Pesta Rilis Album WORO & The Night Owls
Mar24

Pesta Rilis Album WORO & The Night Owls

Mini Showcase WORO & The Night Owls – Innervision EP sukses digelar pada, Minggu (19/03) di Paviliun 28. Acara ini merupakan launching party dari mini album Innervision yang pada 20 Februari lalu, resmi dirilis oleh Nanaba Records. Tak hanya membawakan materi dari mini album perdana, solo music project yang ‘dimotori’ oleh WORO (vocals, guitar, keyboards, synthesizer) bersama backup band-nya, Ditya (bass) dan Haris (drums) tersebut juga membawakan beberapa lagu cover. Di sesi pertama, WORO & The Night Owls tampil menyuguhkan lagu yang telah di aransemen ulang dari musisi maupun band yang menjadi inspirasi bermusiknya yaitu, Zero 7 & Sia ‘Destiny’, Garden City Movement ‘Move On’, Emily Zuzik ‘It Don’t Matter To Jesus’,  8mm ‘Nobody Does It Better’, Tropics ‘Home and Consonance’ dan Lapsley ‘Falling Short’. Sebelum menyambung ke sesi kedua, MC Akbarry sempat berbincang santai dengan WORO dan juga musisi pendukungnya, Ditya dan Haris. Pada segmen inilah segala seluk beluk tentang WORO baik secara personal maupun seputar solo music project-nya dikupas habis. Mulai dari pribadi WORO yang dulunya pemalu dan tidak percaya diri dengan bakat musiknya, sampai akhirnya ia mantap memutuskan resign dari pekerjaan di media demi merintis karier musik yang merupakan passion terbesarnya. WORO & The Night Owls pun memulai sesi kedua, dengan lagu original penggugah semangat bertempo sedang, seperti Silver Lining, Wanderlust dan City of Light. Lagu-lagu ini menceritakan tentang keberanian untuk keluar dari comfort zone demi meraih mimpi, tidak menyiakan kesempatan yang datang dalam hidup serta pentingnya memiliki mindset yang positif dalam menyikapi segala tantangan kehidupan. Kemudian, penonton dibuat kembali merasakan ‘transisi’ melalui gubahan lagu ‘mengawang’, Black and White dan You, Me and Her yang terasa dark juga gloomy. Kedua lagu ini mengisahkan tema yang sangat relatable, mengenai introspeksi diri dan segala intrik yang terjadi dalam kehidupan. Malam pun ditutup dengan ‘manis’ lewat persembahan dua lagu medley, The Starry Night (instrumental) dan Innervision yang sontak disambut koor penonton yang menyanyikan bait  demi bait single pertama dari Innervision EP tersebut. “ Come on run faster, keep trying harder, you will grow stronger… Just wait and see….” Secara keseluruhan, lagu yang dibawakan oleh WORO & The Night Owls pada malam itu, memiliki ‘benang merah’ yang sama yaitu bernuansa atmospheric. Penonton pun dibuat terbius oleh vokal soulful menghanyutkan, sound gitar spacey yang kental dengan efek delay, reverb dan tremolo, berpadu dengan beat bas dan drum yang dinamis. Selain itu, aransemen keyboards, synthesizer, dan strings yang apik turut membangun mood ‘mengawang’ sekaligus megah di tiap lagunya. Membuat jiwa dan raga penonton seakan melambung tinggi ke angkasa. Apalagi suasana juga cukup menunjang dengan adanya hiasan lampu-lampu temaram yang mengelilingi...

Read More
Answer Sheet Rilis Single Teranyar “Meditate”
Mar23

Answer Sheet Rilis Single Teranyar “Meditate”

