The Talkboy Rilis Album Perdana
Sep21

The Talkboy Rilis Album Perdana

Setelah melempar 3 single sebelumnya, akhirnya The Talkboy resmi mengunggah album stream nya via Youtube pada 9 September yang lalu. “Pieces” berisikan 6 track lo-fi jangle pop yang lirik dan aransemennya dibuat sendiri oleh The Talkboy. Album stream yang berdurasi 18 menit ini bisa didengarkan secara gratis di laman Youtube Fallyears Records, label rekaman independen yang berbasis di Malang, Indonesia. “Pieces” adalah album terbaru The Talkboy, sebuah proyek solo Bagas Yudhiswa yang merupakan kelanjutan dari album sebelumnya, “Self-Loathe” yang pada saat itu masih menggunakan nama asli dari Bagas sendiri. Masih mengusung nada-nada lo-fi dengan kesan mengawang dan jadul, lagu-lagu dalam album “Pieces” dikemas dengan tema afeksi dan harapan yang lebih manis, berbanding terbalik dengan “Self-Loathe” dengan kekecewaan, kesedihan dan ketidakpercayaandiri yang menjadi benang merahnya. The Talkboy berharap “Pieces” bisa dinikmati dan membawa warna baru bagi lingkup musik Malang bahkan Indonesia. Sampai album ini dirilis, The Talkboy masih terus membuat karya-karya baru secara kontinyu dan konsisten untuk kedepannya. Selain The Talkboy, Fallyears menaungi pula Dizzyhead dan Beeswax untuk album terbaru mereka nanti. “Pieces” dari The Talkboy juga sebuah penanda album stream Youtube perdana yang diriliskan oleh Fallyears Records setelah album “Self-Titled” Welter On Cinema dan “Self-Loathe” Bagas Yudhiswa diluncurkan melalui Soundcloud Fallyears...

Read More
Salihara Gelar Literature and Ideas Festival  2017
Sep21

Salihara Gelar Literature and Ideas Festival 2017

Tahun ini, LIFEs mengangkat tema Membaca Amerika Latin: VIVA! REBORN!. Amerika Latin dipilih karena menawarkan banyak pemikiran penting yang bisa dipelajari. Sebut saja beberapa di antaranya yaitu genre sastra realisme magis, gerakan politik adat dan sosialis, teologi pembebasan, teori ketergantungan, dsb. “Amerika Latin selalu lantang dan menantang,” pengantar kuratorial dari Ayu Utami selaku direktur LIFEs dan kurator sastra Komunitas Salihara. Selain karya sastranya yang mendunia, lanjut Ayu Utami, “Amerika Latin juga bisa diperbandingkan dengan Indonesia. Dari sejarah kolonialisme, rezim militer dan demokrasi, masalah lingkungan hingga pertemuan agama Abrahamik dan agama lokal.” Selama tiga minggu, kami menghadirkan forum-forum diskusi yang membicarakan tentang hal-hal tersebut. Salah satunya adalah Diskusi Meja Bundar; sebuah pertemuan pegiat budaya yang memiliki fokus diskursus budaya Amerika Latin. Pembicaraan berkisar mengenai perkembangan sastra dan pemikiran, termasuk praksis sosial ekonomi politik di sub-benua yang berada di bumi bagian selatan itu. Adapun dalam Pentas Sastra, selain makan malam, pentas musik dan seni pertunjukan, LIFEs juga mempertemukan sastrawan Indonesia dan Amerika Latin dalam satu panggung yang berjudul Pentas Malam: Sajian dari Selatan. Setelah pembacaan singkat, para sastrawan akan berbincang-bincang tentang isu-isu mutakhir yang terjadi di dunia ketiga, misalnya problematika politik dan iman. Kami menampilkan sastrawan Indonesia yang akhir-akhir ini banyak diperbicangkan seperti Ziggy Zezsyazioviennazabriskie dan Feby Indirani. Sementara dari Amerika Latin, ada Carmen Boullosa (Meksiko) yang karyanya menyuarakan feminisme dan Héctor Abad Faciolince (Kolombia) yang dikenal sebagai sastrawan pasca-El Boom, gejala sastra Amerika Latin yang mendunia pada 1960-1980an. Dalam LIFEs, pengunjung juga bisa berpartisipasi dalam program Lokakarya. Beberapa di antaranya adalah What’s in a Name? yang akan mengembangkan narasi tulisan dari sebuah nama, bersama Sergio Chejfec, penulis Argentina. Dan lokakarya Seruput Cerita yang akan mengelaborasikan kopi dan fiksi yang diampu oleh Yusi Avianto Pareanom. LIFEs yang terbuka untuk semua kalangan ini juga akan mengadakan bazaar buku selama empat hari penuh, pemutaran film-film penting Amerika Latin serta kolaborasi pertunjukan dan pameran seni rupa. LIFEs 2017 akan ditutup oleh ceramah pamungkas dari M. Chatib Basri dan penampilan duet musik Indonesia-Venezuela. LIFEs 2017 akan berlangsung pada 07-28 Oktober 2017 di Komunitas Salihara, serta didukung oleh kedutaan besar Cile, Brasil, Argentina, Meksiko, Kolombia, Spanyol, Kuba, Venezuela dan Swiss yang berada di Indonesia. Literature and Ideas Festival (LIFEs) merupakan bentuk baru Bienal Sastra Salihara yang telah berlangsung sejak 2011. Jika Bienal Sastra lebih banyak menampilkan program-program pembacaan, LIFEs akan lebih mengedepankan perbincangan tentang ide dan...

Read More
Danilla Rilis Album Penuh Kedua ‘Lintasan Waktu’ Secara Digital
Sep19

Danilla Rilis Album Penuh Kedua ‘Lintasan Waktu’ Secara Digital

Berselang tiga tahun setelah merilis album penuh pertamanya, kini Danilla mempersembahkan karya album penuh keduanya ‘Lintasan Waktu’. Di album yang mulai dikerjakan sejak pertengahan tahun 2015 ini, Danilla tak hanya berperan menjadi biduan saja, melainkan menjadi produser bersama dengan Lafa Pratomo dan Aldi Nada Permana dari Ruang Waktu Music Lab. Turut terlibat banyak musisi  dalam proses pengerjaan album ini diantaranya Dimas Pradipta dan Edward Manurung yang tak diragukan lagi kemumpuniannya dengan instrumen drum, Christ Stanley yang menjadi pianis Danilla di atas panggung pun turut memberikan kontribusi dentingan piano di sejumlah lagu, Danilla sendiri sebagian besar memainkan instrumen synthesizer di sejumlah lagunya, Lafa Pratomo yang selalu menjadi andalan Danilla untuk memainkan gitarnya, juga Danilla membawa Gallang Perdhana (Danilla, Sarasvati) dan Petrus Bayu Prabowo (Mondo Gascaro, The Monophones) untuk turut mendentumkan instrumen bass. Tak hanya itu, turut dibawa juga Rd. Moch Sigit Agung Pramudita dari Tigapagi untuk bernyanyi bersama Danilla di lagu “Entah Ingin Ke Mana”. Demi mendukung sisi visual, Danilla mendapuk Eunice Nuh sebagai ilustrator dari sampul album ‘Lintasan Waktu’. 90% materi lagu di album ini ditulis oleh Danilla sendiri. Tidak seperti album ‘Telisik’ yang sebelumnya lebih banyak melibatkan Lafa Pratomo dalam penulisan lagu. Danilla menyebutnya sebagai album yang membebaskan dirinya, sebuah album yang penuh dengan kebebasan yang sangat merepresentasikan Danilla dari berbagai sisi. ‘Lintasan waktu’ berisikan 10 track dan dirilis oleh Ruang Waktu Music Lab bekerjasama dengan Demajors.  Kini album tersebut sudah bisa dinikmati di sejumlah platform musik digital dengan menjadikan lagu berjudul “Aaa” sebagai single pertamanya. “Aaa” yang telah dirilis secara digital beberapa waktu lalu merupakan sebuah lagu yang sarat akan kebimbangan dan keresahan seseorang sebagai manusia dalam memilih pilihan yang ditawarkan oleh kehidupan. Lagu ini juga didukung dengan musik video yang digarap oleh Nitya Putrini sebagai...

Read More
Di Konser Alur Bunyi  Gerald Situmorang Akan Memainkan Album ‘Dimensions’
Sep19

Di Konser Alur Bunyi Gerald Situmorang Akan Memainkan Album ‘Dimensions’

Kembali dengan proyek musik solonya, Gerald Situmorang akan merilis album keduanya yang diberi tajuk ‘Dimensions’. Perilisan single perdana “Dice” langsung disusul dengan sebuah pertunjukan bertajuk Alur Bunyi persembahan Goethe Institute yang akan diselenggarakan pada Rabu, 20 September 2017 mendatang di GoetheHaus Jakarta. Dalam pertunjukan tersebut Gerald Situmorang yang akan dibantu oleh sejumlah musisi seperti Marco Steffiano (sequencer & effects), Randy MP (effects & soundscapes), Jessilardus Mates (electronic drums), Adra Karim (synth), Agung Munthe (synth) dan Baskoro Juwono (voices) membawakan keseluruhan lagu dari album ‘Dimensions’ dimana pengunjung juga bisa membeli album fisik sebelum bisa didengarkan di beragam platform digital di keesokan harinya. Bersama media alert ini, Gerald Situmorang juga mengundang rekan media untuk hadir dan menyaksikan dirinya memainkan materi-materi dari album “Dimensions” dimana nuansa elektronik kental terdengar. Konser akan dimulai pukul 20.00 WIB hingga selesai, semua bisa datang gratis dan tanpa reservasi sebelumnya. Konser ini nantinya juga bisa dinikmati melalui streaming melalui akun YouTube Goethe Indonesia yang dapat diakses di tautan berikut ini....

Read More
Gerald Situmorang Sebar Single Terbaru “Dice” Untuk Album Solo Keduanya
Sep17

Gerald Situmorang Sebar Single Terbaru “Dice” Untuk Album Solo Keduanya

Gerald Situmorang kembali dengan proyek musik solonya. Setelah sukses merilis album “Solitude” di tahun 2016 lalu, musisi yang akrab disapa GeSit ini merilis single bertajuk “Dice” sebagai perkenalan dari album solo keduanya yang diberi tajuk “Dimensions”. Single “Dice” memiliki nuansa yang jauh berbeda, elektronik terasa kental dibanding apa yang dibawa oleh Gerald Situmorang di album Solitude. Lagu yang sempat dibawakan bersama Gerald Situmorang Trio ini diramu ulang ke dalam nuansa eletronik selaras dengan deretan lagu lainnya yang terangkum dalam album “Dimensions”. “Lagu ini (Dice) adalah satu-satunya lagu lama yang ada dalam album Dimensions ini. Salah satu lagu dengan makna yang cukup mengena untuk saya pribadi. Hidup kita yang seperti Dice (dadu) ini, manusia punya banyak pilihan untuk menentukan arah hidupnya akan ke mana dan seperti apa. Saya rasa lagu ini cocok menjadi pengenalan ke pendengar ke materi yang ada di album Dimensions yang jauh berbeda dari album saya sebelumnya (Solitude),” ujar Gerald Situmorang menjelaskan. Kamis, 14 September 2017 menjelang tengah malam, single “Dice” sudah resmi dirilis dan bisa disimak dalam halaman YouTube Gerald Situmorang (link terlampir) yang berkolaborasi dengan Artisa Tumiwa untuk sisi ilustrasi dan animasi. Lagu ini juga akan turut dimainkan live dalam kolaborasi Gerald Situmorang dengan pertunjukan Alur Bunyi yang akan diselenggarakan pada Rabu, 20 September 2017 mendatang di GoetheHaus, Jln. Sam Ratulangi 9-15, Jakarta Pusat pukul 20.00 WIB. Dalam pertunjukan tersebut Gerald Situmorang yang akan dibantu oleh sejumlah musisi seperti Marco Steffiano (sequencer & effects), Randy MP (effects & soundscapes), Jessilardus Mates (electronic drums), Adra Karim (synth), Agung Munthe (synth) dan Baskoro Juwono (voices) membawakan keseluruhan lagu dari album Dimensions dimana pengunjung juga bisa membeli album fisik sebelum bisa didengarkan di beragam platform digital di keesokan harinya....

Read More