Berbaur Menjadi Satu Bersama Pelaku Industri Kreatif Jogja di Melting Pot
Aug12

Berbaur Menjadi Satu Bersama Pelaku Industri Kreatif Jogja di Melting Pot

Dalam rangka ulang tahun yang ke-2, KANS bersama Galeria Mall mengadakan sebuah acara yang bernama “MELTING POT’ dari tanggal 16-20 Agustus 2017 di Lower Ground Galeria Mall. Acara ini juga berkaitan dengan program HBDI 2017 ( Hari Belanja Diskon Indonesia ). MELTING POT adalah sebuah acara yang diinisiasi untuk mengumpulkan para pelaku industri kreatif dan komunitas di Jogja dengan memamerkan produk yang dimiliki, berbagi ilmu dan pengalaman yang telah dilakukan. Beberapa konten acara di MELTING POT adalah marketplace (bazar), pertunjukan musik, pameran karya seni , talkshow dan komunitas. PT Kans Karya Indonesia adalah perusahaan asli Indonesia yang bergerak di bidang perawatan apparel organik dan telah berdiri sejak pertengahan tahun 2015 di Yogyakarta. Core business PT Kans Karya Indonesia adalah produk dan jasa perawatan apparel premium organik dengan nama brand KANS. Tujuan mendirikan brand KANS ini adalah menjadi pelopor apparel organik di Indonesia melalui kualitas produk yang unggul dan ramah lingkungan, sehingga dapat menjadi bagian dari gaya hidup konsumen muda yang modern. Untuk mendapatkan produk dan treatment untuk aksesoris dan sepatu kesayanganmu dari KANS, kamu bisa berkunjung ke gerai KANS di Galleria mall 2nd Floor, Jl. Jendral Sudirman 99-101 Yogyakarta, atau bisa membeli produk KANS secara online di situs...

Read More
adidas x Pharrell Willams Hadir di ZALORA
Aug11

adidas x Pharrell Willams Hadir di ZALORA

Kolaborasi terbaru adidas kali ini adalah tentang merayakan dua gaya klasik dengan yang satu terinspirasi oleh yang lain. Kali ini, hadir perpaduan dari Stan Smith yang legendaris serta Tennis Hu nan berani. Untuk musim gugur 2017, musisi dan desainer Pharrell William meleburkan elemen estetis dari sepatu Stan Smith dengan karya barunya yang bold, yaitu Tennis Hu. Dalam Pastel Pack kali ini, sepatu Tennis Hu karya Pharrell yang baru diluncurkan semi tahun 2017, ia menawarkan material dan warna yang baru. Tennis Hu memang memadukan bentuk court shoe yang berdesain bersih dengan proporsi sepatu lari. Memiliki konstruksi yang mirip dengan kaus kaki serta bagian atas dari bahan mesh ringan dan dapat ‘bernapas’, sepatu ini menjadi benda yang mudah dipadupadankan dan sangat wearable. Di sini, Pharrell mengambil esensi desain Stan Smith dan mengaplikasikannya dengan gayanya sendiri. Sehingga diluncurkanlah Tennis Hu dengan palet warna pastel yaitu Tactile Rose, Icey Blue, dan Linen Green. Tak lupa hadir sepatu berwarna putih yang memiliki aksen warna pada tumit dan lidah sepatu. Selanjutnya, Stan Smith yang klasik juga memperoleh warna baru yang melengkapi setiap Tennis Hu. Sepatu ini ditawarkan dalam materi mewah yaitu full-grain leather yang premium. Fitur desain utama termasuk warna yang tone-on-tone, sementara tetap tersedia warna tradisional Stan Smith yaitu putih dengan aksesn warna yang mencuri perhatian. Koleksi kolaborasi adidas dengan Pharrel Williams dan Stan Smith ini dapat ditemukan di ZALORA pada tautan berikut...

