namun sering kali perusahaan tidak mendapatkan kandidat yang sesuai dengan kualitas yang mereka harapkan.

Saat ini saya bekerja di perusahaan rintisan yang berlokasi di Malaysia bernama iPrice. Sebagai perusahaan rintisan yang masih beranggotakan 100 orang lebih, kami memiliki lebih dari 20 lowongan dan berencana untuk terus membuka lebih banyak lagi. Bisa dibayangkan perusahaan-perusahaan dengan skala yang lebih besar, pasti membutuhkan lebih banyak tenaga baru untuk bergabung.

Kasus di atas bisa menjelaskan bahwa ada gap antara lulusan universitas saat ini dengan ekspektasi perusahaan yang semakin tinggi terhadap tenaga kerja yang ingin mereka jaring.

Dari pengalaman saya mendekatkan diri dengan perusahaan dan juga pengamatan teman-teman yang baru lulus, ada 4 kemampuan yang benar-benar wajib dipersiapkan untuk yang sebentar lagi lulus kuliah dan masuk ke dunia kerja.

  1. Mampu Membuat E-Mail dengan Benar

Saat ini sudah jarang sekali perusahaan yang meminta calon kandidat mengirimkan CV dalam bentuk print. Rata-rata meminta pelamar mengirimkan email CV ke perusahaan lewat media sosial seperti LinkedIn atau platform khusus yang mempertemukan pekerja seperti JobStreet, JobsDB, Skootjob.

Beberapa kali saya dan tim pernah membuka lowongan Indonesia. Namun tidak sedikit yang mengirimkan email dengan seadanya. Yang saya maksus “seadanya” adalah email tanpa subyek dan juga penjelasan yang jelas. Sehingga sebagai penerima email saya juga bingung apa maksud dari email ini.

Lalu bagaimana cara membuat email yang benar?

Pertama, menggunakan subjek yang menjelaskan tujuan dari email tersebut, contohnya “Saya ingin melamar di posisi ABC di perusahaan XYZ”.

Kedua, menyebutkan nama penerima email kita. Contoh “Selamat siang Mas Joko”. Dengan menyebutkan nama, email kita akan terasa lebih personal dan kemungkinan besar mendapatkan perhatian yang lebih dari perusahaan tersebut.

Ketiga, memberikan perkenalan diri yang singkat padat dan jelas di badan email. Siapa kita, di mana kita melihat lowongan tersebut, mengapa kita ingin melamar  di perusahaan tersebut, dokumen-dokumen apa saja yang di cantumkan di email dan juga kalimat penutum dengan mengucapkan terima kasih.

  1. Mampu Membuat CV yang “Sexy”

Kebanyakan CV generasi millennial sekarang fokus kepada visual yang menarik, dan melupakan konten yang lebih penting ketimbang visual. Akan beda cerita jika kamu memang melamar menjadi seorang graphic designer atau tim creative yang menitik beratkan pada aspek visual.

CV yang sexy bukan yang punya terlalu banyak informasi yang tidak relevan, namun yang fokus ke pencapaian-pencapaian yang sudah kita miliki.

Ada satu artikel yang dulu pernah saya baca mengenai CV yang terbilang sangat simple, namun membuat si pelamar mendapat undangan interview dari Google, BuzzFeed dan lebih dari 20 perusahaan rintisan besar.

Ada 2 poin terpenting yang saya rasa kita bisa aplikasikan di CV kita:

Pertama,  fokus pada hasil. Kebanyakan CV teman-teman di Universitas masih fokus kepada apa “peran” mereka dan melupakan “pencapaian” yang telah kita dapatkan ketika magang di perusahaan atau sebuah organisasi.  Apa yang perusahaan ingin tau dari calon pekerjanya adalah apa yang mereka sudah capai selama mereka berkarya. Mulai sekarang rombak CV dengan memberikan tempat khusus untuk prestasi yang kita capai.

Contohnya, jika kamu mahasiswa jurusan komunikasi dan pernah magang di perusahaan Event Organizer, jelaskan event terbesar apa saja yang pernah kamu tangani, kampanye apa yang pernah kamu lakukan, seberapa sukses kampanye itu, berapa banyak orang yang melihat video yang kamu buat, berapa banyak social media shares dari postingan twitter, facebook dan instagram yang kamu buat.

Kedua, buat CV sejelas mungkin. Menempatkan terlalu banyak gambar atau aspek visual yang tidak relevan malah akan menurunkan nilai dari CV kita. Jangan bertele-tele ketika menjelaskan peran dan juga pencapaian. Singkat pada dan jelas.

Gunakan font yang mudah dibaca seperti cambria, times new roman atau calibri. Urutkan pengalaman terkini sampai yang terdahulu dari atas ke bawah. Kita harus ingat bahwa perusahaan kekinian yang ingin kita lamar ingin mengetahui bagaimana pengalaman kita bukan pendidikan kita. Sehingga, format yang tepat adalah, pertama pengalaman, kedua proyek yang pernah kita kerjakan, kemampuan teknis kita dan lalu pendidikan.

  1. Mampu Membuat Surat Lamaran yang Benar

Selain CV, sudah selayaknya kita juga mencantumkan surat lamaran atau cover letter. Permasalahan yang sering terjadi di anak-anak kuliah sekarang adalah memukul rata surat lamaran ke semua perusahaan. Dengan kata lain, satu surat lamaran untuk semua perusahaan yang akan mereka lamar.

Sejatinya, surat lamaran ini juga harus bersifat personal. Karena surat lamaran adalah jembatan pembuka dan penjelasan secara singkat kepada perusahaan mengenai siapa kita dan kenapa mereka harus mempertimbangkan kita sebagai kandidat yang kuat.

Dalam membuat surat lamaran yang benar ada 3 paragraf penting yang harus diperhatikan para mahasiswa yang akan melamar kerja:

Paragraf pertama, pengenalan diri yang sifatnya personal dan berhubungan dengan perusahaan yang akan kita lamar. Contohnya, jika ingin melamar ke perusahaan e-commerce, jelaskan secara singkat bagaimana pengalaman kamu belanja online dan bagaimana kamu merasa pentingnya posisi yang akan kamu lamar terhadap pertumbungan perusahaan.

Paragraf kedua, jelasakan bagaiaman pengalaman dan kemampuan yang kamu miliki saat ini dapat berkontrobusi ke posisis yang kamu lamar dan juga ke perusahaan. Contohnya, jika kamu pernah menjadi PR di acara kampus, jelaskan bagaimana pengalaman tersebut dapat mendukung produktifitas mu di jabatan yang akan kamu emban nantinya.

Paragraf ketiga adalah paragraf penutup. Disini sebutkan dokumen apa saja yang kamu cantumkan dan tidak lupa juga ucapan terima kasih.

  1. Mampu Menjawab Pertanyaan Interview dengan Benar

Untuk bisa menjawab pertanyaan dengan benar, kita harus bisa mengerti dengan benar pertanyaan yang akan diberikan oleh orang yang akan menginterview kita. Ada beberapa cara, pertama mulai dengan google. Cari di google “Interview Question tips”, dan masuk ke website yang terpercaya seperti Forbes, Inc, Entrepreneur dan website-wesite berbahasa inggris lain. Dari pengalaman saya, website-website ini memberikan analisa yang lebih mendalam ketimbang website-website yang ada di Indonesia.

Ada 3 pertanyaan mendasar yang sering ditanyakan yang masih menjadi tantangan bagi beberapa teman-teman yang baru lulus.

Pertama, bisa ceritakan tentang diri kamu?

Untuk menjawab ini kita tidak harus menceritakan seluruh perjalanan hidup kita, karena itu akan terlalu panjang dan tidak menarik bagi orang yang sedang menginterview kita. Susun cerita hidup yang ada hubungannya dengan perusahaan dan juga posisi yang sedang kita lamar.

Contohnya, saya sedang melamar menjadi influencer specialists, di perusahaan influencer marketing. Saya akan mulai bercerita mengenai dimana saya bersekolah, dimana saya melanjutkan kuliah, mengapa saya memilih kuliah disana, saya mendapatkan beasiswa, dari kuliah saya sudah aktif melakukan kampanye-kampanye di media sosial, saya mulai bekerja dari semester 3 dan memulai agency digital sendiri yang fokusnya di politik Indonesia kemudian saat ini baru lulus kuliah dan sedang ini mencari tantangan yang lebih lagi.

Kedua, Sebutkan kekurangan kamu?

Biasanya pertanyaan ini juga dibarengi dengan “kelebihan”, namun menjawab kekurangan lebih menantang ketimbang menjawab kelebihan yang kita miliki.

Perlu diingat bahwa perusahaan ingin melihat bagaimana kalian bisa mengerti karakter kalian. Apakah kalian tipe orang yang menyerah dengan kekurangan yang kalian miliki, atau seseorang yang menyadari kekurangan dan terus berusaha untuk meningkatkan kualitas diri.

Begini cara kalian menjawab pertanyaan ini:

Kekurangan saya adalah, suka panik jika mulai banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan dalam waktu yang berdekatan. Biasanya untuk mengatasi kepanikan ini saya menulis semua tugas-tugas ini dan mengurutkan mana yang harus saya selesaikan dari awal sampai akhir. Setelah itu saya mengambil waktu break sebentar sekitar 10-15 sambil minum air putih, sebelum saya kembali bekerja kembali

Jawaban ini mengindikasikan beberapa hal, pertama, kalian mengerti apa kekurangan yang kalian miliki dan juga memiliki usaha untuk mengatasi kekurangan tersebut.

Dengan begini kalian mengirimkan pesan kepada perusahaan bahwa kalian adalah orang yang fokus kepada solusi dan bukan masalah.

Ketiga, mengapa kalian menginginkan posisi ini?

Kebanyakan dari orang yang saya temui menjawab hal ini dengan “Saya ingin menantang diri saya”; “Saya ingin meningkatkan kualitas”; “Saya ingin itu”; “Saya ingin ini”. Ini Jawaban tidak salah, namun kurang tepat. Perusahaan tidak begitu tertarik mengenai apa yang kalian inginkan, yang mereka lebih ingin mengetahui bagaimana kalian dapat mendukung perkembangan dan pertumbuhan perusahaan tersebut.

Jadi, kalian bisa menjawab dengan:

Saya ingin memeberi tantangan baru kepada diri saya, namun disisi lain saya rasa dengan kemampuan yang saya miliki ini, saya bisa meningkatkan awareness dari perusahaan XYZ ke media-media top di Asia Tenggara

Dengan jawaban ini, kalian tidak hanya menjelasakan mengenai keinginan pribadi kalian, namun juga keinginan untuk memajukan perusahaan yang menjadi fokus dari orang yang menginterview kalian.

Berikut adalah 4 kemampuan mendasar yang harus dimiliki seorang yang baru lulus dari Universitas agar bisa bersaing dengan ratusan ribu kandidat yang lulus bersamaan.

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *