Deadpool 2 Rilis di Layar Lebar Mei 2018
Jan13

Deadpool 2 Rilis di Layar Lebar Mei 2018

Berselang satu bulan sebelum spin-off Han Solo dirilis, sekuel Deadpool 2 akan dirilis di layar lebar pada Mei 2018 mendatang. Dikutip dari The Hollywood Reporter, Deadpool 2 memiliki jadwal tayang terbaru. Aksi Ryan Reynolds sebagai tokoh anti-hero yang terpukul dengan kekuatan bertahan untuk menyembuhkan dirinya sendiri itu akan menyapa penggemar 1 Juni 2018. Sementara film keluaran Fox yang lain, The New Mutant mundur sepuluh bulan ke tanggal 22 Februari 2019. Sumber menyebut, strategi ini diambil untuk menghindari adanya tumpang tindih dengan film X-Men di bioskop Amerika...

Read More
Inilah Daftar Nominasi BAFTA Awards 2018
Jan12

Inilah Daftar Nominasi BAFTA Awards 2018

British Academy of Film and Television Arts (BAFTA), sebuah acara penghargaan insan perfilman yang cukup bergengsi pada tahun ini akan diadakan di Royal Albert Hall, London, tanggal 18 Februari 2018. Daftar nominasi untuk ajang BAFTA Awards 2018 baru saja diumumkan beberapa saat yang lalu. Film The Shape of Water memimpin dengan 12 kategori. Kemudian Darkest Hourdan Three Billboards Outside Ebbing, Missouri masing-masing mendapat 9 nominasi, sementara itu  Blade Runner 2049 dan Dunkirk mendapat 8 nominasi. Film I, Tonya yang dibintangi oleh Margot Robbie mendapat 5 nominasi, kemudian Call Me by Your Name dan Phantom Threadmendapat 4 nominasi dan Film Stars Don’t Die in Liverpool, Lady Bird serta Paddington 2 mendapat masing-masing tiga nominasi. Berikut daftar lengkap nominasi BAFTA 2018: BEST FILM CALL ME BY YOUR NAME Emilie Georges, Luca Guadagnino, Marco Morabito, Peter Spears DARKEST HOUR Tim Bevan, Lisa Bruce, Eric Fellner, Anthony McCarten, Douglas Urbanski DUNKIRK Christopher Nolan, Emma Thomas THE SHAPE OF WATER Guillermo del Toro, J. Miles Dale THREE BILLBOARDS OUTSIDE EBBING, MISSOURI Graham Broadbent, Pete Czernin, Martin McDonagh OUTSTANDING BRITISH FILM DARKEST HOUR Joe Wright, Tim Bevan, Lisa Bruce, Eric Fellner, Anthony McCarten, Douglas Urbanski THE DEATH OF STALIN Armando Iannucci, Kevin Loader, Laurent Zeitoun, Yann Zenou, Ian Martin, David Schneider GOD’S OWN COUNTRY Francis Lee, Manon Ardisson, Jack Tarling LADY MACBETH William Oldroyd, Fodhla Cronin O’Reilly, Alice Birch PADDINGTON 2 Paul King, David Heyman, Simon Farnaby THREE BILLBOARDS OUTSIDE EBBING, MISSOURI Martin McDonagh, Graham Broadbent, Pete Czernin OUTSTANDING DEBUT BY A BRITISH WRITER, DIRECTOR OR PRODUCER  THE GHOUL Gareth Tunley (Writer/Director/Producer), Jack Healy Guttman & Tom Meeten (Producers) I AM NOT A WITCH Rungano Nyoni (Writer/Director), Emily Morgan (Producer) JAWBONE Johnny Harris (Writer/Producer), Thomas Napper (Director) KINGDOM OF US Lucy Cohen (Director) LADY MACBETH Alice Birch (Writer), William Oldroyd (Director), Fodhla Cronin O’Reilly (Producer) FILM NOT IN THE ENGLISH LANGUAGE ELLE Paul Verhoeven, Saïd Ben Saïd FIRST THEY KILLED MY FATHER Angelina Jolie, Rithy Panh THE HANDMAIDEN Park Chan-wook, Syd Lim LOVELESS Andrey Zvyagintsev, Alexander Rodnyansky THE SALESMAN Asghar Farhadi, Alexandre Mallet-Guy DOCUMENTARY CITY OF GHOSTS Matthew Heineman I AM NOT YOUR NEGRO Raoul Peck ICARUS Bryan Fogel, Dan Cogan AN INCONVENIENT SEQUEL Bonni Cohen, Jon Shenk JANE Brett Morgen ANIMATED FILM COCO Lee Unkrich, Darla K. Anderson LOVING VINCENT Dorota Kobiela, Hugh Welchman, Ivan Mactaggart MY LIFE AS A COURGETTE Claude Barras, Max Karli DIRECTOR BLADE RUNNER 2049 Denis Villeneuve CALL ME BY YOUR NAME Luca Guadagnino DUNKIRK Christopher Nolan THE SHAPE OF WATER Guillermo del Toro THREE BILLBOARDS OUTSIDE EBBING, MISSOURI Martin McDonagh ORIGINAL SCREENPLAY GET OUT Jordan Peele I, TONYA Steven Rogers LADY BIRD Greta Gerwig THE SHAPE OF WATER Guillermo del Toro, Vanessa Taylor THREE BILLBOARDS OUTSIDE EBBING, MISSOURI Martin McDonagh ADAPTED SCREENPLAY CALL ME BY YOUR NAME James Ivory...

Read More
Fakta Menarik dari Film Coco
Jan12

Fakta Menarik dari Film Coco

Rilis 22 November 2017 di bioskop Indonesia, popularitas film Coco tampaknya masih bertahan hingga pengujung akhir tahun 2017. Film animasi besutan Disney Pixar ini memang cukup menyita perhatian. Tak sekadar menampilkan petualangan Miguel, anak laki-laki berusia 12 tahun yang berjuang mewujudkan mimpinya sebagai pemusik, ‘Coco’ menampilkan banyak hal menarik tak terduga, sebagaimana ulasan berikut ini. Kedekatan Nenek dan Cucu Tiada mimpi lain yang ingin diwujudkan Miguel, selain menjadi seorang pemusik. Mimpinya bulat, bagaimana pun ia ingin menjadi musisi seperti idolanya, Ernesto de la Cruz, yang tak lain adalah musisi legendaris Meksiko. Sayangnya mimpi Miguel ditentang keluarganya. Ia dilarang keluarganya bermain musik, kecuali nenek buyutnya yang tak lain adalah Mamá Coco atau Coco. Petualangan di Dua Dunia Siapa kira jika petualangan Miguel selanjutnya bakal lebih seru. Ia menjadi manusia pertama yang berkunjung ke Dia de los Muertos, sebuah dunia yang berisikan arwah orang-orang yang sudah meninggal. Land of the Dead ini menjadi kompilasi dua dunia, selain Land of the Living yang ditayangkan dalam film Coco. Selain itu, latar tempat dalam film ini juga kental dengan budaya Meksiko. Sampai-sampai kota tempat tinggal Miguel pun dibangun secara fiktif dalam film ini sebagai Santa Cecilia. Kental dengan Budaya Meksiko Di Meksiko tradisi menghormati dan mengenang kembali memori anggota keluarga yang telah meninggal dunia, memang terjadi. Tradisi tersebut diberi nama Dia de Muertos. Dalam tradisi ini pula, diyakini jika selain dunia tempat orang-orang hidup, ada dunia berbeda tempat orang yang sudah meninggal. Orang Meksiko percaya jika kedua dunia yang berbeda tersebut, berjalan beriringan secara harmonis. Uniknya, pada satu hari tertentu setiap tahunnya, kedua dunia tersebut menyatu secara ajaib. Penyatuan tersebut digambarkan sebagai reuni keluarga besar lintas dunia. Dengan dipenuhi warna, musik serta suka cita, film Coco berhasil memvisualisasikannya. Dibuat Selama 6 Tahun Guna mewujudkan film Coco, tim Disney Pixar perlu terlebih dulu melakukan kunjungan juga riset langsung di Meksiko. Hal tersebut dilakukan sejak 2011. Bahkan, untuk menghidupkan cerita di dalamnya, pihak Disney Pixar sampai berkonsultasi dengan tim budaya. Hasilnya, sebuah kota fiksi bernama Santa Cecilia mampu diwujudkan secara akurat, seperti museum, pasar, plas, gereja, hingga kuburan pun dibikin secara detail. Kejutan dari Olaf Kejutan lain sebenarnya juga datang, bahkan sebelum film Coco mulai diputar. Benar saja, sebuah film pendek berdurasi 21 menit sengaja ditayangkan lebih dulu. Film tersebut menceritakan petualangan menemukan tradisi keluarga yang hilang, juga munculnya karakter favorit pemenang Oscar 2013. Apalagi kalau bukan Frozen. Momen unik tersebut akan dihadirkan dalam film pendek berjudul Olaf’s Frozen Adventure. Sumber:...

Read More
Trailer Baru Red Sparrow Hadirkan Aksi Spionase Keren
Jan09

Trailer Baru Red Sparrow Hadirkan Aksi Spionase Keren

20th Century Fox akhirnya merilis sebuah trailer baru dari film spionase., Red Sparrow setelah sehari sebelumnya meluncurkan sebuah teaser dan poster keren bernuansa merah. Trailer baru ini menampilkan berbagai aksi mata-maa yang cukup menegangkan dan kita dapat melihat karakter yang diperankan oleh Jennifer Lawrence bertransformasi menjadi seorang pembunuh dan mata-mata handal yang kemudian menjadi double agent. Diarahkan oleh sutradara Hunger Games, Francis Lawrence, Red Sparrow juga dibintangi oleh Joel Edgerton, Matthias Schoenaerts, Charlotte Rampling, Mary-Louise Parker dan Jeremy Irons. Dalam film ini Lawrence memerankan Dominika Egorova, mantan bellerina yang terpaksa pensiun dini karena cedera serius.  Sebagai anak perempuan yang benar-benar mengabdikan diri pada ibunya, dia kemudian dimanipulasi untuk menjadi Red Sparrow, seorang yang dilatih untuk menggunakan tubuh dan pikirannya sebagai senjata. Dominika kemudian tampil sebagai yang terbaik dari kelompok ini setelah melalui proses pelatihan keras dan berbahaya. Ia kemudian harus menjalani berbagai misi yang “terpaksa” harus dilakukannya. Kemudian ia bertemu dengan seorang agen CIA (Joel Edgerton) dalam sebuah misi dan mengharuskannya untuk menjalankan misi tersebut bersama dengan-nya. Film ini akan dirilis pada 2 Maret 2018...

Read More
Festival Film Dokumenter 2017 ‘Post-Truth’ Resmi Digelar
Dec11

Festival Film Dokumenter 2017 ‘Post-Truth’ Resmi Digelar

Mengusung Post-Truth sebagai tema utama festival melalui program Perspektif. Gelaran Festival Film Dokumenter (FFD) 2017 resmi digelar pada Sabtu, 9 Desember 2017 di Societet, Taman Budaya Yogyakarta. Rangkaian acara yang akan digelar pada 9 – 15 Desember 2017 mendatang ini mencoba untuk menawarkan pertanyaan akan kebenaran melalui film-film dokumenter yang disajikan pada program pemutarannya. Dibuka oleh film The Village’s Bid For UFO (Takuro Kotaka, 2017) dengan narasi atas apa yang terjadi di Suzu, sebuah desa kecil di Jepang, di mana banyak UFO (Unindentified Flying Object) tak terhitung jumlahnya melintasi langit dan mayoritas penduduk yang percaya bahwa UFO dan manusia bisa hidup berdampingan dengan harmonis. Post-Truth diangkat sebagai tema festival untuk merespon kebenaran di masa ini, ketika kebenaran bukan lagi tentang apa yang terjadi di lapangan, melainkan segala yang sesuai dengan persepsi masing-masing personal. Tahun ini, FFD digelar di tiga tempat: Taman Budaya Yogyakarta, IFI-LIP Yogyakarta, dan Langgeng Art Foundation dan dibagi ke dalam empat agenda utama, yakni: Kompetisi, Pemutaran Utama, Parsial, dan Lokakarya Film Kritik. Pada program Kompetisi, FFD menerima 43 film kategori Dokumenter Panjang Internasional, 85 film kategori Dokumenter Pendek, dan 24 film kategori Dokumenter Pelajar. Juri yang terlibat dalam kompetisi Dokumenter Panjang tahun ini antara lain: Ronny Agustinus (Pendiri Ruangrupa, pengelola Marjin Kiri), Anna Har (Produser dan Direktur Freedom Film Festival), serta Sandeep Ray (Sutradara film “Royal Bengal Rahasya” asal India). Dari Dokumenter Pendek melibatkan tiga orang juri, yaitu: Antariksa (Pendiri KUNCI Cultural Studies), Thomas Barker (Asisten Professor Film dan Televisi University of Nottingham Malaysian Campus), dan Vivian Idris (Aktris dan Produser). Sedangkan, Dokumenter Pelajar dengan juri: Irfan R. Darajat (Peneliti LARAS), Jason Iskandar (Sutradara film “Seserahan”), dan Steve Pillar Setiabudi (Sutradara film dokumenter “Tarung”). Agenda pemutaran dibagi ke dalam lima program dengan total 78 film dari 17 negara, yaitu: Perspektif, Spektrum, Dear Memory, program spesial: 5 Pulau / 5 Desa, dan Parsial. Perspektif merupakan program utama non-kompetisi yang mengacu pada tema festival. Spektrum hadir sebagai suguhan FFD atas keragaman film-film dokumenter di dunia yang pada tahun ini mengambil Retrospektif dari karya Mark Rappaport. Sebuah usaha FFD untuk membangun keterlibatan penonton dalam proses menelaah, dan merenungkan baik wacana, kesadaran menerima impresi serta narasi yang dari film Rappaport yang berisi potong-potongan film populer. Dear Memory mencoba melihat bagaimana memori direpresentasikan lewat penceritaan visual, teks, dan audio dalam film dokumenter. Program ini dibagi ke dalam dua perspektif yang berbeda, yakni: Dear Memory: Kebersituasian, dan Dear Memory: Kepingan Masa Lampau. Doc Music, melalui tajuk Discover: Dokumenter Musik dan Komunitas mencoba menjadikan film dokumenter sebagai medium untuk kembali membicarakan musik melalui film-film pilihan seperti: Ruang Rupa Radio of Rock Tour Serial 2 (Henry Foundation, 2017), Metal in Egypt (Luca Tommasini &...

Read More
Tidak Lama Lagi Disney Akan Akuisisi Fox
Dec08

Tidak Lama Lagi Disney Akan Akuisisi Fox

Sumber: Cinemags Sepertinya proses merger antara Disney dan Fox mungkin akan benar-benar terjadi. Awal bulan November lalu, sebuah rumor (yang kemudian terbukti kebenarannya) mengenai keinginan The Walt Disney Company (Disney) untuk membeli sebagian besar asset 20th Century Fox seperti Fox Television dan 20th Century Fox movie studio serta FX Networks, National Geographic, Star dan Sky. Sebuah laporan terbaru dari CNBC mengatakan bahwa kedua belah pihak telah melanjutkan kembali perundingan-nya. Dan menurut outlet berita ini kedua belah pihak sudah hampir mencapai kesepakatan serta sudah mendekati nilai transaksi yang diperkirakan dapat mencapai $60 miliyar. Sepertinya mingu depan mereka sudah dapat mencapai kesepakatan dan mengumukkan hasilnya ke publik. Namun menurut rumor yang beredar, Fox News, jaringan penyiaran Fox, media lokal dan media olah raga Fox tidak termasuk dalam perundingan tersebut dan tetap dalam naungan kerajaan bisnis Fox. Disney yang sudah memiliki ABC serta ESPN tidak ingin mengakuisisi media olah raga Fox karena akan dituduh melakukan praktek monopoli. Apa saja yang apat diharapkan oleh para penggemar jika Disney dapat merealisasikan mega merger ini? Sudah pasti franchise X-Men dan Fantastic Four dapat “pulang” kembali ke Marvel Studios. Disney dipastikan akan mendapatkan berbagai franchise kelas berat seperti Alien, Predator, Planet of the Apes, Kingsman, Die Hard dan Avatar. Dan kepemilikan film Star Wars: A New Hope sudah pasti akan dikemlaikan kepada Lucasfilm. Jika akuisis ini benar-benar terjadi maka hal ini juga akan menjadi sebuah keuntungan besar bagi bisnis siaran streaming baru dari Disney. Penambahan konten-konten yang didapatkan dari Fox akan menambah besar daya...

Read More