Carousell Runway: Fashion Show Preloved Pertama di Indonesia
Jun20

Carousell Runway: Fashion Show Preloved Pertama di Indonesia

Carousell menyelenggarakan fashion show pertama di Indonesia yang memadukan berbagai macam barang preloved fashion, yaitu Carousell Runway. Carousell berkolaborasi dengan Erich Al Amin, salah satu fashion stylist ternama di Indonesia, untuk menghadirkan rangkaian gaya fashion yang stylish dengan menggunakan pakaian dan aksesoris preloved yang tersedia hanya di Carousell. “Banyak orang yang berpikir bahwa tampil stylish berarti harus menggunakan baju baru. Namun sebenarnya baju baru tidak harus baru, apalagi kini dengan kembalinya tren preloved fashion. Menggunakan barang preloved fashion tidak hanya memungkinkan kita untuk tetap tampil stylish, namun juga menyimpan uang hasil kerja keras kita untuk sesuatu yang lebih bermakna, seperti donasi amal atau hadiah untuk orang tersayang. User experience Carousell yang photo-centric memudahkan para pecinta fashion dalam menjual barang-barang mereka yang sudah tidak digunakan lagi, serta membeli barang-barang preloved fashion agar bisa tetap tampil stylish. Hanya membutuhkan 30 detik untuk snap, list, and sell di Carousell,” ujar Olivia Lautner, Associate Country Manager, Carousell Indonesia. Carousell Runway mengumpulkan lebih dari 150 barang preloved fashion, termasuk atasan, bawahan, dress, sepatu, dan aksesoris dari 11 penjual di Carousell. Bersama dengan Erich, Carousell Runway menunjukkan 25 gaya stylish hasil mix and match menggunakan barang-barang preloved fashion Carousell, di mana gaya tersebut dapat digunakan untuk pemakaian sehari-hari dalam kurun waktu satu bulan. Beberapa tips & tricks yang diberikan Erich untuk memaksimalkan penggunaan barang preloved fashion adalah: Stylish = out of the box Rok tidak harus dijadikan bawahan dan kemeja tidak harus dijadikan atasan. Ada berbagai macam cara dalam mendapatkan gaya yang stylish dengan berpikir secara out of the box Fashion = kreatif Salah satu tantangan dalam berbelanja barang fashion di preloved marketplace adalah mencari ukuran yang pas. Namun sebetulnya baju-baju yang tidak sesuai dengan ukuran bisa mendorong kreativitas dan kemampuan mix and match kita. Contohnya, kaos hitam polos yang berukuran besar dapat menjadi sebuah little black dress simpel yang enak dipandang apabila ditambahkan dengan aksesoris ikat pinggang serta scarf bercorak. Jins yang berukuran besar bisa disesuaikan dengan menjahit elastic band pada bagian pinggang dalam jins tersebut Preloved fashion untuk berbagai jenis acara Dengan memiliki kreativitas, preloved fashion dapat digunakan untuk berbagai kesempatan, baik itu kasual, formal, atau pakaian kerja. Kuncinya adalah kombinasi warna, corak, dan jenis pakaian. Contohnya, preloved dress untuk bekerja dapat menjadi lebih kasual apabila dipadukan dengan outerwear denim. Dengan mix & match yang tepat, kita bisa mendapatkan berbagai gaya hanya dengan menggunakan satu pakaian dasar Ana Octarina, salah satu pengamat fashion di Indonesia yang ikut berpartisipasi dalam acara Carousell Runway, mengatakan, “Saya yakin banyak orang yang merasakan hal yang sama ketika mencoba mendapatkan gaya yang stylish. Kita ingin selalu mencoba gaya baru, sehingga sering kali terus mencari baju baru. Hal ini...

