Tommy Cash, Pemuda Estonia Yang Merubah Kultur Hip Hop Dunia
May27

Tommy Cash, Pemuda Estonia Yang Merubah Kultur Hip Hop Dunia

Estonia, sebuah negara kecil yang telah mengalami invasi dari  Denmark, Jerman, Swedia dan Rusia menikmati masa kemerdekaan yang singkat pada awal abad ke-20 sampai akhirnya mengumumkan kemerdekaan sebagai Republik Estonia pada tahun 1991. Sekarang dapat kita bayangkan disana telah terlahir seorang anak laki-laki pada saat itu, dim masa ketika Estonia sedang membangun budayanya dari nol setelah cengkeraman rezim Soviet. Anak laki-laki ini tumbuh dan tinggal di sebuah kap mesin mobil  yang saat itu Tallinn, Ibukota Estonia masih menjadi wilayah kekuasaan Rusia. Saat tumbuh dewasa, si bocah ini mulai mendengarkan Kanye West sambil duduk di tempat tidurnya. Dia pergi ke sekolah tapi dia  merasa asing dan menjadi seorang  penyendiri, hingga akhirnya dirinya menemukan rasa kebebasan melalui tarian, melalui fashion dan akhirnya melalui musik hip hop. The Adobe Flash Player is required for video playback.Get the latest Flash Player or Watch this video on YouTube. Anak laki-laki ini adalah Tommy Cash. Karya yang dibawakannya tidak jauh dari cerita kelam di masa kecilnya, dimana banyak terjadi konflik SARA dan dunia kegelapan lain yang dia gambarkan dalam karya musiknya tanpa rasa takut sedikitpun, dan ini merupakan suatu bentuk “pemberontakan” yang di Estonia sendiri hal itu sangat jarang terjadi. Lingkungan tempat tinggalnya yang chaos ternyata membentuk pola berkarya Tommy. “Saya selalu menjadi penyendiri,” ujarnya. “Saya  mendengarkan musik yang tidak didengarkan anak-anak lain. Saya selalu menyalakan mp3 player saya, memainkan musik yang aneh.” Kanye West bisa dibilang merubah jalan hidup saya.  “Kanye selalu mendorong saya dengan liriknya. – ‘terus mengejar impianmu’, hal seperti itu – dan itu benar-benar mendorongku untuk mengejar apa yang ingin kulakukan. ” kenangnya. Ketika kamu mencari tau mengenai Tommy di internet, hal pertama yang muncul di kepala adalah berasal dari belahan bumi sebelah mana orang ini. Karya Tommy memang sangat unik, mulai dari musiknya, liriknya dan visual sinematik pada video-videonya. Dalam urusan fashion (karena hip hop memang dekat dengan subkultur tersebut), Tommy bekerjasama dengan seorang desainer muda bernama  Gosha Rubchinskiy, yang pada awalnya hanyalah seorang tukang jahit jalanan dan kini sudah menjadi terkenal di daratan Eropa Timur. Pada akhirnya, Tommy bukan hanya seorang rapper. Dia merupakan simbol individualitas. DJ Premier pernah berkata, “Ini semua tentang menjadi orisinil dan memiliki gayamu sendiri. Itulah yang terpenting dalam berkarya, pun dalam musik  hip-hop. ” Saat ini ada  begitu banyak referensi hip-hop di dunia untuk “menjaganya agar tidak berubah” selama bertahun-tahun. Namun  Tommy muncul dengan merubah semua budaya usang itu dengan ciri khasnya sendiri tanpa terbantahkan lagi. The Adobe Flash Player is required for video playback.Get the latest Flash Player or Watch this video on...

Read More
10 Tips Menikmati Konser Impian di Luar Negeri untuk Pekerja Millennial
Apr19

10 Tips Menikmati Konser Impian di Luar Negeri untuk Pekerja Millennial

Kontributor: Indah Mustika Sari Menonton secara langsung konser band favorit merupakan impian besar bagi banyak pecinta musik, terutama band-band internasional papan atas yang seringkali mengadakan tur dunia ke berbagai negara. Sebut saja Coldplay yang kebetulan pada bulan April ini keliling negara-negara Asia untuk menggelar tur dunianya. Sayangnya, Indonesia bukan salah satu negara yang dihinggapi oleh band legendaris yang sudah berjalan lebih dari 20 tahun tersebut. Euforia menonton konser di luar negeri mendadak heboh karena orang-orang Indonesia berlarian ke Singapore, Thailand, Korea Selatan, dan negara lainnya demi melihat langsung band impian mereka. Termasuk saya pribadi yang rela menabung untuk menonton konser Coldplay di Bangkok, Thailand pada 7 April lalu. Hal menarik yang saya temui adalah nampaknya orang-orang yang rela terbang jauh demi menonton konser adalah para first jobber dan pegawai dari kaum millennial. Tentunya sebagai seorang karyawan entry-level, kita memiliki waktu dan budget yang terbatas untuk menonton konser impian apalagi jika konser tersebut diadakan di luar Indonesia. Dengan inilah, saya ingin berbagi tips bagi para pekerja millennial seperti kita untuk bisa menikmati konser di luar negeri dengan nyaman. Beli tiket dan cari teman untuk nonton bareng Persiapan paling awal dan krusial saat berniat menonton konser adalah membeli tiket konsernya terlebih dahulu. Di antara kalian pasti pernah mengalami hunger games saat membeli tiket Coldplay di Singapore dan Bangkok pada bulan Desember 2016 lalu. Saya pribadi berpikiran “Beli dulu tiketnya! Ke depannya bisa dipikirin nanti”. Selain itu, usahakan kita memiliki teman untuk menonton konser bareng agar perjalananmu semakin seru dan bisa berbagi ongkos tempat menginap. Rancang itinerary perjalanan Setelah mendapatkan tiket konser, hal lain yang harus diperhatikan adalah membeli tiket pesawat jauh-jauh hari. Karena semakin mendekati hari-H maka harga tiket pesawat akan semakin melunjak. Tentukan tanggal pulang-pergi sebelum membeli tiket pesawat dan pikirkan berapa hari kita akan mengajukan cuti dari kantor. Saat membeli tiket PP, tentukan juga niat kita di negara tersebut akan melakukan apa saja selain konser, apakah setelah konser kita langsung balik ke Indonesia atau ingin jalan-jalan dulu. Ajukan cuti lebih awal Setelah merancang itinerary perjalanan dan membeli tiket pesawat, mengajukan cuti adalah tahap selanjutnya yang perlu dilakukan. Sebagai karyawan, apalagi karyawan baru pasti sedikit mengalami rasa sungkan atau tidak enak hati ketika akan mengajukan cuti. Tapi jangan terlalu dipikir pusing, kita bisa mengajukan cuti dari jauh-jauh hari dengan cara yang sopan kepada atasanmu. Berilah alasan cuti dengan sejujurnya dan mengapa kita sangat membutuhkan cuti tersebut. Usahakan kita tidak mengajukan cuti lebih dari dua hari agar tidak mengganggu pekerjaanmu. Tanggung jawab tugas kantor adalah yang utama. Survei tentang negara tujuan Sebelum menginjakkan kaki di negara orang, tentu kita harus melakukan survei yang mendalam tentang negara tersebut. Hal-hal penting yang harus kita riset adalah akomodasi seperti penginapan dan akses transportasi, peta, serta nilai tukar mata uang negara tersebut, Melalui survei yang tepat, kita...

