Sajian Audio Berkualitas Tinggi dengan Desain Premium Bersama DIOR Homme x SENNHEISER
Jul12

Sajian Audio Berkualitas Tinggi dengan Desain Premium Bersama DIOR Homme x SENNHEISER

Apa jadinya jika brand fashion berkualitas premium berkolaborasi dengan perangkat audio ternama? Ya, DIOR secara mengejutkan melakukan hal itu bersama SENHEISER dalam produk yang bernama ‘DIOR Homme x SENNHEISER’. Kolaborasi antara kedua label ini, memberikan daya tarik tinggi secara visual dan pendengaran dan menjadi koleksi yang unik dengan desain yang sederhana. Dengan desain hitam dan anthracite juga elegan dengan signature merah sebagai detail nya membuat koleksi ini layak untuk diperhitungkn. Edisi spesial ini hadir sebagai 4 solusi : rumah, bepergian, dipakai sehari-hari dan kantung saku, yang dimana masing-masing menghadirkan produk SENNHEISER. Koleksi ini telah disesuaikan untuk memastikan bahwa para pecinta couture dan musik dapat menikmati suara yang sempurna baik di rumah maupun perjalanan. Tiga solusi yang luar biasa telah diciptakan bagi mereka yang ingin mengambil pengalaman membawa DIOR Homme x SENNHEISER kemanapun mereka pergi. Untuk solusi dalam perjalanan atau Travel, di koleksi ini terdapat aksesoris SENNHEISER PXC 550 wireless yang tersimpan di dalam tas ransel dengan bahan kulit terbalik. Mengeluarkan suara berkualitas tinggi, headphone SENNHEISER yang terkenal dengan mencegah kebisingan dan menciptakan ketenangan di lingkungan manapun. Untuk ‘Pocket Solution’ koleksi ini membuktikan bahwa ukuran tidak menghalangi untuk diciptakannya suara yang jernih atau desain yang fashionable, termasuk headphones SENNHEISER IE 800 Ear-Canal dirancang khusus dengan kabel 3 warna dan kantong kecil bewarna hitam merah yang serasi dan dibuat dari bahan kulit...

Read More
Emergency Drinking Beer, Bir Untuk Generasi Millennial
Jul02

Emergency Drinking Beer, Bir Untuk Generasi Millennial

Jaman sekarang sesuatu yang viral di jagat maya seakan menjadi sangatlah penting, apalagi untuk suatu brand dalam melakukan campaign. Dalam suatu produk ada beberapa hal yang dapat menjadi viral, seperti nama produknya, bahan dasar yang tidak biasa ataupun juga iklan yang menarik. Emergency Drinking Beer dari Wild Heaven Beer ternyata memilih strategi promosi yang berbeda, yaitu dengan menggunakan nama dan kemasan produknya yang humoris, untuk produknya yang berupa bir. Bir jenis pilsner ini menggunakan campuran kulit jeruk, garam laut Portugis dan serai untuk rasa yang cukup kompleks. Dengan rasa yang tidak biasa ini tentu minuman menyegarkan ini cocok untuk dinikmati kapanpun, karena menawarkan kesegaran rasa yang berbeda dibanding bir pada umumnya. Dengan kandungan alkohol yang rendah dan rasanya yang garing menggambarkan jika Emergency Drinking beer merupakan minuman paling sempurna untuk hari-hari musim panas di daerah Atlanta, Georgia, Amerika Serikat. Selain rasanya yang unik, kemasan kaleng dari bir ini juga tidak kalah uniknya karena menggambarkan hal-hal ironis dan humoris mengenai kecintaan manusia terhadap hal apapun di lingkungan sekitarnya dengan desain yang sederhana dan cukup artsy untuk para generasi...