Read More
Vans Store di Indonesia Akan Ditutup
Jun01

Vans Store di Indonesia Akan Ditutup

Kabar buruk untuk penggemar produk VANS di Indonesia, karena PT. Gagan Indonesia selaku distributor resmi produk Vans di Indonesia ini baru saja menerima status pailit alias bangkrut dari Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Hal ini berdampak akan ditutupnya Vans Store yang ada di seluruh Indonesia. Hal ini sudah merebak di media sosial, bahkan telah diamini  oleh beberapa karyawan Vans Store di Indonesia melalui post instagram mereka yang menggunakan tagar ‘last day’ atau ‘hari terakhir bersama Vans Indonesia’. Mereka pun menulis pesan perpisahan dalam caption fotonya. Hingga berita ini diterbitkan, sudah ada beberapa Vans Store di Indonesia yang tidak buka dalam beberapa hari kebelakang seperti di Vans Store Plaza Senayan, dan Pondok Indah Mall,...

Read More
Sejarah Kesuksesan Adidas
May28

Sejarah Kesuksesan Adidas

Kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan brand “tiga strip” asal Jerman ini, Adidas. Brand ini memang telah mendunia dengan ciri khas tiga strip yang menghiasi sepatu, jaket hingga kaosnya. Asal mula Adidas bermula pada tahun 1920 oleh Adi (Adolf) Dassler di ruang cuci milik Ibunya. Waktu itu Adi Dassler membuat proyek kecil-kecilan dengan membuat sepatu olahraga. Karena tingginya kualitas sepatu yang dihasilkannya, akhirnya bisnis kecil-kecilan tersebut mulai membuahkan hasil. Pada tahun 1924, Adi Dassler dan saudaranya Rudolf Dassler mendirikan “Dassler Brothers OGH” yang nantinya menjadi cikal bakal Adidas sekarang. Sebelum memulai bisnis pembuatan sepatu, kakak beradik ini adalah pedagang roti. Karena sepatu buatannya berkualitas tinggi, pada akhirnya produk dari  Dassler Brothers ini sering dipakai oleh atlit-atlit legendaris masa itu untuk Olimpiade. Puncak ketenaran sepatu Dassler Brothers adalah ketika Jesse Owen menjadi atlit paling sukses pada Olimpiade Berlin pada tahun 1936 dengan mengenakan sepatu buatan Dassler. Pada tahun 1948, Adi dan Rudolf memutuskan untuk berpisah dan masing-masing membuat merk sepatu sendiri. Rudolf membuat merk sepatu ‘Puma’ sedangkan Adi membuat merk ‘Adidas.’ Pengambilan nama Adidas sendiri berasal dari nama Adi Dassler dengan menggabungkan nama depan Adi dan satu suku kata nama belakang Dassler yakni ‘das’ sehingga menjadi kata ‘Adidas’. Banyak orang mengamini Adidas adalah singkatan dari “All Day I Dream About Sport”, namun hal itu sebenarnya salah. Penggunaan logo 3 stripes sebenarnya difungsikan agar kaki menjadi stabil saat mengenakan sepatu tersebut, namun seiring berjalannya waktu ikon ini malah menjadi trademark dari Adidas. Logo ini sendiri dibeli dari brand sepatu Finlandia, Karhu yang hingga saat ini masih berkembang. Secara visual, logo Adidas hanya berupa huruf Adidas, dengan nama Adolf Dassler diatasnya serta ilustrasi sepatu ditengahnya. Dengan merk ini, sepatu buatan Adi Dassler mencapai titik kesuksesannya, dengan diakuinya merk sepatu Adidas diajang pesta olahraga dunia seperti Olimpiade Helsinki, Melbourne, Roma dan lainnya. Serta saat itu tim sepakbola Jerman menjadi juara dunia sepakbola dengan menggunakan sepatu Adidas. Pada tahun 1972, logo Adidas mengalami perubahan yakni dengan menggunakan konsep ‘Trefoil Logo’, yaitu logo dengan visual tiga daun terangkai. Konsep tiga daun ini memiliki makna simbolisasi dari semangat Olimpiade yang menghubungkan pada 3 benua. Sejak saat itulah Adidas menjadi sepatu resmi yang dipergunakan pada even Olimpiade diseluruh dunia. Pada tahun 1996, Adidas melakukan rebranding dengan menerapkan konsep ‘We knew then – we know now’ yang kurang lebih menggambarkan kesuksesan masa lalu dan kejayaan hingga kini. Adapun logo baru yang digunakan secara visual berupa tiga balok miring yang membentuk tanjakan yang menggambarkan kekuatan, daya tahan serta masa depan. Sejak saat itu logo Adidas tidak pernah mengalami perubahan, serta masih berjaya hingga saat ini. Saat ini Adidas juga telah melakukan banyak bentuk kolaborasi yang juga menjadi  salah satu rahasia kesuksesan brand ini....