Read More
‘Biji Kopi Indonesia’ Rilis DVD Limited Edition
Aug04

‘Biji Kopi Indonesia’ Rilis DVD Limited Edition

  Lebih dari 300 tahun yang lalu kopi dibudidayakan di Indonesia, akan tetapi literatur dan sumber rujukan mengenai kopi Indonesia masih terbatas. Biji Kopi Indonesia (Aroma of Heaven) adalah film dokumenter yang merekam jejak perjalanan sejarah kopi Indonesia. Dokumenter ini hadir sebagai arsip visual yang memberikan gambaran tentang kekayaan cita rasa kopi dengan latar keragaman budaya Indonesia. Setelah dirilis tiga tahun yang lalu, kini Biji Kopi Indonesia (Aroma of Heaven) merilis filmnya dalam bentuk DVD. Sejak tanggal 3 Juni 2014 film ini telah ditayangkan di beberapa kota di Indonesia, antara lain, Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Bali, hingga ke luar Indonesia, salah satunya di Santa Anna, Amerika Serikat, dan Vancouver, Canada dalam acara World Coffee Film Festival. Media film dokumenter memiliki peran penting untuk memberikan hal yang faktual dalam kondisi sosial dan menjadi bahan kajian sekaligus bentangan perspektif yang menarik. Oleh karena itu, menurut Pujo Semedi, Antropolog dari Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, film ini menjadi penting sebagai arsip visual perjalanan kopi Indonesia. “Kami, seluruh keluarga besar Biji Kopi Indonesia (Aroma of Heaven) sangat bersyukur telah mendapat dukungan dan apresiasi positif dari masyarakat Indonesia dan internasional, khususnya para penggemar kopi. Sayangnya masih banyak dari teman-teman yang meminta film ini diputar di kotanya, namun kami belum bisa menyambanginya satu persatu. Oleh karena itu, dengan dirilisnya film Biji Kopi Indonesia (Aroma of Heaven) dalam bentuk DVD, diharapkan dapat menjawab keinginan dari teman-teman. Sehingga jumlah penonton film dokumenter ini semakin bertambah dan jangkauannya semakin luas,” tutur Budi Kurniawan, sang sutradara.   Bekerja sama dengan Nayaka Indonesia, DVD film Biji Kopi Indonesia (Aroma Of Heaven) hadir dalam kemasan limited edition. Paket istimewa ini berisi DVD dengan special features (behind the scene dan trailer), block note, postcard, serta dompet kulit. Proses pemesanan sudah dimulai semenjak 24 Juli lalu. Paket DVD yang dicetak dalam jumlah terbatas ini dapat dipesan dan dibeli secara online melalui website Nayaka Indonesia: www.nayakaindonesia.com, atau akun media sosial @nayakaindonesia dengan harga pre order 375k dan regular 500k.  ...

Read More
Menuju Festival Arsip IVAA: Peluncuran Buku “JEJAK, Seni dan Pernak Pernik Dunia Nyata”
Aug04

Menuju Festival Arsip IVAA: Peluncuran Buku “JEJAK, Seni dan Pernak Pernik Dunia Nyata”

Pengalaman bangsa Indonesia dengan sejarahnya telah menunjukkan bahwa sejarah tidak pernah lepas dari kepentingan kekuasaan. Hal itu juga berlaku dalam penyusunan sejarah seni rupa. Membicarakan sejarah berarti sambil mempertanyakan versi. Dari situlah, kerja pengarsipan menemukan urgensinya. Dan Indonesian Visual Art Archive (IVAA) sebagai lembaga yang sudah bergerak selama 22 tahun di bidang pengarsipan seni rupa merasa perlu untuk memantik kegairahan publik terhadap kerja pengarsipan. Untuk memancing kegairahan publik pada kerja pengarsipan ini, IVAA menggagas Festival Arsip (Fest!Sip) IVAA. Sebuah acara perayaan kehidupan atas budaya arsip yang selama ini hidup di antara kita, dalam berbagai lini dan skala. Fest!Sip mengajak publik untuk melihat dan berkaca kembali pada sejarahnya, terutama sejarah seni visual di Indonesia dan kaitannya dengan dinamika zaman yang terus-menerus bergerak. Format festival sendiri dipilih untuk memaksimalkan daya dalam memantik gairah publik. Upaya yang kemudian diwujudkan menjadi salah satu kegiatan Festival Arsip adalah Lokakarya Penulisan dan Pengarsipan Seni Rupa. Lokakarya digelar sejak bulan Mei-Juni 2017 di rumah IVAA. Peserta diberi materi-materi seperti sejarah seni rupa Indonesia, dinamika praktik pengarsipan seni budaya di Indonesia, digital humanities , serta metodologi penelitian dan pengarsipan seni. Tujuan dari lokakarya sendiri yaitu mengajak para peserta belajar melakukan eksplorasi, analisis, dan penelitian di bidang seni budaya dengan menggunakan arsip.  Proses pembelajaran peserta selama 2 bulan menghasilkan 11 esai yang kemudian dikemas dalam satu buku berjudul “Jejak: Seni dan Pernak Pernik Dunia Nyata”. Peserta yang terpilih berangkat dari profesi dan latar belakang pendidikan yang bervariasi. Sehingga ide serta gagasan yang mereka miliki terkait seni rupa menghasilkan esai dengan beragam tema, yaitu: Analisis Kerja Kreatif Zaenal Arifin dalam Lukisan “Realis Surealis” (Evan Sapentri) Kinetik Seni, Teknologi, dan Mekanik (Rio Raharjo) MATA Ullen Sentalu, Ruang dalam Sebuah Poros (Annisa Rachmatika Sari) Medan Seni Kartunis, Pakyo! (Muhammad Irvan) Menyoal Sensor Film, di Antara Swasensor dan Teror (Hardiwan Prayogo) Menyimak Praktik Ruang Seni Alternatif di Manado (David Ganap) Pertumbuhan dan Pergeseran Praktik Residensi di Jogja (Arga Aditya) Reproduksi Identitas Komunitas Seni Sakato Sebagai Kelompok Seniman Berbasis Etnis di Yogyakarta (Alwan Brilian Dewanta) S. Sudjojono dan Internasionalisme (Aam Endah Handoko) Seni Instalasi: Pernak-Pernik Dunia Nyata (Sadida Inani) Seni yang Memunggungi Orang Miskin (Isma Swastiningrum) Menariknya, ide dan gagasan ini sangat dekat dengan kehidupan masing-masing individu, dan secara tidak langsung menunjukkan subjektifitas dunia nyata dalam perspektif mereka. Sumber arsip yang dipakai pun bermacam-macam. Tak hanya dari buku dan wawancara, tetapi juga katalog pameran, kliping seni, dan web online tentang seni yang belum banyak dimanfaatkan. Bertempat di Rumah IVAA pada hari Jumat, 11 Agustus 2017, launching dan bedah buku JEJAK: Seni dan Pernak Pernik Dunia Nyata mengundang dua pembicara. Yakni, Fairuzul Mumtaz yang bertindak sebagai editor buku sekaligus mentor yang membimbing peserta dalam penulisan. Kemudian...

