Frau Rilis Album Keempatnya ‘Tembus Pandang’
Nov21

Frau Rilis Album Keempatnya ‘Tembus Pandang’

Tanggal 23 November 2017 ini, Frau akan melakukan peluncuran mini album ke-4 dengan judul ‘Tembus Pandang’ di Ruang MES 56 Yogyakarta. Mini album ini merupakan kolaborasi yang dimulai pada tahun 2015, antara Frau dengan Restu Ratnaningtyas, seniman yang dikenal atas keindahannya melukis dengan cat air. Dalam acara ini, audiens diajak mendengarkan rekaman lagu-lagu di mini album tersebut dan berbincang bersama tentang karya kolaborasi ini. Lagu-lagu dalam mini album ini pertama kali dipentaskan pada tanggal 3 April 2015, saat Frau pertama kali dipertemukan dengan Restu Ratnaningtyas di konser rutin kolaborasi musksenirupa bertajuk Lelagu di Kedai Kebun Forum. Acara yang saat itu sudah sebelas kali diselenggarakan biasanya menampilkan kolaborasi-kolaborasi yang menitikberatkan respon visual perupa atas bebunyian musisi. Frau dan Restu pun memutuskan memaruh kewajiban tersebut: Restu merespon 3 lagu Frau, Frau merespon tiga gambar Restu. Proses kolaborasi alih-media selalu membutuhkan ‘lensa’; ‘lensa’ yang (konon katanya) selalu bersifat tembus pandang. Kolaborasi tersebut kemudian menghasilkan 4 lagu yang disajikan dalam mini album ini. Setelah merilis album ke 3 yang berjudul Parasite Lottery dalam format piringan hitam 7” pada tahun 2016, tahun ini Frau kembali hadir dengan merilis album ke-4 berjudul Tembus Pandang dalam bentuk cakram padat dan didistribusikan oleh Sbatu Records. Label rekaman yang dimiliki oleh Frau sendiri. Pada acara peluncuran album ini, untuk pertama kalinya rekaman lagu-lagu Tembus Pandang diperdengarkan ke publik yang kemudian dilanjutkan dengan ngobrol bersama Frau, Restu Ratnaningtyas dan Dimas Ario mengenai proses produksi kreatif dari album ini. Tiket dijual secara pre-order seharga Rp 25.000 dan keping CD seharga Rp...

Read More
Vinyl Mooner “Tabiat” dirilis di Amerika dan Eropa
Nov20

Vinyl Mooner “Tabiat” dirilis di Amerika dan Eropa

Setelah menarik perhatian khalayak rock Indonesia dan Australia melalui album perdana bertajuk Tabiat yang dirilis oleh label rekaman Bhang Records dari Bandung dan juga piringan hitam 7″ lagu “Ingkar” yang dirilis oleh Sacred Blue Records dari Melbourne Australia,  Mooner kembali mendapatkan kesempatan untuk menyebarkan musik mereka di benua Amerika dan Eropa dengan bantuan label rekaman Outer Battery Records dari New York, Amerika Serikat. Untuk merayakan perilisan ini, Mooner melepas sebuah single “Ingkar” dalam bentuk video clip yang digarap oleh Dewi Mariam. Rencana nya video clip ini akan digunakan untuk materi promosi di kanal Outer Battery Records dan Bhang Records. Outer Battery Records merupakan label yang menaungi band-band seperti Dinosaur Jr, OFF!, Earthless, Petyr, dan Arctic. Menfokuskan rilisan mereka dalam bentuk piringan hitam yang memanjakan para kolektor musik. Perilisan ulang Tabiat juga akan difokuskan kepada piringan hitam atau Vinyl berwarna putih dan rencananya akan disebar luaskan di benua Amerika dan Eropa mulai tanggal 8 Desember 2017 melalui jaringan distribusi yang dimiliki oleh Outer Battery...

Read More
‘Trouble Maker’, Album Perdana Band Asal Palu Badass Monkey
Nov20

‘Trouble Maker’, Album Perdana Band Asal Palu Badass Monkey

Sejak terbentuk awal tahun 2015, akhirnya Badass Monkey menelurkan album perdananya. Perjalanan waktu yang terhitung cukup singkat untuk sebuah proses berkarya ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi personil band. Suka duka proses kreatif secara tidak langsung membentuk solidaritas yang akhirnya menghasilkan karya riil. Sepuluh nomor lagu yang dikemas dalam album panjang bertajuk Trouble Maker akhirnya lahir dan  menjadi angin segar bagi kancah musik independen lokal maupun nasional secara luas. Penggarapan album ini dilakukan selama setahun penuh. Di sela-sela proses recording yang dicicil, Badass Monkey terus aktif mengisi panggung-panggung lokal. Dari berbagai gig hingga deretan panggung akbar di Palu mereka terlihat aktif. Hal ini menjadikan mereka lebih produktif, menciptakan karya demi karya yang akhirnya membuahkan album Trouble Maker. Band yang diperkuat oleh Otank (gitar vokal), Ian (gitar), Fatur (bas) dan Andi (drum) ini sebelumnya telah merilis single secara gratis sebagai bentuk promosi awal. Lagu berjudul “City Sky” tersebut bercerita tentang kota Palu, kota tempat band ini lahir. Lagu ini memberikan gambaran tentang kota yang langitnya selalu nyentrik dan membiru di siang hari, menyuguhkan panorama teluk, laut dan pegunungan disekelilingnya. Proses penggarapan album Trouble Maker dilakukan di T-Musiq, salah satu studio musik profesional di Palu. Angga dipercayakan sebagai engineer dalam proses recording dan dilanjutkan oleh Theo dalam proses mixing dan masterin. Berkat bantuan dan kerja keras mereka, akhirnya album ini siap disuguhkan dengan audio layak dan ‘menendang’. Beralih ke artwork, mulai dari kover, foto band dan gambar lainnya adalah karya Ufik (Butawarnahouse), seorang graphic designer muda dari...

Read More
“Intuisi” Bawa Yura Yunita Raih Dua Piala AMI 2017
Nov20

“Intuisi” Bawa Yura Yunita Raih Dua Piala AMI 2017

Euforia gelaran penghargaan Anugerah Musik Indonesia 2017 yang dilaksanakan Kamis (16/11) lalu masih menyisakan kebahagiaan yang luar biasa bagi Yura Yunita. Fokus menapaki musik Indonesia dalam beberapa tahun belakangan nyatanya berbuah manis dimana dua piala dari kategori Artis Solo Wanita Pop Terbaik dan Pencipta Lagu Pop Terbaik sukses diboyongnya. Yura Yunita sukses bersinar di antara musisi lainnya seperti Rossa, Bunga Citra Lestari hingga Agnez Mo. “Alhamdulillah, dengan rasa syukur yang teramat sangat, dan segala kerendahan hati mengucapkan terimakasih banyak AMI Awards untuk apresiasi luar biasa atas proses panjang ini. Kerja keras, perjuangan tanpa batas berkarya sehingga mendapat penghargaan menjadi Artis Solo Wanita Pop Terbaik dan Pencipta Lagu Pop Terbaik (Intuisi).  Piala ini pun bukan hanya untuk Yura namun piala ini milik bersama, milik semua pencinta karya-karya Nominee lain yang juga sangaat aku idolakan, ini milik pecinta karya-karya penyanyi favoritku Agnez Mo, Isyana, Rossa dan Bunga Citra Lestari, juga milik semua pencinta musik Indonesia yang berhati baik yang selalu apresiasi karya karya Musik Indonesia,” ujar Yura Yunita berterima kasih. “Intuisi adalah lagu personal yang aku buat dari kata hati terjujur dan terdalam. Intuisi dikemas menjadi suguhan yg penuh makna dan mendalam dengan dibantu Iwan Popo (piano) dan produser Ari Renaldi. Hadirnya string section yang direkam di Budapest, Hungaria, Eropa juga semakin menambah kemegahan Intuisi dalam menyampaikan kepedihan. Intuisi sukses menjamah pendengar musik, berkat kuatnya kolaborasi musik, lirik serta emosi kiat yang terdapat dalam lagu ini. Setelah sukses dengan album pertamanya, Yura Yunita merilis lagu “Intuisi” pada tahun 2016 dan “Buktikan” di  tahun 2017 sebagai jembatan menuju album kedua Yura yang sedang dalam proses produksi. Proses produksi di album kedua ini sangat berwarna, kaya akan eksplorasi musik Motown, Jazz 20’s 70’s dan di album kedua nanti aku suguhkan rasa musik yang tidak biasa.” Tutur Yura. Tiga tahun berturut turut sejak 2015-2017 Yura masuk ke nominasi Best Female Singer of the Year di Indonesian Choice Awards. Awal 2016 lalu Yura terpilih menjadi nominasi Best New Female Artist untuk 3 Negara, Indonesia, Malaysia dan Singapura di Anugerah Planet Muzik. Sementara itu di Rolling Stone Indonesia, Album Yura terpilih menjadi 6 besar Album Indonesia terbaik pada tahun 2014 dan Yura terpilih sebagai The New Rising Star di Rolling Stone Editors’s Choice Awards 2017. Tahun ini pun Yura menggelar beberapa konser di Melbourne, Malaysia dan 29 November mendatang Yura akan menggelar konser tunggal di...

