_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"kanaltigapuluh.info","urls":{"Home":"http://kanaltigapuluh.info","Category":"http://kanaltigapuluh.info/category/nowplaying/","Archive":"http://kanaltigapuluh.info/2017/05/","Post":"http://kanaltigapuluh.info/liam-gallagher-akan-sambangi-indonesia/","Page":"http://kanaltigapuluh.info/redaksi/","Attachment":"http://kanaltigapuluh.info/liam-gallagher-akan-sambangi-indonesia/ehr_men_060417liam/","Nav_menu_item":"http://kanaltigapuluh.info/culture-art/","Wpcf7_contact_form":"http://kanaltigapuluh.info/?post_type=wpcf7_contact_form&p=1161"}}_ap_ufee
Black Metal: Musik Keras dengan Suara Kegelapan
May27

Black Metal: Musik Keras dengan Suara Kegelapan

Banyak dari kita yang menyimpulkan musik keras yang satu ini identik dengan kegelapan dan satanisme. Meskipun jauh dari negara asalnya Norwegia, di Indonesia komunitas dan band Black Metal hingga saat ini masih berkembang dengan cukup pesat. Pada awalnya istilah “Black Metal” muncul di tahun 1982, dimana nama tersebut adalah nama album dari band Thrash metal asal U.K yang bernama VENOM. Sebagai band pertama di dunia yang mempopulerkan musik tersebut, nama black metal pun kemudian diidentikkan dengan salah satu aliran dari musik keras ini. Peter Beste, seorang fotografer asal Houston, Texas telah menghabiskan waktu selama 8 tahun untuk menyelami subkultur black metal di Norwegia. Peter dalam bukunya True Norwegian Black Metal (Vice Books, 2008) menyatakan bahwa black metal adalah subkultur yang berangkat dari heavy metal, paganisme, dan kemarahan remaja pada era 80an. Memasuki era 90an, subkultur ini kemudian berubah tidak hanya sekedar musik namun menjadi simbol perlawanan yang lebih ekstrim, seperti pembunuhan, bunuh diri, penistaan makam, hingga pembakaran gereja. Para pengikut subkultur black metal juga menolak budaya modern. Mereka cenderung memuja dewa-dewa kuno dari daratan Skandinavia dan juga penolakan pada sistem kristenisasi di Eropa. Selain itu subkultur black metal identik dengan aksi panggungya. Berbagai tindakan kontroversial kerap dilakukan diatas panggung, seperti meminum darah, mulitasi kepala hewan (biasanya domba, kambing ataupun babi). Selain itu mereka menggunakan atribut-atribut anti christ seperti pentagram dan juga mengecat wajahnya agar menyerupai mayat (corpse paint). Kasus besar sempat muncul akibat perseteruam black metal Norwegia dengan Finlandia, yang berujung dengan aksi bunuh diri Per Yngve Ohlin dari band Mayhem dan kasus pembunuhan pemilik label black metal pertama di dunia yang juga personel dari band Mayhem, Oystein Aarseth oleh Varg Vikernes. Perkembangan Black Metal di Indonesia Di Indonesia sendiri, band black metal masih identik dengan budaya dan tradisi daerah tempat mereka berkembang yang kemudian menjadi sebuah bentuk wajah dan identitas baru. Di Yogyakarta sebagai contohnya, Mystis merilis sebuah album bertajuk ‘Spirit of Merapi Forest’ dimana album ini mengangkat tema-tema kejawen yang masih cukup kental di tanah Jawa. Dalam attitude black metal di Indonesia juga sangat berbeda dengan di Eropa, karena sama sekali tidak ada pembunuhan, pemujaan terhadap setan, pembakaran gereja ataupun penghujatan terhadap Kristus. Band black metal yang dianggap cukup hipster di Indonesia (karena mengganti huruf U dengan V – aksen Skandinavia), Bvrtan (Buruh Tani) malah mengusung konsep yang berbeda lagi. Tema yang diangkat oleh band ini seputaran agrikulturalisme. Judul lagu yang mereka gunakan juga cenderung jenaka, seperti “Pacul Pusaka Dari Pak Kades” ataupun “Musnahlah Panen Raya Tahun Ini Yang Membuat Kami Tidak Bahagia”. Seperti band black metal pada umumnya, Bvrtan tidak pernah menunjukkan identitas asli para personelnya. Mereka menggunakan istilah Pak Kades sebagai vokalis, Tvkang Pacvl sebagai drummer...