Read More
Fenomena Bunuh Diri di Kalangan Artis, Pentingnya Meningkatkan Kesadaran akan Kesehatan Mental
Aug02

Fenomena Bunuh Diri di Kalangan Artis, Pentingnya Meningkatkan Kesadaran akan Kesehatan Mental

Kontributor: Indah Mustikasari  Beberapa hari lalui kita dikejutkan dengan berita meninggalnya vokalis band Linkin Park, Cherter Bennington karena bunuh diri. Kasus serupa juga banyak terjadi pada orang-orang terdekat kita. Sudah saatnya semua elemen masyarakat mulai meningkatkan kesadaran akan peristiwa bunuh diri. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengungkapkan bahwa angka bunuh diri di Indonesia adalah sebesar 2,9 kasus dari 100.000 populasi pada tahun 2015. Secara umum, angka tersebut masih lebih rendah dari Thailand (16 kasus dari 100.000 populasi). Namun, ada banyak kasus-kasus yang tidak dilaporkan. Di Indonesia, banyak kasus bunuh diri yang tidak dilaporkan karena masih banyak yang berpikir bahwa bunuh diri adalah hal yang sangat tabu untuk dibicarakan di masyarakat dan juga keluarga. Pemikiran ini membuat psikolog, psikiater dan juga para peneliti mengalami kesulitan untuk mengumpulkan data dan juga mencari solusi untuk masalah ini. Jika kita kembali pada bulan Maret 2017, ada seorang lelaki yang melakukan bunuh diri dan mempublikasikannya menggunakan Facebook  Live.  Kejadian tersebut tersebar sangat cepat ke masyarakat. Namun, ketika saya melihat komentar-komentar yang ada, masih banyak sekali orang yang cendrung mengejeknya dan juga mengatakan ia hanya ingin mencari sensasi. Kasus di atas dapat menjelaskan bahwa masyarakat Indonesia masih belum sadar dan mengerti akan pentingnya kesehatan mental. Banyak yang tidak berpikir bahwa tingkat depresi dan stress yang parah dapat berujung kepada kegilaan, gangguan jiwa dan juga bunuh diri. Depresi tidak memandang umur, ras, jenis kelamin dan juga status. Bahkan orang-orang sesukses Chester Bennungton atau Robbin Williams tidak kebal dari  pemikiran bunuh diri. Gangguan jiwa merupakan hal penting yang harus disadari semua orang, khususnya para generasi millennial yang memiliki resiko lebih tinggi terhadap depresi. Saatnya kita sama-sama sadar dan lebih terbuka terhadap pemahaman kesehatan mental dan juga pemikiran bunuh diri. Saat ini saya bekerja menjadi penulis di perusaah startup Malysia, iPrice. Namun beberapa waktu lalu saya ada di posisi yang mungkin tidak semua orang pernah mengalami. Saya pernah depresi dan juga berpikir menyudahi hidup saya. Lewat tulisan ini, saya ingin membagikan beberapa hal bisa kita lakukan untuk menolong diri kita dan juga orang lain. Apa yang bisa kita lakukan ketika merasa depresi dan mulai berpikir untuk mengakhiri hidup? Ini ada beberapa hal yang bisa kita lakukan: Cari Orang yang Bisa Kita Percaya Saya percaya bahwa kita memiliki orang-orang dekat dan bisa dipercaya. Mereka adalah orang-orang yang bersedia mendengarkan curahan hati dan juga masalah yang sedang kita alami. Jangan sungkan untuk menghubungi mereka, jelaskan bahwa kita membutuhkan bantuan mereka. Jangan memendam permasalahan sendiri, ceritakan hal-hal tersebut ke orang-orang terdekat. Berdasarkan penelitian, berbagi cerita ke orang-orang yang dekat dengan kita dapat menurunkan tingkat stress. Mereka dapat menjadi pendengar dan juga memberikan masukan yang membantu kita agar merasa lebih baik. Jauhi Media...

