Ikon Grunge Kota Bandung? Freak!
Sep05

Ikon Grunge Kota Bandung? Freak!

Bicara tentang Freak, selalu ada saja hal yang menarik untuk dibahas dari band Post Grunge asal Bandung ini. Selain di scene Grunge, band ini juga sudah malang melintang di kancah musik bawah tanah Bandung khususnya. Band yang memulai debut albumnya pada tahun 2003 yang berjudul “It Seems”, rilisan kaset pita album tersebut sekarang sudah jadi buruan para kolektor kaset pita. Jika ada yang menjual album itu sekarang bisa 5 kali lipat lebih mahal daripada harga jualnya dulu. Sampai saat ini Freak sudah menelurkan 5 buah Album, diantaranya: “Duniaku” (2006), “Peace Please Peace” (2009), “I’m A Freak” (2015) dan yang terbaru adalah “Revelation Of Universe” (2016). Dan beberapa rilisan  album kompilasi pernah mereka hasilkan, diantaranya ada lagu yang mereka dedikasikan untuk para korban perang di Palestina, yang berjudul “Here We Are Now” (Kompilasi Interaksi Hati jilid #1, 2009), ada juga lagu “To Dearest God” (We Are Grunge Internasional Compilation, 2010), “I Want You Here” (KickFest VA3/3, 2012 ; Hellprint United Day #3, 2012 ; RIOTIC compilation, 2015), “This Is” (KickFest VA2/5, 2013 ; Grunge Is Dead 2, 2015) dan “Faith” (Let’s Go Video Show, 2014). Berbanding lurus dengan karya-karya bagus yang mereka ciptakan, beberapa penghargaan pun pernah mereka raih. Ketika dulu MTV masih merajai televisi, dan menjadi Chanel favorit para kaum muda pada saat itu, lagu Freak yang berjudul “Black Cloud”, yang ada di album ‘It Seem’ sering diputar di MTV, bahkan Video Clip “Black Cloud” ini menjadi video clip 3D Pertama di Indonesia (versi MTV WOW, 2003), dan di tahun yang sama lagu “Black Cloud” juga sempat menjadi Top Chart di beberapa radio. Selain “Black Cloud”, ada beberapa lagu Freak yang lain, yang juga pernah merajai chart radio, seperti “Go Away” (Artis Of The Month di Ardan 105.9 FM Bandung, 2006), lagu “To Dearest God” (Artis Of The Month – Prambors), “Peace Please Peace” (Artis Of The Month – Autoradio 88.9 FM, 2010), “Peace Please Peace” (Artis Of The Month – Global Radio), “I Want You Here” (Artis Of The Month – Kuta Radio Bali, 2012). Selain merajai top chart, prestasi teranyar Freak adalah di  lagu “Walk This Way”, yang menjadi #3rd Winner Envolet Macadam Planetrox Indonesia, 2015. Melihat semua prestasi yang sudah diraih oleh Freak selama ini, rasanya tidak berlebihan jika Freak layak menjadi Icon Grunge Bandung, atau mungkin menjadi Brand Ambassador Grunge Bandung. Karena karya-karya Freak yang bagus, maka banyak penghargaan yang telah diraih, dan banyak tawaran manggung di berbagai daerah, bahkan tawaran manggung di luar negeri. Mungkin ketika Freak sedang manggung di luar kota Bandung atau munking di luar negeri. Pasti selalu ada pertanyaan seperti ini, “Wah perfom Freak keren ya, band dari mana sih?”. Nama...

Read More
Musik Jazz Membuat Pola Konsumsi Makanan Meningkat
Aug26

Musik Jazz Membuat Pola Konsumsi Makanan Meningkat

Tidak ingin makan terlalu banyak? sebaiknya jangan makan sambil mendengarkan musik jazz. Sebuah penelitian mengungkap  masakan yang dimakan sambil mendengarkan musik jazz akan terasa lebih enak. Hasil ini ditemukan oleh peneliti dari University of Arkansas. Mereka melakukan percobaan dengan memutarkan beberapa jenis musik antara lain musik klasik, jazz, hip hop, dan rock, pada partisipan yang sedang makan. Mereka menemukan bahwa partisipan yang mendengarkan jazz merasa makanan mereka lebih memuaskan dan terasa lebih enak. Partisipan juga mengonsumsi lebih banyak makanan ketika mendengarkan musik jazz, seperti dilansir oleh Daily Mail. “Orang biasanya mengonsumsi makanan sambil mendengarkan musik. Meski mereka kadang tak memperhatikan musik yang didengarkan ketika makan, namun efek musik tersebut bisa berpengaruh terhadap cara kerja sensor saraf saat merasakan masakan,” ungkap peneliti....

