Danilla Rilis Album Penuh Kedua ‘Lintasan Waktu’ Secara Digital
Sep19

Danilla Rilis Album Penuh Kedua ‘Lintasan Waktu’ Secara Digital

Berselang tiga tahun setelah merilis album penuh pertamanya, kini Danilla mempersembahkan karya album penuh keduanya ‘Lintasan Waktu’. Di album yang mulai dikerjakan sejak pertengahan tahun 2015 ini, Danilla tak hanya berperan menjadi biduan saja, melainkan menjadi produser bersama dengan Lafa Pratomo dan Aldi Nada Permana dari Ruang Waktu Music Lab. Turut terlibat banyak musisi  dalam proses pengerjaan album ini diantaranya Dimas Pradipta dan Edward Manurung yang tak diragukan lagi kemumpuniannya dengan instrumen drum, Christ Stanley yang menjadi pianis Danilla di atas panggung pun turut memberikan kontribusi dentingan piano di sejumlah lagu, Danilla sendiri sebagian besar memainkan instrumen synthesizer di sejumlah lagunya, Lafa Pratomo yang selalu menjadi andalan Danilla untuk memainkan gitarnya, juga Danilla membawa Gallang Perdhana (Danilla, Sarasvati) dan Petrus Bayu Prabowo (Mondo Gascaro, The Monophones) untuk turut mendentumkan instrumen bass. Tak hanya itu, turut dibawa juga Rd. Moch Sigit Agung Pramudita dari Tigapagi untuk bernyanyi bersama Danilla di lagu “Entah Ingin Ke Mana”. Demi mendukung sisi visual, Danilla mendapuk Eunice Nuh sebagai ilustrator dari sampul album ‘Lintasan Waktu’. 90% materi lagu di album ini ditulis oleh Danilla sendiri. Tidak seperti album ‘Telisik’ yang sebelumnya lebih banyak melibatkan Lafa Pratomo dalam penulisan lagu. Danilla menyebutnya sebagai album yang membebaskan dirinya, sebuah album yang penuh dengan kebebasan yang sangat merepresentasikan Danilla dari berbagai sisi. ‘Lintasan waktu’ berisikan 10 track dan dirilis oleh Ruang Waktu Music Lab bekerjasama dengan Demajors.  Kini album tersebut sudah bisa dinikmati di sejumlah platform musik digital dengan menjadikan lagu berjudul “Aaa” sebagai single pertamanya. “Aaa” yang telah dirilis secara digital beberapa waktu lalu merupakan sebuah lagu yang sarat akan kebimbangan dan keresahan seseorang sebagai manusia dalam memilih pilihan yang ditawarkan oleh kehidupan. Lagu ini juga didukung dengan musik video yang digarap oleh Nitya Putrini sebagai...

Read More
Di Konser Alur Bunyi  Gerald Situmorang Akan Memainkan Album ‘Dimensions’
Sep19

Di Konser Alur Bunyi Gerald Situmorang Akan Memainkan Album ‘Dimensions’

Kembali dengan proyek musik solonya, Gerald Situmorang akan merilis album keduanya yang diberi tajuk ‘Dimensions’. Perilisan single perdana “Dice” langsung disusul dengan sebuah pertunjukan bertajuk Alur Bunyi persembahan Goethe Institute yang akan diselenggarakan pada Rabu, 20 September 2017 mendatang di GoetheHaus Jakarta. Dalam pertunjukan tersebut Gerald Situmorang yang akan dibantu oleh sejumlah musisi seperti Marco Steffiano (sequencer & effects), Randy MP (effects & soundscapes), Jessilardus Mates (electronic drums), Adra Karim (synth), Agung Munthe (synth) dan Baskoro Juwono (voices) membawakan keseluruhan lagu dari album ‘Dimensions’ dimana pengunjung juga bisa membeli album fisik sebelum bisa didengarkan di beragam platform digital di keesokan harinya. Bersama media alert ini, Gerald Situmorang juga mengundang rekan media untuk hadir dan menyaksikan dirinya memainkan materi-materi dari album “Dimensions” dimana nuansa elektronik kental terdengar. Konser akan dimulai pukul 20.00 WIB hingga selesai, semua bisa datang gratis dan tanpa reservasi sebelumnya. Konser ini nantinya juga bisa dinikmati melalui streaming melalui akun YouTube Goethe Indonesia yang dapat diakses di tautan berikut ini....

