“Millennial Heartbreaker”, Adu Lari Fatrace Bareng Pop-punk dan Patah Hati
Aug05

“Millennial Heartbreaker”, Adu Lari Fatrace Bareng Pop-punk dan Patah Hati

Dengan ayunan elemen pop-punk klasik yang kental, Fatrace datang bersama EP terbaru Millennial Heartbreaker. Mini album berisi 4 track ini betah menempel di kuping karena begitu ringan didengarkan tanpa meninggalkan esensi punk itu sendiri. Fatrace mengaku lumayan banyak terpengaruh oleh rilisan dari band pop-punk 90-an, terutamanya roster Mutant Pop Records hingga Lookout! Records. Alhasil, mereka cukup terdengar berbeda dari materi sebelumnya dimana kali ini juga ada pengaruh manisnya pop era 60-an. Band yang beranggotakan tiga orang ini sejatinya berasal dari Bekasi namun namanya sudah dikenal sampai ke mana-mana, sampai tidak heran mini album Millennial Heartbreaker dirilis oleh label asal Bandung Geekmonger Records dan juga rilisan pertama Don’t Tell Your Mom, I’m Fat  oleh netlabel Jerman Ramone To The Bone. Selain mampu mengobati patah hati, mini album Fatrace ini juga bakal bisa melengkapi koleksi rilisan pop-punk lokal favorit seperti Saturday Night Karaoke, The Spikeweed, dan Billy The Klits. Jika masih ingin tahu lebih banyak, simak juga obrolan singkat KANALTIGAPULUH dengan Farhan, vokalis dan gitaris Fatrace soal mini albumnya kali ini. GM-013 Millenials Heartbreaker by Fatrace Bisa deksripsikan musik kalian gak tapi pake minimal 3 emoji 😀? 😅😂🚀 Millennials Heartbreaker! ini bercerita tentang apa?  Beberapa tentang jatuh cinta dan beberapa tentang aktivitas gua yang menyenangkan yakni menonton variety show Korea 😂😂😂 Kalau “Pandangan ke-5” itu lagu buat siapa? Hehe.. itu tentang salah satu cewek di suatu sekolah di daerah Solo. Waktu itu kami ketemu gak sengaja di suatu kedai dimana dia dan teman-temannya lagi coret-coretan kelulusan. Sekolah dia berada di depan rumah kakek saya, itu kali pertama ketemu di 26 tahun menjalankan ibadah mudik haha. Lagunya catchy semua ya. Album apa sih yang kalian selalu dengarkan sampe bisa bikin lagu-lagu yang catchy begini? Alhamdulillah kami banyak dengar lagu-lagu enak untuk di album ini. Beberapa rilisan dari Mutant Pop Records, seperti The Proms, The Wanna-Bes, The Grrrlscouts, terus juga pasti nya The Queers, Chixdiggit, Mr T Experience juga mulai memasukan The Beach Boys sebagai daftar formula pembuatan lagu di EP ini dan mungkin seterusnya. Ada rencana bikin video klip? Lagu mana yang kalian akan pilih dan tanpa memikirkan masalah dana dan lokasi, apa konsep ideal yang ada di pikiran kalian? Ada banget. Moguri Dance akan dipilih sebagai lagu yg di buat video klipnya. Konsepnya udah dipikirin juga. Kami akan membuat konsep sederhana, seperti live perform tapi dengan space dan alat yang minim. Semoga bisa terlaksana secepatnya...

Read More
Mengulik Lebih Jauh Tentang Band Indie Pop Singapura M1LDL1FE
Aug01

Mengulik Lebih Jauh Tentang Band Indie Pop Singapura M1LDL1FE

Kuartet Indie-pop asal Singapura M1LDL1FE akhirnya merilis self-titled EP  beberapa waktu kemarin. KANALTIGAPULUH pun berhasil menghubungi Paddy Ong dan David Siow, member band ini untuk membicarakan perjalanan band dan seputar pengerjaan EP tersebut. First off, bisa diceritakan tentang band kalian. Bagaimana awal terbentuknya dan pemilihan nama M1LDL1FE? We first started as a University band, memainkan cover buat acara-acara kampus. Kami sempat mempertahankan personil asli tapi lalu terjadi perubahan seiring dengan materi baru. Nama (M1LDL1FE) sendiri adalah plesetan dari kata Wildlife, yang huruf W disana kami buat terbalik. Something meek belying a more primal side, much like being a musician with a day job. Seperti apa konser pertama kalian? David: Konser pertama kami akan jadi peluncuran EP pada tanggal 5 Agustus mendatang, saya membayangkan konser ini akan penuh dengan pelepasan emosi – joy, excitement and fear. Siapa yang kira-kira jadi pengaruh musikalitas atau comparison kalian? Saya dengar kalian menyukai musik seperti Two Door Cinema Club, apa betul? Paddy: We bonded together liking bands like Last Dinosaurs, Bombay Bicycle Club, and Mutemath. Semua band ini memiliki pendekatan membuat musik yang sangat kami kagumi and we try to take that into our songwriting too. Ketika saya mendengarkan EP PAIRS (masih pakai nama Take Two), ini sangat apik. Apakah akan banyak perubahan untuk EP yang baru? eksperimen yang gila mungkin? Paddy: kami mencoba sound yang baru di EP ini. Beberapa lagu lebih keras daripada biasanya, and some are a little more vulnerable than we are used to. Kenapa kalian datang dengan merilis EP, alih-alih mengerjakan sebuah debut full-lenght? Paddy: Hari ini dengan adanya streaming, sepertinya kamu tidak harus membuat album full-lenght sebagai “must have” lagi. Di masa lalu, semua album memiliki keterbatasan di format fisik. EP dirilis dengan kepingan vinyl yang lebih kecil karena sebagai materi promo saja. LP justru terbatas pada durasi karena keterbatasan ruang data di tiap kepingan (yang kemudian tergantikan oleh CD). Tapi kini, dengan mudahnya mengunggah lagu di dunia maya, gampangnya, tiap kamu punya satu lagu, kamu bisa mengunggahnya secara langsung dan tidak terikat dengan format album apapun. Jika kamu merilis satu lagu tiap bulan, kamu bisa memiliki satu album dalam setahun. Kalau dulu, lebih masuk akal menulis semua lagu yang kamu bikin tiap bulan dan merilis semuanya ke dalam produk fisik, daripada menghabiskan biaya dan memproduksi satu produk tiap bulan. In any case, membuat sebuah album penuh adalah sesuatu yang ingin kami capai. Tantangan dan proses membuat rentang karya adalah sesuatu yang pastinya ingin kami coba. Bagaimana proses rekaman EP ini? David: Setelah selama beberapa tahun mengerjakannya bersama-sama, saya pikir kami telah berhasil memahami kekuatan dan kelemahan masing-masing, yang membuat kami dapat saling membantu manakala dibutuhkan. Hal itu juga terbantu karena kami punya...

Read More
Interview: Mengenal Lebih Jauh Band Pop Punk Australia, Stand Atlantic
Jul25

Interview: Mengenal Lebih Jauh Band Pop Punk Australia, Stand Atlantic

Stand Atlantic adalah band dari Australia yang beranggotakan 3 orang. Band yang segera merilis mini album perdana dengan Rude Records ini akan membicarakan proses rekaman album, influence, dan segala yang berkaitan dengan band ini bersama  KANALTIGAPULUH. First off, boleh berkenalan dulu dengan Stand Atlantic? Apakah ini band pertama kalian? Bagaimana sejarah terbentuknya? Stand Atlantic bukan band pertama kami! Potter (bass) dan saya (Bonnie) dulu bermain di band yang sama, lalu kami memutuskan mengganti namanya dan memulai sesuatu yang baru kemudian kami bertemu Jonno (drum) lewat pertemanan and the rest is history! EP terbaru kalian Sidewinder akan dirilis September mendatang, apakah semuanya ready to go? Punya cerita dari studio? Apa tema yang kalian cover di album ini? Everything is super ready to go! Kami sudah tidak sabar merilisnya. Well, saya tidak bisa ingat semua cerita saat rekaman tapi ada fakta unik saat saya merekam vocal untuk verse lagu “Sidewinder” dengan mengunyah permen karet haha. EP-nya mencakup banyak tema, seperti tentang making mistakes, being second best dan juga berusaha meraih apa yang kamu inginkan di hidup ini. “Coffee at Midnight” adalah single yang catchy sekaligus punchy. Lagu ini juga mencampurkan dengan baik elemen punk namun masih terasa ngepop. Bagaimana kalian mendefinisikan musik yang diusung? Siapa influence kalian? Thank you! Basically, kami mendefinisikan musik seperti yang kamu bilang tadi. Kami menyukai penyanyi seperti Justin Bieber, Sia, Frank Ocean, dan Blackbear yang adalah influens terbesar kami untuk aspek sound ngepop dan kami meraciknya dengan sisi agresif pop-punk seperti The Story So Far, Knuckle Puck, dan Trophy Eyes. Kalian pasti senang menjadi roster Rude Records. Bagaimana ceritanya kalian bisa ada di sana? Yeah we are so stoked! Pertama kami menyelesaikan rekaman EP dan setelah signed dengan manager, kami langsung dihubungi Rude. Soal tour, apakah kalian berencana menyambangi Amerika atau manjadi support sejumlah band? Kami sedang menyiapkan sesuatu, sayangnya belum bisa diumumkan saat ini tapi kalian bisa memantau social media kami kok! Belakangan banyak band dari Australia yang mulai menjadi sorotan. Juga, negara ini telah jadi titik bagi banyak band berpengaruh untuk tur. Terakhir saya mendengarkan album Trophy Eyes, Ceres, Camp Cope, Luca Brasi, Colombus, The Smith Street Bands, mereka masih bisa membius kepala saya dan saya pastinya juga mengharapkan itu di album kalian.  Yeah it’s really cool how the Aus music scene is starting to make a mark globally! Kami juga suka band-band yang kamu sebut tadi, semoga kamu juga menyukai album ini. The Adobe Flash Player is required for video playback.Get the latest Flash Player or Watch this video on YouTube....

Read More
Wanda Omar dan Ketertarikannya Menjadi Seorang Bassist dan Musisi
Jul01

Wanda Omar dan Ketertarikannya Menjadi Seorang Bassist dan Musisi

  Sumber foto: Dokumentasi pribadi Wanda Omar Pada umumnya terutama di Indonesia masih jarang wanita yang berminat untuk memainkan alat musik bass. Meskipun alat musik yang satu ini lebih populer dimainkan oleh seorang laki-laki, teryata Wanda Omar, seorang bassist perempuan asal Jakarta ini tertarik untuk memainkan alat musik tersebut. Berikut obrolan kami bersama Wanda mengenai ketertarikannya memainkan alat musik bass dan juga keputusannya untuk berkarier sebagai seorang musisi. Halo Wanda, sedang sibuk dengan proyek apa nih sekarang?  Halo! sekarang lagi sibuk ngerjain project sama adik sendiri namanya Dana, sambil jadi session player dan tetep upload video cover di instagram dan youtube Bisa diceritakan awal mula kamu bisa jatuh cinta dengan dunia musik?  Awal mula jatuh cinta sama dunia musik bisa dibilang sebagian besar dari orang tua dan keluarga besar karena mereka juga suka musik Cukup jarang di Indonesia perempuan bermain bass. Mengapa memilih alat musik tersebut?  Awalnya karena Ayah saya sendiri bermain bass tapi lama lama saya mulai paham peranan bass itu ternyata sangat penting dan memiliki daya tarik tersendiri ketimbang alat musik lainnya Musik seperti apa yang kamu gemari?  Aku sukanya lebih ke pop, funk, rnb, soul gituuuu Kamu sudah pernah berkolaborasi dengan Yance Manusama. Gimana awalnya kok bisa perform dan berkolaborasi dengan beliau?  Sudah waktu Bass Heroes kemaren. Rasanya bangga aja biasanya dulu cuma denger nama lewat karya karya lagu yang dia mainin tapi sekarang sepanggung bareng dan benar-benar belajar sama yang namanya main musik di “next level” bukan cuma sekedar skill dan tau lagu Hidup di keluarga musisi, apakah peran orang tua memiliki porsi yang besar dalam karier bermusikmu saat ini?  Sangat besar karena merekalah yang mengajarkan saya nilai nilai hidup termasuk bermain musik dari kecil. Walaupun mereka sempat tidak mengijinkan saya mengambil sekolah dan bekerja di musik tapi seiring berjalannya waktu akhirnya mereka sangat mendukung saya Kenapa pada akhirnya kamu memilih jalur hidup menjadi seorang musisi?  Awalnya saya pun tidak menyangka akan memilih jalur hidup sebagai musisi tapi ketika mendapatkan kesempatan untuk mengerjakan hobi, kenapa tidak? Banyak cover song yang kamu unggah di saluran Youtube pribadimu, ada alasan tertentu kenapa musisi-musisi tersebut yang kamu bawakan ulang musiknya?  Ada dong! yang pertama lagu yang bass linesnya “ngena dihati” tau simpelnya sih yang asik gitu. karena kalo ga ngena atau ga asik gimana kita maininnya jadi enak di denger? tapi ga selalu kadang aku juga milih lagu lagu yang lagi hits biar masuk ke kalangan umum. karena ga semua lagu yang ngena di hati dan asik ini diketahui orang banyak Lebih menarik mana, menjadi seorang komposer atau pemain musik?  Sejujurnya sih dua duanya. Ketika apa yang kita compose bisa kita mainin sama musisi musisi lain. ga cuma...

Read More
Sisi Personal Renatta Moeloek Sebagai Chef Internasional
Apr01

Sisi Personal Renatta Moeloek Sebagai Chef Internasional

Sumber foto: Arsip pribadi Renatta Moeloek   Saat ini dunia kuliner  sudah berkembang dengan sangat pesat, dimana pada awalnya profesi chef identik dengan seorang laki-laki, karena kita semua tahu kehidupan di dalam dapur itu keras. Namun saat ini nampaknya hal itu sudah mulai bergeser dimana mulai banyak profesi chef yang digeluti oleh perempuan, salah satunya adalah Renatta Moeloek. Apa yang membuat kamu tertarik dengan dunia kuliner? Aku tertarik dengan fakta bahwa manusia secara alamiah dapat merasakan kebahagiaan saat makan sesuatu yang kita nikmati, dimana indra-indra kita dapat membedakan banyak cita rasa, aroma bahkan penampilan dari sebuah hidangan. Sudah jelas kalau kita makan bukan sekedar kebutuhan saja tapi itu juga sebuah seni. Begitu juga dengan mengolah makanan, atau memasak itu adalah seperti berbagi pleasure ke orang lain. Sejak kapan memiliki keinginan untuk menjadi seorang chef? Aku enggak pernah bercita-cita untuk menjadi seorang “chef”. Tapi sejak SD aku tahu kalau aku memang suka masak dan seiring berjalannya waktu ingin melakukan itu sebagai karier nantinya. Profesi chef sangat identik dengan sosok laki-laki, apa yang mendasari kamu untuk berkarier menjadi seorang chef profesional?  Karena aku mampu 🙂 Kamu menempuh pendidikan sebagai seorang chef di Perancis dan kemudian menjadi chef di negara tersebut. Ada alasan tertentu mengapa tidak berkarier secara profesional di Indonesia saja? Perjalanan aku masih panjang, aku ke Perancis karena menurutku kuliner Perancis sangat technical. Bukan karena aku mau mendalami masalah Perancis tersendiri, tetapi aku tahu dengan belajar hal tersebut nantinya akan bisa diaplikasikan ke sajian kuliner apa saja yang aku mau. Menurutmu, apa yang menarik dari Western Cuisine? Sama menariknya dengan kuliner di Asia. Yang membentuk kuliner sebuah negara kan tidak akan jauh dari bahan pokok yang tersedia di negara tersebut, dan juga situasi/kultur dari negara tersebut dari sisi sejarahnya. Western cuisine menurutku lebih mementingkan kualitas dan cita rasa dari bahan dasarnya, jadi olahan hidangannya menjadi lebih fokus ke hal tersebut. Seorang chef tentu berkewajiban untuk memiliki signature untuk menu masakannya. Buat kamu, berkreasi membuat menu baru menjadi suatu bentuk tantangan atau kesulitan tersendiri? Berkreasi membuat menu baru menurutku bukan menjadi suatu kesulitan, tapi justru itu letak interest aku. Bahkan bisa dibilang aku jarang mengulang menu yang sama. Karena setiap menemukan bahan makanan yang aku anggap menarik, aku akan gemas untuk mengolahnya. Jika ditantang untuk memasak masakan asli Indonesia, kamu akan memilih untuk memasak apa? Gulai otak khas Padang. Karena rasa dan teksturnya menarik dan teknik memasaknya bisa jauh dikembangkan lagi. Menurutmu, cara untuk menikmati cita rasa makanan dengan benar itu seperti apa? Dengan menghargai setiap bahan dasar makanan dan kenali karakternya masing-masing. Selain memasak, kamu juga memiliki ketertarikan di bidang musik. Berencana berkarier menjadi seorang musisi/penyanyi? Aku memang selalu suka musik, konsepnya mirip dengan makanan. Ada kunci dasar, ada bahan, ada teknik,...

Read More
Grace Neutral, Gadis dengan Tattoo Yang Menghiasi Seluruh Tubuhnya
Mar28

Grace Neutral, Gadis dengan Tattoo Yang Menghiasi Seluruh Tubuhnya

Di jaman modern ini manusia bertatto tentu sudah bukan menjadi hal yang aneh dan tabu lagi, namun ternyata ada sosok wanita unik yang memodifikasi tubuhnya dengan tattoo. Grace Neutral adalah gadis berusia 27 tahun kelahiran Dubai yang kini tinggal di Inggris dengan kumpulan tattoo tidak lazim yang menghiasi tubuhnya. Berikut ini adalah kutipan wawancara  Francesca Dunn dengan Grace mengenai sosok personal dan tattoo yang menghiasi tubuhnya. Menurut kamu siapa orang yang paling cantik sedunia? Apakah kita berbicara mengenai kecantikan dari dalam atau luar? Aku tahu banyak orang memenuhi kualifikasi dua hal tersebut, namun menurutku sosok yang paling tepat adalah Hannah Pixie Snowdon. Sosok siapakah yang menjadi inspirasimu dalam berpenampilan? Aku tidak ingin terlihat seperti orang lain. Aku hanya ingin merubah penampilan saya dari luar dengan sesuatu yang membuatku nyaman. Kita hidup dalam suatu kotak yang penuh dengan pakaian, jadi mengapa harus mengeksplorasi lagi sesuatu yang dari luar? Menurutmu apakah media sosial mempunyai pengaruh dalam penilaian orang mengenai kecantikan? Tentu media memberikan pengaruh yang sangat besar. Kita dibuat merasa nyaman dengan meniru sosok terkenal yang ditampilkan disana. Menurutku secara personal mengenai hal tersebut: Fuck that! Siapa tatto artist favorit kamu? Sway, Jemma Jones, Jondix, Hannah Snowdon dan Guy le Tattooer. Apakah kamu mentattoo badanmu sendiri? Tentu. Berawal dari tattoo yang sederhana, dan kemudian berlanjut menjadi seperti yang terlihat sekarang ini. Sepertinya kamu memiliki ketertarikan dengan karakter Miyazaki dalam desain-desain tattoo mu. Aku menyukai semua karakter dari Miyazaki, terutama pada Totoro. Aku tidak akan pernah bosan mentattoo karakter tersebut (Totoro) karena dia sangat menggemaskan. Bisa dijelaskan tentang perubahan warna bola matamu saat ini? Aku menghabiskan banyak waktu untuk berpikir bagaimana cara untuk mewarnainya. Lalu beberapa tahun yang lalu aku mulai melakukannya. Pada awalnya aku sangat takut karena harus mentattoo bola mataku sendiri, terutama pada resiko kesehatan. Di internet banyak beredar kabar bahwa kamu telah mengoperasi pusarmu dan menghilangkannya. Mengapa melakukan hal itu? Kenapa tidak? Aku tidak membutuhkannya. Dan hasil akhirnya sangat aku sukai, karena perutku serasa boneka yang memang tidak memiliki pusar. Kamu juga memotong lidahmu menjadi seperti reptil. Apakah kamu merasa aneh pada awalnya? Aku dengan sadar melakukannya. Ini adalah modifikasi badanku yang pertama. Beberapa minggu di awal memang menjadi susah untuk makan namun setelah itu semua menjadi baik-baik saja. Apa yang dipikirkan orang tua mu dengan semua perubahan ini? Tidak masalah, karena mereka mencintaiku. Aku sangat beruntung memiliki orang tua berpemikiran terbuka seperti mereka. Ada pengalaman tersendiri mengenai pandangan orang ke diri kamu saat ini Tentu saja, namun aku tidak pernah mengambil pusing mengenai pendapat orang-orang disekitarku. Kupikir itu menjadi masalah mereka, bukan masalahku. Ada pesan untuk pembaca yang memiliki ketertarikan memodifikasi badannya? Jangan pernah melakukan hal itu sendiri. Lakukan bersama dengan pihak yang berpengalaman (tattoo...

Read More