Read More
Wanda Omar dan Ketertarikannya Menjadi Seorang Bassist dan Musisi
Jul01

Wanda Omar dan Ketertarikannya Menjadi Seorang Bassist dan Musisi

  Sumber foto: Dokumentasi pribadi Wanda Omar Pada umumnya terutama di Indonesia masih jarang wanita yang berminat untuk memainkan alat musik bass. Meskipun alat musik yang satu ini lebih populer dimainkan oleh seorang laki-laki, teryata Wanda Omar, seorang bassist perempuan asal Jakarta ini tertarik untuk memainkan alat musik tersebut. Berikut obrolan kami bersama Wanda mengenai ketertarikannya memainkan alat musik bass dan juga keputusannya untuk berkarier sebagai seorang musisi. Halo Wanda, sedang sibuk dengan proyek apa nih sekarang?  Halo! sekarang lagi sibuk ngerjain project sama adik sendiri namanya Dana, sambil jadi session player dan tetep upload video cover di instagram dan youtube Bisa diceritakan awal mula kamu bisa jatuh cinta dengan dunia musik?  Awal mula jatuh cinta sama dunia musik bisa dibilang sebagian besar dari orang tua dan keluarga besar karena mereka juga suka musik Cukup jarang di Indonesia perempuan bermain bass. Mengapa memilih alat musik tersebut?  Awalnya karena Ayah saya sendiri bermain bass tapi lama lama saya mulai paham peranan bass itu ternyata sangat penting dan memiliki daya tarik tersendiri ketimbang alat musik lainnya Musik seperti apa yang kamu gemari?  Aku sukanya lebih ke pop, funk, rnb, soul gituuuu Kamu sudah pernah berkolaborasi dengan Yance Manusama. Gimana awalnya kok bisa perform dan berkolaborasi dengan beliau?  Sudah waktu Bass Heroes kemaren. Rasanya bangga aja biasanya dulu cuma denger nama lewat karya karya lagu yang dia mainin tapi sekarang sepanggung bareng dan benar-benar belajar sama yang namanya main musik di “next level” bukan cuma sekedar skill dan tau lagu Hidup di keluarga musisi, apakah peran orang tua memiliki porsi yang besar dalam karier bermusikmu saat ini?  Sangat besar karena merekalah yang mengajarkan saya nilai nilai hidup termasuk bermain musik dari kecil. Walaupun mereka sempat tidak mengijinkan saya mengambil sekolah dan bekerja di musik tapi seiring berjalannya waktu akhirnya mereka sangat mendukung saya Kenapa pada akhirnya kamu memilih jalur hidup menjadi seorang musisi?  Awalnya saya pun tidak menyangka akan memilih jalur hidup sebagai musisi tapi ketika mendapatkan kesempatan untuk mengerjakan hobi, kenapa tidak? Banyak cover song yang kamu unggah di saluran Youtube pribadimu, ada alasan tertentu kenapa musisi-musisi tersebut yang kamu bawakan ulang musiknya?  Ada dong! yang pertama lagu yang bass linesnya “ngena dihati” tau simpelnya sih yang asik gitu. karena kalo ga ngena atau ga asik gimana kita maininnya jadi enak di denger? tapi ga selalu kadang aku juga milih lagu lagu yang lagi hits biar masuk ke kalangan umum. karena ga semua lagu yang ngena di hati dan asik ini diketahui orang banyak Lebih menarik mana, menjadi seorang komposer atau pemain musik?  Sejujurnya sih dua duanya. Ketika apa yang kita compose bisa kita mainin sama musisi musisi lain. ga cuma...

Read More
Chris Martin Bawakan “Don’t Look Back In Anger” di Konser Amal One Love Manchester
Jun05

Chris Martin Bawakan “Don’t Look Back In Anger” di Konser Amal One Love Manchester

Setelah tragedi ledakan bom Manchester dua minggu lalu, Ariana Grande kembali tampil di kota tersebut dalam sebuah konser amal pada hari Minggu (4/06). Dalam konser amal yang bertajuk One Love Manchester ini Grande menggandeng sejumlah musisi, salah satunya adalah punggawa dari band Coldplay, Chris Martin. Konser itu bertujuan untuk mengenang dan menggalang dana bagi para korban bom Manchester. Sebagai informasi, bom itu menewaskan 22 orang dan melukai puluhan orang lainnya. Mengenakan kaus bertuliskan “One Love Manchester”, Grande membuka penampilannya dengan lagu hit-nya, “Be Alright” dan “Break Free”. Dalam penampilannya bersama Chris Martin, Grande membawakan lagu hits dari band brit pop Oasis “Don’t Look Back In Anger” dimana lagu ini kembali menjadi viral setelah banyak pihak mengamini lagu ini sesuai sebagai anthem tragedi bom Manchester. The Adobe Flash Player is required for video playback.Get the latest Flash Player or Watch this video on...