Read More
Warhol dan Basquiat Muncul di Jam Tangan SEIKO dan KOMONO Watch
May28

Warhol dan Basquiat Muncul di Jam Tangan SEIKO dan KOMONO Watch

Dewasa ini fungsi dari jam tangan nampaknya sudah mulai bergeser tidak hanya sebagai penunjuk waktu namun juga sebagai aksesori dalam hal fashion. Oleh karena itu, produsen jam terkemuka SEIKO dan KOMONO Watch mewujudkan fungsi baru dari jam tangan tersebut dengan mensasar anak muda yang meyukai soal seni terutama budaya pop art. Nama Andi Warhol dan Jean-Michel Basquiat tentu sudah tidak asing lagi di dunia seni rupa dunia apalagi dua sosok ini adalah yang mempopulerkan budaya pop art. Hal inilah yang direpresentasikan dalam koleksi jam tangan SEIKO for Andi Warhol. Karya “Campbell Soup” dan “Banana” series milik Andi Warholdijadikan sebagai ‘wajah’ jam tangan dan dilengkapi dengan plastic strap. Sedangkan, koleksi kapsul terbaru Komono Watch terinspirasi karya Jean-Michel Basquiat yang kontemporer. Uniknya, karya seniman ini tampil dalam tali jam tangan, sehingga membuat jam tangan ini terlihat unik dan beda. Selain itu, dalam setiap jam terdapat simbol ikon mahkota yang menjadi sketsa khas...