Read More
Tommy Cash, Pemuda Estonia Yang Merubah Kultur Hip Hop Dunia
May27

Tommy Cash, Pemuda Estonia Yang Merubah Kultur Hip Hop Dunia

Estonia, sebuah negara kecil yang telah mengalami invasi dari  Denmark, Jerman, Swedia dan Rusia menikmati masa kemerdekaan yang singkat pada awal abad ke-20 sampai akhirnya mengumumkan kemerdekaan sebagai Republik Estonia pada tahun 1991. Sekarang dapat kita bayangkan disana telah terlahir seorang anak laki-laki pada saat itu, dim masa ketika Estonia sedang membangun budayanya dari nol setelah cengkeraman rezim Soviet. Anak laki-laki ini tumbuh dan tinggal di sebuah kap mesin mobil  yang saat itu Tallinn, Ibukota Estonia masih menjadi wilayah kekuasaan Rusia. Saat tumbuh dewasa, si bocah ini mulai mendengarkan Kanye West sambil duduk di tempat tidurnya. Dia pergi ke sekolah tapi dia  merasa asing dan menjadi seorang  penyendiri, hingga akhirnya dirinya menemukan rasa kebebasan melalui tarian, melalui fashion dan akhirnya melalui musik hip hop. The Adobe Flash Player is required for video playback.Get the latest Flash Player or Watch this video on YouTube. Anak laki-laki ini adalah Tommy Cash. Karya yang dibawakannya tidak jauh dari cerita kelam di masa kecilnya, dimana banyak terjadi konflik SARA dan dunia kegelapan lain yang dia gambarkan dalam karya musiknya tanpa rasa takut sedikitpun, dan ini merupakan suatu bentuk “pemberontakan” yang di Estonia sendiri hal itu sangat jarang terjadi. Lingkungan tempat tinggalnya yang chaos ternyata membentuk pola berkarya Tommy. “Saya selalu menjadi penyendiri,” ujarnya. “Saya  mendengarkan musik yang tidak didengarkan anak-anak lain. Saya selalu menyalakan mp3 player saya, memainkan musik yang aneh.” Kanye West bisa dibilang merubah jalan hidup saya.  “Kanye selalu mendorong saya dengan liriknya. – ‘terus mengejar impianmu’, hal seperti itu – dan itu benar-benar mendorongku untuk mengejar apa yang ingin kulakukan. ” kenangnya. Ketika kamu mencari tau mengenai Tommy di internet, hal pertama yang muncul di kepala adalah berasal dari belahan bumi sebelah mana orang ini. Karya Tommy memang sangat unik, mulai dari musiknya, liriknya dan visual sinematik pada video-videonya. Dalam urusan fashion (karena hip hop memang dekat dengan subkultur tersebut), Tommy bekerjasama dengan seorang desainer muda bernama  Gosha Rubchinskiy, yang pada awalnya hanyalah seorang tukang jahit jalanan dan kini sudah menjadi terkenal di daratan Eropa Timur. Pada akhirnya, Tommy bukan hanya seorang rapper. Dia merupakan simbol individualitas. DJ Premier pernah berkata, “Ini semua tentang menjadi orisinil dan memiliki gayamu sendiri. Itulah yang terpenting dalam berkarya, pun dalam musik  hip-hop. ” Saat ini ada  begitu banyak referensi hip-hop di dunia untuk “menjaganya agar tidak berubah” selama bertahun-tahun. Namun  Tommy muncul dengan merubah semua budaya usang itu dengan ciri khasnya sendiri tanpa terbantahkan lagi. The Adobe Flash Player is required for video playback.Get the latest Flash Player or Watch this video on...

Read More
Hayao Miyazaki Siap Garap Film Terakhirnya
May26

Hayao Miyazaki Siap Garap Film Terakhirnya

Hayao Miyazaki, salah satu animator rumah produksi anime terbaik di Jepang, Studio Ghibli dikabarkan akan menggarap film terakhirnya dalam tiga tahun ke depan. Hayo Miyazaki telah menelurkan beberapa karya yang mendunia, seperti My Neighbor Totoro, Spirited Away, Howl’s Moving Castle, Ponyo, dan The Wind Rises. Sedihnya, Miyazaki akan mengakhiri kariernya dengan sebuah karya sebelum berlangsungnya Olimpiade 2020 di Tokyo. Pekerjaan ini akan dimulai tanggal 1 Oktober 2017 ini dan membuka peluang untuk animator lain bergabung dalam proyek dengan kontrak selama tiga tahun—dengan catatan: fasih berbahasa Jepang. Para karyawan akan digaji sebesar 200.000 Yen atau sekitar Rp24 juta setiap bulannya. Diluar itu, Studio Ghibli tahun ini juga melakukan banyak invasi di Indonesia dengan memutarkan 22 film di sejumlah bioskop  sampai dengan bulan Maret 2018 mendatang. Mereka juga akan melangsungkan eksibisi pada tanggal 10 Agustus hingga 17 September 2017 di The Ritz-Carlton Ballroom, Pacific Place, Jakarta....