Read More
Sambut #KaryaKe10Andrea, Bentang Pustaka Bagikan Paket Buku Andrea Hirata ke 15 Pelosok Nusantara
Aug02

Sambut #KaryaKe10Andrea, Bentang Pustaka Bagikan Paket Buku Andrea Hirata ke 15 Pelosok Nusantara

Andrea Hirata adalah seorang penulis yang dikenal melalui novel Laskar Pelangi. Novel pertamanya yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka tersebut mengangkat cerita inspiratif dari anak-anak pedalaman Pulau Belitung yang giat belajar walaupun dihadapkan pada kondisi yang serba terbatas. Kisah ini berhasil menjadi buah bibir hingga berhasil tercatat sebagai novel mega best seller yang telah naik cetak sebanyak 37 kali dan diterjemahkan ke dalam 40 bahasa asing. Berniat meresonansikan nilai-nilai inspiratif dalam Laskar Pelangi serta 8 karya Andrea Hirata yang lain, Bentang Pustaka menyelenggarakan program bertajuk #EkspedisiKaryaAndrea. Bentang Pustaka membagikan karya Andrea Hirata ke 15 daerah di seluruh pelosok Indonesia. Adapun daerah yang menjadi jujukan #EkspedisiKaryaAndrea adalah Supiori (Prov. Papua), Waisai (Prov. Papua Barat), Kei Kecil & Haruku (Prov. Maluku), Sangihe (Prov. Sulawesi Utara), Tomia (Prov. Sulawesi Tenggara), Ende (Nusa Tenggara Timur), Sebatik (Kalimatan Utara), Baso (Prov. Sumatera Barat), Natuna & Anambas (Prov. Kepulauan Riau), Kimak, Arung Dalam & Tanjung Tinggi (Prov. Bangka Belitung), serta Sabang (Prov. Aceh). #EkspedisiKaryaAndrea berhasil terwujud atas kerja sama Bentang Pustaka dengan 15 tim KKN PPM Universitas Gadjah Mada. Kesamaan tujuan, yaitu untuk menggalakkan program literasi di daerah-daerah terdalam dan terluarIndonesia, membuat Bentang Pustaka berkolaborasi dengan mahasiswa-mahasiswa dari 15 tim KKN PPM UGM. Novel-novel Andrea Hirata tersebut menjadi bahan bacaan untuk program-program bertema literasi serta melengkapi koleksi perpustakaan setempat. Selain itu, Bentang Pustaka turut memberikan bantuan berupa paket buku senilai Rp 2.500.000 untuk Tim KKN UGM Arung Dalam Provinsi Bangka Belitung serta dan Tim KKN UGM Sebatik Provinsi Kalimantan Utara serta paket buku senilai Rp 500.000 untuk Tim KKN UGM Natuna Provinsi Kepulauan Riau dan Tim KKN UGM Supiori Provinsi Papua. Program ini diselenggarakan dalam rangka menanti #KaryaKe10Andrea yang akan diterbitkan pada pertengahan Agustus mendatang. Menariknya, judul dan sinopsis karya terbaru Andrea Hirata tersebut akan dirahasiakan sampai dengan hari peluncuran buku...

Read More