Rising Star #21: Kezia Amelia
Nov13

Rising Star #21: Kezia Amelia

Kebanyakan kita dapat dengan mudah menjumpai pianis, gitaris, ataupun vokalis yang mengkover ulang lagu dan mengunggahnya ke situs Youtube. Namun ada yang unik dari sosok perempuan kelahiran 5 Juni 1990 ini, karena dirinya mengunggah permainan violinnya di situs Youtube. Sebelum bermain violin, Kezia Amelia adalah seorang pemain piano. Minat beralih ke violin tumbuh sejak duduk di bangku SMA, ujar Kezia. Meskipun sempat ditentang oleh keluarganya untuk menjadi seorang musisi profesional, Kezia dapat menyakinkan keluarganya dengan pernah berkolaborasi dalam orkestra Erwin GUtawa di acara Harmoni NOAH dan Agnes Monica beberapa tahun yang lalu. Ketika kita masih teringat dengan sosok grup kuartet Bond ataupun Vanessa Mae, mungkin kedepannya Kezia Amelia dapat menjadi ikon pemain violin dari...

Read More
Rising Star #20: Monita Tahalea
Jun17

Rising Star #20: Monita Tahalea

Monita Angelica Maharani Tahalea atau biasa dipanggil Monita ini lahir pada 21 Juli 1987  yang mengawali karier bernyanyi melalui ajang Indonesian Idol pada tahun 2005 yang silam. Meskipun berakhir pada urutan keempat di ajang Indonesian Idol, warna vokal jazz dari Monita ternyata mampu menarik Indra Lesmana untuk memproduseri album perdananya yang berjudul ‘Dream, Hope & Faith’ pada tahun 2010. Sebelumnya pada tahun 2007 Monita juga ikut berkontribusi dalam album ‘Kemenangan Hati’ milik Yovie Widianto. Setelah menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Trisakti, dara lulusan Desain Komunikasi Visual ini berkolaborasi bersama beberapa musisi seperti Endah N Rhesa, RAN di album kompilasi ‘100% Cinta Indonesia’ dengan sebuah single yang berjudul Indonesia Pusaka. Selain merilis single dan album, Monita juga membuat lagu untuk mengisi sountrack iklan Tropicana Slim dengan lagu yang berjudul Remember My Sweet Moments dan menciptakan sebuah lagu juga untuk campaign NIVEA yang berjudul I Love Mama di tahun 2015. Bersama Glenn Fredly dan Is vokalis Payung Teduh, Monita juga menyumbang sebuah lagu untuk OST. film Filosofi Kopi dengan judul Filosofi & Logika. Sebelum merilis album terbarunya yang berjudul ‘Dandelion’ pada tahun 2015 yang lalu, Monita Tahalea sempat merilis sebuah album EP ‘Songs of Praise’ pada Agustus 2013.  ...

Read More
Rising Star #19: Louissa Akila
Apr25

Rising Star #19: Louissa Akila

Louissa Akila atau lebih sering dipanggil Akila ini adalah seorang solois muda dari kota Jogja yang bisa dibilang namanya tidak terdeteksi di ranah dunia musik kota tersebut. Berdasarkan pengalaman pribadi dalam kehidupan sehari-harinya, Akila belum lama ini telah merilis sebuah mini album yang berjudul ‘Ares & Eirene’, dimana album yang berisikan 6 buah lagu ini secara tidak langsung merepresentasikan bakat yang terpendam dalam diri Akila terutama dalam bidang sound engineering, dimana Akila mengerjakan proses recording, mixing dan mastering album ini seorang diri. Hal ini tidak aneh juga, karena sebelumnya Akila telah mengenyam pendidikan formal di sebuah kampus Audio Engineer di Jakarta. Sebagai portofolio awal dari Akila dalam berkarya, mini album tersebut bisa dibilang menjadi jejak awal Akila dalam industri musik di Indonesia, selagi dirinya akan melanjutkan studinya di Jerman selama beberapa waktu...