Read More
4 Kemampuan yang Wajib dikuasai Para Mahasiswa yang Baru Lulus
May26

4 Kemampuan yang Wajib dikuasai Para Mahasiswa yang Baru Lulus

Kontributor: Andrew Prayatsa Sejauh perjalanan karir saya di 2 perusahaan startup, saya melihat permasalahan pengangguran yang ada di Indonesia terjadi bukan karena tidak ada lapangan pekerjaan di perusahaan, namun sering kali perusahaan tidak mendapatkan kandidat yang sesuai dengan kualitas yang mereka harapkan. Saat ini saya bekerja di perusahaan rintisan yang berlokasi di Malaysia bernama iPrice. Sebagai perusahaan rintisan yang masih beranggotakan 100 orang lebih, kami memiliki lebih dari 20 lowongan dan berencana untuk terus membuka lebih banyak lagi. Bisa dibayangkan perusahaan-perusahaan dengan skala yang lebih besar, pasti membutuhkan lebih banyak tenaga baru untuk bergabung. Kasus di atas bisa menjelaskan bahwa ada gap antara lulusan universitas saat ini dengan ekspektasi perusahaan yang semakin tinggi terhadap tenaga kerja yang ingin mereka jaring. Dari pengalaman saya mendekatkan diri dengan perusahaan dan juga pengamatan teman-teman yang baru lulus, ada 4 kemampuan yang benar-benar wajib dipersiapkan untuk yang sebentar lagi lulus kuliah dan masuk ke dunia kerja. Mampu Membuat E-Mail dengan Benar Saat ini sudah jarang sekali perusahaan yang meminta calon kandidat mengirimkan CV dalam bentuk print. Rata-rata meminta pelamar mengirimkan email CV ke perusahaan lewat media sosial seperti LinkedIn atau platform khusus yang mempertemukan pekerja seperti JobStreet, JobsDB, Skootjob. Beberapa kali saya dan tim pernah membuka lowongan Indonesia. Namun tidak sedikit yang mengirimkan email dengan seadanya. Yang saya maksus “seadanya” adalah email tanpa subyek dan juga penjelasan yang jelas. Sehingga sebagai penerima email saya juga bingung apa maksud dari email ini. Lalu bagaimana cara membuat email yang benar? Pertama, menggunakan subjek yang menjelaskan tujuan dari email tersebut, contohnya “Saya ingin melamar di posisi ABC di perusahaan XYZ”. Kedua, menyebutkan nama penerima email kita. Contoh “Selamat siang Mas Joko”. Dengan menyebutkan nama, email kita akan terasa lebih personal dan kemungkinan besar mendapatkan perhatian yang lebih dari perusahaan tersebut. Ketiga, memberikan perkenalan diri yang singkat padat dan jelas di badan email. Siapa kita, di mana kita melihat lowongan tersebut, mengapa kita ingin melamar  di perusahaan tersebut, dokumen-dokumen apa saja yang di cantumkan di email dan juga kalimat penutum dengan mengucapkan terima kasih. Mampu Membuat CV yang “Sexy” Kebanyakan CV generasi millennial sekarang fokus kepada visual yang menarik, dan melupakan konten yang lebih penting ketimbang visual. Akan beda cerita jika kamu memang melamar menjadi seorang graphic designer atau tim creative yang menitik beratkan pada aspek visual. CV yang sexy bukan yang punya terlalu banyak informasi yang tidak relevan, namun yang fokus ke pencapaian-pencapaian yang sudah kita miliki. Ada satu artikel yang dulu pernah saya baca mengenai CV yang terbilang sangat simple, namun membuat si pelamar mendapat undangan interview dari Google, BuzzFeed dan lebih dari 20 perusahaan rintisan besar. Ada 2 poin terpenting yang saya rasa kita...

