Rayakan Kebisingan di Jogja Noise Bombing Fest 2018
Jan15

Rayakan Kebisingan di Jogja Noise Bombing Fest 2018

Jogja Noise Bombing sebagai sebuah kolektif terbuka untuk para musisi dan penikmat musik Eksperimental Noise yang berbasis di Jogja akan kembali membuat “keributan” di 2018. Musik Noise yang bagi sebagian orang tidak bisa dinikmati ini akan dirayakan bersama-sama dalam sebuah festival yang tidak hanya dihadiri oleh para penikmat lokal tapi juga dari luar Indonesia. Jogja Noise Bombing Festival yang saat ini menjadi salah satu tolak ukur perkembangan Noise di Indonesia ini juga berfungsi sebagai tempat berkumpulnya para penggemar Noise di Asia Tenggara. Tidak hanya bergaung di Asia Tenggara, geliat festival ini telah sampai ke benua lain di Eropa, Australia sampai Amerika dimana hal ini bisa dilihat dari banyaknya minat baik dari segi performer maupun penonton yang berdatangan ke event ini. Bila tahun 2017 lalu keriaan ini disuguhkan oleh 17 aksi Noise dari berbagai negara, tahun ini jumlah performer naik cukup drastis sehingga diputuskan untuk menyelenggarakan festival selama 2 hari. Tercatat sebanyak 28 musisi Eksperimental Noise dari 11 negara yang akan ikut berpartisipasi di gelaran 2018, diantaranya: J3M5 (USA) VX Bliss (USA) ASU (USA) Kiran Arora (USA) Garage Olimpo (Italy) Insultor (Germany) NuR (Switzerland) Tzii (Belgium) Pararel Asteroid (Austria) Mampos (Malaysia) Musica Htet (Myanmar) S.I.N (Singapore) Schizophrenic Wonderland (Singapore) Lush Death (Philippines) Jeritan (Samarinda) Theonugraha (Samarinda) Sarana (Samarinda) SoonCrazy (Denpasar) Wahn (Solo) Anggarayesta (Bandung) Tesla Manaf (Bandung) Malang Sub Noise (Malang) Dea Karina Mad Dharma Mahamboro Dissonant Giga Destroyer Coffee Faith Festival yang akan digelar hari Sabtu dan Minggu, 20 – 21 Januari 2018 di Barcode Kitchen and Bar, Jl. R.W. Monginsidi No.23, Karangwaru, Tegalrejo, Yogyakarta ini dimulai pukul 17.00 WIB sampai 22.00 WIB (untuk hari Sabtu) dan 17.00 – 24.00 WIB (untuk hari Minggu). Cek akun Instagram @jogjanoiseclub untuk mengetahui run down performer dan info lebih...

Read More
Jogja Audio Con 2018, Konferensi Instrument dan Pro Audio pertama di Yogyakarta
Jan15

Jogja Audio Con 2018, Konferensi Instrument dan Pro Audio pertama di Yogyakarta

    Jogja Audio Con 2018 adalah acara Konferensi Instrument dan Pro Audio pertama di Yogyakarta, yang nantinya akan  berlangsung rutin setiap tahun. Dalam gelaran ini juga akan menjadi ajang berkumpulnya semua pembuat, brand, dan audio services dalam satu wadah, dan membawa semua konsep, prototipe, dan flagship product mereka di depan pencinta audio, profesional audio, dan musisi. Jogja Audio Con 2018 akan diselenggarakan pada tanggal 17-22 Januari 2018 di Atrium Ambarukmo Plaza Yogyakarta. Dengan mengusung tema Polyphonic Universe, Jogja Audio Con 2018 akan  membuat benchmark tentang apa itu teknologi-teknologi masa depan yang akan membawa dampak untuk kehidupan masyarakat audio seperti perusahaan start up audio dan instrument yang dapat kita lihat dari berbagai aspek, mulai dari produk ke jasa, mulai dari perusahaan lokal, hingga perusahaan besar, dan ini baru permulaan. Terdapat beberapa agenda besar dalam gelaran ini, diantaranya adalah Market yang akan diisi 15 stand baik dari produk lokal serta main distributor/dealer brand internasional. Semua di kurasi sesuai kategori dan tema tahun ini yaitu Polyphonic Universe. Convention akan diisi workshop, clinic dan talkshow, melibatkan profesional dan expert di bidangnya. Talkshow dengan instrument builder dan craft brand lokal seperti ukulele, drum, guitar, bass, synthesizer hingga pedal dan soundsystem. Ada juga agenda ngobrol-ngobrol dengan tema management band, recording, electronic music production, hingga instrument tradisional.    ...

