Inilah Daftar Nominasi BAFTA Awards 2018
Jan12

Inilah Daftar Nominasi BAFTA Awards 2018

British Academy of Film and Television Arts (BAFTA), sebuah acara penghargaan insan perfilman yang cukup bergengsi pada tahun ini akan diadakan di Royal Albert Hall, London, tanggal 18 Februari 2018. Daftar nominasi untuk ajang BAFTA Awards 2018 baru saja diumumkan beberapa saat yang lalu. Film The Shape of Water memimpin dengan 12 kategori. Kemudian Darkest Hourdan Three Billboards Outside Ebbing, Missouri masing-masing mendapat 9 nominasi, sementara itu  Blade Runner 2049 dan Dunkirk mendapat 8 nominasi. Film I, Tonya yang dibintangi oleh Margot Robbie mendapat 5 nominasi, kemudian Call Me by Your Name dan Phantom Threadmendapat 4 nominasi dan Film Stars Don’t Die in Liverpool, Lady Bird serta Paddington 2 mendapat masing-masing tiga nominasi. Berikut daftar lengkap nominasi BAFTA 2018: BEST FILM CALL ME BY YOUR NAME Emilie Georges, Luca Guadagnino, Marco Morabito, Peter Spears DARKEST HOUR Tim Bevan, Lisa Bruce, Eric Fellner, Anthony McCarten, Douglas Urbanski DUNKIRK Christopher Nolan, Emma Thomas THE SHAPE OF WATER Guillermo del Toro, J. Miles Dale THREE BILLBOARDS OUTSIDE EBBING, MISSOURI Graham Broadbent, Pete Czernin, Martin McDonagh OUTSTANDING BRITISH FILM DARKEST HOUR Joe Wright, Tim Bevan, Lisa Bruce, Eric Fellner, Anthony McCarten, Douglas Urbanski THE DEATH OF STALIN Armando Iannucci, Kevin Loader, Laurent Zeitoun, Yann Zenou, Ian Martin, David Schneider GOD’S OWN COUNTRY Francis Lee, Manon Ardisson, Jack Tarling LADY MACBETH William Oldroyd, Fodhla Cronin O’Reilly, Alice Birch PADDINGTON 2 Paul King, David Heyman, Simon Farnaby THREE BILLBOARDS OUTSIDE EBBING, MISSOURI Martin McDonagh, Graham Broadbent, Pete Czernin OUTSTANDING DEBUT BY A BRITISH WRITER, DIRECTOR OR PRODUCER  THE GHOUL Gareth Tunley (Writer/Director/Producer), Jack Healy Guttman & Tom Meeten (Producers) I AM NOT A WITCH Rungano Nyoni (Writer/Director), Emily Morgan (Producer) JAWBONE Johnny Harris (Writer/Producer), Thomas Napper (Director) KINGDOM OF US Lucy Cohen (Director) LADY MACBETH Alice Birch (Writer), William Oldroyd (Director), Fodhla Cronin O’Reilly (Producer) FILM NOT IN THE ENGLISH LANGUAGE ELLE Paul Verhoeven, Saïd Ben Saïd FIRST THEY KILLED MY FATHER Angelina Jolie, Rithy Panh THE HANDMAIDEN Park Chan-wook, Syd Lim LOVELESS Andrey Zvyagintsev, Alexander Rodnyansky THE SALESMAN Asghar Farhadi, Alexandre Mallet-Guy DOCUMENTARY CITY OF GHOSTS Matthew Heineman I AM NOT YOUR NEGRO Raoul Peck ICARUS Bryan Fogel, Dan Cogan AN INCONVENIENT SEQUEL Bonni Cohen, Jon Shenk JANE Brett Morgen ANIMATED FILM COCO Lee Unkrich, Darla K. Anderson LOVING VINCENT Dorota Kobiela, Hugh Welchman, Ivan Mactaggart MY LIFE AS A COURGETTE Claude Barras, Max Karli DIRECTOR BLADE RUNNER 2049 Denis Villeneuve CALL ME BY YOUR NAME Luca Guadagnino DUNKIRK Christopher Nolan THE SHAPE OF WATER Guillermo del Toro THREE BILLBOARDS OUTSIDE EBBING, MISSOURI Martin McDonagh ORIGINAL SCREENPLAY GET OUT Jordan Peele I, TONYA Steven Rogers LADY BIRD Greta Gerwig THE SHAPE OF WATER Guillermo del Toro, Vanessa Taylor THREE BILLBOARDS OUTSIDE EBBING, MISSOURI Martin McDonagh ADAPTED SCREENPLAY CALL ME BY YOUR NAME James Ivory...

Read More
Fakta Menarik dari Film Coco
Jan12

Fakta Menarik dari Film Coco

Rilis 22 November 2017 di bioskop Indonesia, popularitas film Coco tampaknya masih bertahan hingga pengujung akhir tahun 2017. Film animasi besutan Disney Pixar ini memang cukup menyita perhatian. Tak sekadar menampilkan petualangan Miguel, anak laki-laki berusia 12 tahun yang berjuang mewujudkan mimpinya sebagai pemusik, ‘Coco’ menampilkan banyak hal menarik tak terduga, sebagaimana ulasan berikut ini. Kedekatan Nenek dan Cucu Tiada mimpi lain yang ingin diwujudkan Miguel, selain menjadi seorang pemusik. Mimpinya bulat, bagaimana pun ia ingin menjadi musisi seperti idolanya, Ernesto de la Cruz, yang tak lain adalah musisi legendaris Meksiko. Sayangnya mimpi Miguel ditentang keluarganya. Ia dilarang keluarganya bermain musik, kecuali nenek buyutnya yang tak lain adalah Mamá Coco atau Coco. Petualangan di Dua Dunia Siapa kira jika petualangan Miguel selanjutnya bakal lebih seru. Ia menjadi manusia pertama yang berkunjung ke Dia de los Muertos, sebuah dunia yang berisikan arwah orang-orang yang sudah meninggal. Land of the Dead ini menjadi kompilasi dua dunia, selain Land of the Living yang ditayangkan dalam film Coco. Selain itu, latar tempat dalam film ini juga kental dengan budaya Meksiko. Sampai-sampai kota tempat tinggal Miguel pun dibangun secara fiktif dalam film ini sebagai Santa Cecilia. Kental dengan Budaya Meksiko Di Meksiko tradisi menghormati dan mengenang kembali memori anggota keluarga yang telah meninggal dunia, memang terjadi. Tradisi tersebut diberi nama Dia de Muertos. Dalam tradisi ini pula, diyakini jika selain dunia tempat orang-orang hidup, ada dunia berbeda tempat orang yang sudah meninggal. Orang Meksiko percaya jika kedua dunia yang berbeda tersebut, berjalan beriringan secara harmonis. Uniknya, pada satu hari tertentu setiap tahunnya, kedua dunia tersebut menyatu secara ajaib. Penyatuan tersebut digambarkan sebagai reuni keluarga besar lintas dunia. Dengan dipenuhi warna, musik serta suka cita, film Coco berhasil memvisualisasikannya. Dibuat Selama 6 Tahun Guna mewujudkan film Coco, tim Disney Pixar perlu terlebih dulu melakukan kunjungan juga riset langsung di Meksiko. Hal tersebut dilakukan sejak 2011. Bahkan, untuk menghidupkan cerita di dalamnya, pihak Disney Pixar sampai berkonsultasi dengan tim budaya. Hasilnya, sebuah kota fiksi bernama Santa Cecilia mampu diwujudkan secara akurat, seperti museum, pasar, plas, gereja, hingga kuburan pun dibikin secara detail. Kejutan dari Olaf Kejutan lain sebenarnya juga datang, bahkan sebelum film Coco mulai diputar. Benar saja, sebuah film pendek berdurasi 21 menit sengaja ditayangkan lebih dulu. Film tersebut menceritakan petualangan menemukan tradisi keluarga yang hilang, juga munculnya karakter favorit pemenang Oscar 2013. Apalagi kalau bukan Frozen. Momen unik tersebut akan dihadirkan dalam film pendek berjudul Olaf’s Frozen Adventure. Sumber:...

