Unit Alternatif Rock Orange Theory Rilis Video Musik Anyar
Mar07

Unit Alternatif Rock Orange Theory Rilis Video Musik Anyar

Sebagai unit alternatif rock yang tumbuh di lingkungan Institut Kesenian Jakarta, Orange Theory mencoba mengomentari isu sosial sehari-hari yang hadir. Salah satu bentuk ekspresinya berhasil muncul di music video terbaru mereka “Hang On Strongman, You’re Gonna Die”. Video musik ini cukup nyantol secara visual dan isi. Terlihat seniman Elano Gantiano menyajikan pesan yang apik lewat gerak tubuh tentang ketamakan dan kegilaan. Hasil ini juga merupakan tanggung jawab maksimal dari sutradara Afif Kharisma. “Video Klip ini merupakan bentuk sindiran terhadap manusia-manusia serakah yang melupakan nilai-nilai positif dalam kehidupan duniawi,” ungkap Orange Theory, dilangsir dari siaran pers mereka. Tidak lengkap jika tidak membicarakan musik yang disodorkan oleh Orange Theory sendiri. Dengan formasi baru, unit duo yang diusung Cyca Leonita (Bass/Vocal) serta Henry “Koi” Krensa (Gitar) ini memainkan alternatif rock yang pekat dengan nuansa 90-an. Kehadiran band ini setidaknya akan memberikan variasi lain akan band-band yang terpengaruh Sonic Youth, Pixies, Smashing Pumpkins, The Breeders hingga Hole. Yang pasti band ini patut disimak! The Adobe Flash Player is required for video playback.Get the latest Flash Player or Watch this video on...

Read More
Have Mercy Rilis Music Video “Coexist”
Mar02

Have Mercy Rilis Music Video “Coexist”

Have Mercy baru saja merilis sebuah music video berjudul ‘Coexist’. Music video ini akan menemani album baru mereka, Make The Best Of It. Setelah mendengarkankan dua album Have Mercy, single ini seolah membuktikan makin percaya dirinya Brian Swindle, satu-satunya personil asli Have Mercy yang tersisa di band. Dia cukup berhasil membuktikan kapasitasnya dengan detail penulisan lirik yang lebih baik. Have Mercy kali ini pun menyajikan sound yang makin catchy dan aksesibel bagi penggemar emo hingga indie-rock sekalipun. Rasanya band ini sangat direkomendasikan bagi yang akrab dengan element dari Manchester Orchestra, Jimmy Eat World and The Early November. Make The Best Of It sendiri adalah lanjutan dari album A Place Of Our Own yang jadi debutnya di Hopeless Records serta masih diproduseri Paul Leavitt. Sebelumnya, Have Mercy muncul ke permukaan berkat The Earth Pushed Back yang diproduseri J. Robbins dirilis Topshelf records tahun 2013. Kabarnya Make The Best of It akan resmi dirilis pada 21 April nanti. The Adobe Flash Player is required for video playback.Get the latest Flash Player or Watch this video on YouTube....

Read More
Penyanyi Pendatang Baru Ffion Luncurkan Single Baru “I Miss U”
Feb22

Penyanyi Pendatang Baru Ffion Luncurkan Single Baru “I Miss U”

Belakangan ini, publik Singapura dikagetkan dengan kehadiran talenta-talenta baru di skena. Salah satunya mungkin adalah Ffion. Ffion memang tengah banyak dibicarakan dan digadang-gadang bakal jadi next big thing. Sebagai bukti, Ffion sukses masuk playlist Spotify “Early Noise 2017”. Kini, penyanyi yang karirnya diawali dari Youtube itu baru saja merilis sebuah single R&B yang chill berjudul ‘I Miss U’. Saya merasakan ada pengaruh Lorde dengan tambahan minimal romantisme wave yang sudah kita kenal lewat Rhye, Jessie Ware, Woman’s Hour, the xx hingga London Grammar. Kekuatan murni ‘I Miss U’ adalah vokal Ffion yang moody namun captivating, sukses membawa earworm langsung ke gendang telinga. Selain itu memang GROSSE sebagai produser berhasil memaksimalkan kolaborasi mereka secara utuh. ‘I Miss U’ sendiri merupakan single lanjutan setelah ‘With U’ dan ‘Over’ yang dirilis tahun kemarin.  Ffion mengaku inspirasi lagunya selalu datang secara alamiah. Untuk ‘I Miss U’, dia merasa ini adalah pelepasan emosi yang sangat membebaskan perasaannya. “It encaptures all sides of my personality, the quirky/weird side and the melancholic side,’ ujar penyanyi asal Inggris yang kini tinggal di Singapura itu, dalam keterangan press. Rencananya Ffion akan merampungkan debut EP pada Juli 2017.  Penasaran seperti apa karyanya? Sila dengarkan di Spotify. The Adobe Flash Player is required for video playback.Get the latest Flash Player or Watch this video on...

