6th Music Gallery: Ajang Tahunan Pencinta Musik Indie

Reporter: Tyo Wibowo

Music Gallery kembali hadir untuk yang keenam kalinya sejak pertama kali diadakan pada tahun 2011. Acara yang didampik sebagai “The biggest indie festival in Indonesia” ini berhasil mengumpulkan musisi indie dambaan para anak muda. Dari band yang sudah kelewat senior seperti The Adams atau Mocca, sampai para musisi muda seperti Danilla atau Kelompok Penerbang Roket yang kini sedang menjadi perbincangan. Ditambah lagi kedatangan tamu dari Negeri Kangguru, Panama dan Last Dinosaurs yang menambah gairah acara ini.

Kuningan City Ballroom sudah terlihat penuh sejak dari sore hari. Wajar saja, line up tahun ini memang bisa dikatakan mentereng. Rasanya rugi untuk melewatkan satu penampilan di hari itu. Band yang albumnya dinobatkan oleh Rolling Stones sebagai salah satu album terbaik 2015 (Re: Kelompok Penerbang Roket) saja sudah naik panggung dari pukul 5 sore. Panama bahkan sudah memulai penampilannya pada pukul 7 malam. Tidak ada istilah pemanasan untuk konser yang satu ini.

Acara ini menggunakan konsep membagi dua panggung, yaitu Fluorescent Stage dan Intimate Stage. Masing-masing panggung diisi sebanyak 9 penampil dari total 18 penampil yang dihadirkan. Untuk Intimate Stage, seperti namanya panggung ini bertujuan untuk menciptakan keintiman antara penampil dan penonton. Tiga Pagi, The Adams, Silampukau, Mocca, Float adalah beberapa yang tampil di Intimate Stage. Sementara itu, tamu dari Negeri Kangguru dua-duanya tampil di Fluorescent Stage. Danilla X Mondo Gascaro, Sentimental Moods, Elephant Kind dan Maliq juga tampil di stage ini.

Untuk sebuah acara yang mengundang performer internasional, konsep panggung yang ada terbilang sederhana. Begitupun dengan penataan cahaya yang tidak terlalu bermegah-megahan. Sekali lagi, line up dalam gelaran kali ini memang “wah”. Konsep panggung yang sederhana itu pada akhirnya pun tertutupi dengan penampilan-penampilan yang memukau.

Panama dan Last Dinosaurs memang menjadi daya tarik sendiri bagi para penonton dalam konser ini dan menjadi yang paling ditunggu-tunggu. Selain karena mereka artis internasional, lagu-lagu keduanya memang sudah cukup terkenal di dunia maya. Saat keduanya tampil, para penonton pun ikut sing along walaupun ada juga yang justru berteriak-teriak memuja idolanya tersebut. Tak sedikit juga penonton yang menikmati musik dengan cara ikut berjoget.

Meski begitu, artis lokal juga nyatanya tak kalah pamor. Silampukau, Mocca dan Float juga ramai digandrungi penonton setianya di Intimate Stage. Penampilan Float di Intimate Stage dan Last Dinosaurs di Fluorescent Stage menjadi penampilan penutup di gelaran Music Gallery malam itu.

(Visited 156 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment