Wes Anderson Kerjakan Film Terbarunya “Isle of Dogs”
Mar25

Wes Anderson Kerjakan Film Terbarunya “Isle of Dogs”

Wes Anderson akhirnya kembali berkecimpung di industri film dan saat ini sedang mengerjakan film terbarunya di London yang berjudul “Isle of Dogs”. Film ini menggunakan teknik animasi stop-motion seperti film terdahulunya “Fantastic Mr. Fox” yang dirilis tahun 2009.   Inspirasi Anderson dalam mengerjakan proyek film ini datang dari tayangan televisi natal di Amerika Serikat dan juga sosok seorang Akira Kurosawa. “Penggunaan teknik stop-motion dalam “Isle Of Dogs” ini memang terinspirasi dari karya-karya dari Kurosawa,” jelas Anderson. Rencananya film yang dikerjakan oleh rumah produksi Fox Searchlight ini akan dirilis pada tahun 2018 mendatang. Film ini juga akan melibatkan Bill Murray, Tilda Swinton, Jeff Goldblum, Edward Norton, Greta Gerwig, Scarlett Johansson, Bryan Cranston dan juga istri mendiang  John Lennon, Yoko Ono sebagai pengisi...

Read More
Penayangan dan Sharing Session Film Dokumenter “Bising”
Mar18

Penayangan dan Sharing Session Film Dokumenter “Bising”

“Bising” merupakan sebuah film dokumenter scene musik eksperimental dan noise Indonesia yang dirilis pada tahun 2014 silam karya Adythia Utama. Film ini menceritakan perjalanan musik eksperimental dan noise di berbagai kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Bekasi, dan Yogyakarta. Selain menampilkan geliat scene musik noise, “Bising” juga menyajikan wawancara dengan para pelaku musik noise dan juga pengamat musik. Film yang digarap dari tahun 2010 hingga 2014 ini juga menampilkan wawancara dengan beberapa pelaku noise luar negeri, seperti Kiyasu “Sete Star Sept”, Sebastien Lemonon, DJ Urine, dan Kazuhisa Uchihasi. Sebelum ditayangkan di Indonesia, “Bising” telah terlebih dahulu ditayangkan di beberapa negara, mulai dari Korea Selatan, Swiss, Jepang, Hongkong, hingga Kroasia. Pada akhir pekan ini, tepatnya Minggu tanggal 19 Maret 2017, Maternal Disaster bekerja sama dengan Norrm akan menggelar pemutaran (screening) film “Bising” yang juga akan ditemani sharing session bersama Adythia Utama (director), Riar Rizaldi (co-director), Herry Sutresna sebagai moderator, dan juga penampilan dari Riar Rizaldi. Screening akan berlangsung di Spasial (Jl Gudang Selatan no 22, Bandung) mulai pukul 16:00 –...

Read More
Film-Film Studio Ghibli Akan Tayang di Indonesia
Mar17

Film-Film Studio Ghibli Akan Tayang di Indonesia

Film-film terpopuler Studio Ghibli, studio animasi pemenang Academy Award asal Jepang, akan ditayangkan di 45 layar bioskop di 17 kota seluruh Indonesia. Perilisan film-film tersebut di bioskop Indonesia diprakarsai oleh Kaninga Pictures dan Hakuhodo DY media partners, dengan Studio Ghibli sebagai pemberi lisensi, bekerjasama dengan jaringan bioskop terbesar di Indonesia, Cinema 21. Ini akan menjadi kesempatan pertama untuk menonton mahakarya Studio Ghibli di bioskop, karena sebelumnya film-film Studio Ghibli hanya ditayangkan secara terbatas di kota tertentu atau pada acara khusus seperti festival film dan pekan kebudayaan. Mulai bulan April sampai September 2017 (kecuali bulan Juni bertepatan dengan Ramadan), penggemar bisa menikmati film-film terlaris dari Studio Ghibli, mulai dari Spirited Away yang dianugerahi gelar Film Animasi Terbaik (Best Animated Feature Film) pada Academy Award (piala Oscar) tahun 2003, disusul oleh My Neighbor Totoro, Ponyo on the Cliff by the Sea, Princess Mononoke, dan Howl’s Moving Castle. Untuk informasi lebih lanjut mengenai kota, lokasi bioskop, jadwal penayangan, dan harga tiket, bisa langsung diakses melalui www.worldofghibli.id. Tiket sudah bisa dibeli secara online di situs yang...