Setelah merilis album pada tahun 2012 dan terakhir kali merilis single live pada tahun 2014, trio live loop alternatif pop Jogja, Answer Sheet secara resmi merilis single terbaru mereka berjudul “Meditate” ke khalayak luas. Pasca berubahnya format band pada tahun 2013 dari duo ukulele menjadi trio dengan gitar, bass dan live loop, evolusi musikal Answer Sheet tidak bisa terhindarkan pada single terbaru mereka ini. Trio yang kini digawangi oleh Wafiq “Ogi” Giotama (Vocal, Ukulele, Live Loop), Suryo Baskoro (Lead Guitar) dan Faizal Aditya R (Bass) melakukan eksplorasi lebih jika dibandingkan dengan single maupun album terdahulu. Penggunaan berbagai macam efek serta meningkatnya skill instrument setiap pemain membuat single ini lebih kaya dan dapat digunakan sebagai intepretasi wajah baru band. Hal ini sangat terasa pada beberapa riff gitar dan bass yang bebas serta suara ‘detakan jantung’ hasil dari live loop ukulele di awal lagu. Dikutip dari siaran pers, lagu ini bercerita tentang sebuah kondisi manusia saat melakukan proses meditasi : menenangkan tubuh, memejamkan mata, berevaluasi, dan membuka visi baru. “Kadang kita harus mundur beberapa langkah, melihat perspektif luas, merenungi apa yang telah kita lakukan, melihat apa yang akan kita lakukan, kemudian menentukan cara menyikapinya,” ujar Ogi mengenai single terbarunya. Terciptanya lagu ini juga didasari dari perjalanan Answer Sheet yang beberapa kali mengganti personilnya. Faizal menambahkan, “Kita tidak perlu menyalahkan satu sama lain, namun kita perlu membenahi dan saling menyadari pribadi masing-masing agar tercipta suasana berkarya yang lebih baik dari sebelumnya,”. Selain dalam bentuk audio Answer Sheet juga melengkapi rilisan ini dalam bentuk video live session. Tidak seperti live session pada umumnya, sesi rekaman dilakukan di sebuah salon di Jogja. Komposisi “Meditate” sudah sering dimainkan pada setiap live performance Answer Sheet, namun baru pada awal Oktober 2016 baru selesai tahap proses mixing dan mastering. Single ini direkam di HGLabs Studio oleh Hengga Tiyasa, mixing dilakukan di Orange Studio Renovasi oleh Fadil Firdaus, dan mastering dilakukan oleh Drew Thomas di Sage Audio, Nashville, TN. Single dibagikan secara gratis dalam waktu yang terbatas  di http://www.answersheet.asia dan dalam beberapa waktu kedepan “Meditate” akan didistribusikan di berbagai platform musik digital. Sebelumnya Answer Sheet telah merilis album penuh berjudul “Chapter 1 : Istas Promenade” pada tahun 2012 dibawah naungan label Paperplane Records dan Senjahari Records. The Adobe Flash Player is required for video playback.Get the latest Flash Player or Watch this video on YouTube....

Read More
The Tuesday Gigs Jukebox Hadir Kembali
Mar23

The Tuesday Gigs Jukebox Hadir Kembali

Setelah berhasil berjalan selama dua track, Jukebox yang sempat mandeg di track 2 dan hiatus karena suatu hal kini kembali hadir dengan track ke dua setengahnya sebelum melangkah ke track ketiga yang sempat diundur beberapa saat lalu. Masih dengan mengusung tagline “Tuesday Gigs,” yang bermakna gigs di hari Selasa, Jukebox berusaha menunjukkan eksistensinya sebagai salahsatu platform gigs di kota Bandung, yang setiap track-nya akan diadakan di hari Selasa. Jukebox sebagai sebuah platform gigs, berusaha melepaskan diri dari terminology microgigs, dikarenakan penggunaan kata micro dalam sebuah gigs dianggap sudah tidak lagi relevan untuk digunakan, dan tidak semua gigs non-festival adalah microgigs. Adapun untuk Jukebox : Track 2.5 ini akan diselenggarakan pada Selasa, 28 Maret 2017 mendatang di Seven Cafe, yang berlokasi di Jl. Setiabudhi 182, Bandung, dan bersifat free entry. Pada Jukebox: Track 2.5 kali ini akan ada empat grup music yang ikut meramaikan. Penonton akan disuguhkan dengan penampilan dari kolektif Post-Post-Rock asal Bandung, Echolight dengan sound-sound Experimental, Rock Ugal ala Saturday Night Karaoke, lantunan musik Indie Rock dari The Schubert, serta musik Rock pinggir pantai dari The Panturas. Penampilan keempat band tersebut dalam event ini juga akan didokumentasikan dalam bentuk video, dan akan dipublish secara digital melalui kanal Youtube Shockwaves setelah event...

Read More
Catatan Untuk Pameran BLOOM IN DIVERSITY
Mar21

Catatan Untuk Pameran BLOOM IN DIVERSITY

Penulis: Rain Rosidi, Hakim Faizal & Cindy Poh Pameran Seni Rupa kolaborasi antara Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia Yogyakarta (FSR ISI Yogyakarta) dan Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (FSRD ITB) pertama kali diselenggarakan pada tahun 2014 dengan judul “Equal Liberium” yang dilaksanakan di kota Bandung. Pameran kolaborasi dua institusi seni ini kembali akan diadakan pada tanggal 25 Maret 2017 dengan mengambil tempat di Bale Banjar Sangkring Art Space Yogyakarta. Pameran kali ini mengambil judul “BLOOM IN DIVERSITY”, sebuah tema yang diharapkan melampaui pembahasan mengenai relasi kedua institusi. Tema ini berangkat dari situasi keberagaman bangsa Indonesia secara luas yang memiliki sejarah panjang dalam mengelola kemajemukan. “BLOOM IN DIVERSITY” dalam bahasa Indonesia kurang lebih bermakna “Mekar dalam Keberagaman”. Diversity dalam konteks ini adalah suatu kondisi yang memiliki atau terdiri dari berbagai elemen yang berbeda. Mekar dalam perbedaan adalah harapan agar perbedaan itu dapat secara organik menumbuhkan kemampuan warga bangsa ini dalam mengelola dan belajar demokrasi secara terus menerus. Menjadi berbeda adalah memahami bahwa keberadaan masing-masing identitas itu ada karena adanya identitas yang lain. “Bloom in Diversity” ingin menyajikan masing-masing identitas itu bersanding dengan identitas yang lain secara bersama. Pengertian identitas pun dipahami bukan sesuatu yang statis, namun dinamis, negosiatif, dan partikular. Dalam pemahaman seperti itu, maka identitas menjadi hal yang selalu tumbuh dalam keberagaman; Bloom in Diversity. Situasi global hari ini memberikan tempat pada keragaman justru melalui lanskapnya yang memiliki kanal-kanal instrumen yang sama. Dalam ranah seni rupa kontemporer, kanal-kanal itu antara lain institusi pendidikan, acara-acara seni rupa seperti biennale dan semacamnya, galeri seni, museum, media, pasar, dan para pelakunya. Pendidikan seni rupa yang mengadopsi banyak pola pendidikan sejenis di dunia global, pada satu sisi memberi perhatian yang lebih pada perkembangan seni modern dari barat, tetapi di sisi lain memberikan peluang bagi tampilnya ragam identitas yang dijalani para mahasiswa. Wacana seni kontemporer hari ini pun memberi perhatian pada perkembangan seni yang tidak tunggal, dan membuka peluang bagi munculnya praktik seni di luar arus sejarah utama sebelumnya yang terlalu mengacu ke barat. Peluang ini memungkinkan untuk menampilkan banyak identitas lain di luar arus utama yang selama ini menjadi perhatian. Pada pameran ini, nampak bahwa para mahasiswa seni sudah melampaui perbincangan yang sebelumnya mengenai persoapan di dalam seni itu sendiri. Mereka dengan fasih menggunakan bermacam media seni sesuai dengan minat dan gagasannya, seperti fotografi, video, patung, instalasi, lukisan, grafis, kriya, dan sebagainya. Pilihan menggunakan bermacam media itu mereka gunakan untuk menampilkan ragam identitasnya, dalam situasi makin terbukanya sumber pengetahuan dan jaringan seni hari ini. Setidaknya ragam karya yang tampil dalam pameran ini dapat menjadi salah satu gambaran dari praktik anak muda yang selalu bertumbuh dan berkembang dalam mempraktikan demokrasi sehari...

Read More
Mengawali Biennale Jogja XIV Equator #4 dengan Pameran Pra Biennale
Mar21

Mengawali Biennale Jogja XIV Equator #4 dengan Pameran Pra Biennale

Berbeda dengan rangkaian Biennale Jogja sebelumnya, kali ini Biennale Jogja XIV Equator #4 mengawali kegiatannya dengan menyelenggarakan pameran Pra Biennale guna mengumumkan nama-nama perupa Indonesia yang terpilih kepada publik, serta memberikan materi perkenalan berkaitan dengan Brasil sebagai negara mitra pilihan Biennale Jogja kali ini. Pembukaan pameran Pra Biennale Jogja XIV Equator #4 dimulai pada tanggal 20 Maret 2017 di gedung PKKH UGM. Dalam pembukaan pameran Pra Biennale XIV Equator #4 juga diumumkan nama-nama seniman Indonesia peserta Biennale Jogja XIV Equator #4, peluncuran laman resmi Biennale Jogja XIV #4, peluncuran logo dan merchandise Biennale Jogja XIV Equator #4. Dalam pameran Pra Biennale XIV Equator #4 yang bertemakan #IndonesiaMeetBrazil ini terdapat sekitar 27 karya seniman lokal yang tampilkan, dan pameran akan berlangsung selama 6 hari kedepan dan bisa dikunjungi mulai pukul 10.00 sd 20.00 WIB setiap...

Read More