Read More
Gerald Situmorang Sebar Single Terbaru “Dice” Untuk Album Solo Keduanya
Sep17

Gerald Situmorang Sebar Single Terbaru “Dice” Untuk Album Solo Keduanya

Gerald Situmorang kembali dengan proyek musik solonya. Setelah sukses merilis album “Solitude” di tahun 2016 lalu, musisi yang akrab disapa GeSit ini merilis single bertajuk “Dice” sebagai perkenalan dari album solo keduanya yang diberi tajuk “Dimensions”. Single “Dice” memiliki nuansa yang jauh berbeda, elektronik terasa kental dibanding apa yang dibawa oleh Gerald Situmorang di album Solitude. Lagu yang sempat dibawakan bersama Gerald Situmorang Trio ini diramu ulang ke dalam nuansa eletronik selaras dengan deretan lagu lainnya yang terangkum dalam album “Dimensions”. “Lagu ini (Dice) adalah satu-satunya lagu lama yang ada dalam album Dimensions ini. Salah satu lagu dengan makna yang cukup mengena untuk saya pribadi. Hidup kita yang seperti Dice (dadu) ini, manusia punya banyak pilihan untuk menentukan arah hidupnya akan ke mana dan seperti apa. Saya rasa lagu ini cocok menjadi pengenalan ke pendengar ke materi yang ada di album Dimensions yang jauh berbeda dari album saya sebelumnya (Solitude),” ujar Gerald Situmorang menjelaskan. Kamis, 14 September 2017 menjelang tengah malam, single “Dice” sudah resmi dirilis dan bisa disimak dalam halaman YouTube Gerald Situmorang (link terlampir) yang berkolaborasi dengan Artisa Tumiwa untuk sisi ilustrasi dan animasi. Lagu ini juga akan turut dimainkan live dalam kolaborasi Gerald Situmorang dengan pertunjukan Alur Bunyi yang akan diselenggarakan pada Rabu, 20 September 2017 mendatang di GoetheHaus, Jln. Sam Ratulangi 9-15, Jakarta Pusat pukul 20.00 WIB. Dalam pertunjukan tersebut Gerald Situmorang yang akan dibantu oleh sejumlah musisi seperti Marco Steffiano (sequencer & effects), Randy MP (effects & soundscapes), Jessilardus Mates (electronic drums), Adra Karim (synth), Agung Munthe (synth) dan Baskoro Juwono (voices) membawakan keseluruhan lagu dari album Dimensions dimana pengunjung juga bisa membeli album fisik sebelum bisa didengarkan di beragam platform digital di keesokan harinya....

Read More
Kuartet Indie-rock Eitherway Berkenalan Lewat “Thank Heaven”
Sep14

Kuartet Indie-rock Eitherway Berkenalan Lewat “Thank Heaven”

September tampaknya memang menjadi bulan yang ceria. Eitherway, kuartet indie-rock yang masih hangat di Malang ini, akhirnya merilis debut single dengan tajuk ‘Thank Heaven’ melalui Haum Entertainment. Rilisnya single tersebut menjadi pemicu kembali aktifnya Haum Entertainment setelah hiatus selama hampir satu tahun. ‘Thank Heaven’ sendiri bercerita tentang seorang “penyendiri” yang sampai saat ini masih berusaha untuk membuat dirinya tidak menjadi apa yang paling ia takutkan dalam hidup; menjadi pilihan yang salah. Lagu ini terinspirasi dari kehidupan nyata si penulis sendiri. Kurang lebih ia ingin menyampaikan bahwa, sungguh tidaklah mengenakan jika orang-orang di sekitar, seperti pasangan, teman-teman, atau bahkan orang tua dan keluarga sendiri, menganggap Anda adalah pilihan yang salah di hidup mereka. Band yang terbentuk di awal tahun 2017 ini memilih ‘Thank Heaven’ sebagai titik perkenalan mereka karena menurut Bagas sebagai si penulis, lagu tersebut merupakan lagu pertama yang membentuk karakter Eitherway sendiri. Karena ‘Thank Heaven’ pula, Bagas pun membentuk Eitherway dan seperti yang sudah dijelaskan jika lagu ini merupakan kekhawatiran terbesarnya. Eitherway merupakan kuartet indie-rock yang masih hangat di Malang. Di inisiasi oleh Bagas (Vokal dan Gitar) dan Guntur (Gitar) yang telah satu hati dan kemudian mengajak kedua teman lainnya Arifin (Bass) dan Ridho (Drum). Mengaku sangat mengidolakan Modern Baseball, meskipun musik yang mereka mainkan tidak terlalu mirip dengan idola mereka. Membentuk band ini sebagai sarana ‘curhatan’ melalui media musik yang mereka cintai. Dalam waktu dekat, Eitherway akan mengeluarkan kejutan lain melalui media Haum...

Read More
Summer in Vienna Rilis Album ‘Autumn is Coming’
Sep14

Summer in Vienna Rilis Album ‘Autumn is Coming’

Setelah merilis single berjudul “We’re in Love Again” di tahun 2016, band indie pop asal Yogyakarta Summer in Vienna kembali dengan rilisan EP (Extended Play) berjudul “Autumn is Coming”. EP ini nantinya akan diluncurkan bersamaan dengan acara album release party pada tanggal 16 September 2017 mendatang di Tan Lunch and Bar, Jl Rajawali Raya 26, Condong Catur, Yogyakarta. Album “Autumn is Coming” ini pun akan menandai akhir enam tahun perjalanan Summer in Vienna dengan meyongsong hari baru setelah musim panas berakhir. Album release party ini juga akan menjadi gig paling akhir yang dimainkan Summer in Vienna. Surat terbuka dari Summer in Vienna bisa dilihat di sini: https://www.facebook.com/notes/summer-in-vienna/autumn-is-coming-our-time-to-say-goodbye/1164283087005868/ Ada tiga track yang dipersembahkan dalam “Autumn is Coming”, yaitu “By The Lakeside”, “The Manta Ray” dan “Old Enough to be Lonely”. Dari ketiga lagu tersebut, “By The Lakeside” dipilih menjadi single pertama EP ini. “Autumn is Coming” tersedia dalam format digital download dan kaset audio. Keduanya mulai tersedia pada hari H acara album release party disusul format lain seperti digital streaming yang akan tersedia dalam waktu dekat. Summer in Vienna adalah Christiana Megastra Cendrawasih (vokal), Matias Sri Aditya (vokal, gitar), Anindita Bramasto (Drum). Dalam pengerjaan EP ini, Summer in Vienna dibantu oleh Gigih Prayogo (gitar) dan Wafiq Giotama (bass). Seluruh lirik dan lagu dalam “Autumn is Coming” dibuat oleh Summer in Vienna. Proses rekaman dikerjakan di Rukun Studio bersama Haniel Purbowo selaku Co-producer. Mixing & mastering oleh Hengga Tiyasa. Artwork oleh Dellana...

Read More
Bestival Bali 2017 Siap Ramaikan Pulau Dewata dengan Berbagai Genre Musik
Sep12

Bestival Bali 2017 Siap Ramaikan Pulau Dewata dengan Berbagai Genre Musik

Kontributor: Narisha Zulkarnain/Editor: Novita Widia Tak lama lagi pulau yang sering disebut-sebut sebagai salah satu surga yang ada di Indonesia akan diguncang oleh perhelatan musik dunia. Untuk pertama kalinya, festival musik terbesar yang berasal dari Brinatia Raya ini akan digelar pada 30 September dan 1 Oktober 2017 di Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, Bali. Dalam acara tahun ini, Bestival Bali siap menampilkan beberapa aksi dan penampilan dari berbagai macam musik genre, seperti indie, hip hop, dance, disco, reggae, hingga rock. “Di Indonesia banyak festival musik besar tapi hanya dengan satu genre seperti EDM, jazz, atau rock dan kita hadir memberi kesempatan Bestival untuk menciptakan sesuatu yang berbeda,” ujar Phil Beaven selaku Operations Manager Bestival Asia di Artotel Thamrin, Jakarta Pusat pada (8/9/2017). Penyelenggara Bestival sengaja memilih Bali sebagai tempat penyelenggaraannya bukan tanpa alasan, Phil Beaven sendiri juga mengungkapkan kalau Bali ini memiliki alam, tropical feel jadi tempat ini memang sangat cocok sekali. Selain itu, pihak Bestival Bali juga menyediakan platform yang bisa diunduh oleh para penikmat musik melalui smartphone mereka “Bestival 2017” sedangkan untuk kamu yang ingin membeli tiket, bisa langsung mengunjungi website official di http://bestivalbali.com Akan ada banyak sekali penampilan dari musisi ternama Indonesia dan dunia, antara lainALT J, Rudimental, Pendulum, De La Soul, George Clinton Parliament Funkadelic, Puritiy Ring, The Cuban Brothers, Bag Raiders, Kilter, Colour Castle, Rob Da Bank, Stars and Rabbit, Ras Muhamad dan masih banyak lagi. Sementara itu, ada kabar gembira untuk para pelajar karena kalian bisa mendapatkan diskon 40% untuk setiap pembelian 1 tiket Bestival Bali, tapi hanya khusus yang berada di wilayah Jakarta, Indonesia saja. Harga tiket yang ditawarkan tentunya berbeda-beda dan hadir dalam 4 kategori, mulai dari VIP Seating (Rp 6.600.000), VIP Standing (Rp 6.000.000), Student Ticket (Rp 1.350.000), dan 2 day-pass regular (Rp 2.700.000). Untuk lebih lanjut mengenai informasi tiket, kamu bisa melihat di sini (http://www.bestivalbali.com/tickets/) atau bisa juga di beli melalui...

Read More