Read More
Deadpool 2 Rilis di Layar Lebar Mei 2018
Jan13

Deadpool 2 Rilis di Layar Lebar Mei 2018

Berselang satu bulan sebelum spin-off Han Solo dirilis, sekuel Deadpool 2 akan dirilis di layar lebar pada Mei 2018 mendatang. Dikutip dari The Hollywood Reporter, Deadpool 2 memiliki jadwal tayang terbaru. Aksi Ryan Reynolds sebagai tokoh anti-hero yang terpukul dengan kekuatan bertahan untuk menyembuhkan dirinya sendiri itu akan menyapa penggemar 1 Juni 2018. Sementara film keluaran Fox yang lain, The New Mutant mundur sepuluh bulan ke tanggal 22 Februari 2019. Sumber menyebut, strategi ini diambil untuk menghindari adanya tumpang tindih dengan film X-Men di bioskop Amerika...

Read More
Dubai Frame Telah Dibuka
Jan13

Dubai Frame Telah Dibuka

Dubai Frame kini telah dibuka untuk umum, mulai awal Januari 2018 lalu. Dubai Frame merupakan kado tahun baru dari pemerintah Dubai untuk wisatawan dan penduduk lokal. Dubai Frame buka setiap hari mulai pukul 10.00 pagi hingga 19.00 malam. Tiket masuk dijual seharga IDR 185,000 (DHS 50) untuk dewasa dan IDR 74,000 (DHS 20) untuk anak usia 3 sampai 12 tahun. Tiket masuk untuk lansia dan tunagrahita dengan pendamping dua orang digratiskan. Dubai Frame merupakan salah satu proyek unik yang dikembangkan oleh Pemerintah Kota Dubai, yang menjadi ikon megah dan landmark arsitektur. Dubai Frame yang memiliki keterkaitan dengan budaya di masa lampau dan masa kini, merupakan atraksi penting bagi wisatawan, turis dan penduduk lokal. Destinasi wisata ini diharapkan dapat menarik dua juta pengunjung dalam satu tahun. Dubai Frame atau “Berwaz Dubai” yang dibangun dengan biaya 925 miliar rupiah ini, terdiri dari dua menara yang terbuat dari kaca transparan setinggi 150 meter yang dihubungkan dengan jembatan sepanjang 93 meter di tingkat atas. Pemandangan kota dapat dinikmati dari atas Dubai Frame. Di satu sisi, pemandangan dan gedung-gedung pencakar langit di Jalan Sheikh Zayed dapat dinikmati, yang menjadi simbol Dubai yang modern. Di sisi lain kawasan Berwaz, dapat dilihat kawasan Deira, Umm Hurair dan Karama, yang menjadi simbol kota tua Dubai. Lantai dasar didesain untuk menghadirkan museum yang menceritakan kisah perjalanan pembangunan kota ini dan sebuah presentasi terkait segala hal di Dubai. Konsep ini akan membawa pengunjung ke sebuah perjalanan melewati waktu. Pengunjung akan masuk ke sebuah pengalaman nyata yang mencerminkan sejarah lampau kota ini. Proyeksi gambar, efek asap, bebauan dan pergerakan akan menciptakan pengalaman interaktif di ruang ini. Past Dubai Gallery juga mencerminkan ide dari proyek ini dan mengisahkan cerita evolusi kota ini dan masa lalunya. Selain itu, galeri ini mencerminkan kota tua Dubai menggunakan teknologi terkini dengan gambar 3D yang menciptakan nuansa tertentu yang akan menggarisbawahi perkembangan kota Dubai. Setelah itu, pengunjung akan disuguhkan dengan pengalaman berikutnya di lantai Sky Deck yang merepresentasikan Dubai masa kini. Pengunjung akan melihat pemandangan kota Dubai dari segala sudut, kota tua Dubai di utara dan Dubai modern di selatan. Pengalaman ini didukung oleh aplikasi interaktif seperti layar yang dapat diaktivasi oleh augmented reality, dimana pengunjung dapat mengidentifikasi gedung-gedung yang berbeda, dan mencari tahu fakta menarik atau mengamati gedung dalam bentuk 3D. Teknologi modern juga digunakan untuk merepresentasikan aspek berbeda dari kota Dubai masa kini, seperti arsitektur, ekonomi dan infrastruktur. Pengalaman selanjutnya terdapat di sisi lain lantai mezzanine, dimana pengunjung dapat mengunjungi Future Dubai Gallery. Konsep galeri ini menghadirkan imajinasi kota Dubai 50 tahun dari sekarang dengan menciptakan kota metropolis virtual melalui proyeksi interaktif dan teknologi virtual...

Read More
Inilah Daftar Nominasi BAFTA Awards 2018
Jan12

Inilah Daftar Nominasi BAFTA Awards 2018

British Academy of Film and Television Arts (BAFTA), sebuah acara penghargaan insan perfilman yang cukup bergengsi pada tahun ini akan diadakan di Royal Albert Hall, London, tanggal 18 Februari 2018. Daftar nominasi untuk ajang BAFTA Awards 2018 baru saja diumumkan beberapa saat yang lalu. Film The Shape of Water memimpin dengan 12 kategori. Kemudian Darkest Hourdan Three Billboards Outside Ebbing, Missouri masing-masing mendapat 9 nominasi, sementara itu  Blade Runner 2049 dan Dunkirk mendapat 8 nominasi. Film I, Tonya yang dibintangi oleh Margot Robbie mendapat 5 nominasi, kemudian Call Me by Your Name dan Phantom Threadmendapat 4 nominasi dan Film Stars Don’t Die in Liverpool, Lady Bird serta Paddington 2 mendapat masing-masing tiga nominasi. Berikut daftar lengkap nominasi BAFTA 2018: BEST FILM CALL ME BY YOUR NAME Emilie Georges, Luca Guadagnino, Marco Morabito, Peter Spears DARKEST HOUR Tim Bevan, Lisa Bruce, Eric Fellner, Anthony McCarten, Douglas Urbanski DUNKIRK Christopher Nolan, Emma Thomas THE SHAPE OF WATER Guillermo del Toro, J. Miles Dale THREE BILLBOARDS OUTSIDE EBBING, MISSOURI Graham Broadbent, Pete Czernin, Martin McDonagh OUTSTANDING BRITISH FILM DARKEST HOUR Joe Wright, Tim Bevan, Lisa Bruce, Eric Fellner, Anthony McCarten, Douglas Urbanski THE DEATH OF STALIN Armando Iannucci, Kevin Loader, Laurent Zeitoun, Yann Zenou, Ian Martin, David Schneider GOD’S OWN COUNTRY Francis Lee, Manon Ardisson, Jack Tarling LADY MACBETH William Oldroyd, Fodhla Cronin O’Reilly, Alice Birch PADDINGTON 2 Paul King, David Heyman, Simon Farnaby THREE BILLBOARDS OUTSIDE EBBING, MISSOURI Martin McDonagh, Graham Broadbent, Pete Czernin OUTSTANDING DEBUT BY A BRITISH WRITER, DIRECTOR OR PRODUCER  THE GHOUL Gareth Tunley (Writer/Director/Producer), Jack Healy Guttman & Tom Meeten (Producers) I AM NOT A WITCH Rungano Nyoni (Writer/Director), Emily Morgan (Producer) JAWBONE Johnny Harris (Writer/Producer), Thomas Napper (Director) KINGDOM OF US Lucy Cohen (Director) LADY MACBETH Alice Birch (Writer), William Oldroyd (Director), Fodhla Cronin O’Reilly (Producer) FILM NOT IN THE ENGLISH LANGUAGE ELLE Paul Verhoeven, Saïd Ben Saïd FIRST THEY KILLED MY FATHER Angelina Jolie, Rithy Panh THE HANDMAIDEN Park Chan-wook, Syd Lim LOVELESS Andrey Zvyagintsev, Alexander Rodnyansky THE SALESMAN Asghar Farhadi, Alexandre Mallet-Guy DOCUMENTARY CITY OF GHOSTS Matthew Heineman I AM NOT YOUR NEGRO Raoul Peck ICARUS Bryan Fogel, Dan Cogan AN INCONVENIENT SEQUEL Bonni Cohen, Jon Shenk JANE Brett Morgen ANIMATED FILM COCO Lee Unkrich, Darla K. Anderson LOVING VINCENT Dorota Kobiela, Hugh Welchman, Ivan Mactaggart MY LIFE AS A COURGETTE Claude Barras, Max Karli DIRECTOR BLADE RUNNER 2049 Denis Villeneuve CALL ME BY YOUR NAME Luca Guadagnino DUNKIRK Christopher Nolan THE SHAPE OF WATER Guillermo del Toro THREE BILLBOARDS OUTSIDE EBBING, MISSOURI Martin McDonagh ORIGINAL SCREENPLAY GET OUT Jordan Peele I, TONYA Steven Rogers LADY BIRD Greta Gerwig THE SHAPE OF WATER Guillermo del Toro, Vanessa Taylor THREE BILLBOARDS OUTSIDE EBBING, MISSOURI Martin McDonagh ADAPTED SCREENPLAY CALL ME BY YOUR NAME James Ivory...

Read More
Fakta Menarik dari Film Coco
Jan12

Fakta Menarik dari Film Coco

Rilis 22 November 2017 di bioskop Indonesia, popularitas film Coco tampaknya masih bertahan hingga pengujung akhir tahun 2017. Film animasi besutan Disney Pixar ini memang cukup menyita perhatian. Tak sekadar menampilkan petualangan Miguel, anak laki-laki berusia 12 tahun yang berjuang mewujudkan mimpinya sebagai pemusik, ‘Coco’ menampilkan banyak hal menarik tak terduga, sebagaimana ulasan berikut ini. Kedekatan Nenek dan Cucu Tiada mimpi lain yang ingin diwujudkan Miguel, selain menjadi seorang pemusik. Mimpinya bulat, bagaimana pun ia ingin menjadi musisi seperti idolanya, Ernesto de la Cruz, yang tak lain adalah musisi legendaris Meksiko. Sayangnya mimpi Miguel ditentang keluarganya. Ia dilarang keluarganya bermain musik, kecuali nenek buyutnya yang tak lain adalah Mamá Coco atau Coco. Petualangan di Dua Dunia Siapa kira jika petualangan Miguel selanjutnya bakal lebih seru. Ia menjadi manusia pertama yang berkunjung ke Dia de los Muertos, sebuah dunia yang berisikan arwah orang-orang yang sudah meninggal. Land of the Dead ini menjadi kompilasi dua dunia, selain Land of the Living yang ditayangkan dalam film Coco. Selain itu, latar tempat dalam film ini juga kental dengan budaya Meksiko. Sampai-sampai kota tempat tinggal Miguel pun dibangun secara fiktif dalam film ini sebagai Santa Cecilia. Kental dengan Budaya Meksiko Di Meksiko tradisi menghormati dan mengenang kembali memori anggota keluarga yang telah meninggal dunia, memang terjadi. Tradisi tersebut diberi nama Dia de Muertos. Dalam tradisi ini pula, diyakini jika selain dunia tempat orang-orang hidup, ada dunia berbeda tempat orang yang sudah meninggal. Orang Meksiko percaya jika kedua dunia yang berbeda tersebut, berjalan beriringan secara harmonis. Uniknya, pada satu hari tertentu setiap tahunnya, kedua dunia tersebut menyatu secara ajaib. Penyatuan tersebut digambarkan sebagai reuni keluarga besar lintas dunia. Dengan dipenuhi warna, musik serta suka cita, film Coco berhasil memvisualisasikannya. Dibuat Selama 6 Tahun Guna mewujudkan film Coco, tim Disney Pixar perlu terlebih dulu melakukan kunjungan juga riset langsung di Meksiko. Hal tersebut dilakukan sejak 2011. Bahkan, untuk menghidupkan cerita di dalamnya, pihak Disney Pixar sampai berkonsultasi dengan tim budaya. Hasilnya, sebuah kota fiksi bernama Santa Cecilia mampu diwujudkan secara akurat, seperti museum, pasar, plas, gereja, hingga kuburan pun dibikin secara detail. Kejutan dari Olaf Kejutan lain sebenarnya juga datang, bahkan sebelum film Coco mulai diputar. Benar saja, sebuah film pendek berdurasi 21 menit sengaja ditayangkan lebih dulu. Film tersebut menceritakan petualangan menemukan tradisi keluarga yang hilang, juga munculnya karakter favorit pemenang Oscar 2013. Apalagi kalau bukan Frozen. Momen unik tersebut akan dihadirkan dalam film pendek berjudul Olaf’s Frozen Adventure. Sumber:...

Read More