Spotify Premium Untuk Pelajar Diluncurkan di Indonesia
Apr19

Spotify Premium Untuk Pelajar Diluncurkan di Indonesia

Hari ini Spotify mengumumkan peluncuran Spotify Premium untuk Pelajar di Indonesia. Spotify Premium untuk Pelajar memungkinkan semua pelajar yang terdaftar untuk menikmati Spotify Premium – dan seluruh manfaat yang ada seperti berlangganan Premium – dengan setengah dari harga biasa. Dengan demikian, melalui peluncuran Spotify Premium untuk Pelajar hari ini, mahasiswa di Indonesia kini dapat memperoleh Spotify Premium dengan hanya Rp.24.990 (per bulan), yang merupakan setengah dari harga standar. Tawaran ini terbuka untuk pelajar untuk setiap tahun, selama masih menjadi pelajar, dan bermula hari ini. Pelajar hanya perlu mengunjungi spotify.com/id/student, di mana mereka dapat mendaftar untuk tawaran ini dan mulai menikmati musik di manapun dan kapan pun mereka mau mendengarkannya. Dengan berlangganan paket ini, pelajar dapat menikmati manfaat dari Spotify Premium: Mendengar musik tanpa gangguan, tanpa jeda iklan Akses cepat ke lebih dari 30 juta lagu kapan pun Anda mau  – dengan hanya menekan tombol play Mendengarkan koleksi musik secara offline – mendengarkan lagu dan playlist di mana saja tanpa menggunakan data internet Kualitas suara yang lebih baik dengan Spotify Premium Guna membantu mengelola dan mendukung program tersebut, dalam program ini Spotify bekerjasama dengan perusahaan perangkat lunak SheerID. Spotify meluncurkan Spotify Premium untuk Pelajar hari ini di 33 negara di seluruh dunia, sebagai respons atas permintaan global di 36 pasar dan menjadikannya sebagai penawaran streaming musik terbesar untuk pelajar di seluruh dunia dengan jangkauan geografis terluas. Alex Norstrom, Chief Premium Business Officer Spotify, mengatakan: “Kami sangat bersemangat untuk meluncurkan Spotify Premium bagi Pelajar seluruh dunia saat ini dan ini merupakan penawaran terbesar dan terbaik untuk pelajar. Pelajar adalah penggemar musik yang paling bergairah dan aktif, dan kami bangga dapat memberikan jutaan pelajar kesempatan untuk “soundtrack” kehidupan mereka bersama Spotify Premium dengan setengah...

Read More
Pengaruh Musik dalam Pola Konsumsi Pengunjung Restoran
Apr11

Pengaruh Musik dalam Pola Konsumsi Pengunjung Restoran

Memutarkan musik di sebuah restoran tentu sudah menjadi hal yang umum. Rata-rata restoran/cafe memutarkan musik yang saat ini sedang hits dan banyak disukai. Namun, ternyata ada teori tersendiri yang mempengaruhi musik yang diputar dengan pola konsumsi pengunjung suatu restoran. Musik yang diputar akan menambah ramai suasana bagi pelanggannya. Tetapi ternyata ada “efek” samping yang mungkin menguntungkan bagi si pemilik restoran. Pasalnya menurut penelitian yang dilakukan oleh Swedish Retail Institute dan Soundtrack Your Brand, musik juga mempengaruhi terhadap penjualan restoran. Dikutip dari Theguardian  “Beberapa studi menunjukkan jika Anda memainkan musik klasik di restoran, pengunjung terpancing menghabiskan uang lebih banyak. Sementara jika musiknya uptempo, pengunjung akan lebih cepat keluar restoran atau makan dan minum lebih cepat,” ujar Professor Charles Spence dari Oxford University. Yang menarik lagi, lebih spesifik untuk lagunya adalah Shape of You dari Ed Sheeran yang berhasil meningkatkan sembilan persen penjualan pada restoran yang ada di Amerika Serikat. Sedangkan menurut Soundtrack Your Brand, lagu Shape of You sangat pas untuk pengunjung milenial. Lagu ini cocok untuk meningkatkan suasana hangat, moderen, dan juga ekspresif di restoran, Jadi jika kita mendengar lagu dari Ed Sheeran yang ini di suatu restoran, mungkin saja pengelola sengaja untuk memutarnya. Selain lagu ini memang sedang menjadi top 40, mereka juga bisa saja menjalankan dari penelitian di...