Read More
Rising Star #18: Laura Cox
Jan27

Rising Star #18: Laura Cox

Awal mulanya sekitar tahun 2008 silam, Laura Cox mulai rajin memposting permainan gitarnya di situs YouTube. Dara asal Perancis ini cukup mengejutkan netizen, terlihat dengan meraih 34 juta viewer situs YouTube dan lebih dari 110.000 jumlah Facebook like sejak tahun 2013 hingga saat ini. Gadis yang mengidolakan Johnny Cash, Dire Straits dan Roger McGuinn’s Rickenbacker ini mulai bermain gitar saat usianya masih 14 tahun dan memiliki cita-cita membentuk sebuah band rock n roll. Bermula dari kesuksesannya di situs YouTube, mimpi Laura saat ini telah menjadi kenyataan dengan membentuk sebuah band bernama The Laura Cox Band, yang bermarkas di Paris, Perancis. Band ini cukup terkenal di Eropa, terlihat dengn cukup seringnya tampil di festival-festival musik internasional dan turut meramaikan festival musik bergengsi Equiblues or Montereau Confluences di Perancis pada tahun 2014...

Read More
Rising Star #17: Gusti Arirang
Jul26

Rising Star #17: Gusti Arirang

Rising Star untuk edisi kali ini datangnya dari kota gudeg, Yogyakarta. Gusti Arirang, dara yang berusia 22 tahun ini mulai suka bernyanyi sejak masih duduk di bangku sekolah dasar dan juga menguasai beberapa alat musik seperti piano dan gitar. Sebagai putri dari seniman Djaduk Ferianto, pengaruh orang tuanya dalam karir bermusik tentu cukup besar. Sedari kecil Gusti sering menonton film-film Disney seperti serial Sing A Long Song dan juga film The Sound of Music, dikenalkan dengan beberapa penyanyi klasik dan juga Charlotte Church, secara tidak langsung telah membuat Gusti menyukai musik-musik pop dan klasik. Perempuan yang saat ini mengambil jurusan komunikasi di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini juga menyukai The Beatles, dan inilah yang mempertemukan dirinya dengan karir bermusiknya saat ini bersama Chick and Soup. Saat ditanya bagaimana awal mula dirinya membentuk trio pop-folk Chick and Soup, Gusti menceritakan bahwa dirinya dengan Nino dan Dana ternyata sama-sama menyukai The Beatles dan She and Him. Seiring berjalannya waktu, mereka ingin menjadi band dengan membawakan lagu anak-anak, atau paling tidak lagu-lagu kita bukan lagu-lagu yang serius dengan referensi musik semacam band yang mereka sukai yaitu The Beatles dan She and Him. Menurut Gusti, platform musik seperti SoundCloud cukup efisien sebagai platform untuk mengunggah karya musik, karena dapat dinikmati orang secara langsung dan diunduh secara cuma-cuma. Namun untuk melakukan promosi tentu adanya media sosial seperti Twitter, Facebook dan Instagram sangatlah...

Read More
Rising Star #16: Isyana Sarasvati
Apr06

Rising Star #16: Isyana Sarasvati

Beberapa dari kita mungkin masih sedikit asing dengan nama Isyana Sarasvati, tapi jangan salah, gadis muda yang juga merupakan adik Rara Sekar, vokalis Banda Neira ini namanya sudah melanglang buana di luar negeri dan di internet. Lulusan Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA) yang mengambil jurusan Music Performance ini pernah mewakili Indonesia di Asian In Acapella, Opera in the Park, Singapura dan pada tahun 2013 berhasil meraih Diploma in Music Performance. Isyana juga mendapatkan gelar full scholarship untuk studi lanjutan di Bachelor of Music with Honours Funded Degrees Programme in collaboration with RCM di London, Inggris. Saat berusia 18 tahun, Isyana telah memukau publik Singapura dalam event Asia Pasific Eletione Festival pada tahun 2011 dan menjadikannya salah satu dari 15 komposer Electone dari seluruh dunia yang tampil di Yamaha Electone Concours (YEC) pada tahun 2012 di Tokyo, Jepang. Gadis kelahiran Bandung, 2 Mei 1993 ini sudah menunjukkan bakat bermusiknya sejak  usia 3 tahun, dimana ibunya yang merupakan guru electone dan vokal turut membantu mengarahkan bakatnya. Disela karir bermusiknya, Isyana juga sering membawakan ulang lagu-lagu milik musisi dunia seperti Beyonce dan Christina Aguelera yang diunggahnya di situs Youtube dan Soundcloud. Dibawah label Sony Music, Isyana mulai merintis karir bermusiknya secara profesional. Dibawah supervise Hayden Bell, seorang Creative Director dari Bell Hughes Music Group, Isyana menggarap album solonya di Swedia selama 15 hari dibantu oleh musisi-musisi Swedia yang tergabung dalam The Kennel Music dan menghasilkan 14 lagu dengan  hits singlenya Keep Being You.  The Adobe Flash Player is required for video playback.Get the latest Flash Player or Watch this video on YouTube.  ...

Read More