Read More
PUMA Keluarkan Koleksi Terbarunya dalam Seri Classics
Apr23

PUMA Keluarkan Koleksi Terbarunya dalam Seri Classics

Setelah memperkenalkan pemenang Grammy, Big Sean sebagai salah satu global ambassadornya, kini Big Sean akan turut berkampanye dalam koleksi terbaru PUMA Classics di tahun depan. PUMA Classics juga hadir dengan koleksi kolaborasi terbaru bersama beberapa merek street lifestyle ternama mulai dari Daily Paper, Stampd dan Trapstar dan sudah tersedia untuk pasar Indonesia mulai musim panas 2017 ini. PUMA x STAMPD Di awal tahun 2017, merek asal Los Angeles ini mengumumkan kolaborasi keempat kalinya bersama PUMA. Seperti yang diungkapkan pendiri sekaligus creative director-nya Chris Stamp, merek ini tetap teguh dengan tagline “Made to Make It” termasuk pada kolaborasi kali ini. Permainan material kuit berlubang dengan warna pastel seperti coklat muda, hitam dan pink rose memberikan karakteristik yang unik dengan nuansa California Selatan hingga ke pantai barat pada koleksi PUMA Clyde. PUMA x DAILY PAPER PUMA juga meluncurkan rangkaian koleksi sepatu dan apparel yang lebih bermain dengan alam dan penuh nilai budaya dengan bekerjasama dengan street brand asal Amsterdam, Daily Paper. Sejak berdiri di tahun 2010, merek yang kental akan budaya Afrika dan gaya kontemporer ini juga dikenal fasih akan garmen koleksi ready-to-wear yang otentik. Siluet lain yang dihadirkan oleh Daily Paper adalah terobosan pada Cout Platform. Perpaduan antara sol platform, bahan rajutan premium dan kulit di bagian atas menjadikan keseluruhan koleksi ini tampil berbeda dan tampak edgy untuk pria dan perempuan. PUMA x TRAPSTAR Merek asal London yang digawangi oleh Mikey, Lee dan Will ini menampilkan nuansa militer dengan beragam detail yang penuh fungsi dan terinspirasi gaya street style ekletik di sekitar daerah Portbello. Di tengah terpaan gaya underground, kolaborasi PUMA x TRAPSTAR tetap mengetahkan nilai artistik di dalam pencarian inspirasi tren. Hal ini bisa dilihat dari bagaimana merek ini mengubah koleksi Clyde dan Clyde Bold nan klasik dengan penambahan permainan aksen street yang otentik. PUMA x CAREAUX Tak hanya berkolaborasi dengan merek-merek “hipster” ternama, PUMA saat ini juga kembali menghadirkan kolaborasi dengan ilustrator asal Amsterdam, Caroll Lynn atau yang lebih dikenal dengan Careaux. Seniman yang dikenal juga sebagai penggila sneakers ini menampilkan interpretasi gaya Jepang dalam pilihan palet dan desain yang modern pada koleksi PUMA Classic. PUMA x Careaux Basket dengan permainan grafis di keseluruhan bagian menjadi salah satu koleksi jagoan di samping The Basket Strap yang menggunakan straps untuk tampilan yang lebih segar dengan velcro straps dan embossed leather accents. Pilihan lain yang tersedia adalah koleksi yang sarat gaya sporty dari PUMA Trinomic, PUMA x Careaux B.O.G Sock. PUMA x SESAME STREET Untuk tampilan yang lebih playful, PUMA menghadirkan koleksi kolaborasi dari ikon legendaris televisi SESAME STREET bagi dewasa dan anak-anak. Elemen grafis Ernie & Bert, Big Bird, Elmo hingga Cookie Monster menjadikan koleksi PUMA Classic ini nampak lebih...

Read More
Abercrombie & Fitch Co Telah Hadir di Indonesia
Apr11

Abercrombie & Fitch Co Telah Hadir di Indonesia

ZALORA, destinasi utama fashion online di Asia, hari ini mengumumkan kerjasamanya dengan global fashion retailer terkemuka yang berspesialisasi di pakaian dan aksesoris, Abercrombie & Fitch Co. Dirilis pada bulan Mei, penggemar ZALORA Indonesia kini bisa membeli dua label favorit mereka dari perusahaan tersebut, Hollister dan Abercrombie & Fitch kapan pun, di mana pun melalui situs ZALORA dan aplikasi mobile. Dikenal dengan gaya kasual dan all-American klasiknya, label Abercrombie & Fitch sudah hadir selama lebih dari 100 tahun di industri global diciptakan bagi konsumen yang menginginkan kenyamanan dan tampilan yang tak lekang waktu, label busana bergaya casual luxury ini menghadirkan koleksi mereka pada bulan Mei di situs ZALORA dengan koleksi musim semi terbaru untuk pria dan wanita. Anthony Fung, CEO dari ZALORA Indonesia dalam siaran pers mengatakan “Kami sangat bersemangat untuk menghadirkan Abercrombie & Fitch dan Hollister di ZALORA karena keduanya merupakan label pakaian global yang ikonik. Di ZALORA, kami selalu bertujuan untuk memuaskan pelanggan kami dengan menyediakan akses ke trend terbaru dan label-label terbaik. Para penggemar dari label-label ini bisa memilih dari begitu banyak koleksi yang sekarang telah hadir di situs kami dan bisa menikmati banyak kenyamanan yang kami tawarkan.” “Kami sangat menantikan untuk bisa bekerja sama dengan ZALORA untuk membangun dan memperkuat basis konsumen kami di seluruh Asia Tenggara.” ujar Fran Horowitz, CEO dari Abercrombie & Fitch Co. ”Kami bekerja keras untuk bisa dapat terhubung dengan konsumen dimanapun, kapanpun mereka ingin berbelanja dan terus berinovasi untuk memperkuat hubungan dengan konsumen” tutupnya....

Read More