CADASCULT: Festival Musik Cadas Di Penghujung 2014

REVENGE on Cadascult

Dari silaturahmi yang erat antara dua band metal ibukota (Seringai & Deadsquad) hingga membuahkan pemikiran untuk bersama menggelar perhelatan musik tercadas

Acara yang digagas sejak beberapa bulan sebelumnya dengan merilis teaser video promo lewat akun twiter resminya, menjadikan Cadascult yang bertajuk “The Heaviest Music Festival” sebagai event yang patut disambangi oleh para metalhead. Dipilihnya Bulungan outdoor (Blok M, Jakarta Selatan) sebagai venue ternyata memang berbuah manis terhadap banyaknya animo yang memadati medan tersebut karena bisa dibilang walaupun kapasitasnya tidak begitu besar, nampaknya bertujuan agar acara berjalan lebih khusyuk & intim bagi para khalayak yang datang. Tak sedikit pula dari booth-booth yang menjajakan berbagai merchandise resmi & rilisan-rilisan fisik band sangar ibukota. Disediakannya pula stand aneka makanan-minuman di dalam area karena para metalhead yang sudah membeli tiket & memasuki venue, tidak diizinkan lagi untuk keluar.

Dibuka oleh penampilan dari Piston, yang kini bernaung dibawah label rekaman Sepsis Records dengan membawakan salah satu andalannya “Hakim Tak Berpalu”. Dilanjutkan penampil kedua oleh band hardcore asal Depok Slutguts yang salah satunya membawakan kidung “Spine & Sickless” & ketiga oleh band blackened death metal asal Cirebon yang baru saja merilis album yang bertajuk“Circle of Woe”, Poison Nova.

Hampir memasuki pukul lima sore, Suri membuai para metalhead dengan distorsi ala stoner & tabuhan drum beringas oleh Didit yang sedikit membuat suasana cair untuk berheadbang walaupun setlist yang dibawakan oleh mereka terbilang pendek. Sebelum mereka benar-benar turun dari panggung, tak lupa Didit menyerukan agar selalu saling respek & support band lokal.

Berikutnya Dead Vertical sang grindcore dari Jakarta Timur menghentak crowd sebelum waktu maghrib dengan memainkan nomor seperti “Play With Death” & ditutup oleh “Buta”. Di sisi lain, acara ini juga membuka posko amal bantuan untuk para korban bencana longsor Banjarnegara yang kejadiannya belum lama terjadi belakangan ini. Setelah break maghrib, 5 anak muda yang juga berada di bawah naungan Sepsis Records, Revenge ikut meramaikan panggung Cadascult, walaupun di tengah setlist sempat terjadi keributan kecil di tengah moshpit, sang vokalis yang kerap menyapa crowd dengan sebutan “Cadascult” berhasil menenangkan mereka yang terbilang sudah mulai memanas. Dan salah satu performer berikutnya yang ditunggu oleh para metalhead, Deadsquad, memasuki stage yang setlistnya dibuka dengan “Dominasi Belati” sudah cukup membuat massa saat itu bermoshing ria di barisan depan hingga tengah. Band yang mengusut symphonic death metal ini juga mengajak crowd lewat Daniel (vokalis) untuk mengenang & mendoakan mendiang alm. Mario Ganzamo sang vokalis band hardcore Jakarta Timur, Looserz, sebelum lanjut memainkan “Ode Kekekalan Pusara” dari album Profanatik yang beberapa bulan lalu dirilis. Ditutup oleh tembang “Manufaktur Replika Baptis” menjadikan aksi monumental mereka yang melodius di tengah lagu dielu-elukan bagi mereka yang kerap menggeluti karya-karya Deadsquad. Sebelum turun dari panggung Deadsquad seolah tak mau melewatkan momen abadi lewat groufie berfoto bersama kerumunan sebelum mereka turun dari panggung.

Tiba di penghujung acara, sebagai pamungkas dari perhelatan Cadascult, tepat pukul delapan malam Seringai menutup acara dengan apik. Gegap gempita para begundal (re: fans Seringai) pun tak terelakkan lagi, dibuka dengan lagu “Skeptikal” yang juga pernah mengisi barisan OST Catatan Akhir Sekolah, membuat kerumunan memanas & saya pada akhirnya turun juga ke area moshpit dekat bibir panggung. Di sela setlist, Arian sang vokalis mengajak pula para metalhead untuk beramal yang ditujukan bagi para korban bencana longsor di Banjarnegara. Tak lupa juga beliau mengajak untuk mendoakan agar pesawat Air Asia (QZ8501) segera ditemukan & diberikan keselamatan untuk para penumpang serta para awak pesawatnya.

Namun sayangnya, bersamaan dengan turunnya artikel ini, para korban belum ditemukan ada yang selamat. Arian sempat bercerita bahwa dia dan Seringai saat itu (27 Desember 2014) juga berangkat dari Surabaya hendak menuju Jakarta dengan maskapai yang sama dengan jadwal keberangkatan tepat setelah QZ8501 take off. Setelah cerita itu, setlist berlanjut dengan nomor-nomor cadas seperti “ Dilarang Di Bandung”, “Tragedi”, “Akselerasi Maksimum”, “Tidak Sependek Jalan Pikiranmu”, “Kilometer Terakhir”, “Mengadili Persepsi (Bermain Tuhan)”, serta sempat memain chord “Iron Man” milik Black Sabbath & ditutup oleh cover dari Motorhead – “Ace of Spades” menjadikan cara ini terbilang sukses disamping penuhnya venue oleh crowd & on time menurut rundown juga hanya diselimuti rintik-rintik kecil jelang malamnya. Salute to Cadascult!(Tm)

(Visited 152 times, 1 visits today)

Author: Komang Adhyatma

Share This Post On

1 Comment

  1. maaf terjadi kesalahan penulisan perihal sebutan “begundal”, seharusnya “metal militia”…nuhun

Submit a Comment