Read More
Film Musik Makan: Tahun Keempat Yang Penuh Corak
Mar07

Film Musik Makan: Tahun Keempat Yang Penuh Corak

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Film Musik Makan (4/3) kembali menghadirkan beragam sajian istimewa. Sajian-sajian yang tidak hanya memanjakan lidah, namun juga mata, dan telinga. Di tahunnya yang keempat ini, masih berlokasi di Goethe Institut, Kolektif Film menghadirkan 3 film panjang dari Indonesia dan Singapura, kurasi makanan mulai dari Mie Ayam Kecombrang, Lumpia Semarang, hingga Babi Panggang, serta tidak ketinggalan musik yang didendangkan oleh Pandai Besi. Film-film Tentang Keberagaman di Asia Tenggara Pengalaman yang menyenangkan bagi siapapun yang hadir pastinya bisa menyaksikan 2 film untuk pertama kalinya. Yakni Apprentice yang pertama kalinya diputar di Indonesia, serta peluncuran film panjang pertama Wicaksono Wisnu Legowo (terlibat dalam film Pendekar Tongkat Emas) yakni Turah yang juga diproduseri oleh Ifa Isfansyah. Selain itu, pemenang Best Asian Feature di Salamindanaw Asian Film Festival 2016; yaitu Ziarah karya BW Purba Negara turut hadir sebagai film pembuka acara ini. Dari 2 film Indonesia yang ditampilkan, tidak ada satupun yang skenarionya memakai bahasa Indonesia. Keduanya sama-sama memakai bahasa daerah sesuai latar belakang tempat yakni Ziarah yang berlokasi di Gunung Kidul, serta Turah yang berlokasi di Tegal. Begitupun dengan Apprentice yang juga menggunakan bahasa Melayu pada karakter-karakter tertentu.  Dialog dengan bahasa daerah asli ini berhasil memperkuat karakter serta mendukung kedalaman ceritanya. Hal ini juga memperkaya otentisitas dalam film sehingga mempermudah penonton dalam memahami nuansa dalam cerita tersebut. Ketiga film tersebut pun kompak menceritakan kisah karakter yang berangkat dari sisi lain sebuah negara. Bukan bercerita tentang bingar Jakarta, dan bukan pula bicara tentang Orchard Road dan Gardens By The Bay. Seperti film Ziarah, BW mengisahkan kisah perjalanan dan perjuangan Mbah Sri (diperankan oleh Mbah Ponco) dalam mencari makam suaminya yang tidak pulang lagi setelah ikut perang. Ziarah memberikan potret dari sisi lain seorang pejuang negara dan bagaimana rakyat berkelit dan mengelola kisah masa lalu. Film ini juga memperlihatkan bahwa sejarah memiliki beragam versi, serta kerumitan tersendiri dalam mengurainya. Tidak hanya cerita dalam film yang menimbulkan beragam perasaan, tapi kisah produksinya sendiri yang mengharuskan BW dan kru untuk bekerja dengan seorang aktris amatir berusia 95 tahun ini juga lah yang menarik. Dalam forum diskusi selepas pemutaran film, BW bercerita bahwa dengan segala keterbatasan dan rintangan, akhirnya semangat dari Mbah Ponco sendiri yang membuat beliau berhasil melewati proses syuting pertamanya itu. Film kedua, yaitu Apprentice mengisahkan cerita tentang algojo dan bagaimana seorang pemuda bertarung dengan ingatannya sendiri. Film arahan Boon Junfeng ini memperlihatkan sisi lain dari Singapura, seperti bagaimana kelas hirearki dalam sebuah institusi, bagaimana masyarakatnya menyikapi hukuman mati dari sudut pandang yang berbeda-beda, juga bagaimana kondisi sosial warga kelas duanya. Pada forum tanya jawab, Raymond Phatahanavirangoon (produser dari Apprentice) menuturkan bahwa tidak sedikit masyarakat Singapura yang setuju dengan hukuman mati ini. Hal...

Read More
Deadpool Rilis Film Pendek Misterius
Mar05

Deadpool Rilis Film Pendek Misterius

Kamu tentu tahu tentang Deadpool, tokoh yang sukses jadi salah satu jagoan Marvel terfavorit setahun belakangan ini. Keberhasilannya di layar perak membuat sosok Wade Wilson semakin dikenal luas oleh khalayak ramai. Semalam (4/03) sekitar pukul 24:00 WIB, Ryan Reynolds, mengunggah sebuah video menarik di akun YouTube-nya. Video berdurasi 3 menit 41 detik itu bercerita tentang salah satu hari dalam kehidupan seorang Deadpool. Kebetulan si anti hero sedang jalan-jalan waktu melihat seorang bapak tua tengah diserang penjahat. Dengan niat agar bisa lebih menyerupai jagoan sejati, Wade Wilson segera bertekad menolong si bapak tua dengan berganti kostum terlebih dahulu di dalam sebuah bilik telepon umum. Film pendek ini selain menghibur tapi juga penuh dengan easter egg (konten bonus yang biasanya berisi rujukan ke lelucon atau informasi menarik). Coba tebak apa aja yang diam-diam disisipkan Deadpool dalam film pendeknya ini? The Adobe Flash Player is required for video playback.Get the latest Flash Player or Watch this video on...

Read More
Galih dan Ratna Hadirkan Wajah Baru
Mar05

Galih dan Ratna Hadirkan Wajah Baru

Film Galih dan Ratna yang akan tayang perdana pada tanggal 09 Maret 2017 mendatang merupakan remake dari film legendaris Gita Cinta dari SMA. Film ini diperankan oleh Refal Hady dan Sheryl Seinafia sebagai pemeran utama dan merupakan bintang-bintang baru di industri film Indonesia. Selain kedua pemeran utama, ada beberapa pemain lain seperti Marissa Anita, Joko Anwar, Indra Bekti, Indra Birowo, Anneqe Bunglon, Rain Chudori, Anggis Dinda, Sari Kuswoyo, Stella Lee, Agra Piliang, Reza Rachman, dan Hengky Tornado. Selain itu ada dua pemeran utama dari film Gita Cinta dari SMA yang ikut bermain dalam film ini yaitu Rano Karno dan Yessy Gusman. Munculnya bintang-bintang baru pada film Galih dan Ratna bukanlah hal yang disengaja dilakukan sang sutradara, Lucky Kuswandi. “Saya memilih Sheryl dan Refal karena kecocokan mereka terhadap peran Galih dan Ratna. Sama seperti yang lainnya pula. Seperti Erlin yang diperankan oleh Stella Lee yang merupakan seorang beauty blogger. Proses castnya juga panjang” Kata Lucky dalam Press Conference di Senayan City (27/02). Film ini banyak mengedepankan tentang cinta, passion dan musik yang dapat menyatukan Galih dan Ratna yang bertolak belakang dalam hal sifat. Galih seorang filosofis, sedangkan Ratna seorang Millenial. Selain itu, film ini juga melibatkan sejumlah musisi papan atas seperti GAC, Rendy Pandugo, White Shoes and the Couple’s Company, Sore dan beberapa musisi...

Read More