Bill Cunningham New York, Film Tentang Legenda New York Fashion Fotografer

bill_cunningham_newyork-960x638

Reporter: Hanna Theodora

Mungkin nama Bill Cunningham masih asing di telinga beberapa orang, tapi kalian pasti pernah dengar atau baca The New York Times. Yup, Bill Cunningham yang merupakan salah satu sosok penting di dalam dunia mode, bekerja sebagai fotografer & kontributor, dan mempunyai 2 kolom tetap di The New York Times.

Film ini mengisahkan keseharian pria yang baru saja merayakan ulang tahun ke 85 nya pada bulan Maret ini. Mulai dari bangun pagi, berburu foto di sekitar Manhattan yang kemudian dicetak ditempat pencucian foto (Bill tidak menggunakan DSLR) lalu dibawa kembali ke bilik kerjanya, dipilah pilah sebelum akhirnya dirangkum dengan kalimat agar menjadi artikel siap terbit. Selain kolom mode, Bill kerap diundang ke acara acara penting di berbagai pelosok dunia, merangkum hasil jepretannya dalam artikel mengenai ragam kultur dan sosial.

Mempunyai akses keliling dunia yang penuh dengan glamour dan kemewahan, dikelilingi kenalan orang-orang penting dari berbagai penjuru dunia, dan memiliki kesempatan untuk mencari keuntungan pribadi bukanlah hal yang menarik bagi Bill. Dalam kesehariannya, berpindah dari satu tempat ke tempat lain mengayuh sepeda tuanya, Bill dibalut jaket biru terang menjadi signature style-nya.

“If you don’t take money, they can’t tell you what to do, kid. That’s the key to the whole thing. Money is the cheapest thing. Freedom is the most expensive thing.” Ujarnya seraya tertawa.

Bill tinggal di dalam apartemen kecil, penuh dengan kabinet-kabinet berisi semua arsip-arsip foto yang telah dia kumpulkan. Semua hasil jepretannya disusun sesuai tanggal, bukan berdasarkan siapa atau kapan foto itu diambil. Orang lain bisa datang pada Bill, dan meminta foto selebriti, tapi Bill akan menjawab “Give me dates, I need dates. That’s how my arrangement works.”

Bill yang dengan jujurnya mengatakan “I’m not interested in celebrity and their free clothes. I’m interested in clothes” 

Mengutip Anna Wintour “I have said many times that we all get dressed for Bill….and it’s one snap, two snaps or he ignores you, which is death.” Anna adalah satu dari sekian banyak sosok penting, seperti David Rockefeller, Brooke Astor, Anna Piagi,  Annette de la Renta, dan Michael Kors yang ikut berbagi cerita mengenai Bill dalam film ini. Menit demi menit berlalu, dan saya sebagai penikmat mode semakin mengerti mengapa sosok Bill sangat dikagumi di dalam industri ini, bahkan sampai sepak terjangnya diberikan penghargaan oleh Officier de l’ordre des Arts et des Lettres by the French Ministry of Culture.

Film dokumenter ini memakan waktu 10 tahun untuk proses penggarapannya. Delapan tahun awal digunakan untuk membujuk kesediaan Bill dalam berpartisipasi. Dalam durasi 84 menit, kita disajikan sosok dan gambaran filosofi hidup salah satu fotografer paling berpengaruh di industri mode dan juga kecintaannya pada seni, kultur dan fotografi, yang selama ini memilih untuk bekerja dibalik layar dan menutup kehidupan pribadinya dari jangkauan publik. Penasaran?

(Visited 127 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment