_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"kanaltigapuluh.info","urls":{"Home":"http://kanaltigapuluh.info","Category":"http://kanaltigapuluh.info/category/nowplaying/","Archive":"http://kanaltigapuluh.info/2017/05/","Post":"http://kanaltigapuluh.info/liam-gallagher-akan-sambangi-indonesia/","Page":"http://kanaltigapuluh.info/redaksi/","Attachment":"http://kanaltigapuluh.info/liam-gallagher-akan-sambangi-indonesia/ehr_men_060417liam/","Nav_menu_item":"http://kanaltigapuluh.info/culture-art/","Wpcf7_contact_form":"http://kanaltigapuluh.info/?post_type=wpcf7_contact_form&p=1161"}}_ap_ufee
Pemenang Go Ahead Challenge 2016 Siap Lepas Landas
May16

Pemenang Go Ahead Challenge 2016 Siap Lepas Landas

Munculnya talenta-talenta baru di bidang seni yang berhasil memperkenalkan dan memamerkan karya seni melalui sebuah pameran tak lepas dari dukungan berbagai pihak kolektif seni dan art space sebagai fasilitator. Go Ahead Challenge sebagai salah satu wadah bagi para penggiat seni kreatif untuk mengekspresikan karya seni mereka di empat sub-kultur yaitu seni visual, fotografi, musik, dan style ini menghadirkan sebuah pameran seni kolektif dari empat seniman berbakat keluaran Go Ahead Challenge 2016 yang digelar di Hall A4, Gudang Sarinah Ekosistem, Pancoran. Sebuah pameran berjudul “ONboarding” Go Ahead Challenge – Winner 2016 Exhibition memamerkan empat karya seni visual yang memiliki tema dan kekuatan narasi yang disampaikan melalui eksperimentasi medium yang berbeda-beda. Tema-tema yang diangkatpun beragam seperti ketahanan pangan, kehidupan nelayan Kulonprogo, hingga tema personal seperti bagaimana proses kerja otak dari seorang desainer. “Gagasan dan tema “ONboarding” ini mengacu kepada perkembangan dari empat pemenang Go Ahead Challenge 2016 setelah melewati proses pembelajaran dalam berkarya yang sekarang ini sedang menapaki awal karir mereka. Empat pemenang yang memiliki latar belakang seni berbeda yaitu musik, visual arts, fotografi, dan style, ditantang untuk mengeksplorasi ide mereka lebih jauh lagi agar dapat dipresentasikan secara visual, dan ini bukanlah pekerjaan yang mudah,” kata Saleh ‘Ale’ Husein selaku kurator dari “ONboarding Go Ahead Challenge – Winner 2016 Exhibition dan perupa yang sukses menggelar pameran di Singapore Art Museum tahun 2016. Ale yang sebelumnya juga ikut mengkurasi karya dari empat seniman di pameran sebelumnya yaitu Artospora 2016, mengaku bangga dengan kemajuan berkarya yang terlihat di pameran kali ini, mereka mampu menjawab setiap tantangan dari Go Ahead Challenge. Seperti John Martin dari sub-kultur style, yang fokus di  fashion design dengan gaya futuristik, mampu membuat instalasi dari jalinan bambu sebagai bentuk otak manusia yang di dalamnya terdapat busana serta benda-benda lain yang merefleksikan cara kerja seorang desainer art fashion. Yulio Onta dari sub-kultur musik, pemain bas dari band Piston ini berkolaborasi dengan tiga illustrator untuk mempresentasikan lagunya yang berjudul Menuju Ketiga, melalui sebuah ilustrasi gambar. “Di pameran kali ini, para mentor dan kurator betul-betul mengarahkan proses kreatif kami untuk lebih fokus kepada konsep dan narasi yang ingin disampaikan dan sebisa mungkin tidak dibatasi dengan satu bidang seni tertentu, kayak gue yang selama ini fokus di musik aja. Tapi di “ONboarding” gue didorong dan ditantang untuk eksplorasi bidang seni lain dan melihat lebih dalam lagi dari bagaimana sebuah proses berkarya bisa berjalan dengan konteks sosial dan lingkungan di sekitar kita.” kata pemain bas kelahiran Jakarta ini. Kedekatan dengan isu sosial tertentu turut digambarkan oleh Badar dari sub-kultur fotografi yang terbiasa berkarya melalui foto dan video, maupun Iwe yang mewakili sub-kultur seni visual. Badar kembali mengangkat beras untuk tema karyanya kali ini, baginya beras...

Read More
Pameran Perdana Van Gogh Diluncurkan di Melbourne
Apr26

Pameran Perdana Van Gogh Diluncurkan di Melbourne

Pameran paling akbar Vincent van Gogh, Van Gogh and the Seasons akan digelar di Melbourne, Australia pada 28 April – 9 Juli 2017. Pameran akan dibuka dengan pertunjukan perdana eksklusif pada 27 April 2017 di NGV Intenational dan akan dihadiri oleh keturunan dari Vincent van Gogh, Josien van Gogh dan Sylvia Cramer beserta Sjraar van Heugthen, kurator pameran ini dan mantan Pimpinan Koleksi di Van Gogh Museum. Van Gogh and the Seasons secara eksklusif diadakan di Melbourne dan menghadirkan koleksi terbesar karya seni Van Gogh untuk pertama kalinya di Australia. Van Gogh sebagai salah satu tokoh yang paling menonjol dalam sejarah seni memiliki karir yang tergolong singkat, selama hampir tidak lebih dari satu dasawarsa, namun memberikan warisan seni yang terus memberi inspirasi kepada para seniman, serta memukau masyarakat hingga kini. Menampilkan 50 karya agung Van Gogh yang memukau, dengan sapuan warna yang hidup, Van Gogh and the Seasons menampilkan keterikatan yang erat antara sang seniman visioner ini dengan sang musim  –  musim semi dengan kebun yang menghijau dan padang rumput nan segar;  musim panas dengan bulir-bulir gandum yang siap dipanen dan yang berkilauan di bawah panasnya mentari; musim gugur dengan panen berlimpah dan sosok-sosok penabur benih yang berdiri dalam kesendirian; dan musim dingin dengan pemandangan petani yang menggali kentang dari dalam tanah ladang nan beku. Bagi Van Gogh, berbagai musim itu mencerminkan siklus kehidupan – kelahiran, masa tumbuh kembang, dewasa dan kematian. Bagi sang seniman, siklus yang terjadi terus-menerus ini melambangkan kebesaran alam dan keberadaan suatu kekuatan yang lebih tinggi. Tony Ellwood, Direktur NGV berkata, “Rasa cinta Van Gogh kepada sang musim sangatlah mendalam dan memainkan peran penting dalam kehidupan dan kegiatannya. Keterpesonaannya pada musim panas, musim gugur, musim dingin dan musim semi serta pada siklus abadi di alam ini terlihat pada energi dan  dinamisme dari sentuhan kuasnya yang khas, yang hampir seperti melompat dari kanvas dengan pancaran kehidupan. Van Gogh and the Seasons merupakan suatu kebangaan besar bagi The National Gallery of Victoria, dan memberikan peluang bagi khalayak luas untuk menikmati pameran terakbar yang menampilkan karya-karya teragung Van Gogh yang pertama kali digelar di Australia, dan yang sebagian besar belum pernah dipamerkan di negara ini.” Pameran ini diadakan oleh The National Gallery of Victoria dan Art Exhibitions Australia dan dibuka setiap hari pukul 10-17. Tiket tersedia di...

Read More
Catalyst Arts Gelar ART MARKET JAKARTA 2017
Apr17

Catalyst Arts Gelar ART MARKET JAKARTA 2017

Catalyst Arts, sebuah emerging artists’ marketplace akan kembali menggelar ART MARKET JAKARTA untuk ketujuh kalinya pada 28-30 April mendatang di Kuningan City, Jakarta Selatan. Acara ini merupakan bazaar karya seni dan produk kreatif berbasis ilustrasi yang mengajak seniman, ilustrator, dan brand kreatif lokal untuk memamerkan dan menjual karyanya ke ranah publik. ART MARKET JAKARTA 7 kali ini akan diramaikan oleh puluhan brand kreatif lokal serta karya seni dan art merchandise dari seniman maupun ilustrator lokal dari berbagai kota di Indonesia. Beberapa diantaranya adalah Keramik Suka-Suka, Simpul Idea, Kayu Manis, Kertasbykarls, Nrshimha, Obie, Water Planet, Leeven&Co., Heimlo, bits and bobs, Galih Sakti, Resatio Adi Putra, dan Citra Marina. Produk-produk bazaar yang ditawarkan pun sangat beragam, mulai dari produk fashion seperti t-shirt ilustrasi, aksesoris handmade, scarf, tote-bag, sampai produk home décor seperti bantal, lukisan, gantungan tanaman, hiasan dinding, dan masih banyak lagi. Dengan desain produk yang diproduksi dalam jumlah terbatas dan kreativitas yang memiliki daya pikat tersendiri, produk-produk bazaar ini dijual dengan harga yang cukup terjangkau agar dapat dinikmati oleh publik yang lebih luas. Di samping bazaar karya seni dan art merchandise, juga akan ada berbagai workshop kreatif untuk mengisi weekend seperti accordion zine making dan silk screen printing. Akan ada juga Food & Beverage Corner yang diisi oleh Churros, Dapur Baba, Hubblescoop, Kickass Coffee, Sama Food Indonesia, Sate Blora Pak Agus, dan Volle Kitchen yang akan membuat pengunjung semakin betah berada di dalam venue acara. Sebagai pelengkap, tidak ketinggalan live performance music dari musisi-musisi lokal seperti DJ Vinyl Dua Sejoli, David Tarigan, Indische Party, Margalo, Sisitipsi, Zaenal, dan Mondo Gascaro. Yang spesial di ART MARKET JAKARTA 7 kali ini adalah kolaborasi dengan penggiat seni lintas negara di Asia Tenggara. Para pencinta buku bisa melihat banyak sekali art book dan zine lokal di bagian special showcase dari Pagggges, sebuah platform yang ditujukan untuk seniman, ilustrator, fotografer, dan penulis yang membuat zine dan art book untuk dipublikasikan secara mandiri. Sementara itu, didatangkan dari Malaysia ada Raksasa Print, sebuah studio silk screen berbasis di Kuala Lumpur yang memproduksi hand-printed art prints, art books, zines, dan printed fabric. Salah satu seniman visual asal Kuala Lumpur yang namanya cukup mencuat, Orkibal, juga berkolaborasi dengan ART MARKET JAKARTA 7 untuk membuat ilustrasi yang dipakai sebagai visual utama acara ini. Orkibal juga akan turut hadir dan berkolaborasi dengan dua seniman visual, Arya Mularama dari Jakarta dan Addy Debil dari Bandung, untuk membuat sebuah giant mural berukuran 15 x 5 meter di area acara. Giant mural ini nantinya dapat dijadikan spot foto menarik bagi para pengunjung Seperti yang diungkapkan oleh Co-Founder Catalyst Arts, Patricia Wulandari, kolaborasi dengan seniman dari Asia Tenggara ini merupakan yang pertama dan menjadi pemacu...

Read More
Dunia Ghibli Sambangi Indonesia
Apr11

Dunia Ghibli Sambangi Indonesia

Saat ini semakin banyak orang yang membincangkan tentang Studio Ghibili. Studio Ghibli sendiri adalah studio animasi asal Jepang yang telah sering memenangkan Academy Awards. Untuk pertama kalinya di Indonesia, beberapa film terkenal dari Studio Ghibli diputar di bioskop-bioskop terpilih di hampir seluruh XXI di Indonesia. Acara yang dipersembahkan oleh Kanahama, subsidiari dari Kaninga Pictures, ini akan menghadirkan film Spirited Away (2001), My Neighbor Totoro (1988), Ponyo on the Cliff by the Sea (2008), Princess Mononoke (1997), dan Howl’s Moving Castle (2004). Pemutaran film-film ini ada dalam rangkaian acara The World of Ghibli Jakarta yang akan menayangkannya dalam tiga fase besar. Fase pertama berlangsung di April hingga September 2017, fase kedua yaitu festival film yang berlangsung selama Agustus-September bersamaan dengan ekshibisi, dan fase ketiga berlangsung selama Oktober 2017 hingga Maret 2018. Fase pertama dan ketiga akan menayangkan satu film Studio Ghibli setiap bulannya selama 7 hari perbulan dan diputar di bioskop-bioskop di seluruh Indonesia. Untuk fase kedua, seluruh film Studio Ghibli akan ditayangkan secara bergiliran setiap hari selama ekshibisi The World of Ghibli Jakarta berlangsung, yaitu pada 10 Agustus sampai 17 September mendatang. Ekshibisi The World of Ghibli Jakarta akan berlangsung di The Ritz-Carlton Ballroom, Pacific Place, di mana para pengunjung bisa menyaksikan wujud nyata dari lokasi, benda, dan karakter dalam film-film Studio Ghibli, yaitu Laputa: Castle in the Sky (1986), When Marnie Was There (2014), Arrietty (2010), Kiki’s Delivery Service (1989), Howl’s Moving Castle, Nausicaa of The Valley of the Wind (1984), Porco Rosso (1992), Ponyo on the Cliff by the Sea, Princess Mononoke, My Neighbor Totoro, dan Spirited Away. Selain itu, ekshibisi ini juga memiliki bagian yang memperlihatkan sejarah Studio Ghibli serta proses produksi film-filmnya. Tiket pemutaran film Ghibli dapat dibeli melalui situs www.worldofghibli.id menggunakan PC atau laptop. Selain itu, bisa juga dibeli di ghibli.karciscus.com (khusus pengguna iOS digunakan Chrome). Pembelian tiket film Studio Ghibli hanya bisa melalui situs ini, dan pembayaran bisa dilakukan di ATM, m-banking, atau Internet Banking....

Read More
Kepingan Supernova, Novel Terbaru Dee Lestari Laku Keras
Apr11

Kepingan Supernova, Novel Terbaru Dee Lestari Laku Keras

AdDEEction memang benar-benar belum bisa move on dari kisah Supernova. Buku terbaru Dee Lestari berjudul Kepingan Supernova berhasil ludes terjual dalam masa pre-order. Antusias tinggi adDEEction memaksa Kepingan Supernova kembali naik cetak, bahkan sebelum buku kesebelas Dee tersebut resmi didistribusikan ke toko buku. Pre-order Kepingan Supernova dibuka pada 3 April 2017 lalu, sehari setelah soft launching di Le Seminyak Café & Resto, Jakarta Selatan. Seratus adDEEction yang menghadiri acara secara eksklusif segera membagikan foto Kepingan Supernova melalui berbagai media sosial. Hal itu membuat adDEEction yang lain penasaran. Sebelumnya, akun Instagram Bentang Pustaka @bentangpustaka telah lama mengembuskan petunjuk mengenai kemungkinan terbitnya buku terbaru sang Ibu Suri. Kehadiran Kepingan Supernova begitu dinanti, bahkan ketika judul buku tersebut masih dirahasiakan. Hanya post bergambar enam logo serial Supernova dalam gugusan heksagon yang menjadi petunjuk untuk menerka-nerka. Tentu saja hal tersebut berhasil membuat adDEEction gemas sekaligus penasaran. Seakan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk menebus rindu, adDEEction memburu habis Kepingan Supernova segera setelah pre-order dibuka melalui mizanstore.com dan enam toko buku online. Kepingan Supernova sold out dipesan dalam satu minggu setelah pre-order resmi dibuka. Fenomena ludesnya karya sang Ibu Suri sebelum masuk ke toko buku memang bukan hal baru. Sebelumnya, 10.000 buku seri Supernova episode Inteligensi Embun Pagi (IEP) juga diserbu pencinta Supernova dengan kalapnya dalam masa pre-order. Kepingan Supernova akan didistribusikan di toko buku seluruh Indonesia pada pertengahan April 2017. Mampukah kamu sabar menunggu cetakan kedua Kepingan Supernova jatuh ke tanganmu?...