Read More
Is Undur Diri dari Payung Teduh
Nov16

Is Undur Diri dari Payung Teduh

Vokalis Payung Teduh, Mohammad Istiqamah Djamad atau yang akrab disapa Is memberikan kabar mengejutkan bagi penggemarnya dan industri musik Indonesia karena dirinya memutuskan untuk mundur dari band yang selama ini membesarkan namanya tersebut. Pernyataan itu secara resmi disampaikan Is  usai tampil bersama Payung Teduh dalam konser BBM Liztomania Konser Musik Tanah Air Vol. 3 Payung Teduh ‘Catra Adhum’ di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (14/11) malam. “New episode kali ya, petualangan dengan Payung Teduh mungkin, bukan mungkin, tapi akan berakhir di 2018. Saya sih yang mundur, teman-teman tetap,” ujarnya. Meskipun kedepannya tidak bersama Is lagi, namun dipastikan Payung Teduh akan tetap aktif. “Tetapi mereka tetap berjalan. Maksud gue mereka tetap jalan, tanpa gue,” tegas Is. Hingga saat ini  Payung Teduh telah menelurkan tiga album yaitu  ‘Payung Teduh’ (2010), ‘Dunia Batas’ (2012), dan ‘Live at Yamaha Live and Loud’...

Read More
Nostalgia Masa Lalu Bersama Megahit Selection di Yogyakarta
Nov16

Nostalgia Masa Lalu Bersama Megahit Selection di Yogyakarta

Akhir-akhir ini di skena musik independen Indonesia khususnya elektronik sedang cukup populer gig dengan menampilkan irama musik 80-90an. Minggu ini di Yogyakarta akan digelar sebuah acara yang bernama Megahit Selection dimana merupakan  acara musik yang dikemas sebagai salah satu bentuk mengenang karya-karya musik dari beberapa musisi dunia dan lokal. Uniknya di Megahit Selection ini pengisi acara kebanyakan tidak berkecimpung di dunia musik dan DJ, diantaranya adalah AB. Prass yang berprofesi sebagai  seorang wartawan senior, Anom Sugiswoto yang saat ini menjadi road manager band Shaggydog, Danis Wisnu seorang drummer band dari FSTVLST, Andi Cahyo adalah seorang pelaku bisnis jasa tour & travel dan Lintang Enrico saat ini menekuni bisnis kaos polos dan juga pelaku skena musik elektronik di Yogyakarta. Mereka nantinya akan memainkan lagu-lagu hit dari beberapa genre musik, seperti lagu-lagu Rolling Stone, Britpop, Modern Rock, Garage Rock, Hit Wonder 90’s, Hip Metal hingga Indopop. Jumat malam nanti menjadi pesta para pengagum musik dari berbagai genre tentunya, telinga pengunjungpun akan dimanjakan oleh mereka. Selain itu, mata dari para audience  juga akan dimanjakan video dengan konten sesuai genre musik setiap pengisi acara yang dikerjakan dibawah kendali Visuiljetset. Acara ini akan digelar pada hari Jumat, 17 November 2017 bertempat di TAN Lunch & Bar. Jl. Rajawali Raya no. 26 Condongcatur Yogyakarta mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai.  ...

Read More