Berjalan Lebih Jauh Bersama Para Penyuka Hujan (Chapter Jakarta)

 KISSH 1

Foto: Astrini/Dian Ayu Aryani

Bob Marley pernah mengungkapkan bahwa some people feel the rain, others just get wet. Hujan, bagi sebagian orang memang mempunyai magis yang mampu membangkitkan hal-hal sentimental seperti kerinduan dan kenangan. Tak jarang, kehadirannyapun sering menimbulkan motivasi untuk berkarya. Banda Neira, Gardika Gigih, Layur, dan duo string Suta Suma & Jeremia Kimoshabe adalah segelintir dari banyak orang yang termasuk didalamnya.

Hal tersebut dibuktikan dengan kesuksesan mereka dalam menyerukan kesukaannya terhadap hujan, melalui sebuah pentas musik bertajuk “Kita Sama-Sama Suka Hujan” yang digelar di teater tertutup Dago Tea House Bandung, pada 11 April yang lalu. Melanjutkan rangkaian pentas tersebut, musisi-musisi yang mengaku saling berjumpa dan mengagumi satu sama lain melalui situs berbagi lagu SoundCloud tersebut, kembali menggelar pentas dengan tajuk dan konsep serupa. 15 April dan lantai empat Rossi Musik, Fatmawati, Jakarta dipilih sebagai tanggal dan tempat penyelenggaraannya.

Pukul 7 malam, para pengunjung yang mayoritas terlihat baru pulang bekerja terlihat mulai berdatangan. Diantara sendunya dekorasi pentas, terselip banyak pelukan dan terdengar banyak sapaan “apa kabar, lo?”. Rupanya, “Kita Sama-Sama Suka Hujan” tidak hanya menyuguhkan penawar kelelahan (dan sekaligus pembangkit kegalauan), namun juga menjadi ajang pertemuan kawan yang lama tak bersua.

Disertai semangat berbagi ruang dan energi, deru suara hujan diperdengarkan untuk mengawali instrumen “Hujan dan Pertemuan” yang dilanjutkan Prelude. Kemudian interaksi singkat yang dimoderatori oleh Rara Sekar berhasil menjadi fondasi dalam membangun mutualisme antara penampil dan hadirin. Dengan selalu memberikan informasi tentang setiap lagu, Hujan di Mimpi, Tenggelam, Suara Awan, Langit dan Laut, Dawn, Kereta Senja, Ocean Whisper, Dera-derai Cemara, I’ll Take You Home, Dan Hujan, Labuh, dan Are you Awake ditampilkan dan kemudian menjadi biang atas segala sendu yang membuat rindu. Mengakhiri pertunjukan, para penampil mengajak hadirin untuk “Berjalan Lebih Jauh” dengan instrumen segar yang terdengar lebih mengasyikkan.

Jika ada artikel tentang 10 pertunjukan musik yang harus dihadiri dengan pasangan atau 10 pertunjukan musik yang membangkitkan kenangan, “Kita Sama-Sama Suka Hujan” harus masuk didalamnya.(As)

(Visited 173 times, 1 visits today)

Author: Komang Adhyatma

Share This Post On

Submit a Comment