70sOC Gelar Showcase di Bandung

Grup musik asal Bandung, 70sOC, siap menyelenggarakan showcase dengan tajuk ‘Funkified’ pada tanggal 18 Januari 2017, bertempat di Spasial (Jl. Gudang Selatan no. 22, Bandung). Tidak hanya acara musik biasa, Electric Love: Funkified juga berisikan sesi hearing session dan diskusi tentang ‘Funk Jaman Now’, pertunjukan Electric Love, dan ditutup oleh penampilan dj Munir (Midnight Runners) yang memainkan lagu funk Indonesia era lampau. Semua bertujuan memberikan pengalaman baru serta pengetahuan dalam mendengarkan musik funk.

Januari 2018 menandakan tepat setahun dirilisnya album penuh 70sOC berjudul Electric Love. Band yang tadinya beranggotakan Anto Arief, Gantira Sena, dan Galant Yurdian ini menyadari bahwa musik funk ternyata masih terasa asing bagi masyarakat Indonesia. “Padahal banyak sekali lagu yang menyelipkan nuansa funk dan kita dengar sehari-hari. Tengok saja karya dari nama-nama besar seperti The Rollies, Koes Plus, Rhoma Irama hingga Maliq & D’essentials. Akan tetapi, sangat sedikit band yang mengkhususkan diri pada genre tersebut. Semoga saja acara ini bisa membuka lebih jauh wawasan teman-teman terkait musik ini sekaligus memetakan talenta atau pendengar funk di Bandung,” tutur Anto selaku frontman.

 Selain misi di atas, Anto juga memanfaatkan momen ini untuk memperkenalkan personil baru 70sOC. “Ada Fabian Gifarian yang menggantikan Galant di bass. Saya pikir ini saat yang tepat untuk memperkenalkan dia secara khusus,” ucapnya. Ini merupakan kali ketiga 70sOC merombak formasi, terhitung sejak masih bernama 70s Orgasm Club.

 70sOC sendiri siap mempersembahkan penampilan spesial yang dilengkapi instrumen tambahan seperti seksi tiup dan perkusi. Di sesihearing session dan diskusi, turut pula mengundang Idhar Resmadi sebagai moderator, Reynold Marshall (gitaris Kelompok Penerbang Roket, yang dulu pernah punya band funk, Speakeasy), Tanto Putrandito (kibordis The Groove), serta dj Munir dari Midnight Runners yang siap menjadi sajian pamungkas dengan memutarkan lagu-lagu funk Indonesia era 70-80an. Keseluruhan acara dikemas dengan nuansa intim, sehingga pihak-pihak yang hadir dapat saling mengakrabkan diri.

(Visited 6 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment