Yuk Dapatkan Kesempatan Menginap Satu Malam di LEGO House
Nov09

Yuk Dapatkan Kesempatan Menginap Satu Malam di LEGO House

Hari ini, Airbnb dan LEGO® House meluncurkan pengalaman menginap yang paling BRICKtastic dalam sejarah. Selama satu malam, LEGO House yang baru diresmikan di Billund, Denmark akan menjadi arena bermain pribadi bagi hanya satu keluarga yang paling beruntung. Guna memperoleh kesempatan untuk memenangkan satu malam di LEGO House, para penikmat LEGO dari segala usia diminta untuk mengerahkan daya imajinasi mereka dan menggambarkan satu bentuk yang akan mereka bangun bersama keluarga jika saja mereka diberikan kepingan LEGO yang jumlahnya tanpa batas, lalu gambaran ide tersebut akan dituangkan dalam bentuk tulisan. Pemenang dari kontes ini akan mendapatkan kesempatan untuk menikmati LEGO House serasa rumah sendiri selama satu malam. Mereka akan tidur di dream LEGO bedroom yang berada di bawah air terjun LEGO raksasa dan membuat satu bentuk LEGO kemenangan mereka dengan bantuan dan arahan dari Jamie Berard, salah satu Master Builders terbaik di dunia dan ahli LEGO yang ternama. Pengalaman menarik tersebut  akan dimulai pada 24 November, saat para pemenang akan tiba di LEGO House untuk dijamu oleh Jamie yang akan menyambut mereka di LEGO House  semalaman. Pertama, mereka akan menikmati makan siang di mana mereka akan ditugaskan untuk membuat pesanan mereka, uniknya makanan tersebut harus disusun dari kepingan  LEGO sebelum dikirim ke dapur untuk dijadikan makanan sebenarnya dan dilayani oleh dua pelayan robot yang ramah. Setelah makan siang, rumah tersebut akan ditutup untuk umum sehingga kosong dan disiapkan bagi para pemenang untuk berlari memasuki kamar, mengeksplorasi dan bermain di bawah bimbingan ahli Jamie. Pertama, mereka akan dibawa untuk melihat secara langsung Tree of Creativity, yang dibangun dengan tangan manusia dan menggunakan lebih dari 6 juta kepingan LEGO. Berpindah ke Masterpiece Gallery, disini akan ditampilkan kreasi LEGO dari para pecinta LEGO seluruh dunia. Setelah itu, mereka akan beralih ke Experience Zones di mana mereka bisa memilih film mereka sendiri, merancang mobil robot, desain kota dan banyak lagi. Orang dewasa  dapat bernostalgia dengan pergi ke ruang bawah tanah untuk melihat sejarah perkembangan LEGO di dunia dan mengenang rangkaian ikon LEGO terunik yang pernah diproduksi. Ketika petualangan hampir berakhir, pemenang akan diajak ke perhentian terakhir dalam perjalanan ini yaitu, sebuah kamar tidur yang mengapung di bawah air terjun LEGO setinggi 6 meter, dikelilingi oleh kolam kepingan LEGO. Seluruh ruangan akan berubah menjadi rumah yang sangat nyaman, dengan semua barang yang keseluruhannya terbuat dari kepingan  LEGO: boneka beruang, lampu, jam alarm, TV, buku cerita, dan bahkan kucing yang sangat lucu! Rumah itu sendiri terdiri dari dua kamar tidur, dengan tempat tidur yang terletak di kolam yang dipenuhi dengan kepingan LEGO System dan LEGO DUPLO®, serta ada ruang tamu di mana para pemenang dapat duduk nyaman di kursi LEGO sambil menikmati TV LEGO. Sebelum mengakhiri hari...

Read More
Peringati Usia Ke 25 Tahun, Album Perdana No Doubt Akan Dirilis dalam Format Vinyl
Oct24

Peringati Usia Ke 25 Tahun, Album Perdana No Doubt Akan Dirilis dalam Format Vinyl

Meski bisa dikatakan No Doubt baru meraih sukses di album ketiga mereka, “Tragic Kingdom” (1995), tapi bukan lantas band yang dimotori Gwen Stefani ini melupakan album debut mereka yang tentunya tercatat sebagai pembuka jalan mereka ke dunia musik. Dan kini, untuk merayakan usia 25 tahun album tersebut, Universal telah mengumumkan akan merilis ulang album “No Doubt” dalam bentuk vinyl 180 gram dengan versi berwarna edisi terbatas. Nantinya akan dicetak  100 kopi untuk vinyl berwarna edisi terbatas yang telah ditandatangani secara langsung oleh para anggota band dalam formasi awal, yaitu Gwen, Tony Kanal, Tom Dumont, Adrian Young dan Eric Stefani. Perilisan ulang album dalam bentuk vinyl akan tetap menggunakan cover-art yang sama sesuai dengan album aslinya. Hanya saja sebuah foto band yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya dan berasal dari sesi foto untuk album bersama Chris Cuffaro, akan dilampirkan di sisi belakang...

Read More
KUSTOMFEST, Barometer Kustom Kultur  di Indonesia
Oct10

KUSTOMFEST, Barometer Kustom Kultur di Indonesia

Festival motor kustom terbesar di Indonesia, Kutomfest telah usai digelar di Yogyakarta selama dua hari, tepatnya pada tanggal 8 dan 9 Oktober 2017 yang lalu dengan mengusung tema “No Boundaries” yang bermakna menembus batasan-batasan yang ada dalam berkarya. Memasuki tahun keenamnya, Kustomfest nampaknya masih menjadi suatu ajang yang dinanti-nanti oleh para builder untuk menampilkan karya-karya terbaiknya, terbukti dengan tampilkan kurang lebih 130 motor dan 40 mobil dalam gelaran tahun ini dengan rincian masing-masing untuk Main Class terdiri dari: Prostreet 7 motor, European Chopper & Bobber 2 motor, American Chopper & Bobber 15 motor, American Stock Custom 1 motor, FFA 14 motor, Cafe Racer 21 motor, Bagger 5 motor, Japan Chopper & Bobber 5 motor. Sedangkan di kelas Nitrohead terdiri dari FFA 32 motor, Choppy Cub 4 motor, Old & Retro 16 motor, Matic 1 motor. Sementara kelas khusus yakni Honda Scrambler 5 motor yang ikut didukung PT Astra Honda Motor dan Club Style 6 motor dengan disokong oleh Anak Elang Harley-Davidson. Untuk display dan peserta kontes mobil di kelas Airkooled terdapat 3 mobil, Muscle Car 5 mobil, Hot Rod Custom 4 mobil, Low Rider 3 mobil, Pickup 7 mobil, Japan Retro Car 2 mobil, dan juga highlight khusus Pick Paradise yang menampilkan 7 mobil. Total dispay dan mobil yang didisplay berjumlah30 mobil. Ajang Kustomfest tahun ini juga akan menjadi kickoff program Indonesia Attack yang dinisiasi oleh KUSTOMFEST dalam mewadahi para builder muda Indonesia untuk bisa tampil di ajang Yokohama Hot Rod Custom Show di Jepang pada Desember mendatang. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini juga dilakukan pengundian lucky draw dari tiket penonton untuk mendapatkan sebuah motor kustom secara cuma-cuma yang diberi nama “Ojo Dumeh”, dimana memiliki makna jangan cepat puas atau menjadi sombong terhadap pencapaian yang telah diraih. Yang menarik dari ajang Kustomfest adalah fenomena berkumpulnya berbagai komunitas biker dan builder dari seluruh Indonesia, bahkan dari kalangan internasional. Kustom kultur di Indonesia sendiri mulai tumbuh berkembang di Indonesia sejak 10 tahun terakhir, dan Kustomfest secara tidak langsung menjadi wadah untuk builder kreatif ini untuk memamerkan karyanya. Tidak melulu soal motor, secara fashion dan lifestyle dari para builder tentu menarik juga untuk disimak. Jaket kulit, bandana, sepatu kulit dan celana jeans tentu menjadi identitas dari para biker dan builder ini. Alhasil cukup banyak tenant dari clothing bertemakan “anak motor” yang juga dihadirkan dalam gelaran ini. Meskipun menjadi wadah bagi kalangan industri kreatif dalam hal clothing dan aksesories motor dan juga wadah mengapresiasi para builder di Indonesia, ternyata pemerintah Yogyakarta sendiri kurang memberikan dukungan secara langsung terhadap festival ini. Hal ini terlihat dari para sponsor yang mendukung acara ini kebanyakan dari perusahaan swasta. Sebagai kota seni dan budaya, seharusnya pemerintah Yogyakarta lebih...

Read More
Membuka Memorabilia Masa Lalu di Konser NKKBS Bagian Pertama Melancholic Bitch
Sep13

Membuka Memorabilia Masa Lalu di Konser NKKBS Bagian Pertama Melancholic Bitch

Band mitos yang lama ditunggu-tunggu kemunculannya olah penikmat musik Yogyakarta ini nampaknya memenuhi kerinduan para penggemarnya. Kurang lebih 2 tahun lamanya menghilang dari dunia permusikan lokal dalam aksi panggungnya, Melancholic Bitch kini telah kembali dengan album penuh terbarunya, ‘NKKBS Bagian Pertama’ dan mengesahkannya dengan menggelar sebuah konser tunggal yang bertajuk “Konser Melancholic Bitch NKKBS Bagian Pertama” pada hari Sabtu (9/09) yang lalu di Gedung PKKH UGM, Yogyakarta. Delapan tahun setelah peluncuran album ‘Balada Joni dan Susi’ tentu menjadi penantian yang sangat panjang sebelum Melbi merilis album teranyarnya ini. Diluar itu kepergian Ugoran Prasad ke luar negeri tentu membuat aktivitas dan band ini terhenti. Semacam konser reuni. Hal ini tentu akan diamini oleh kebanyakan orang yang datang ke gedung PKKH pada malam hari itu, termasuk saya. Sebagai orang yang kurang lebih 10 tahun tinggal di Jogja dan mengalami proses tumbuh berkembangnya band mitos ini, tentu konser NKKBS Bagian Pertama ini sangat layak untuk ditonton. Jika diamati, para penonton yang datang adalah muka-muka lama baik dari lingkaran pertemanan saya 5 tahun lalu yang kini sudah entah kemana, kalangan seni rupa kontemporer Yogyakarta (personel Melbi memang dekat dengan ranah yang satu ini, pun Yennu dan Ugo juga terlibat di dalam Teater Garasi) dan juga wajah-wajah dari orang tidak dikenal yang tidak asing jika kamu sudah sering datang ke gig di Yogyakarta dalam kurun waktu 5 tahun kebelakang. Pertunjukan yang dibuka sekitar pukul delapan malam ini menampilkan permaian solo keyboard dari Nadia Hatta, keyboardist dari band Armada Racun. Tidak lama kemudian Ugoran Prasad muncul ke panggung sembari membawa ember kecil berwarna merah yang ternyata difungsikan sebagai asbak, tanpa meniggalkan nilai-nilai estetikanya. Melbi menghajar tanpa henti materi-materi terbarunya dari album ‘NKKBS Bagian Pertama’, dan dalam konser ini turut menampilkan musisi pendamping yaitu Uya Cipriano dari band LastElise pada gitar dan Danish Wisnu dari band FSTVLST pada drum. Turut dilibatkan pula Gisela Swaragita dari band Seahoarse pada backing vokal didampingi oleh Arsita Iswardhani dari Teater Garasi. Tidak sampai disitu, ternyata Melancholic Bitch mengajak para penonton untuk bernostalgia dengan membawakan lagu-lagu dari album ‘Balada Joni dan Susi’ pada pertunjukan sesi yang kedua. Suasana pun menjadi semakin panas dan pecah, dan aroma alkohol semakin kuat tercium di berbagai sudut gedung pertunjukan. Konser selesai sekitar pukul 10 malam, semua orang senang dan para penonton kebanyakan tidak langsung pulang karena saling bertegur sapa dan melepas kerinduan masa lalu bersama para sejawat yang sudah lama tidak bertemu. Selain menyuguhkan materi baru, Melancholic Bitch sukses membuka ingatan lama dalam ajang reuni singkat dalam sebuah pertunjukan musik.  ...

Read More
Kembali Ke Alam dalam RRECFEST In The Valley 2017
Sep09

Kembali Ke Alam dalam RRECFEST In The Valley 2017

Tiba saatnya kembali berlibur. Tiba saatnya kembali ke alam setelah riuh kesibukan kota yang telah menyita banyak energi kita. Tiba saatnya untuk kembali ke RRREC Fest in The Valley. Tahun ini, RRREC Fest in The Valley kembali hadir pada waktu libur panjang akhir pekan untuk menawarkan pengalaman berfestival dengan sajian pertunjukan musik, lanskap, serta suasana intim yang didukung serangkaian program kesenian dan edukasi di alam terbuka. Festival ini diadakan setiap tahun sejak 2014 untuk membuka ruang interaksi dengan alam melalui aneka program menyenangkan sambil berlibur menikmati kesegaran udara hutan hujan tropis dan keindahan alam pegunungan area perkemahan Tanakita yang terletak di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. RRREC FEST IN THE VALLEY adalah festival musik alternatif 3 hari 2 malam sebagai sarana liburan akhir pekan di alam pegunungan untuk memberikan pengalaman baru yang berkesan. RRREC FEST IN THE VALLEY memiliki susunan program yang meliputi: pertunjukan musik, pemutaran film layar tancap, teater, residensi seniman, workshop, bincang-bincang, dan program anak. Program, ruang, dan suasana direncanakan oleh tim kurator festival untuk menciptakan titik pertemuan lintas displin lintas generasi, serta tempat saling berbagi pengalaman dan pengetahuan di antara penikmat festival musik, musisi, seniman, pecinta alam, dan warga setempat. Semuanya akan berkemah, berkumpul, dan bersenang-senang bersama. Dengan menjaga kapasitas yang terbatas, suasana nongkrong lebih mungkin terasa intim, hangat, santai, dan alami. Kami percaya bahwa ide-ide segar kerap bermula dalam setting yang rileks, spontan, dan penuh suka cita. Program kesenian tahun ini akan dikerjakan untuk mendukung proyek konservasi alam “Rainforest Recording” yang telah diinisiasi sebelumnya oleh Rakata Adventure di seputar Situ Gunung, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Rainforest Recording Project adalah sebuah kerja berkesinambungan dalam merekam dan merespons alam sebagai cara untuk kembali berdialog dengan alam untuk mempelajari terus apa saja potensi yang berada di dalam rainforest dan lingkungan sekitarnya. Proyek ini ditujukan untuk menciptakan platform dan karya seni ataupun bentuk data pengarsipan yang bisa dikembangkan dan bermanfaat bagi siapa saja, khususnya warga setempat. Rainforest Recording Project didukung oleh program Residensi Seniman yang akan mengundang praktisi lintas disiplin, yaitu seniman, peneliti, pecinta alam, dan penulis untuk bekerja bersama warga setempat, pelajar/mahasiswa, dan komunitas seni di sekitarnya. Sementara itu, program musik menampilkan band-band pilihan dari berbagai jenis musik, usia, dan latar belakang yang memiliki pesona tersendiri; baik dalam karakter musiknya maupun dalam kepribadian dan performa di atas panggung. Mereka adalah para musisi yang kami anggap memiliki karya-karya yang menginspirasi, karyanya bersifat klasik, telah terbukti konsistensinya dalam berkarya, serta musisi baru penuh harapan. Selain itu, kami hadirkan juga para selektor musik andalan dan musisi negara tetangga yang dapat mewakili panorama suara tersendiri dari Asia Tenggara....

Read More