Read More
Kepingan Supernova, Novel Terbaru Dee Lestari
Apr04

Kepingan Supernova, Novel Terbaru Dee Lestari

Satu tahun pascakelahiran Intelegensi Embun Pagi, buku terakhir dari seri mega best seller Supernova, Dewi “Dee” Lestari memberikan kejutan. Ia mengajak pembaca untuk mengingat kembali kisah-kisah Supernova dalam buku terbarunya yang berjudul Kepingan Supernova. Soft-launching buku kesebelas Dee tersebut dilangsungkan dalam acara bertajuk “A Day with Dee Lestari” bertempat di Le Seminyak Café & Resto, Cilandak, Jakarta Selatan pada Minggu, 2 April 2017 dari pukul 13.00–16.00 WIB. Acara ini merupakan kali pertama Kepingan Supernova diperkenalkan secara eksklusif. Pembaca setia Dee menyambut kejutan ini dengan antusias yang sangat tinggi. Terbukti tidak sampai satu minggu setelah poster acara dipublikasikan, kuota peserta telah terpenuhi. Sebanyak seratus peserta menyaksikan peluncuran Kepingan Supernova. Judul buku tersebut sebelumnya dirahasiakan sehingga berhasil membuat adDEEction, sebutan untuk penggemar Dewi Lestari, penasaran. Peserta A Day with Dee Lestari juga beruntung karena menjadi pembaca pertama Kepingan Supernova sebelum buku ini didistribusikan ke seluruh Indonesia pada pertengahan April 2017. Diterbitkan oleh PT Bentang Pustaka, buku setebal 172 halaman ini dapat menjadi pemuas rindu bagi pembaca yang masih belum ingin berpisah dari kisah heksalogi Supernova. Editor Kepingan Supernova, Adham T. Fusama, menuturkan bahwa proyek terbaru Dee tersebut dikerjakan secara serius dalam waktu yang terbilang singkat yaitu satu bulan. “Konsep ilustrasi dan kover juga kami pikirkan matang-matang karena kami ingin desain yang eksklusif,” tambahnya. Dewi Lestari memulai debut sebagai penulis dan sastrawan pada 2001 ketika merilis buku pertama seri Supernova, Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh. Buku ini langsung menggemparkan dunia sastra Indonesia karena menggabungkan sastra, seni, dan sains. Inteligensi Embun Pagi yang menjadi buku terakhir seri Supernova juga mendulang sederet penghargaan, yaitu: Books of the Year 2016 versi Ikatan Penerbit Indonesia dan PNFI Award Reader’s of Choice, Most Favorite Fiction 2016 versi Anugerah Pembaca Indonesia serta Best Indonesian Fantasy Fiction versi PNFI Award Reader’s of Choice. Dewi Lestari sendiri menyabet predikat sebagai Penulis Favorit 2016 dari Anugerah Pembaca Indonesia dan Author of the Year 2016 dari PNFI Award Reader’s of Choice....

Read More