Read More
Tutup Tahun 2016, Geekmonger Records Retas Album The Morons dan EP Down The Block
Dec17

Tutup Tahun 2016, Geekmonger Records Retas Album The Morons dan EP Down The Block

Geekmonger Records yang memulai kiprahnya pada awal tahun 2016 ini terlihat terus produktif menggali potensi pop-punk di skena Bandung. Terbukti di bulan Desember ini, label tersebut merilis album serta EP dari dua roster mereka sekaligus, The Morons dan Down The Block. The Morons adalah band yang bisa terbilang terlewati dalam dekade banjirnya band-band melodic dan hardcore di Kota Kembang. Mereka merekam 23 track  ngebut tanpa kompromi yang sangat punk namun tetap catchy di album self-titlednya ini, cocok bagi penggemar The Queers. Sementara rilisan kedua adalah Down The Block, yang akhirnya melepas debut EPnya di label lokal. Sebelumnya trio ini merilis EP A Different Day! lewat netlabel Jerman Ramone To The Bone. “Salah satu ketertarikan kita terhadap Down The Block adalah bagaimana cara mereka menulis lagu pop punk yang catchy dengan tema lirik yang cukup serius seperti status sosial & sistem sosial yang mereka hadapi sehari-hari namun tetap dibalut dengan musik yang enak!,” tulis Geekmonger Records dalam press release yang kami terima. Rilisan ini tersedia dalam bentuk fisik, yakni standard CD untuk The Morons dan Mini 3″ CD khusus Down The Block. Versi digital dan streaming bisa diakses lewat Bandcamp. GM-005 The Morons by The...

Read More
Curhatan Positif Much di Single Baru ‘Uneven’
Dec17

Curhatan Positif Much di Single Baru ‘Uneven’

Unit indie-rock setengah indie pop-punk, Much menyodorkan single baru berjudul ‘Uneven’. Lagu Much itu terdengar jujur dan memiliki vibran yang personal dan penuh positivitas. Much tidak hanya menyajikan lagu yang catchy dan nyaris tanpa pembanding di skena lokal.  Dua sejoli Anggi dan Dandi, notabene pencetus Much, ini juga kerap menaruh display curhatan yang menarik tentang relationship. Single ‘Uneven’ menggambarkan situasi ketika benarkah tidak mementingkan diri sendiri adalah tanda cinta dan pengorbanan seseorang, merujuk lirik chorus “How can I be so forgiving, when all I got is uneven, that what is love when you’re the only one feeling it.” “Mereka mempertanyakan arti cinta dan pengorbanan yang melelahkan namun terasa benar untuk dilakukan,” tulis Much dalam press release. Tidak hanya itu, single ‘Break Heart, Break Apart’ sebelumnya juga menuai respon manis karena liriknya yang berisi pesan positif tentang bagaimana menghargai ketidaksempurnaan pasangan. Much sendiri kini berformat kuintet, yakni pasangan Aulia Anggia (vokal) dan Dandy Gilang (gitar, vokal), dibantu Risang (gitar), Vino (bass) dan Pandu (drum). Kabarnya mereka sudah merampungkan materi album kedua sebagai follow up debut Closest Things I Can Relate To dan siap dirilis tahun 2017 di label Haum...

Read More