_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"kanaltigapuluh.info","urls":{"Home":"http://kanaltigapuluh.info","Category":"http://kanaltigapuluh.info/category/nowplaying/","Archive":"http://kanaltigapuluh.info/2017/05/","Post":"http://kanaltigapuluh.info/neck-deep-umumkan-album-ketiga-the-peace-and-the-panic/","Page":"http://kanaltigapuluh.info/redaksi/","Attachment":"http://kanaltigapuluh.info/neck-deep-umumkan-album-ketiga-the-peace-and-the-panic/neck-deep/","Nav_menu_item":"http://kanaltigapuluh.info/culture-art/","Wpcf7_contact_form":"http://kanaltigapuluh.info/?post_type=wpcf7_contact_form&p=1161"}}_ap_ufee
Pemeran James Bond, Roger Moore Tutup Usia
May24

Pemeran James Bond, Roger Moore Tutup Usia

Hari ini, sebuah kabar duka datang untuk para penggemar film James Bond. Pemeran Bond, Roger Moore dikabarkan meninggal dunia di usianya yang ke 89 tahun. Kabar duka ini pada awalnya disampaikan oleh pihak keluarga Moore melalui cuitan di akun twitter. Aktor asal Inggris yang memerankan tokoh James Bond 007 dalam sekuel Live and Let Die, The Man with the Golden Gun, Spy Who Loved Me, Moonraker, For Your Eyes Only, Octopussy dan A View to a Kill ini meninggal dunia di Swiss setelah berjuang menghadapi kanker yang dideritanya. Selain dikenal sebagai James Bond, Moore juga pernah berperan sebagai Simon Templar di  film The Saint. Moore juga pernah didaulat menjadi Duta Goodwill dari UNICEF pada 1991. Ia juga mendapatkan penghargaan dari pemerintah Inggris hingga Hollywood...

Read More
Ini Dia Persiapan Pembuatan Album Endank Soekamti di Papua
May23

Ini Dia Persiapan Pembuatan Album Endank Soekamti di Papua

Menjelang keberangkatan Endank Soekamti membuat album ke-8 sekaligus mengajar dan berbagai dengan anak-anak di pesisir Papua Barat, persiapan yang dilakukan sudah mendekati tahap final. Salah satu persiapan akhir yang dilakukan adalah simulasi rekaman outdoor studio pada Rabu (17/05) lalu di halaman depan sebuah wisma di kawasan Kaliurang. Simulasi ini adalah bentuk keseriusan Endank Soekamti untuk mengoptimalkan segala sesuatunya agar semuanya dapat berjalan lancar dan minim kendala. Dengan demikian waktu yang tersedia selama 30 hari di lokasi dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk bekerja, berkarya, dan berbagi. “Secara teori, kita bisa membacanya dari sumber manapun, tapi di luar sana kita tak tahu surprise apa yang akan terjadi. Untuk itu kita harus mempraktikkan sendiri supaya bisa mengerti apa kendala sebenarnya di lapangan.” jelas Erix Soekamti. Kesempatan ini digunakan juga untuk lebih membiasakan diri dengan perangkat rekaman yang beberapa di antaranya baru saja diupgrade teknologinya. Misalnya peralatan yang akan digunakan Dory Soekamti. “Fasilitas rekaman kita sekarang ada alat baru, yaitu fractal yang mampu mengimitasi sound gitar semirip mungkin. Ini berguna untuk mengurangi bagasi karena tak perlu lagi membawa amplifier.” papar Dory Soekamti. Akhirnya simulasi yang dimulai sejak 12:00 WIB dan berjalan selama 4 jam tersebut berjalan lancar. Semua peralatan yang digunakan untuk simulasi langsung disimpan dan dikemas, siap untuk dibawa ke Papua. “Hasil dari simulasi kemarin semuanya lancar dan komplit, termasuk guide untuk recording, pernak pernik kelengkapan rekaman seperti kabel-kabel, serta antisipasi kebocoran suara. Kita siap berangkat.” ungkap Feri Winarno. Tony Soekamti, yang di atas panggung lebih dikenal dengan The Super SAS, juga sangat antusias menantikan proses rekaman outdoor yang merupakan pengalaman pertamanya ini. “Tidak perlu berlama-lama berhenti di sini. Layar sudah terpasang dan megah terkembang. Siap untuk berangkat dan berpetualang!” serunya. Selain yang berkaitan dengan produksi rekaman outdoor, persiapan-persiapan lain untuk kegiatan mengajar dan berbagai dengan anak-anak di Papua juga telah disiapkan, antara lain buku-buku dan permainan anak-anak. Sementara itu untuk mengisi kekosongan konten selama bulan Puasa yang biasa diisi webseries Ngintip Pembuatan Album Soekamti di YouTube karena keterbatasan sinyal Internet di Papua, tim Euforia Audiovisual Yogyakarta menggelar siaran Live Streaming bertajuk SAHUR KAMTIS mulai jam 03:00 WIB dini hari. Acara hasil kerjasama dengan CitraNet dan Mikrotik Indonesia yang diproduseri oleh Dwi Lanang Sentosa ini akan dipandu oleh Alit Jabang Bayi dan Fira Sasmita. Selain menyajikan obrolan dan hiburan, dalam acara ini juga akan disampaikan perkembangan terakhir proses pembuatan album Endank Soekamti di...