Read More
Spotify Premium Untuk Pelajar Diluncurkan di Indonesia
Apr19

Spotify Premium Untuk Pelajar Diluncurkan di Indonesia

Hari ini Spotify mengumumkan peluncuran Spotify Premium untuk Pelajar di Indonesia. Spotify Premium untuk Pelajar memungkinkan semua pelajar yang terdaftar untuk menikmati Spotify Premium – dan seluruh manfaat yang ada seperti berlangganan Premium – dengan setengah dari harga biasa. Dengan demikian, melalui peluncuran Spotify Premium untuk Pelajar hari ini, mahasiswa di Indonesia kini dapat memperoleh Spotify Premium dengan hanya Rp.24.990 (per bulan), yang merupakan setengah dari harga standar. Tawaran ini terbuka untuk pelajar untuk setiap tahun, selama masih menjadi pelajar, dan bermula hari ini. Pelajar hanya perlu mengunjungi spotify.com/id/student, di mana mereka dapat mendaftar untuk tawaran ini dan mulai menikmati musik di manapun dan kapan pun mereka mau mendengarkannya. Dengan berlangganan paket ini, pelajar dapat menikmati manfaat dari Spotify Premium: Mendengar musik tanpa gangguan, tanpa jeda iklan Akses cepat ke lebih dari 30 juta lagu kapan pun Anda mau  – dengan hanya menekan tombol play Mendengarkan koleksi musik secara offline – mendengarkan lagu dan playlist di mana saja tanpa menggunakan data internet Kualitas suara yang lebih baik dengan Spotify Premium Guna membantu mengelola dan mendukung program tersebut, dalam program ini Spotify bekerjasama dengan perusahaan perangkat lunak SheerID. Spotify meluncurkan Spotify Premium untuk Pelajar hari ini di 33 negara di seluruh dunia, sebagai respons atas permintaan global di 36 pasar dan menjadikannya sebagai penawaran streaming musik terbesar untuk pelajar di seluruh dunia dengan jangkauan geografis terluas. Alex Norstrom, Chief Premium Business Officer Spotify, mengatakan: “Kami sangat bersemangat untuk meluncurkan Spotify Premium bagi Pelajar seluruh dunia saat ini dan ini merupakan penawaran terbesar dan terbaik untuk pelajar. Pelajar adalah penggemar musik yang paling bergairah dan aktif, dan kami bangga dapat memberikan jutaan pelajar kesempatan untuk “soundtrack” kehidupan mereka bersama Spotify Premium dengan setengah...

Read More
Pengaruh Musik dalam Pola Konsumsi Pengunjung Restoran
Apr11

Pengaruh Musik dalam Pola Konsumsi Pengunjung Restoran

Memutarkan musik di sebuah restoran tentu sudah menjadi hal yang umum. Rata-rata restoran/cafe memutarkan musik yang saat ini sedang hits dan banyak disukai. Namun, ternyata ada teori tersendiri yang mempengaruhi musik yang diputar dengan pola konsumsi pengunjung suatu restoran. Musik yang diputar akan menambah ramai suasana bagi pelanggannya. Tetapi ternyata ada “efek” samping yang mungkin menguntungkan bagi si pemilik restoran. Pasalnya menurut penelitian yang dilakukan oleh Swedish Retail Institute dan Soundtrack Your Brand, musik juga mempengaruhi terhadap penjualan restoran. Dikutip dari Theguardian  “Beberapa studi menunjukkan jika Anda memainkan musik klasik di restoran, pengunjung terpancing menghabiskan uang lebih banyak. Sementara jika musiknya uptempo, pengunjung akan lebih cepat keluar restoran atau makan dan minum lebih cepat,” ujar Professor Charles Spence dari Oxford University. Yang menarik lagi, lebih spesifik untuk lagunya adalah Shape of You dari Ed Sheeran yang berhasil meningkatkan sembilan persen penjualan pada restoran yang ada di Amerika Serikat. Sedangkan menurut Soundtrack Your Brand, lagu Shape of You sangat pas untuk pengunjung milenial. Lagu ini cocok untuk meningkatkan suasana hangat, moderen, dan juga ekspresif di restoran, Jadi jika kita mendengar lagu dari Ed Sheeran yang ini di suatu restoran, mungkin saja pengelola sengaja untuk memutarnya. Selain lagu ini memang sedang menjadi top 40, mereka juga bisa saja menjalankan dari penelitian di...

Read More
Lagu Ini Kurangi Tingkat Stres Hingga 65 Persen
Apr10

Lagu Ini Kurangi Tingkat Stres Hingga 65 Persen

Saat ini tingkat stres terutama bagi para pekerja kantoran cukup tinggi. Terkadang kita perlu melakukan kesibukan lain untuk mengurangi tingkat stres yang melanda. Nah, salah satu caranya adalah mendengarkan lagu. Dikutip dari Inc.com, sebuah grup ahli saraf di Mindlab International telah membuktikan bahwa mendengarkan lagu atau musik dapat menurunkan tingkat stres hingga 65 persen. Lagu berjudul “Weightless” dari kelompok Marconi Union menjadi yang paling efektif untuk menurunkan tingkat kecemasan. Lagu tersebut memang sengaja dibuat oleh Marconi Union dengan melibatkan para terapis suara untuk mengatur harmoni, ritme hingga suara bass untuk membantu menurunkan detak jantung, tekanan darah, dan kadar hormon stres kortisol. Penasaran? Silakan coba dengarkan lagunya di bawah ini: The Adobe Flash Player is required for video playback.Get the latest Flash Player or Watch this video on...