Read More
Bicara Soal Moralitas dalam Film Enter The Void
May31

Bicara Soal Moralitas dalam Film Enter The Void

Ketika menonton film ini maka ingatan kita seakan dibawa seperti saat menonton video musik Smack My Bitch Up karya Prodigy. Sejak adegan pertama, penonton disuguhkan adegan aktifitas sehari-hari karakter tersebut seperti aktifitas di toilet saat pagi hari, ganti pakaian, dan menghisap marijuana.  Adegan-adegan berikutnya adalah  mengisahkan kehidupan malam karakter tersebut. Terlihat dia masuk ke sebuah klab malam, menenggak minuman, menghisap marijuana (lagi) dan membuat kekacauan. Pada akhirnya, dia sukses menggaet satu perempuan dan membawanya pulang ke rumah. Mereka bercinta, lalu si perempuan pergi begitu saja. Konklusi dari sosok karakter tersebut terjawab ketika karakter tak bernama itu kemudian menghadap ke sebuah cermin. Pada titik ini, penonton baru tahu bahwa semua adegan tadi dilihat dari sudut pandang seorang perempuan. Lupakan Prodigy, dalam Enter the Void ini pun memberikan sensasi visual yang sama. Film karya Gaspar Noe tersebut menceritakan perjalanan hidup subjektif suatu karakter, mulai dari ingatan-ingatan di masa lalu, halusinasi penggunakan narkotika dan hal-hal erotis yang nampak secara langsung di visual penonton dengan ditambahkan efek-efek gambar sinematik. Sejak awal film, penonton diposisikan dalam diri Oscar. Penonton melihat apa yang Oscar lihat, lengkap dengan kedipan mata dan halusinasinya saat mengkonsumsi narkotika. Dalam sebuah transaksi narkotika, Oscar ditembak mati polisi. Ia menjadi arwah penasaran dan melayang-layang di langit kota Tokyo. Arwah Oscar yang melayang-layang di langit Tokyo tersebut seakan ingin mengawasi adik kesayangannya yang juga terjebak dalam dunia malam yang kelam sebagai penari telanjang disalah satu klab malam Tokyo.  Dengan sudut pandang orang pertama yang Noe terapkan, perjalanan Oscar jadi tidak sekadar perjalanan sebuah hantu menembus batas dimensi, tapi juga petualangan pandangan mata yang hanya bisa dimungkinkan oleh kamera film. Secara garis besar selain unsur kekerasan (narkotika, pornografi) film ini menceritakan tentang kisah drama masa lalu sepasang kakak beradik (Oscar dan Linda) dan atraksi antara laki-laki dan perempuan dalam lingkup keluarga. Mereka berjanji untuk selalu bersama sepeninggal orang tua mereka karena kecelakaan mobil. Mereka dipertemukan kembali di Tokyo saat sudah dewasa dan Oscar mengusahakan hal tersebut untuk mendatangkan Linda, meskipun harus berjualan narkotika sebagai cara untuk mengumpulkan uang. Kemampuan Oscar setelah meninggal ia gunakan untuk menembus batas-batas pribadi kehidupan Linda, dan melakukan apa yang selama ini dilarang oleh status mereka sebagai kakak-adik seperti melihat Linda buka baju dan telanjang di kamarnya sendiri, melihat Linda berhubungan intim dengan bosnya di tempat kerjanya hingga merasuki  tubuh seorang laki-laki dan merasakan dirinya berhubungan intim dengan adiknya sendiri. Inti dari film ini selain visual sinematiknya yang luar biasa adalah mengenai moralitas seseorang. Moralitas bagaimana kita tidak boleh “mengintip” hal-hal personal milik orang lain, terutama dalam kehidupan sehari-hari. Saya rasa Noe sukses merepresentasikan maksud dari filmnya ini, dengan menggunakan metode melodrama psikedelik yang sukses membius visual dan pendengaran penonton filmnya.     The Adobe...

Read More