Ripstore.Asia Rilis Album Digital ‘Ripstore Live Compilation Vol. 1’ Dalam Format Free Streaming
Jul21

Ripstore.Asia Rilis Album Digital ‘Ripstore Live Compilation Vol. 1’ Dalam Format Free Streaming

Ripstore.Asia merilis album digital berjudul ‘Ripstore Live Compilation Vol. 1’ pada 14 Juli lalu, bertepatan dengan Netlabel Day 2017. Album ini berisi lebih dari 1 lusin karya orisinil dari 15 band hasil rangkaian kegiatan Ripstore Live Festival yang digelar sepanjang April sampai Juli 2017. Album digital ini bisa didengar versi streamingnya secara gratis di alamat berikut: https://play.ripstore.asia/station/ripstore-live-compilation/ Adapun Ripstore Live Festival menghasilkan 10 band peringkat teratas yang dikurasi oleh Ripstore.Asia dan Castel Distric, yakni 90 Horse Power (Depok), Dangerous Project Oxide (Bekasi), Fearcrisis (Jakarta), Freedom Street (Bekasi), Loded 60 (Bogor), Mr. Sungkono (Jakarta), Pasukan Penjaga Pohon (Tangerang), Stupor (Bekasi), Flow Chart (Bekasi), dan Weekendtime (Bekasi). Selain karya lagu dari kesepuluh besar band tersebut, album Ripstore Live Compilation juga menyertakan 5 band sebagai honorable mention yang mampu mencuri perhatian, yakni Kalashnikov (Bekasi), Brrmuda (Jakarta), Goofy Goober (Bekasi), Rape Me (Depok), dan Tetra (Bogor). Track list: Manusia – Goofy Goober Bangun – Weekendtime Undangan Party – Pasukan Penjaga Pohon Pesta – Mr. Sungkono Septinema – Brrmuda You Can Do It – Freedom Street Rats – Kalashnikov Disosiatif – Loded 60 Aunty – Stupor Embrio Tirani – Fearcrisis Koruptor – Rape Me Hey Senior – Dangerous Project Oxide Hadapi dan Lalui – Flow Chart Indradhanu – Tetra Tak Lepas Pergi – 90 Horse Power...

Read More
Spiritual Tour 2017: Indonesia Tur Bersama Dua Grup Eksperimental Lintas Negara
Jul21

Spiritual Tour 2017: Indonesia Tur Bersama Dua Grup Eksperimental Lintas Negara

Dekat ini, dua grup berbasis eksperimental yang berasal dari dua negara berbeda yakni Tengger (Korea) dan HMMM (Indonesia) akan menjalankan serangkaian tur ke beberapa kota di Pulau Jawa. Tur yang diberi tajuk “Spriritual Tour 2017” sendiri merupakan agenda yang telah berjalan mulai tanggal 14 Juli 2017 yang dijalankan Tengger menuju beberapa negara seperti Kamboja, Thailand, Vietnam dan Indonesia. Selama turnya di Indonesia, Tengger akan melangsungkan perjalanan ‘spiritual’-nya bersama unit eksperimental asal Semarang, HMMM. Tur ini akan berlangsung di lima kota di Pulau Jawa yakni Semarang, Solo, Yogyakarta, Malang dan Surabaya. Tur ini diinisiasi guna meperluas jejaring serta pendokumentasian materi khususnya live performance baik berupa audio maupun visual. Dari arsip perjalanan tersebut, rencananya Tengger dan HMMM akan merilis sebuah album split usai tur mereka. Rilisan ini nantinya berisi rekaman live performance dari beberapa penampilan di kota-kota yang mereka kunjungi dan akan dikemas dalam format kaset. Album split milik Tengger dan HMMM ini direncanakan rilis antara bulan September hingga Oktober mendatang. Sementara itu, Tengger dan HMMM mulai menjalankan “Spiritual Tour 2017” di Indonesia selama pertengahan Juli hingga Agustus mendatang. Berikut adalah jadwal “Spiritual Tour 2017” di Indonesia: 28/7 – Semarang, Mukti Cafe 29/7 – Solo, Rumah Banjarsari Art Space 30/7 – Yogyakarta, Ruang Gulma 3/8 – Malang, Semeru Art Gallery 5/8 –...

Read More
Gandeng DoggyHouse Records, Sentimental Moods Pancarkan Semburat Dalam Bentuk CD & Kaset
Jul20

Gandeng DoggyHouse Records, Sentimental Moods Pancarkan Semburat Dalam Bentuk CD & Kaset

Di album bertajuk “SEMBURAT” ini, Sentimental Moods (SM) menghadirkan beberapa lagu yang mempunyai nyawa (soul) dan kekhasannya sendiri. Dalam menerjemahkan nyawa setiap lagu itu, band berpersonel delapan orang ini menggunakan gaya serta aksen beragam, namun semua berbasis ritmis ska tentunya. Kadang SM bergaya tradisional lengkap dengan teknik-teknik serta progresi yang khas. Tapi di lagu lainnya, SM begitu liar dengan birama-birama yang jarang ditemui dalam ska. Pun bisa geram, marah, dan rada sarkastis lewat nada-nada cepat dan minor. Pokoknya disesuaikan dengan kebutuhan lagu yang mereka bawakan. Maklum, secara SM tak memiliki vokalis, sehingga aransemen serta pemilihan aksen menjadi begitu penting untuk menggambarkan emosi serta pesan tiap lagu. Kecuali tentu beberapa lagu yang memang sengaja dibuatkan lirik sebagai sebuah storytelling. Anda bisa cek gaya ini di Lhaiki dan Last Message. Kita simak Lhaiki, lagu yang berisi kisah seorang anak muda urban di Jakarta, yang kangen dengan kampungnya dan terus berusaha beradaptasi dengan kesibukan di Ibukota (diwakili dengan “…memainkan musik ska dalam bahasa Jowo…”). Dibalut dengan warna etnik Jawa Timuran yang dinamis serta ber-beat ska, cerita anak muda urban ini begitu mengalir. Pilihan kata-kata apa adanya dengan bahasa jawa anak muda.   Tak hanya di Lhaiki Anda bisa menemui nuansa etnik di album ini. Anda juga akan banyak menyimak kehadiran instrumen-instrumen perkusi khas Indonesia. Mulai dari kendang, calung, hingga sitar Bali yang begitu mistis. SM dibantu Sabar Dagelong, seorang sahabat yang memang memperdalam perkusi etnik selain sebagai vokalis juga gitaris sebuah band rock. Tapi apakah persoalan urban khas Jakarta selalu jadi isu utama lagu-lagu SM? Tentu tidak! Kepedulian pada penghancuran hutan yang diteriakan dalam lirik Last Message pun disampaikan. Penghormatan sekaligus kesedihan mendalam seorang anak di kematian Ayahnya juga sahabatnya, dijabarkan dalam nada-nada emosional di Ode. Termasuk isu-isu pribadi tiap personel, macam Dear Davin, Late Nite Dance, Lovely Niku, hingga tribut untuk musisi idola mereka macam Monk Ska (tribut untuk Theolonius Monk) dan Orbit (tribut untuk Skatallites). Pastinya memang tiap lagu punya unsur personal dari tiap personelnya. Latar inilah yang akhirnya mempertemukan SM dengan kata “Semburat”. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki definisi “percikan aneka warna dalam sebuah bidang…”. Yang dalam konteks album kedua ini, menggambarkan begitu banyak unsur, aksen, hingga emosi personal dari beragam latar belakang tiap personelnya. Dan semua berada dalam satu bidang, media, atau sebut saja panggung bernama Ska. Semua pesan dan nyawa semua lagu bisa tersampaikan dengan baik lewat semburat ragam latar tiap personel tersebut. Begitulah inti album kedua yang diawali sebagai album digital ini, sambil mempersiapkan versi fisik yang akan dirilis medio tahun ini juga.   Ya betul, setelah dirilis dalam bentuk digital di layanan-layanan streaming macam Spotify, iTunes, Joox, dan lainnya di April 2017 lalu, kini...