Read More
Soundcloud Dikabarkan Akan Tumbang Dalam Beberapa Bulan Kedepan
Jul14

Soundcloud Dikabarkan Akan Tumbang Dalam Beberapa Bulan Kedepan

Soundcloud, sebuah rumah bagi jutaan musisi di seluruh dunia selain MySpace di era 2000 an untuk mengunggah karya audionya secara gratis ini nampaknya sedang bernasib buruk di tahun 2017 ini. Saat ini Soundcloud telah menutup kantor mereka di London dan memberhentikan sekitar 40 persen staf nya pekan lalu. Dikutip dari TechCrunch, pendiri Soundcloud Eric Wahlforss dan Alex Ljung melalui konferensi video mengungkapkan bahwa layanan tersebut masih dapat bertahan kurang lebih selama 50 hari kedepan. Jika hal ini merupakan akhir dari Soundcloud, maka tak ayal akan memberikan pengaruh yang cukup besar di industri musik dunia, terutama para musisi yang ingin menyebarkan karya musiknya secara gratis di internet. “We need to ensure our path to long-term, independent success. And in order to do this, it requires cost cutting, continued growth of our existing advertising and subscription revenue streams, and a relentless focus on our unique competitive advantage: artists and creators.” – Alex...

Read More
Museum Hip Hop Akan Dibangun di New York
Jun23

Museum Hip Hop Akan Dibangun di New York

Tahun depan, sebuah museum yang cukup unik akan dibangun di kota New York. Museum ini akan khusus memamerkan hal-hal mengenai musik, khususnya musik hip hop. Dilansir situs NME, museum itu akan dibangun oleh sebuah organisasi nonprofit. Nantinya museum akan berlokasi di 125th street, Manhattan atau dikenal sebagai jalan utama dari Harlem. Bukan tanpa alasan, Harlem adalah suatu daerah tempat tumbuh berkembangnya para rapper-rapper ikonis dunia, mulai dari Q-Tip, A$AP Rocky, Puff Daddy, sampai Cam’ron dan Kelis. Pembangunan museum ini akan berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama meliputi galeri, biro pengunjung, toko suvenir, kafe, dan museum di lantai dua. Pada tahap ke-dua, gedung museum itu juga akan menjadi sebuah lokasi yang terintegrasi dengan hotel, mal, arena olahraga, bahkan tempat konser. Saat ini The Big Apple itu punya ratusan museum yang merupakan rumah bagi seni dan budaya internasional. Sejauh ini New York memiliki beragam museum, diantaranya Museum of Sex, Queens Museum, Skyscrapper Museum, Museum of Jewish Heritage, hingga Museum of Chinese in...

Read More
Memaknai Efek Muatan Lirik Terhadap Penggemar di Project Audioview
Jun07

Memaknai Efek Muatan Lirik Terhadap Penggemar di Project Audioview

Seiring berkembangnya media sosial dan semakin banyaknya komunitas yang bergerak di bidang hiburan terutama musik, hari ini semakin bebas pula ruang gerak pengkarya dalam bekarya. Hal ini secara tidak langsung telah menciptakan trend dalam dunia keseharian dan menjadi gaya hidup pemuda hari ini. Semua tidak terlepas dari kacamata sosial, paradigma hingga pemahaman ideologi hidup, yang serta merta menjadikan kritik dalam pengkaryaan. Audioview adalah ruang untuk mencari detil muatan dari sebuah lirik lagu. Sebuah peristiwa tentang bagaimana lagu diciptakan hingga menjadi lirik yang bisa berpengaruh dalam sebuah komunitas sosial. Proyek yang dimulai pada tahun 2017 ini merupakan bentuk kolaborasi dari KANALTIGAPULUH dan KALARUPA Project. Berbentuk proyek audio visual dalam rupa dokumenter pendek dan live session, diharapkan Audioview dapat menjadi penjembatan dari pada musisi kepada para penggemarnya mengenai makna dari musik mereka yang diamini oleh banyak orang karena cukup banyak penggemar musik di Indonesia yang terpengaruh dalam hal gaya hidup di komunitas sosial mereka karena terinfluence oleh musisi idolanya. Hingga saat ini sudah 2 musisi yang didokumentasikan pertunjukan live nya oleh Audioview,  yaitu salah satu pioner Oi!/Streetpunk di Indonesia yang terbentuk pada tahun 1994 di kota Malang, No Man’s Land dan Jason Ranti, musisi asal Jakarta yang liriknya dikenal nyeleneh dengan kritik sosial mengenai kehidupan sehari-hari di masyarakat. The Adobe Flash Player is required for video playback.Get the latest Flash Player or Watch this video on...

Read More
Black Metal: Musik Keras dengan Suara Kegelapan
May27

Black Metal: Musik Keras dengan Suara Kegelapan

Banyak dari kita yang menyimpulkan musik keras yang satu ini identik dengan kegelapan dan satanisme. Meskipun jauh dari negara asalnya Norwegia, di Indonesia komunitas dan band Black Metal hingga saat ini masih berkembang dengan cukup pesat. Pada awalnya istilah “Black Metal” muncul di tahun 1982, dimana nama tersebut adalah nama album dari band Thrash metal asal U.K yang bernama VENOM. Sebagai band pertama di dunia yang mempopulerkan musik tersebut, nama black metal pun kemudian diidentikkan dengan salah satu aliran dari musik keras ini. Peter Beste, seorang fotografer asal Houston, Texas telah menghabiskan waktu selama 8 tahun untuk menyelami subkultur black metal di Norwegia. Peter dalam bukunya True Norwegian Black Metal (Vice Books, 2008) menyatakan bahwa black metal adalah subkultur yang berangkat dari heavy metal, paganisme, dan kemarahan remaja pada era 80an. Memasuki era 90an, subkultur ini kemudian berubah tidak hanya sekedar musik namun menjadi simbol perlawanan yang lebih ekstrim, seperti pembunuhan, bunuh diri, penistaan makam, hingga pembakaran gereja. Para pengikut subkultur black metal juga menolak budaya modern. Mereka cenderung memuja dewa-dewa kuno dari daratan Skandinavia dan juga penolakan pada sistem kristenisasi di Eropa. Selain itu subkultur black metal identik dengan aksi panggungya. Berbagai tindakan kontroversial kerap dilakukan diatas panggung, seperti meminum darah, mulitasi kepala hewan (biasanya domba, kambing ataupun babi). Selain itu mereka menggunakan atribut-atribut anti christ seperti pentagram dan juga mengecat wajahnya agar menyerupai mayat (corpse paint). Kasus besar sempat muncul akibat perseteruam black metal Norwegia dengan Finlandia, yang berujung dengan aksi bunuh diri Per Yngve Ohlin dari band Mayhem dan kasus pembunuhan pemilik label black metal pertama di dunia yang juga personel dari band Mayhem, Oystein Aarseth oleh Varg Vikernes. Perkembangan Black Metal di Indonesia Di Indonesia sendiri, band black metal masih identik dengan budaya dan tradisi daerah tempat mereka berkembang yang kemudian menjadi sebuah bentuk wajah dan identitas baru. Di Yogyakarta sebagai contohnya, Mystis merilis sebuah album bertajuk ‘Spirit of Merapi Forest’ dimana album ini mengangkat tema-tema kejawen yang masih cukup kental di tanah Jawa. Dalam attitude black metal di Indonesia juga sangat berbeda dengan di Eropa, karena sama sekali tidak ada pembunuhan, pemujaan terhadap setan, pembakaran gereja ataupun penghujatan terhadap Kristus. Band black metal yang dianggap cukup hipster di Indonesia (karena mengganti huruf U dengan V – aksen Skandinavia), Bvrtan (Buruh Tani) malah mengusung konsep yang berbeda lagi. Tema yang diangkat oleh band ini seputaran agrikulturalisme. Judul lagu yang mereka gunakan juga cenderung jenaka, seperti “Pacul Pusaka Dari Pak Kades” ataupun “Musnahlah Panen Raya Tahun Ini Yang Membuat Kami Tidak Bahagia”. Seperti band black metal pada umumnya, Bvrtan tidak pernah menunjukkan identitas asli para personelnya. Mereka menggunakan istilah Pak Kades sebagai vokalis, Tvkang Pacvl sebagai drummer...

Read More