Membuka Memorabilia Masa Lalu di Konser NKKBS Bagian Pertama Melancholic Bitch
Sep13

Membuka Memorabilia Masa Lalu di Konser NKKBS Bagian Pertama Melancholic Bitch

Band mitos yang lama ditunggu-tunggu kemunculannya olah penikmat musik Yogyakarta ini nampaknya memenuhi kerinduan para penggemarnya. Kurang lebih 2 tahun lamanya menghilang dari dunia permusikan lokal dalam aksi panggungnya, Melancholic Bitch kini telah kembali dengan album penuh terbarunya, ‘NKKBS Bagian Pertama’ dan mengesahkannya dengan menggelar sebuah konser tunggal yang bertajuk “Konser Melancholic Bitch NKKBS Bagian Pertama” pada hari Sabtu (9/09) yang lalu di Gedung PKKH UGM, Yogyakarta. Delapan tahun setelah peluncuran album ‘Balada Joni dan Susi’ tentu menjadi penantian yang sangat panjang sebelum Melbi merilis album teranyarnya ini. Diluar itu kepergian Ugoran Prasad ke luar negeri tentu membuat aktivitas dan band ini terhenti. Semacam konser reuni. Hal ini tentu akan diamini oleh kebanyakan orang yang datang ke gedung PKKH pada malam hari itu, termasuk saya. Sebagai orang yang kurang lebih 10 tahun tinggal di Jogja dan mengalami proses tumbuh berkembangnya band mitos ini, tentu konser NKKBS Bagian Pertama ini sangat layak untuk ditonton. Jika diamati, para penonton yang datang adalah muka-muka lama baik dari lingkaran pertemanan saya 5 tahun lalu yang kini sudah entah kemana, kalangan seni rupa kontemporer Yogyakarta (personel Melbi memang dekat dengan ranah yang satu ini, pun Yennu dan Ugo juga terlibat di dalam Teater Garasi) dan juga wajah-wajah dari orang tidak dikenal yang tidak asing jika kamu sudah sering datang ke gig di Yogyakarta dalam kurun waktu 5 tahun kebelakang. Pertunjukan yang dibuka sekitar pukul delapan malam ini menampilkan permaian solo keyboard dari Nadia Hatta, keyboardist dari band Armada Racun. Tidak lama kemudian Ugoran Prasad muncul ke panggung sembari membawa ember kecil berwarna merah yang ternyata difungsikan sebagai asbak, tanpa meniggalkan nilai-nilai estetikanya. Melbi menghajar tanpa henti materi-materi terbarunya dari album ‘NKKBS Bagian Pertama’, dan dalam konser ini turut menampilkan musisi pendamping yaitu Uya Cipriano dari band LastElise pada gitar dan Danish Wisnu dari band FSTVLST pada drum. Turut dilibatkan pula Gisela Swaragita dari band Seahoarse pada backing vokal didampingi oleh Arsita Iswardhani dari Teater Garasi. Tidak sampai disitu, ternyata Melancholic Bitch mengajak para penonton untuk bernostalgia dengan membawakan lagu-lagu dari album ‘Balada Joni dan Susi’ pada pertunjukan sesi yang kedua. Suasana pun menjadi semakin panas dan pecah, dan aroma alkohol semakin kuat tercium di berbagai sudut gedung pertunjukan. Konser selesai sekitar pukul 10 malam, semua orang senang dan para penonton kebanyakan tidak langsung pulang karena saling bertegur sapa dan melepas kerinduan masa lalu bersama para sejawat yang sudah lama tidak bertemu. Selain menyuguhkan materi baru, Melancholic Bitch sukses membuka ingatan lama dalam ajang reuni singkat dalam sebuah pertunjukan musik.  ...

Read More
Kembali Ke Alam dalam RRECFEST In The Valley 2017
Sep09

Kembali Ke Alam dalam RRECFEST In The Valley 2017

Tiba saatnya kembali berlibur. Tiba saatnya kembali ke alam setelah riuh kesibukan kota yang telah menyita banyak energi kita. Tiba saatnya untuk kembali ke RRREC Fest in The Valley. Tahun ini, RRREC Fest in The Valley kembali hadir pada waktu libur panjang akhir pekan untuk menawarkan pengalaman berfestival dengan sajian pertunjukan musik, lanskap, serta suasana intim yang didukung serangkaian program kesenian dan edukasi di alam terbuka. Festival ini diadakan setiap tahun sejak 2014 untuk membuka ruang interaksi dengan alam melalui aneka program menyenangkan sambil berlibur menikmati kesegaran udara hutan hujan tropis dan keindahan alam pegunungan area perkemahan Tanakita yang terletak di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. RRREC FEST IN THE VALLEY adalah festival musik alternatif 3 hari 2 malam sebagai sarana liburan akhir pekan di alam pegunungan untuk memberikan pengalaman baru yang berkesan. RRREC FEST IN THE VALLEY memiliki susunan program yang meliputi: pertunjukan musik, pemutaran film layar tancap, teater, residensi seniman, workshop, bincang-bincang, dan program anak. Program, ruang, dan suasana direncanakan oleh tim kurator festival untuk menciptakan titik pertemuan lintas displin lintas generasi, serta tempat saling berbagi pengalaman dan pengetahuan di antara penikmat festival musik, musisi, seniman, pecinta alam, dan warga setempat. Semuanya akan berkemah, berkumpul, dan bersenang-senang bersama. Dengan menjaga kapasitas yang terbatas, suasana nongkrong lebih mungkin terasa intim, hangat, santai, dan alami. Kami percaya bahwa ide-ide segar kerap bermula dalam setting yang rileks, spontan, dan penuh suka cita. Program kesenian tahun ini akan dikerjakan untuk mendukung proyek konservasi alam “Rainforest Recording” yang telah diinisiasi sebelumnya oleh Rakata Adventure di seputar Situ Gunung, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Rainforest Recording Project adalah sebuah kerja berkesinambungan dalam merekam dan merespons alam sebagai cara untuk kembali berdialog dengan alam untuk mempelajari terus apa saja potensi yang berada di dalam rainforest dan lingkungan sekitarnya. Proyek ini ditujukan untuk menciptakan platform dan karya seni ataupun bentuk data pengarsipan yang bisa dikembangkan dan bermanfaat bagi siapa saja, khususnya warga setempat. Rainforest Recording Project didukung oleh program Residensi Seniman yang akan mengundang praktisi lintas disiplin, yaitu seniman, peneliti, pecinta alam, dan penulis untuk bekerja bersama warga setempat, pelajar/mahasiswa, dan komunitas seni di sekitarnya. Sementara itu, program musik menampilkan band-band pilihan dari berbagai jenis musik, usia, dan latar belakang yang memiliki pesona tersendiri; baik dalam karakter musiknya maupun dalam kepribadian dan performa di atas panggung. Mereka adalah para musisi yang kami anggap memiliki karya-karya yang menginspirasi, karyanya bersifat klasik, telah terbukti konsistensinya dalam berkarya, serta musisi baru penuh harapan. Selain itu, kami hadirkan juga para selektor musik andalan dan musisi negara tetangga yang dapat mewakili panorama suara tersendiri dari Asia Tenggara....

Read More
Sajian Audio Berkualitas Tinggi dengan Desain Premium Bersama DIOR Homme x SENNHEISER
Jul12

Sajian Audio Berkualitas Tinggi dengan Desain Premium Bersama DIOR Homme x SENNHEISER

Apa jadinya jika brand fashion berkualitas premium berkolaborasi dengan perangkat audio ternama? Ya, DIOR secara mengejutkan melakukan hal itu bersama SENHEISER dalam produk yang bernama ‘DIOR Homme x SENNHEISER’. Kolaborasi antara kedua label ini, memberikan daya tarik tinggi secara visual dan pendengaran dan menjadi koleksi yang unik dengan desain yang sederhana. Dengan desain hitam dan anthracite juga elegan dengan signature merah sebagai detail nya membuat koleksi ini layak untuk diperhitungkn. Edisi spesial ini hadir sebagai 4 solusi : rumah, bepergian, dipakai sehari-hari dan kantung saku, yang dimana masing-masing menghadirkan produk SENNHEISER. Koleksi ini telah disesuaikan untuk memastikan bahwa para pecinta couture dan musik dapat menikmati suara yang sempurna baik di rumah maupun perjalanan. Tiga solusi yang luar biasa telah diciptakan bagi mereka yang ingin mengambil pengalaman membawa DIOR Homme x SENNHEISER kemanapun mereka pergi. Untuk solusi dalam perjalanan atau Travel, di koleksi ini terdapat aksesoris SENNHEISER PXC 550 wireless yang tersimpan di dalam tas ransel dengan bahan kulit terbalik. Mengeluarkan suara berkualitas tinggi, headphone SENNHEISER yang terkenal dengan mencegah kebisingan dan menciptakan ketenangan di lingkungan manapun. Untuk ‘Pocket Solution’ koleksi ini membuktikan bahwa ukuran tidak menghalangi untuk diciptakannya suara yang jernih atau desain yang fashionable, termasuk headphones SENNHEISER IE 800 Ear-Canal dirancang khusus dengan kabel 3 warna dan kantong kecil bewarna hitam merah yang serasi dan dibuat dari bahan kulit...

Read More
Emergency Drinking Beer, Bir Untuk Generasi Millennial
Jul02

Emergency Drinking Beer, Bir Untuk Generasi Millennial

Jaman sekarang sesuatu yang viral di jagat maya seakan menjadi sangatlah penting, apalagi untuk suatu brand dalam melakukan campaign. Dalam suatu produk ada beberapa hal yang dapat menjadi viral, seperti nama produknya, bahan dasar yang tidak biasa ataupun juga iklan yang menarik. Emergency Drinking Beer dari Wild Heaven Beer ternyata memilih strategi promosi yang berbeda, yaitu dengan menggunakan nama dan kemasan produknya yang humoris, untuk produknya yang berupa bir. Bir jenis pilsner ini menggunakan campuran kulit jeruk, garam laut Portugis dan serai untuk rasa yang cukup kompleks. Dengan rasa yang tidak biasa ini tentu minuman menyegarkan ini cocok untuk dinikmati kapanpun, karena menawarkan kesegaran rasa yang berbeda dibanding bir pada umumnya. Dengan kandungan alkohol yang rendah dan rasanya yang garing menggambarkan jika Emergency Drinking beer merupakan minuman paling sempurna untuk hari-hari musim panas di daerah Atlanta, Georgia, Amerika Serikat. Selain rasanya yang unik, kemasan kaleng dari bir ini juga tidak kalah uniknya karena menggambarkan hal-hal ironis dan humoris mengenai kecintaan manusia terhadap hal apapun di lingkungan sekitarnya dengan desain yang sederhana dan cukup artsy untuk para generasi...

Read More
Wanda Omar dan Ketertarikannya Menjadi Seorang Bassist dan Musisi
Jul01

Wanda Omar dan Ketertarikannya Menjadi Seorang Bassist dan Musisi

  Sumber foto: Dokumentasi pribadi Wanda Omar Pada umumnya terutama di Indonesia masih jarang wanita yang berminat untuk memainkan alat musik bass. Meskipun alat musik yang satu ini lebih populer dimainkan oleh seorang laki-laki, teryata Wanda Omar, seorang bassist perempuan asal Jakarta ini tertarik untuk memainkan alat musik tersebut. Berikut obrolan kami bersama Wanda mengenai ketertarikannya memainkan alat musik bass dan juga keputusannya untuk berkarier sebagai seorang musisi. Halo Wanda, sedang sibuk dengan proyek apa nih sekarang?  Halo! sekarang lagi sibuk ngerjain project sama adik sendiri namanya Dana, sambil jadi session player dan tetep upload video cover di instagram dan youtube Bisa diceritakan awal mula kamu bisa jatuh cinta dengan dunia musik?  Awal mula jatuh cinta sama dunia musik bisa dibilang sebagian besar dari orang tua dan keluarga besar karena mereka juga suka musik Cukup jarang di Indonesia perempuan bermain bass. Mengapa memilih alat musik tersebut?  Awalnya karena Ayah saya sendiri bermain bass tapi lama lama saya mulai paham peranan bass itu ternyata sangat penting dan memiliki daya tarik tersendiri ketimbang alat musik lainnya Musik seperti apa yang kamu gemari?  Aku sukanya lebih ke pop, funk, rnb, soul gituuuu Kamu sudah pernah berkolaborasi dengan Yance Manusama. Gimana awalnya kok bisa perform dan berkolaborasi dengan beliau?  Sudah waktu Bass Heroes kemaren. Rasanya bangga aja biasanya dulu cuma denger nama lewat karya karya lagu yang dia mainin tapi sekarang sepanggung bareng dan benar-benar belajar sama yang namanya main musik di “next level” bukan cuma sekedar skill dan tau lagu Hidup di keluarga musisi, apakah peran orang tua memiliki porsi yang besar dalam karier bermusikmu saat ini?  Sangat besar karena merekalah yang mengajarkan saya nilai nilai hidup termasuk bermain musik dari kecil. Walaupun mereka sempat tidak mengijinkan saya mengambil sekolah dan bekerja di musik tapi seiring berjalannya waktu akhirnya mereka sangat mendukung saya Kenapa pada akhirnya kamu memilih jalur hidup menjadi seorang musisi?  Awalnya saya pun tidak menyangka akan memilih jalur hidup sebagai musisi tapi ketika mendapatkan kesempatan untuk mengerjakan hobi, kenapa tidak? Banyak cover song yang kamu unggah di saluran Youtube pribadimu, ada alasan tertentu kenapa musisi-musisi tersebut yang kamu bawakan ulang musiknya?  Ada dong! yang pertama lagu yang bass linesnya “ngena dihati” tau simpelnya sih yang asik gitu. karena kalo ga ngena atau ga asik gimana kita maininnya jadi enak di denger? tapi ga selalu kadang aku juga milih lagu lagu yang lagi hits biar masuk ke kalangan umum. karena ga semua lagu yang ngena di hati dan asik ini diketahui orang banyak Lebih menarik mana, menjadi seorang komposer atau pemain musik?  Sejujurnya sih dua duanya. Ketika apa yang kita compose bisa kita mainin sama musisi musisi lain. ga cuma...

Read More