Read More
Menuju Soundrenaline 2017 di Road To Soundrenaline Cirebon
Jul20

Menuju Soundrenaline 2017 di Road To Soundrenaline Cirebon

Tanggal 22 Juli mendatang, Cirebon disuguhi gelaran Road To Soundrenaline, sebuah festival musik dan seni yang merupakan rangkaian menuju main event yaitu Soundrenaline di Bali, bulan September nanti. Sebagai salah satu rangkaian tersebut, Road to Soundrenaline Cirebon menghadirkan sebuah festival musik yang fresh dan apik. Baik dari segi line up artis, desain panggung, dan booth booth interactive lainnya. Bertempat di Lapangan Makorem 063 Sunan Gunung Jati Cirebon, event ini mengusung konsep festival musik urban, dengan tampilan yang di desain cukup apik. Tata panggung, tata lampu dan visual akan di desain sedemikian rupa sehingga mampu memberikan pengalaman yang berbeda bagi para audience di Cirebon. Stage yang di design dengan tata cahaya dan visual panggung yang epic, akan di isi oleh beberapa deretan band kelas wahid seperti THE S.I.G.I.T, Rocket Rockers, Hanyaterra, Puppyhansen, Suar & Temaram dan Toreh. Beberapa booth interactive seperti F&B dan market place akan hadir pula meramaikan gelaran Road To Soundrenaline Cirebon, diantaranya; SRC, Wild Original, KFC, Cirebon Sultana, Famouz Café, Takadon, Kampus Kopi, Moocow, dan Cirebonstore.co. Di area A longue, pengunjung juga dapat melihat pameran karya Fotografi dan artwork dari Klise Unswagati dan Worst Graffiti, sehingga akan menambah pengalaman para pengunjung dalam menonton festival...

Read More
Bottlesmoker Rilis Album Bebas Unduh ‘Parakosmos’
Jul17

Bottlesmoker Rilis Album Bebas Unduh ‘Parakosmos’

‘Parakosmos’ dari Bottlesmoker ini merupakan rilisan pertama dari seri album menyambut ulang tahun Yes No Wave Music ke sepuluh dan sekaligus merayakan Netlabel Day yang jatuh pada tanggal 14 Juli 2017. Album ‘Parakosmos’ menceritakan tentang perjalanan seseorang di suatu dunia yang memiliki keharmonisan di antara keberlawanan. Album ini merupakan kumpulan cerita tentang keharmonisan alam semesta, di mana titik harmonis kami anggap harus memiliki unsur keseimbangan dari dua hal yang bertolakbelakang. Tema yang diangkat adalah ritual-ritual seni yang dilakukan oleh masyarakat daerah di beberapa wilayah di Indonesia. Ritual tersebut bertujuan untuk menjaga keseimbangan dan keharmonisan hidup. Kata “Parakosmos” diambil dari dua pemaknaan; pertama dari kata Paracosm yang berarti imaginary world dan kedua dari kata Paradoks dan kata Kosmos, berarti semuanya di alam semesta ini memiliki pasangan (berlawanan; hitam putih, perempuan laki-laki, gelap terang dll). Anggung Suherman (Angkuy) dan Ryan Adzani (Nobie) melakukan pendekatan yang berbeda dalam pengerjaan album Parakosmos ini. Untuk bersentuhan secara intim dengan seni tradisi ini, Bottlesmoker berkolaborasi dengan Palmer Keen, etnomusikolog asal Amerika yang melakukan field recording di banyak wilayah Indonesia untuk merekam kesenian dan alat musik daerah melalui format audio dengan pendekatan etnografi. Melalui nama Aural Archipelago, Palmer Keen berhasil mengumpulkan arsip dan mendokumentasikan kebudayaan daerah di Indonesia. Di album ini, Bottlesmoker merespon sebagian hasil dari ekspedisi yang dilakukan oleh Aural Archipelago. Menyerap energi dan nilai dari beberapa ritual keseniannya untuk direspon menjadi sebuah pengalaman baru. Ada dua pendekatan yang dilakukan oleh Bottlesmoker dalam proses kreatif di album ini; pertama, mengadaptasi beberapa motif dan pola permainan musik daerah, seperti motif kendang untuk penulisan beat, hingga motif Tarawangsa untuk penulisan rhythm yang repetitif. Kedua, mengambil rekaman suara bernyanyi solo hingga paduan suara, mulai dari kesenian Beluk di Tasikmalaya hingga Panggaiyang di Sumba Timur yang dijadikan materi vokal utama. ‘Parakosmos’ terdiri dari 10 lagu yang menjadi satu kesatuan cerita perjalanan seseorang dari ‘bawah’ menuju ‘atas’ yang terinspirasi dari nilai-nilai ritual yang dilakukan oleh bangsa Indonesia ‘dulu’ untuk tetap harmonis dengan semesta. Album ini merupakan album ke 4 Bottlesmoker dan menjadi album paling berbeda dengan konsep album sebelumnya. DOWNLOAD: BOTTLESMOKER – PARAKOSMOS...

Read More
ikkubaru Mengeluarkan Video Klip “Chasing Your Shadow”
Jul17

ikkubaru Mengeluarkan Video Klip “Chasing Your Shadow”

Grup musik city pop asal Bandung, Ikkubaru, resmi mengeluarkan video klip untuk lagu mereka yang berjudul “Chasing Your Shadow”. Lagu tersebut berada di rilisan ikkubaru bertajuk “Amusement Park”, sebuah album penuh perdana milik band beranggota Muhammad Iqbal (Vocal, Keyboard, Guitar), Rizki Firdausahlan (Vocal, Guitar), Muhammad Fauzi Rahman, (Bass) dan Banon Gilang (Drum), yang dirilis di dua Negara. Album ini disebar di Jepang melalui Hope You Smile Records (2014) sedang Album versi Indonesia ini dicetak dan didistribusi oleh Misashi Records dan Monolite Records (2017). Dalam pembuatan video ini, ikkubaru mempercayakan penggarapan kepada Andi Gondi, seorang sutradara muda asal Jakarta. Andi Gondi sendiri dikenal sebagai sosok yang banyak terlibat dalam beberapa proyek video klip. Misalnya, sebagai director untuk video klip Spaceandmissile – Play, Rewind, Erase, Muntheboyd – Perfect Hard Love. Juga terlibat dibeberapa penggarapan lain seperti video klip Blackteeth – Anjing Kantor, Kronutz – I Need More Love, Teman Sebangku – Sing About You, Oscar Lolang – Little Sunny Girl, Angsa & Serigala – Hitam & Putih dan lain sebagainya. Menurut penuturan Andi Gondi, video “Chasing Your Shadow” sendiri pada dasarnya menawarkan cuplikan kehidupan pribadi salah satu personel ikkubaru, dengan kemasan elemen arsitektural yang kental. Konsep awalnya, berangkat dari kacamata Andi Gondi melihat kehidupan seorang pencipta lagunya. “Pola desain atau pola rancangannya dikemas sederhana sebetulnya, bersama tim saya hanya mengembangkan segi visualnya saja. Pengembangan visual yang dilakukan adalah dengan melihat perspektif lain dari isi lagu “Chasing Your Shadow”,” katanya. Perspektif lain yang dimaksud adalah dengan dilibatkannya seorang perempuan asal Bandung yakni Karina Sokowati. Alhasil, Perempuan yang juga dikenal sebagai seorang praktisi independen yang ikut andil diberbagai medium kesenian—dikenal pula sebagai pendiri kolektif seni bernama Kongsi Callow, itu didapuk menjadi aktor utama dalam video berdurasi 4 menit lebih ini. “Penglihatan saya terhadap personal pencipta lagu, saya terapkan kepada sosok perempuan yang diperankan Karina Sokowati. Perspektif lagu “Chasing Your Shadow” sendiri saya balik, diperankan oleh perempuan. Alasannya, saya pribadi yakin dengan karakteristik seorang Karina Sokowati. Ia dapat membangun emosi yang saya mau. Karina Sokowati dapat memberikan ragam ekspresi, baik itu naik dan turun dengan begitu maksimal, dan itu tentu baik bagi kebutuhan visual yang diinginkan, terutama untuk penggambaran lagunya secara utuh,” ujar Andi Gondi menjelaskan. Lebih jauh, lanjut Andi Gondi, diluar yang telah dijelaskan. Video klip “Chasing Your Shadow” memiliki benang merah lain yang ingin disampaikan. Mulai dari lokasi dan Nuansa yang dibangun yaitu dengan sajian pendekatan suasana 80-an, lokasinya sendiri diambil diberbagai sudut di Kota Bandung, ragam tempat yang dianggap sangat memiliki keterwakilan dengan konsep yang diusung. “Lokasi yang kami pakai adalah salah satu elemen yang hendak kami tawarkan—kepada publik, makanya setting utama yang dibangun adalah nuansa 80’an. Nilai arsitekturalnya yang memang...

Read More