Read More
Tampil Perdana di Eropa, Konser Ariana Grande di Bom
May23

Tampil Perdana di Eropa, Konser Ariana Grande di Bom

Penampilan  perdana Ariana Grande di Eropa, tepatnya di Manchester Arena, Manchester, Inggris, Senin (22/5) malam waktu setempat  nampaknya akan menjadi kisah sejarah dalam karier bermusiknya. Konser Ariana Grande yang diselenggarakan di Manchester Arena, Manchester, Inggris itu menjadi mencekam karena para penggemar Ariana menjerit dan berdesakan keluar setelah terdengar bunyi ledakan di gedung konser tersebut. Dikutip dari Daily Mail, terjadi dua ledakan ketika pelantun “My Everything” tersebut menyelesaikan lagu terakhirnya. “Ariana Grande baru saja menyelesaikan lagu terakhirnya dan meninggalkan panggung ketika sebuah ledakan besar terdengar,” kata salah seorang pengunjung Manchester Arena, Evie Brewster. “Begitu Ariana Grande selesai ada ledakan seperti tembakan. Itu sangat mengerikan banyak orang berlari dan menangis,” kata pengunjung, Jonathan Yates. Diberitakan Reuters, pihak kepolisian Inggris memberikan tanggapan akan kejadian tersebut. “Polisi telah merespon laporan insiden di Manchester Arena. Tolong menjauh dari arena tersebut,” kata Kepolisian Manchester melalui akun Twitter mereka. Hingga saat ini tercatat kurang lebih 19 orang meninggal dunia dan 50 orang mengalami luka-luka. The Adobe Flash Player is required for video playback.Get the latest Flash Player or Watch this video on...

Read More
DENGAR! Kompilasi Vol.6 Dirilis Hari Ini di Yogyakarta
May22

DENGAR! Kompilasi Vol.6 Dirilis Hari Ini di Yogyakarta

DENGAR! Kompilasi adalah kumpulan video berbasis komunitas tematik yang dilengkapi dengan kisah dan pemikiran yangmendasari pembuatan video tersebut, serta panduan pemutaran dan diskusi. DENGAR Kompilasi ini berfungsi sebagai mediabelajar, memudahkan para pelaku pendidikan untuk mendiskusikan isu tertentu secara mandiri. Dalam DENGAR! Kompilasivolume 6 ini, kami mengangkat disabilitas sebagai tema. Kami merancang agar kompilasi ini dapat membantu kerjaadvokasi teman-teman fasilitator/penggiat isu disabilitas yang tergabung dalam organisasi mandiri penyandang disabilitasatau DPO (Disabled People Organisation) atau rekan lain yang memerlukan. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkanpemahaman masyarakat luas non disabilitas tentang penyandang disabilitas dalam berbagai sisi kehidupan. Ada 5 video yang dibuat oleh beragam penyandang disabilitas yaitu dalam hal berkomunikasi, akses pada fasilitas umum,pekerjaan, hukum dan berorganisasi paska bencana alam. Selain berbentuk video, informasi lain yang tersedia dalamkompilasi adalah tulisan proses pembuatan video tersebut yang berisi pemikiran yang melatarbelakangi pembuatan video  serta harapan mereka. Kami juga menyertakan informasi yang relevan dengan isu yang diangkat untuk memperluaswawasan kita semua. Dengan bahan DENGAR! Kompilasi volume 6 ini, kami hendak mengajak rekan-rekan untuk mendiskusikan tentang bagaimana menggunakan DENGAR! Kompilasi volume 6 sebagai bahan ajar dan/atau alat advokasi. Selain itu, kami juga mengajak rekan-rekan untuk mendiskusikan ulang bagaimana membuat sebuah pemutaran yang efektif dan tepat sasaran. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengabarkan kepada teman-teman tentang DENGAR! volume 6 dan mendiskusikan ulang tentang fungsi dari sebuah pemutaran dan bagaimana membuat pemutaran untuk membantu kerja advokasi dan pendidikan seputar disabilitas. Narasumber     : Noor Aini Prasetyawati Fasilitator         : Zerry Haryanto, Yusuf Safary, Ellinah dan Michael Winanditya (Kampung Halaman) Moderator        : Sabiq Gidafian (LPM ARENA)...

