Kuliner Mempengaruhi Tujuan Wisatawan Asia Pasifik
Oct23

Kuliner Mempengaruhi Tujuan Wisatawan Asia Pasifik

Menurut Survei Airbnb Asia Pacific (APAC) Travel,  wisatawan di Asia Pasifik (APAC) semakin sering berpergian dengan 71% orang yang disurvei menekankan pentingnya mencoba menu kuliner lokal saat liburan, dan 6 dari 10 (59% ) wisatawan ingin mencoba pengalaman atau aktivitas baru. Oleh karena itu Airbnb telah bermitra dengan empat koki terkemuka dan pemenang penghargaan seperti: Chef Manish Mehrotra (India); Chef Tony Yoo (Korea Selatan); Koki Ian Kittichai (Thailand); dan Chef Koh Kentetsu (Jepang) untuk inisiatif Airbnb Kitchens of Asia, yang mendorong wisatawan untuk mencoba kuliner Asia yang otentik dan lezat yang bercita rasa India, Jepang, Korea Selatan dan Thailand. Wisatawan wanita dari Asia Pasifik lebih tertantang ketika harus mencoba menu kuliner baru Survei Airbnb APAC Travel, yang dilakukan di tujuh negara – Australia, China, India, Jepang, Singapura, Korea Selatan dan Thailand – menemukan fakta bahwa wisatawan wanita dari China (73%), India (74%), Jepang ( 80%), Singapura (84%), Korea Selatan (59%) dan Thailand (69%) cenderung lebih merasa bahwa penting untuk mencicipi kuliner lokal dibandingkan dengan wisatawan pria dari negara tersebut masing-masing. Satu-satunya yang menjadi pengecualian adalah Australia dimana pria lebih tertarik untuk mencoba kuliner lokal (76%) dibandingkan dengan wanita (71%). Secara komparatif, pada umumnya, sebagian besar wisatawan Singapura ingin mencoba kuliner lokal (81%) sedangkan  yang terendah adalah wisatawan dari Korea Selatan yang hanya sebesar 58%. Wisatawan Thailand yang berumur lebih dari 55 tahun terbukti lebih terbuka untuk mencoba kuliner dengan rasa baru daripada kalangan milenial Di Australia (77%), China (65%), India (72%), Jepang (83%), Singapura (79%) dan Korea Selatan (59%), kelompok usia 18-24 tahun sangat terbuka terhadap ide baru dan pentingnya mencoba kuliner lokal. Namun yang mengejutkan, di Thailand, ternyata sebesar 82% wisatawan dengan kategori usia di atas 55 tahun yang lebih terbuka untuk mencoba rasa dan menu kuliner baru pada perjalanan liburan mereka. Selain itu secara rata-rata, 76% wisatawan Asia Pasifik mengatakan bahwa kuliner lokal mempengaruhi pilihan tujuan liburan mereka, dengan angka tertinggi sebesar 87% dari wisatawan India dan terendah 62% dari wisatawan Thailand. Wisatawan tidak perlu kehilangan kesempatan mencicipi kuliner lokal – 80% dari daftar Airbnb memiliki dapur Temuan dari Survei tersebut menunjukkan hampir setengah dari wisatawan Asia Pasifik (46%) enggan memasak di penginapan mereka karena kurangnya fasilitas dapur, sementara 41% tidak ingin menghabiskan waktu memasak atau berbelanja saat liburan dan 43% memiliki preferensi untuk makan di luar dan mencoba kuliner lokal. Namun, lebih dari 80% daftar tempat tinggal Airbnb di Asia Pasifik memiliki fasilitas dapur, yang memungkinkan wisatawan secara bebas untuk memasak masakan mereka sendiri, baik mereka yang menginap di rumah pohon, villa di area pantai, apartemen dengan loteng atau apartemen yang nyaman di pusat kota. Link menuju ke listing Sebagai tambahan, wisatawan yang malas dan hanya...

Read More
Bulan Ini Festival Wine dan Dine Kembali digelar di Hong Kong
Oct22

Bulan Ini Festival Wine dan Dine Kembali digelar di Hong Kong

Hong Kong memanggil para pecinta makanan dan pecinta wine di seluruh dunia, karena ini adalah waktu yang tepat untuk merayakan acara tahunan Festival Wine and Dine ke-9. Diadakan di Central Harbourfront dari 26-29 Oktober, acara ini merupakan pembukaan dari Hong Kong Great November Feast, satu bulan yang penuh dengan acara wine, festival jalanan, dan kenikmatan gastronomi. Acara utama akan menghadirkan lebih dari 400 stan wine dan makanan. Bersama dengan Robert Parker Wine Advocate Pavilion terbaru, acara mencicipi makanan dan wine tanpa henti selama empat hari ini akan menghadirkan keriaan yang tidak ingin dilewatkan oleh para pecinta makanan dan wine! Lorong FeedMe “Tap & Go” Tahun ini, para foodie sejati harus mengunjungi lorong FeedMe, dimana restoran tergaya dan terkini di Hong Kong berkumpul di bawah satu atap, menampilkan perpaduan dari keunikan dan ciri khas: Restoran bintang tiga Michelin, Bo Innovation dengan “X-treme Chinese Cuisine” dan dengan bergabungnya koki terbaru dari Bib n Hops, menyajikan makanan Korea dengan perpaduan terbaru; Terinspirasi dari bar tapas ternama di London, Barrafina, tapas Spanyol kontemporer milik Cassio disajikan menggunakan bahan terbaik dengan sentuhan tangan para koki hebat; Sajian sedap “nipo-brasileiro” milik DJAPA; Sensasi unik berbagai resep berbahan cabai dari Chilli Fagara; Masakan pan-latin Picada; masakan hot pot dari Drunken Pot; dan makanan Tiongkok tradisional dari Mantan Kepala Koki Kantor Pemerintah Hong Kong, Lai Bun Fu. Para pecinta makanan jangan sampai melewatkan berbagai masakan kreatif seperti X-Treme Xiao Long Bao, Ayam Goreng Bib N Hops, Wafel Khusus, dan Tumis Daging Sapi dengan Sake. Restoran trendi lainnya termasuk A La Maison XXL Seafood & Grill, BLUE, Jinjuu dan Porterhouse. Paviliun Wine Pencicipan wine berkualitas dimulai di Robert Parker Wine Advocate Pavilion, di mana kamu bisa mencoba wine dengan peringkat minimum RP88 dari produsen berkelas, terkenal dan tidak pasaran. Perjalanan kamu akan dimulai dengan wine dari Spanyol dan Portugal pada hari pertama, diikuti oleh wine dari Amerika Serikat, Afrika Selatan, Australia, Selandia Baru, Prancis dan Amerika Latin. Penggemar wine klasik berkelas jangan sampai melewatkan Paviliun Grand Wine, di mana kamu bisa mencicipi Clos Apalta Valle de Colchagua 2014 (Chile); Seña Valle de Aconcagua 2015 (Chile);  2 dan Valdicava Brunello di Montalcino Madonna del Piano Riserva 2010 (Italia), semuanya adalah wine luar biasa dengan karakter yang kompleks dan mendalam, yang mencapai nilai 100 poin sempurna oleh James Suckling. Teater Tasting Fakta yang perlu kamu tahu bahwa bentuk gelas wine ternyata bisa mempengaruhi kenikmatan minum wine. Pelajari seni tentang gelas tasting pada salah satu Kelas Riedel Glass Tasting dan ketahui juga bagaimana berbagai bentuk gelas wine bisa meningkatkan rasa pada jenis wine tertentu. Pengunjung juga dapat mendaftar untuk berbagai kelas anggur dari jaman dulu sampai sekarang yang diselenggarakan oleh ahli...

Read More
KUSTOMFEST, Barometer Kustom Kultur  di Indonesia
Oct10

KUSTOMFEST, Barometer Kustom Kultur di Indonesia

Festival motor kustom terbesar di Indonesia, Kutomfest telah usai digelar di Yogyakarta selama dua hari, tepatnya pada tanggal 8 dan 9 Oktober 2017 yang lalu dengan mengusung tema “No Boundaries” yang bermakna menembus batasan-batasan yang ada dalam berkarya. Memasuki tahun keenamnya, Kustomfest nampaknya masih menjadi suatu ajang yang dinanti-nanti oleh para builder untuk menampilkan karya-karya terbaiknya, terbukti dengan tampilkan kurang lebih 130 motor dan 40 mobil dalam gelaran tahun ini dengan rincian masing-masing untuk Main Class terdiri dari: Prostreet 7 motor, European Chopper & Bobber 2 motor, American Chopper & Bobber 15 motor, American Stock Custom 1 motor, FFA 14 motor, Cafe Racer 21 motor, Bagger 5 motor, Japan Chopper & Bobber 5 motor. Sedangkan di kelas Nitrohead terdiri dari FFA 32 motor, Choppy Cub 4 motor, Old & Retro 16 motor, Matic 1 motor. Sementara kelas khusus yakni Honda Scrambler 5 motor yang ikut didukung PT Astra Honda Motor dan Club Style 6 motor dengan disokong oleh Anak Elang Harley-Davidson. Untuk display dan peserta kontes mobil di kelas Airkooled terdapat 3 mobil, Muscle Car 5 mobil, Hot Rod Custom 4 mobil, Low Rider 3 mobil, Pickup 7 mobil, Japan Retro Car 2 mobil, dan juga highlight khusus Pick Paradise yang menampilkan 7 mobil. Total dispay dan mobil yang didisplay berjumlah30 mobil. Ajang Kustomfest tahun ini juga akan menjadi kickoff program Indonesia Attack yang dinisiasi oleh KUSTOMFEST dalam mewadahi para builder muda Indonesia untuk bisa tampil di ajang Yokohama Hot Rod Custom Show di Jepang pada Desember mendatang. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini juga dilakukan pengundian lucky draw dari tiket penonton untuk mendapatkan sebuah motor kustom secara cuma-cuma yang diberi nama “Ojo Dumeh”, dimana memiliki makna jangan cepat puas atau menjadi sombong terhadap pencapaian yang telah diraih. Yang menarik dari ajang Kustomfest adalah fenomena berkumpulnya berbagai komunitas biker dan builder dari seluruh Indonesia, bahkan dari kalangan internasional. Kustom kultur di Indonesia sendiri mulai tumbuh berkembang di Indonesia sejak 10 tahun terakhir, dan Kustomfest secara tidak langsung menjadi wadah untuk builder kreatif ini untuk memamerkan karyanya. Tidak melulu soal motor, secara fashion dan lifestyle dari para builder tentu menarik juga untuk disimak. Jaket kulit, bandana, sepatu kulit dan celana jeans tentu menjadi identitas dari para biker dan builder ini. Alhasil cukup banyak tenant dari clothing bertemakan “anak motor” yang juga dihadirkan dalam gelaran ini. Meskipun menjadi wadah bagi kalangan industri kreatif dalam hal clothing dan aksesories motor dan juga wadah mengapresiasi para builder di Indonesia, ternyata pemerintah Yogyakarta sendiri kurang memberikan dukungan secara langsung terhadap festival ini. Hal ini terlihat dari para sponsor yang mendukung acara ini kebanyakan dari perusahaan swasta. Sebagai kota seni dan budaya, seharusnya pemerintah Yogyakarta lebih...

Read More
Fakta Menarik Tentang Dubai
Oct05

Fakta Menarik Tentang Dubai

Apa Kamu yakin sudah mengetahui segala sesuatu tentang Dubai? Saat kota ini dikenal dengan gaya hidupnya yang gemerlap dan mewah, serta menawarkan berbagai hal yang hingga kini memegang rekor dunia, Dubai juga menyimpan berbagai sejarah dan kebudayaan yang menarik – serta berbagai hal yang akan mengejutkan Kamu. Mari cari tahu beberapa hal menarik berikut, untuk menyingkap beberapa hal yang patut Kamu ketahui tentang Dubai. Sebelum sektor pariwisata dan perhotelan, penghasilan terbesar Dubai berasal dari industri minyak – hal ini telah diketahui banyak orang. Namun, sebelum industri minyak, Dubai memiliki industri Mutiara yang besar, dengan 300 kapal layar selam dan 7.000 pelaut yang selalu bekerja keras. Untuk menggali sejarah panjang ini, kunjungi Pearl Museum, yang menjadi salah satu rumah terbesar bagi koleksi mutiara terbaik di dunia, yang didonasikan oleh pedagang mutiara Sultan Al Owais. Salah satu koleksi yang dipamerkan adalah sebuah mutiara air laut senilai AED 500 juta (hampir 2 Triliun Rupiah). Pada pertengahan tahun 1800an, India Rupee merupakan mata uang utama di Dubai dan di berbagai negara lainnya di UEA, dengan Gulf Rupee sebagai penggantinya pada tahun 1957, yang akhirnya berhenti digunakan pada tahun 1966. Dibalik evolusi penggunaan mata uang ini, hubungan dengan India tetap bertahan kuat – dibuktikan dengan India sebagai negara dengan angka kedatangan wisatawan terbanyak ke Dubai, dan juga ketersediaan banyak restoran India yang menggiurkan di berbagai penjuru kota. Hal lain yang menjadi bukti hubungan kuat antara Dubai dan India adalah pembukaan Bollywood theme park pertama di dunia, di Dubai Parks and Resorts. Dubai memiliki sistem transportasi publik yang mutakhir. Menurut data Guinness World Records, sistem kereta metro di Dubai merupakan sistem metro tanpa awak terpanjang di dunia. Dan jalurnya bertambah panjang setiap harinya, dengan stasiun pemberhentian baru yang terus ditambah hingga mencapai lokasi Expo 2020 di Dubai. Kurang dari 50 tahun lalu pada tahun 1968, hanya terdapat 13 mobil yang terdaftar di Dubai. Saat ini, ada lebih dari 1,5 juta mobil, berkaca pada pertumbuhan signifikan dari permukiman nelayan dan penyelam mutiara yang hingga kini menjadi kota keempat yang paling banyak dikunjungi di dunia. Berbanding terbalik dari kepercayaan yang ada, Dubai bukan hanya sebuah kota pesisir; Dubai juga merupakan rumah bagi pegunungan terjal berama Hatta, dimana pengunjung dapat mendaki dan juga bermain sepeda gunung sambil menikmati pemkamungan alam di pegunungan Hajar, bermain kayak melewati air berwarna toska yang jernih di Hatta Dam, dan menjelajahi perkebunan kurma dan peternakan lebah yang sangat bagus digunakan sebagai latar berfoto. Kebudayaan Emirati mengharuskan sang pemilik rumah untuk memberikan teh dan kurma bagi tamu mereka, dengan cara tradisional menuangkan yang hanya setengah gelas saja. Alasannya adalah karena cangkir yang dipakai tidak memiliki gagang dan teh yang disajikan sangatlah panas – Kamu...

Read More
Mengukur Popularitas iPhone 8 dan X Pada Konsumen Indonesia
Oct02

Mengukur Popularitas iPhone 8 dan X Pada Konsumen Indonesia

Beberapa minggu lalu, tanggal 12 September 2017 Apple baru saja merayakan ulang tahun yang ke-10. Bertepatan dengan momen ini, Apple memperkenalkan tiga produk andalan terbaru mereka yaitu iPhone 8, 8 plus dan X (dibaca 10). Sama seperti tahun sebelumnya, untuk memeriahkan hari bersejarah Apple, iPrice Group kembali melakukan riset unik mengenai ketertarikan konsumen Indonesia terhadap iPhone model terbaru ini. Riset ini dilakukan untuk melihat seberapa besar antusiasme masyarakat Indonesia dengan peluncuran iPhone model terbaru. Dalam riset ini, iPrice membandingkan ketertarikan masyarakat Indonesia akan beberapa model iPhone. Model yang dibandingkan adalah, iPhone 6, 7, 8 dan X. Untuk mengukur perilaku konsumen, iPrice menggunakan data-data yang disediakan di Google Trends. Dari hasil analisa perbandingan ini, kami menemukan 2 perilaku menarik mengenai masyarakat Indonesia dan iPhone: Mayoritas Masyarakat Indonesia Lebih Tertarik Mencari Harga iPhone Model Lama, dibandingkan Harga iPhone Model Terbaru Berdasarkan hasil pengamatan dan data yang dikumpulkan pada 1 minggu setelah peluncuran iPhone 8 dan X, mayoritas provinsi di Indonesia lebih tertarik untuk mengetahui “Harga iPhone 6”, dibandingkan “Harga iPhone X”. 6 dari 10 provinsi dengan UMP tertinggi tahun 2017 lebih tertarik untuk mencari “harga iPhone 6”  dibandingkan dengan iPhone model baru. Beberapa provinsi tersebut adalah DKI Jakarta (Rp 3.355.750), Sulawesi Utara (Rp 2.598.000), Aceh (2.500.000), Sulawesi Selatan (2.500.000), Sumatera Selatan (Rp 2.388.000), dan Kepulauan Riau (Rp 2.358.454). Hal ini dapat terjadi karena harga iPhone X yang terlalu tinggi. Tahun ini Apple membandrol iPhone 8 USD $ 699, iPhone 8 Plus USD $ 799 dan iPhone X USD $ 999. Angka ini merupakan harga jual di Amerika. Ketika barang terebut dikirimkan ke keluar Amerika, harga tersebut akan naik beberapa kali lipat. Di Singapura, harga iPhone X adalah 1.648 SGD atau sama dengan Rp 16,2 juta. Dengan uang sebanyak ini, masyarakat Indonesia bisa menggunakannya untuk DP mobil baru, membeli Mac Book Pro seharga 15 jutaan, modal bisnis dan masih banyak lagi. Temuan mengejutkan lain adalah, “Harga iPhone X” populer di beberapa provinsi yang memiliki UMP lebih rendah seperti Gorontalo (Rp 2,030,000. Urutan ke-14), dan juga Kalimantan Timur (Rp 2,354,800. Urutan ke-10)  iPhone 8 dan X Hanya Populer di Masyarakat Indonesia Pada Saat Hari Peluncuran iPrice juga mengamati data yang ada di Google Trends satu minggu sebelum peluncuran, saat peluncuran, dan satu minggu setelah peluncuran iPhone 8 dan X. Dari data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa iPhone 8 dan X hanya populer pada saat peluncuran yaitu tanggal 13-14 September 2017. Jika kita melihat grafis yang ada, 5 hari sebelum peluncuran, masyarakat Indonesia lebih tertarik mencari “harga iPhone 6” dan “harga iPhone 7” dibandingkan “harga iPhone 8” atau “harga iPhone X”. Popularitas iPhone 8 dan X meningkat tajam pada tanggal 13 September di Indonesia. Hal ini...