Read More
Steve Jobs Hadir Kembali dalam Sebuah Brand Fashion
Jan12

Steve Jobs Hadir Kembali dalam Sebuah Brand Fashion

Siapa yang tidak mengenal nama Steve Jobs? Hal pertama  yang akan terlintas di pikiran kamu pasti adalah sosok pendiri sekaligus CEO Apple yang telah wafat pada 2011 lalu. Dua bersaudara, Vincenzo dan Giacomo Barbatos menempelkan nama ‘Steve Jobs’ pada produk fashion mereka sejak 2012. Mereka memberanikan diri menggunakan nama tersebut karena dari analisis mereka, nama tersebut tidak digunakan oleh Apple untuk merk dagang mereka. “Kami melakukan riset pasar dan menyadari jika Apple sebagai salah satu perusahaan teknologi raksasa dan tidak pernah mendaftarkan nama pendiri mereka sendiri. Jadi kami memutuskan untuk melakukannya”, jelas duo Barbatos dihimpun KompasTekno dari Macrumors, Kamis (4/1) yang lalu. Pada 2014, Apple mengajukan tuntutan atas nama Steve Jobs, juga desain logo ‘Steve Jobs’ yang meniru logo Apple. Dalam logo ‘Steve Jobs’, Barbatos bersaudara menarik huruf “j” di tengah dengan gigitan di sebelah kiri, menyerupai gigitan di logo Apple di sisi yang sama. Mereka juga mengganti titik di huruf “j” dengan daun miring di atas. Keberuntungan berpihak pada Barbatos bersaudara dengan ditolaknya tuntutan Apple oleh Kantor Kekayaan Intelektual Uni Eropa pada 2014. Menurut Kantor Kekayaan Intelektual, huruf “j” yang seolah digigit pada merek ‘Steve Jobs’ tidak melanggar desain logo Apple. Saat ini Barbatos bersaudara sudah memproduksi tas, t-shirts, jeans, dan produk fashion lain. Mereka mengaku berencana memproduksi perangkat elektronik juga dengan merek dagang ‘Steve Jobs’. “Kami sedang mengerjakan perangkat elektronik yang sangat inovatif, proyek yang sudah kami kerjakan selama bertahun-tahun,” imbuh...

Read More
2017: Berakhirnya Industri Media Cetak di Indonesia?
Jan10

2017: Berakhirnya Industri Media Cetak di Indonesia?

Industri nampaknya saat ini sedang tidak berpihak kepada media cetak, khususnya di Indonesia. Hal ini terlihat dimana sepanjang tahun 2017 yang lalu, cukup banyak grup media cetak di Indonesia yang gulung tikar, sebut saja MRA grup atau Kompas Gramedia dengan sederet majalahnya seperti HAI, Esquire, FHM Indonesia, Cosmo Girl! Indonesia, MAXIM Indonesia, dan yang paling hangat diperbincangkan; raksasa seperti Rollingstone Indonesia turut gulung tikar. Jika melihat trend saat ini, tidak bisa dipungkiri bahwa jaman sudah berubah ke ranah digital, begitu pula dalam hal media. Karena sudah massivenya media sosial, informasi yang ada berkembang dengan sangat cepat, dan media online manjadi pemenang dalam hal akses informasi dalam patokan ‘waktu’ yang bisa lebih real time dan dapat diakses dimana saja dan kapan saja. Dengan tumbangnya Rollingstone Indonesia, tentu ranah dunia kreatif terutama musik di Indonesia cukup kebakaran jenggot, karena kita tahu situs dan majalah Rollingstone sudah menjadi acuan utama baik menikmat maupun pelaku musik yang ada di Indonesia pada khususnya untuk menyebarkan dan mendapatkan informasi mengenai hal tersebut. Yang kemudian menjadi pertanyaan: kemanakah para musisi saat ini akan menyebarkan informasi mengenai karya musiknya untuk bisa mendapat eksposure yang lebih luas? Saya mungkin bisa menjawab dengan 1 hal saja: internet. 2 tahun belakangan ini musisi sudah mulai banyak memanfaatkan sistem self promote dengan lebih baik lagi, baik melalui kanal-kanal digital streaming seperti soundcloud, reverbnation bahkan mulai banyak membuat konten vlog yang lebih komunikatif di situs Youtube. Hal ini efisien untuk meningkatkan engagement dengan fans, namun untuk mendapatkan eksposure lebih luas lagi, tak bisa dipungkiri media tetap memegang peranan yang penting. Dengan tumbangnya raksasa-raksasa media dengan konten alternatif di Indonesia, seharusnya hal ini bisa menjadi titik awal dari kebangkitan webzine-webzine lokal yang sudah mulai tumbuh subur sejak 8 tahun terakhir; karena pilihan media konvensional untuk menjadi sasaran promosi kini tinggal 2 saja; televisi dan juga radio.  Minusnya: media komunitas atau webzine ini tidak di maintenance dengan baik, sehingga banyak juga yang berguguran satu demi satu. Ditengah kondisi seperti saat ini, persaingan media alternatif tentu akan menjadi semakin seksi karena bisa dibilang kompetitor utama di ranah”mainstream” sudah tumbang satu demi satu, dan sebagai media komunitas tentu sudah memiliki modal awal berupa semangat kolektif dan kebersamaan dari suatu lingkup komunitas itu sendiri, sehinggal webzine sebenarnya bisa menjadi lebih sustain dibanding media konvensional karena kebanyakan tidak terlalu menggantungkan nasibnya pada sisi bisnis, meskipun tidak bisa dipungkiri hal itu juga menjadi suatu sisi yang harus diperhatikan seiring berjalannya waktu. Tulisan panjang saya ini kemudian menyisakan sebuah pertanyaan penutup: mau dibawa kemana media komunitas dan alternatif yang sudah ada saat ini?  ...

Read More
Survey: Destinasi Wisata Populer Wisatawan Indonesia Tahun 2017
Jan10

Survey: Destinasi Wisata Populer Wisatawan Indonesia Tahun 2017

Airbnb, platform akomodasi dan pariwisata terdepan di dunia, merilis ulasan tahunan untuk tren wisata tahun 2017 yang memuat wawasan baru mengenai wisata di Indonesia – mulai dari lingkungan tempat tinggal yang menarik perhatian dan kota yang sering dikunjungi, hingga destinasi wisata terpopuler yang dipilih oleh wisatawan Indonesia. Dengan kedatangan lebih dari 904.600 tamu Airbnb ke Indonesia di 2017 – pertumbuhan 69% dari 2016 – Airbnb menunjukkan bahwa popularitas Indonesia di kalangan wisatawan domestik dan internasional terus meningkat. Wisatawan dari seluruh dunia terus mencari pengalaman unik dan menarik di negara ini dan tertarik untuk melihat budaya asli Indonesia dari sudut pandang warga setempat. Destinasi Terpopuler Wisatawan Indonesia Menurut data Airbnb, Jepang, Singapura, Malaysia, Korea dan Thailand merupakan tujuan terpopuler bagi masyarakat Indonesia pada tahun 2017. Destinasi Kota Pariwisata Terpopuler untuk Wisatawan Indonesia di tahun 2017 Tokyo Osaka Singapura Kuala Lumpur Seoul Bangkok Bukan hanya orang Indonesia yang melakukan perjalanan wisata saja, tapi orang-orang dari seluruh dunia juga beramai-ramai mengunjungi Indonesia tahun ini, dengan jumlah terbesar pengunjung internasional pada tahun 2017 berasal dari Australia, Amerika Serikat, Singapura, Jerman dan Inggris. Meningkatnya Wisata Domestik Wisatawan Indonesia tidak hanya tertarik mengunjungi negara-negara sekitar lainnya; tahun lalu, tingkat popularitas pariwasata domestik juga melonjak karena masyarakat Indonesia menyadari bahwa masih banyak yang dapat dilakukan di dalam negeri, dan mengambil kesempatan tersebut untuk menikmati sejarah, budaya, dan warisan yang ditawarkan di tanah air Indonesia. Berikut merupakan daftar destinasi domestik terpopuler untuk para wisatawan Indonesian di tahun 2017: Denpasar Bandung Jakarta Kuala Lumpur Bangkok Yogyakarta Ubud Bogor Lembang Mengingat Bali dinobatkan sebagai tujuan wisata terbaik di dunia pada tahun 2017, tidak mengejutkan jika wisatawan mencari tempat tinggal beragam disana untuk bisa mendapatkan pengalaman terbaik saat berkunjung. Berikut merupakan daftar lingkungan terpopuler di Denpasar, Bali – sudahkah Anda mengunjungi semuanya? Daerah lingkungan terpopuler di Bali: Seminyak Canggu Kuta Utara Sanur Kuta Selatan / Semenanjung Bukit Cara Berwisata yang Lebih Unik Semakin banyak wisatawan yang menginginkan lebih dari sekadar tur wisata yang biasa-biasa saja saat mengunjungi siatu tempat pariwisata. Para wisatawan ingin mendapatkan pengalaman yang menarik, berbeda, dan unik – pengalaman istimewa yang tidak bisa didapat di tempat lain, dan bisa membantu memahami karakter asli dari kota yang sedang mereka kunjungi. Pengalaman Airbnb menawarkan akses kepada komunitas dan tempat yang tidak bisa didapatkan oleh wisatawan pada umumnya, yang memungkin mereka untuk bertemu wisatawan lainnya dan masyarakat lokal. Wisatawan Asia Tenggara pun sangat ramai yang ingin mengikuti tren ini dan semakin berkeinginan untuk mencoba Pengalaman Airbnb tahun ini. Beberapa Pengalaman Airbnb telah terbukti sangat menarik, berikut adalah daftar Pengalaman Airbnb terpopuler untuk wisatawan regional: Membuat Parfum, Seoul, Korea Bersepeda di Daerah Perkotaan, Osaka, Jepang Berkeliling di Benteng pada Malam Hari,...

Read More
Trailer Baru Red Sparrow Hadirkan Aksi Spionase Keren
Jan09

Trailer Baru Red Sparrow Hadirkan Aksi Spionase Keren

20th Century Fox akhirnya merilis sebuah trailer baru dari film spionase., Red Sparrow setelah sehari sebelumnya meluncurkan sebuah teaser dan poster keren bernuansa merah. Trailer baru ini menampilkan berbagai aksi mata-maa yang cukup menegangkan dan kita dapat melihat karakter yang diperankan oleh Jennifer Lawrence bertransformasi menjadi seorang pembunuh dan mata-mata handal yang kemudian menjadi double agent. Diarahkan oleh sutradara Hunger Games, Francis Lawrence, Red Sparrow juga dibintangi oleh Joel Edgerton, Matthias Schoenaerts, Charlotte Rampling, Mary-Louise Parker dan Jeremy Irons. Dalam film ini Lawrence memerankan Dominika Egorova, mantan bellerina yang terpaksa pensiun dini karena cedera serius.  Sebagai anak perempuan yang benar-benar mengabdikan diri pada ibunya, dia kemudian dimanipulasi untuk menjadi Red Sparrow, seorang yang dilatih untuk menggunakan tubuh dan pikirannya sebagai senjata. Dominika kemudian tampil sebagai yang terbaik dari kelompok ini setelah melalui proses pelatihan keras dan berbahaya. Ia kemudian harus menjalani berbagai misi yang “terpaksa” harus dilakukannya. Kemudian ia bertemu dengan seorang agen CIA (Joel Edgerton) dalam sebuah misi dan mengharuskannya untuk menjalankan misi tersebut bersama dengan-nya. Film ini akan dirilis pada 2 Maret 2018...

Read More