Read More
Menjadi Kreatif dalam Industri Hiburan di Bandung Creative Scene 2017
Mar10

Menjadi Kreatif dalam Industri Hiburan di Bandung Creative Scene 2017

Entertainment kini telah tumbuh berkembang menjadi sebuah industri dengan pendapatan yang cukup tinggi. Perkembangan industri entertainment tertuju langsung pada pembangunan ekonomi modern dan peningkatan produktifitas. Isu terpenting dalam pembangunan entertainment sebagai sebuah industri adalah berkembangnya produktifitas dari pekerja di bidang itu sendiri. Perkembangan teknologi juga menambah jumlah permintaan akan produk dan pelayanan entertainment yang menggiring proses ini ke penciptaan bentuk entertainment kontemporer. Why is it important to be creative? Menjadi kreatif merupakan hal yang penting. Kenapa? Pernahkah kamu ditanya, atau bahkan bertanya pada diri sendiri, “ Selanjutnya apa?” Setiap orang punya beragam cara untuk mengisi waktu dalam kesehariannya. Bagaimana cara kamu melewati setiap jam dalam satu hari? Kamu pasti punya waktu dan ruang yang kamu ciptakan sendiri untuk menjawab pertanyaan tadi. Kamu akan bisa mendengar dirimu sendiri berpikir dan menemukan hal yang kamu suka dan ingin dilakukan. Menjadi kreatif adalah berpikir, mengidentifikasi, menjelajah, memahami, mencoba, menemukan, menciptakan dan menetapkan sebuah ide atau gagasan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Pernah mendengar istilah Startup? Istilah ini begitu dikenal dan sekarang mulai banyak orang yang berani mengimplementasikan ide baru menjadi sebuah bisnis. Dalam bisnis entertainment, adalah sangat penting berkreasi dengan gayamu sendiri. Menunjukkan karya yang sebelumnya tak terlihat oleh ornag banyak. Namun kini, dengan menjadikannya sebuah startup baru, kamu bisa memperlihatkan dan menciptakan ruang baru untuk produktifitas berbeda yang penuh potensi. Seperti yang dikatakan oleh Joseph Chilton Pearce, “ Untuk menjalani hidup yang kreatif, kita harus mengenyahkan rasa takut salah.” Berdasarkan hal tersebut di atas, DSOC,  sebagai platform digital dance network bekerjasama dengan Authenticity mengadakan sebuah event bertajuk BCS2017 akronim dari BANDUNG CREATIVE SCENE 2017. BCS2017 sendiri merupakan gelaran perdana yang bertujuan untuk mengembangkan kreatifitas menjadi sebuah bisnis dengan pendapatan tinggi. Di gelaran perdana ini, acara akan dikemas dalam bentuk talk show yang menampilkan beberapa pembicara asal Bandung yang kompeten di bidangnya masing-masing. Mereka adalah Brand Manager Colosseum Club Jakarta Andrey Samsudin, CEO Tridy Production Dody Majid, CEO RR Lighting Robby Antonius, dan CEO Sembilan Matahari Adi Panuntun. Para pembicara akan menampilkan presentasi terkait pengalamannya dalam bisnis entertainment dimana pemaparannya akan menjadi ilmu berguna dan meningkatkan daya kreatifitas audience. Acara akan dilangsungkan pada Sabtu, 11 Maret 2017, di Infinite Lounge The Crowne Plaza Hotel, Jl Lembong no. 19 Lt. 22 Bandung, mulai pukul 12.00 – 18.00 WIB. Acara kemudian akan dilanjutkan dengan sesi After Party yang akan dimeriahkan oleh d’ubz band (80’s dance music) dengan set house music oleh Marciano Namara, Hendra,...

Read More