Read More
G-SHOCK Rayakan Usia ke 35 Tahun
Sep30

G-SHOCK Rayakan Usia ke 35 Tahun

Terciptanya Casio G-SHOCK dimulai pada tahun 1981 ketika teknisi CASIO yaitu Kikuo Ibe menantang pemikiran awam bahwa jam tangan hanyalah penunjuk waktu yang mudah rusak. Dibutuhkan dua tahun dan 200 prototipe sebelum G-SHOCK diluncurkan pertama kali di tahun 1983, hingga akhirnya mengalami proses evolusi tak terbendung dengan konsep Ketangguhan Tanpa Batas (Absolute Toughness). Advisory Engineer of Product Strategy Planning, Timepiece Product Division, CASIO, Shinji Saito menjelaskan dalam kesempatan bincang-bincang dengan media, “G-SHOCK akan memasuki usianya yang ke-35 di tahun 2018. Perkembangan luar biasa teknologi struktur berongga dengan penutup uretan serta serangkaian teknologi penahan guncangan yang dimiliki G-SHOCK selama ini menjadi faktor utama kecintaan konsumen, dan kami sendiri, terhadap jam tangan kokoh ini. Popularitasnya dimulai di kalangan pekerja outdoor, namun seiring waktu kecintaan itu tumbuh di antara para penggemar olahraga, pekerja fashion bahkan musisi dan seniman lainnya.” Hari ini juga menandakan diluncurkannya seri BIG BANG BLACK di Indonesia. Seri ini merupakan koleksi terbatas dari beberapa model1 G-SHOCK yang disiapkan khusus untuk 1 Empat model G-SHOCK untuk koleksi BIG BANG BLACK adalah MUDMASTER GG-1035A, GA-735A, GA-835A, GA-135A 2 merayakan 35 tahun usia G-SHOCK, dan menampilkan warna hitam matte sebagai varian warna hitam yang merupakan warna simbolis G-SHOCK. Sentuhan akhir matte pada warna dasar hitam ini didapat melalui teknologi perpaduan beberapa partikel khusus sehingga tercipta warna hitam yang terkesan menyerap seluruh cahaya di sekitarnya. Warna emas yang kontras di lempengan penutup jam diukir dengan logo ulang tahun G-SHOCK ke-35 hasil rancangan Eric Haze, seniman grafis terkemuka di dunia. Kesungguhan dalam proses awal kreasi G-SHOCK menjadi pesan penting yang disampaikan oleh Executive Vice President Casio, Hiroshi Nakamura. “CASIO hadir berkat keyakinan empat Kashio bersaudara dalam menciptakan kalkulator listrik pertama di dunia. Ibe dengan inovasi revolusioner G-SHOCK kembali membuktikan semangat pantang menyerah kami dalam menghadapi berbagai tantangan baru. Seandainya orang-orang tersebut memutuskan mundur dari proses penciptaannya masing-masing, maka kami tidak mungkin hadir di sini hari ini,” ujarnya. Perayaan usia G-SHOCK ke-35 nanti juga akan menghadirkan tur Shock the World yang akan dimulai di New York pada 9 November 2017. Tur tersebut akan singgah ke Indonesia tahun 2018, dan didahului dengan We Shock Indonesia pada 9 Desember 2017...

Read More