Read More
Suara Disko Vol 7: Pesta Dendang Lantai Dansa Era 80an
May21

Suara Disko Vol 7: Pesta Dendang Lantai Dansa Era 80an

Kontributor: Muhamad Hanif Kurniawan Kompilasi dari Emosi dan memorabilia, didukung cerita pongah dari generasi tua pernah muda bahwasanya mereka adalah generasi emas, penuh warna, sedang banal banalnya dan tidak akan pernah sama lagi mungkin telah mengendap, Menjadi trigger untuk setidaknya memunculkan rasa iri bagi jiwa jiwa milenial yang hidup di era kini. Jikalau kata orang budaya berjalan berputar-putar, maju ke depan secara spiral. Katanya tidak ada budaya yang mati, hanya kita saja yang dihinggapi merasa bosan. Hingga mungkin suatu saat ada yang membangunkannya dan biasanya diikuti dengan Emosi yang lebih dan membuncah ruah. Hal tersebut dapat terjadi pada Jumat malam 19 mei 2017 pada salah satu sudut kecil kota Yogyakarta. Berhajat di Canting restoran, Suara Disko vol 7 sukses mengajak para kawula muda jogjakarta untuk dapat merasakan dan sekedar sedikit mencicipi bagaimana cerita pongah lampau itu kembali dinikmati. Adalah sekelompok anak muda gila Jakarta yang sukses menciptakan semacam mesin waktu berbalut aroma disko selekta, kolektif dengan pentolan duo kolektor piringan hitam yaitu Merdi dan Aat sebagai Disc Jockey yang menyajikan genre groove-funk-disko. Atmosfir intim hura hura langsung mengental di dalam ruangan yang tidak begitu besar serasa sangat pas menciptakan keintiman dan semburat wajah ayu berseri seri muncul dari siapa saja yang larut di dalamnya. Tembang hits 80an yang sejak lama menjadi sekedar artefak mengendap pada bagian otak yang terlalu dalam ditarik muncul ke permukaan dan dibiarkan mengular liar sekaligus mengajak berdendang santai pada saat bersamaan. Akan terasa sangat kasihan bagi mereka yang jiwa rayanya masih waras dan hanya mematung serta tidak merelakan tubuh untuk berdansa dan sing along bersama menyambut cinta di udara. Nomor nomor ampuh dekade yang lampau terus diputar mulai dari almarhum Chrisye yang berelemen keceriaan seperti galih ratna, hip hip hura, juwita,sampai lagu andal anak sekolah. Beberapa nomor Guruh Soekarnoputra yang melegenda, hingga tembang dari negeri seberang seperti Sinaran milik Sheila Majid dan Ratu Dansa milik Carefree tanpa ampun menyandera dalam warna silam dan enggan untuk kembali. Belum lagi saat maestro Faris RM yang tampil dan mengambil alih perhatian. Tembang imortal seperti Barcelona, Selangkah ke Seberang, hingga Sakura dilantunkan tanpa jarak dari khalayak kerumunan. Ia seperti sosok yang enggan terlihat uzur dan masih pantas menjadi patron, lebih lebih menjadi god father bagi kalangan generasi menolak tua. Pun hanya tampil dengan durasi yang tidak lama, Ia sukses mengambil perhatian dan mereduplikasi kembali, menjadi pengingat bahwa era tersebut adalah salah satu tonggak penting dalam khazanah musik Indonesia. Bagi pribadinya mungkin  Fariz berhasil pamer dengan gemilang bahwa era lampau memang cemerlang. Akan salah rasanya  jika kembali dari skena tersebut tak lantas menjadi obrolan hangat antara anak dengan orang tua. Sepuntung rokok di kanan dan sebotol beer di kiri niscaya adalah kompilasi ciamik menikmati lantunan yang...

Read More