Read More
Pemeran James Bond, Roger Moore Tutup Usia
May24

Pemeran James Bond, Roger Moore Tutup Usia

Hari ini, sebuah kabar duka datang untuk para penggemar film James Bond. Pemeran Bond, Roger Moore dikabarkan meninggal dunia di usianya yang ke 89 tahun. Kabar duka ini pada awalnya disampaikan oleh pihak keluarga Moore melalui cuitan di akun twitter. Aktor asal Inggris yang memerankan tokoh James Bond 007 dalam sekuel Live and Let Die, The Man with the Golden Gun, Spy Who Loved Me, Moonraker, For Your Eyes Only, Octopussy dan A View to a Kill ini meninggal dunia di Swiss setelah berjuang menghadapi kanker yang dideritanya. Selain dikenal sebagai James Bond, Moore juga pernah berperan sebagai Simon Templar di  film The Saint. Moore juga pernah didaulat menjadi Duta Goodwill dari UNICEF pada 1991. Ia juga mendapatkan penghargaan dari pemerintah Inggris hingga Hollywood...

Read More
Pemenang Go Ahead Challenge 2016 Siap Lepas Landas
May16

Pemenang Go Ahead Challenge 2016 Siap Lepas Landas

Munculnya talenta-talenta baru di bidang seni yang berhasil memperkenalkan dan memamerkan karya seni melalui sebuah pameran tak lepas dari dukungan berbagai pihak kolektif seni dan art space sebagai fasilitator. Go Ahead Challenge sebagai salah satu wadah bagi para penggiat seni kreatif untuk mengekspresikan karya seni mereka di empat sub-kultur yaitu seni visual, fotografi, musik, dan style ini menghadirkan sebuah pameran seni kolektif dari empat seniman berbakat keluaran Go Ahead Challenge 2016 yang digelar di Hall A4, Gudang Sarinah Ekosistem, Pancoran. Sebuah pameran berjudul “ONboarding” Go Ahead Challenge – Winner 2016 Exhibition memamerkan empat karya seni visual yang memiliki tema dan kekuatan narasi yang disampaikan melalui eksperimentasi medium yang berbeda-beda. Tema-tema yang diangkatpun beragam seperti ketahanan pangan, kehidupan nelayan Kulonprogo, hingga tema personal seperti bagaimana proses kerja otak dari seorang desainer. “Gagasan dan tema “ONboarding” ini mengacu kepada perkembangan dari empat pemenang Go Ahead Challenge 2016 setelah melewati proses pembelajaran dalam berkarya yang sekarang ini sedang menapaki awal karir mereka. Empat pemenang yang memiliki latar belakang seni berbeda yaitu musik, visual arts, fotografi, dan style, ditantang untuk mengeksplorasi ide mereka lebih jauh lagi agar dapat dipresentasikan secara visual, dan ini bukanlah pekerjaan yang mudah,” kata Saleh ‘Ale’ Husein selaku kurator dari “ONboarding Go Ahead Challenge – Winner 2016 Exhibition dan perupa yang sukses menggelar pameran di Singapore Art Museum tahun 2016. Ale yang sebelumnya juga ikut mengkurasi karya dari empat seniman di pameran sebelumnya yaitu Artospora 2016, mengaku bangga dengan kemajuan berkarya yang terlihat di pameran kali ini, mereka mampu menjawab setiap tantangan dari Go Ahead Challenge. Seperti John Martin dari sub-kultur style, yang fokus di  fashion design dengan gaya futuristik, mampu membuat instalasi dari jalinan bambu sebagai bentuk otak manusia yang di dalamnya terdapat busana serta benda-benda lain yang merefleksikan cara kerja seorang desainer art fashion. Yulio Onta dari sub-kultur musik, pemain bas dari band Piston ini berkolaborasi dengan tiga illustrator untuk mempresentasikan lagunya yang berjudul Menuju Ketiga, melalui sebuah ilustrasi gambar. “Di pameran kali ini, para mentor dan kurator betul-betul mengarahkan proses kreatif kami untuk lebih fokus kepada konsep dan narasi yang ingin disampaikan dan sebisa mungkin tidak dibatasi dengan satu bidang seni tertentu, kayak gue yang selama ini fokus di musik aja. Tapi di “ONboarding” gue didorong dan ditantang untuk eksplorasi bidang seni lain dan melihat lebih dalam lagi dari bagaimana sebuah proses berkarya bisa berjalan dengan konteks sosial dan lingkungan di sekitar kita.” kata pemain bas kelahiran Jakarta ini. Kedekatan dengan isu sosial tertentu turut digambarkan oleh Badar dari sub-kultur fotografi yang terbiasa berkarya melalui foto dan video, maupun Iwe yang mewakili sub-kultur seni visual. Badar kembali mengangkat beras untuk tema karyanya kali ini, baginya beras...

Read More