Read More
Lagu Ini Kurangi Tingkat Stres Hingga 65 Persen
Apr10

Lagu Ini Kurangi Tingkat Stres Hingga 65 Persen

Saat ini tingkat stres terutama bagi para pekerja kantoran cukup tinggi. Terkadang kita perlu melakukan kesibukan lain untuk mengurangi tingkat stres yang melanda. Nah, salah satu caranya adalah mendengarkan lagu. Dikutip dari Inc.com, sebuah grup ahli saraf di Mindlab International telah membuktikan bahwa mendengarkan lagu atau musik dapat menurunkan tingkat stres hingga 65 persen. Lagu berjudul “Weightless” dari kelompok Marconi Union menjadi yang paling efektif untuk menurunkan tingkat kecemasan. Lagu tersebut memang sengaja dibuat oleh Marconi Union dengan melibatkan para terapis suara untuk mengatur harmoni, ritme hingga suara bass untuk membantu menurunkan detak jantung, tekanan darah, dan kadar hormon stres kortisol. Penasaran? Silakan coba dengarkan lagunya di bawah ini: The Adobe Flash Player is required for video playback.Get the latest Flash Player or Watch this video on...

Read More
Menjadi Kreatif dalam Industri Hiburan di Bandung Creative Scene 2017
Mar10

Menjadi Kreatif dalam Industri Hiburan di Bandung Creative Scene 2017

Entertainment kini telah tumbuh berkembang menjadi sebuah industri dengan pendapatan yang cukup tinggi. Perkembangan industri entertainment tertuju langsung pada pembangunan ekonomi modern dan peningkatan produktifitas. Isu terpenting dalam pembangunan entertainment sebagai sebuah industri adalah berkembangnya produktifitas dari pekerja di bidang itu sendiri. Perkembangan teknologi juga menambah jumlah permintaan akan produk dan pelayanan entertainment yang menggiring proses ini ke penciptaan bentuk entertainment kontemporer. Why is it important to be creative? Menjadi kreatif merupakan hal yang penting. Kenapa? Pernahkah kamu ditanya, atau bahkan bertanya pada diri sendiri, “ Selanjutnya apa?” Setiap orang punya beragam cara untuk mengisi waktu dalam kesehariannya. Bagaimana cara kamu melewati setiap jam dalam satu hari? Kamu pasti punya waktu dan ruang yang kamu ciptakan sendiri untuk menjawab pertanyaan tadi. Kamu akan bisa mendengar dirimu sendiri berpikir dan menemukan hal yang kamu suka dan ingin dilakukan. Menjadi kreatif adalah berpikir, mengidentifikasi, menjelajah, memahami, mencoba, menemukan, menciptakan dan menetapkan sebuah ide atau gagasan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Pernah mendengar istilah Startup? Istilah ini begitu dikenal dan sekarang mulai banyak orang yang berani mengimplementasikan ide baru menjadi sebuah bisnis. Dalam bisnis entertainment, adalah sangat penting berkreasi dengan gayamu sendiri. Menunjukkan karya yang sebelumnya tak terlihat oleh ornag banyak. Namun kini, dengan menjadikannya sebuah startup baru, kamu bisa memperlihatkan dan menciptakan ruang baru untuk produktifitas berbeda yang penuh potensi. Seperti yang dikatakan oleh Joseph Chilton Pearce, “ Untuk menjalani hidup yang kreatif, kita harus mengenyahkan rasa takut salah.” Berdasarkan hal tersebut di atas, DSOC,  sebagai platform digital dance network bekerjasama dengan Authenticity mengadakan sebuah event bertajuk BCS2017 akronim dari BANDUNG CREATIVE SCENE 2017. BCS2017 sendiri merupakan gelaran perdana yang bertujuan untuk mengembangkan kreatifitas menjadi sebuah bisnis dengan pendapatan tinggi. Di gelaran perdana ini, acara akan dikemas dalam bentuk talk show yang menampilkan beberapa pembicara asal Bandung yang kompeten di bidangnya masing-masing. Mereka adalah Brand Manager Colosseum Club Jakarta Andrey Samsudin, CEO Tridy Production Dody Majid, CEO RR Lighting Robby Antonius, dan CEO Sembilan Matahari Adi Panuntun. Para pembicara akan menampilkan presentasi terkait pengalamannya dalam bisnis entertainment dimana pemaparannya akan menjadi ilmu berguna dan meningkatkan daya kreatifitas audience. Acara akan dilangsungkan pada Sabtu, 11 Maret 2017, di Infinite Lounge The Crowne Plaza Hotel, Jl Lembong no. 19 Lt. 22 Bandung, mulai pukul 12.00 – 18.00 WIB. Acara kemudian akan dilanjutkan dengan sesi After Party yang akan dimeriahkan oleh d’ubz band (80’s dance music) dengan set house music oleh Marciano Namara, Hendra,...

Read More
Dalam Waktu Dekat, Soundcloud Akan Diakuisisi Spotify
Nov10

Dalam Waktu Dekat, Soundcloud Akan Diakuisisi Spotify

Desas-desus bahwa layanan musik streaming asal Swedia, Spotify yang akan mengakuisisi salah satu rivalnya, Soundcloud yang berasal dari Jerman nampaknya akan segera menjadi kenyataan, karena saat ini Spotify ingin mengalahkan rival terberatnya yaitu Apple Music. Meskipun cukup populer, SoundCloud dianggap sedit tertinggal dibandng platform musik lainnya. Dikutip dari Financial Times, proses akuisisi ini dilakukan demi strategi dan bisnis Spotify kedepannya, terlebih lagi pada 2017, Spotify ingin memperbesar jumlah penggunanya dengan fitur-fitur yang ada di SoundCloud, dimana banyak musisi indie dan musisi elektronik bisa menggunggah karyanya dengan bebas....

Read More
Pokemon dan Emo: Emosi Generasi 2000-an
Jul24

Pokemon dan Emo: Emosi Generasi 2000-an

Katanya budaya berjalan berputar-putar; maju ke depan dengan spiral. Katanya tidak ada budaya yang mati; hanya kita saja yang merasa jenuh. Akibatnya, tren budaya massa apapun yang terjadi di masa lalu akan kita jumpai lagi di masa depan karena siklus ini. Biasanya, diikuti pula oleh tingkatan emosi yang lebih kuat dari sebelumnya. Lihat saja sekarang ini. Sekali lagi Pokemon menjadi fenomena global. Faktor emosi yang lebih kuat dari sebelumnya berhasil mendemamkan kegilaan seluruh dunia hanya dalam satu malam. Bukan jitunya sebuah marketing atau teori kecanggihan teknologi jadi penyebabnya namun emosi kolektif lah yang mampu memicunya. Hal yang sama terjadi dengan jargon generasi 90an berserta meme-meme atau artifak-artifak masa-masa itu yang direduplikasi kembali sebagai pengingat bahwa kita sudah berjalan jauh. Mereka mengingatkan. Bukankah melihat ke belakang itu indah? Meski kecil, melihat spion adalah cara kita merasa aman saat melihat ke depan kan? Dan yang indah bagi sebuah generasi milenial terjadi pada malam Minggu kemarin. Yakni pagelaran kolaboratif antara We.Hum Collective dan SobatIndi3 yang menyuguhkan Sugar We’re Going Down Singing! dalam kurung berkaraoke bareng musik emo dan pop-punk di Jakarta. Acara ini memutarkan musik-musik introspektif dan sentimenal memorable era 2000-an. Malam seperti ini biasa disebut emo night. Maaf untuk pop-punk karena sepertinya harus melebur masuk ke pusaran emo. Pasalnya tahun 2000-an terdapat momen crossover yang mengakibatkan tipisnya irisan untuk membedakan emo dan pop-punk bahkan pop. Band-band semacam Saves The Day, The Starting Line dan New Found Glory adalah yang dimaksud. Plus, apakah Blink-182 mendahului mereka karena punya track berjudul Emo? Sekitar 80 orang atau lebih menyesaki Mondo cafe, lantai 3 Rossi Musik, bilangan selatan Jakarta. Tidak hanya berdiam diri atau sekedar menganggukan kepala secara vertikal horizon, namun orang-orang itu berlomba-lomba menarik oksigen di paru-paru mereka dengan cara bernyanyi kencang. Tercipta gelombang koor yang berlarut-larut surut ketika DJ memutar nomor ‘Best of Me’ milik The Starting Line, misalnya. Apalagi My Chemical Romance, kaki ini gemetar karena takut lantai rubuh demi meneriaki ‘I’m not Okay’. Bagian yang perlu dicatat adalah semua orang menikmati malam itu. Tidak peduli referensi tentang Emo itu adalah At The Drive-In atau My Chemical Romance sampai From First To Last, di sini kita merayakan satu dekade kebelakang saat musik benar-benar menyatu lewat perasaan terlupakan. Bukan lagi atas fondasi ideal tertentu, meski ini juga perlu. Era 2000-an sendiri menjadi penting. Pasalnya tahun-tahun itu dapat jadi salah satu faktor yang mendefinisikan sebuah generasi. Di Amerika, Serangan 11 September, Perang Irak dan Bush mempengaruhi kecemasan anak muda di sana. Musik yang emosional dan lirik yang geram mendorong kita merasa terwakilkan dengan band seperti Jimmy Eat World di album Bleed American misalnya. Belum lagi energi dan kharisma Chris Carrabba di Dashboard Confessional yang...

Read More