Killing Me Inside Rilis Single Terbaru Berkolaborasi dengan AIU
Jun24

Killing Me Inside Rilis Single Terbaru Berkolaborasi dengan AIU

Setelah sukses dengan album  ‘Rebirth’ yang mampu melambungkan kembali namanya di Industri Musik Indonesia, kini Killing Me Inside kembali hadir dengan mengeluarkan  single terbaru yang berjudul “Fractured” di tahun 2017 ini. Lagu yang ditulis oleh Rudye dan diaransemen bersama dengan Josaphat dan Angga menjadi sebuah lan kah awal project kolaborasi dengan salah satu penyanyi Rock wanita berkualitas yang pernah ada di belantika musik Indonesia, yaitu AIU  Ratna yang juga dikenal sebagai mantan vokalis band Garasi. Dalam single ini, Killing Me Inside memperdalam eksplorasi pada “beat” dan komposisi musik rock masa kini yang dipadu dengan cirrikhas suara vokal AIU yang powerfull....

Read More
“Wreck This Journal” Didapuk Sebagai Single Terbaru Coldiac
Jun22

“Wreck This Journal” Didapuk Sebagai Single Terbaru Coldiac

2 tahun mungkin adalah umur yang sangat muda bagi sebuah band, namun band yang masih bisa dibilang baru ini telah membombardir khalayak muda penikmat musik dengan propaganda-propagandanya dalam mengenalkan karya mereka. Coldiac, mungkin sebagian orang sudah terasa familiar dengan nama baru ini. Band asal kota Malang yang identik dengan Sambadha Wahyadyatmika (Vocal & Guitar), Mahatamtama Arya Adinegara (Vocal & Guitar), Derry Rith Haudin (Synth.), Bhima Bagaskara (Bass), dan Judha Widhita (Drum) ini telah menelurkan album perdananya “Heartbreaker” bersama GZZ records pada 10 Desember 2016 lalu. Coldiac dirasa cukup sukses mendulang publik dengan musikalitas dan estetika visualnya yang serba kuning, sehingga menciptakan kesan yang melekat pada band asal Malang ini. Setelah melewati 5 bulan pasca rilis, tepatnya pada tanggal 22 juni 2017, Coldiac kembali dengan sebuah single baru diluar album “Heartbreaker” berjudul “Wreck This Journal”. Masih dengan hasutan nuansa pop, single ini dikemas dengan sangat hati-hati oleh Coldiac. “Kami sangat mensakralkan Wreck This Journal, lagu ini punya makna yang sangat dalam untuk masing-masing personil dan orang orang yang pernah ada dalam kehidupan kami, walaupun dengan lirik yang cukup lugas, namun justru kelugasan itulah yang mengartikan makna sesungguhnya dari lagu ini. Purity!” dikutip dari siaran pers. Judul pada single teranyar Coldiac ini memang terinspirasi dari sebuah buku yang juga berjudul Wreck This Journal karya Keri Smith. Bukan tanpa alasan, namun memang buku ini adalah sebuah symbol dalam kisah nyata yang dialami salah satu personil Coldiac. “kita memilih libur dulu dari jadwal manggung di bulan puasa, karena memang kita pengen fokus untuk menciptakan sebuah karya visual yang bisa ikut membangun mood seseorang ketika mendengarkan dan nonton music video ini,” tutup Coldiac. The Adobe Flash Player is required for video playback.Get the latest Flash Player or Watch this video on...

Read More
GUNS Gambarkan Sosok Wanita Misterius Dalam Lagu “Jennytalia”
Jun21

GUNS Gambarkan Sosok Wanita Misterius Dalam Lagu “Jennytalia”

Setelah sebelumnya mengeluarkan 2 buah single yang berjudul, melawan arus dan Roda Dua kali ini GUNS kelompok Grunge/Alternatif asal Malang, beranggotakan Alif (Vocal), Eben (Drum), Refo (Guitar), Farhan (Guitar), dan Eldy (Bass) yang menobatkan diri sebagai kelompok sulit diatur. Mengeluarkan single ketiga sebagai awal gertakannya sebelum mengeluarkan album pertamanya yang kabarnya akan rilis di akhir tahun 2017, “Jennytalia” judul lagu yang menggambarkan sosok wanita misterius didalam kehidupan para personil GUNS, potret seorang wanita di alam dan era yang berbeda. Distorsi kotor serta suara vocal yang serak masih menjadi ciri kelompok Grunge/Alternative asal Malang ini, 3 single ini juga dikabarkan akan masuk ke dalam album pertama mereka. GUNS memulai karir pada Maret 2015 dengan single pertamanya “Melawan Arus” yang menggambarkan perlawanan terhadap tren musik EDM serta gaya hidup yang mulai semrawut saat itu, dengan mengusung aliran musik Grunge/Alternative ala 90an, single “Melawan Arus” mampu menjadi gertakan serta kritikan pada masa itu dan memberikan ruang untuk Guns di skena musik Malang. Gigs kecil hingga panggung-panggung festival mulai dijajal, hingga pertengahan tahun 2016, GUNS kelompok sulit diatur, kembali mengeluarkan single yang berjudul “Roda Dua” yang didedikasikan untuk para pecinta dunia custom culture di Kota Malang. Atas kemarahannya yang dituangkan dalam lagu “Roda Dua”, GUNS menjadikan lagu ini sebagai perlawanan agar tidak selalu terpusat pada ibu kota dan kota-kota besar lainya. Teriakan pertanda tak mau...

Read More
Spontanitas Jadi Semangat Monita Tahalea di Video Klip Terbarunya “Hai”
Jun21

Spontanitas Jadi Semangat Monita Tahalea di Video Klip Terbarunya “Hai”

Hari ini, Monita Tahalea merilis video klip terbarunya, “Hai”, yang merupakan single kedua dari album ‘Dandelion’. Ada yang berbeda dari video klip Monita kali ini. Alih-alih melibatkan tim dengan banyak kru, video klip ini hanya melibatkan sang penyanyi, dan seorang videografer yang juga anggota komunitas fans Monita, #HaiTeman. “Hai” menunjukkan Monita yang sedang menjelajahi Semarang dengan naik becak dan jalan kaki. Penonton diajak turut serta dalam perjalanan ini, lewat rangkaian gambar yang Monita abadikan dengan kameranya. Seperti menonton vlog perjalanan yang penuh cerita dan warna. Lebih dari dokumentasi perjalanan, video klip “Hai” didasari semangat berbagi. Dalam kesempatan ini, berbagi senyum dengan orang-orang asing yang Monita temui di sekeliling kota Semarang. Monita sengaja membawa seikat bunga matahari untuk dibagikan pada mereka yang kebetulan berpapasan dengannya; dari tukang becak, ibu tua yang sedang bersantai di depan rumahnya, hingga anak-anak yang sedang bermain di Kampung Warna-Warni dikutip dari siaran pers. “Lewat proyek video klip ini, saya menantang diri sendiri untuk melakukan one random act of kindness,” kata Monita. “Saya selalu suka bunga, dan bunga matahari ini adalah simbol sapaan kepada orang lain yang tidak saya kenal. Semoga, hari si penerima bunga menjadi lebih indah.” Daya tarik video klip ini memang timbul dari spontanitasnya. Serangkaian kejadian dan ekspresi yang alami, tanpa diatur skenario atau diganggu kamera, lampu dan serombongan kru. Sesuai dengan lirik lagunya, video “Hai” memperlihatkan kerinduan Monita sebagai penyanyi, yaitu menjalin koneksi dengan audiensinya. Karena alasan itu pulalah, ia memilih bekerja sama dengan Syifa Sauqy, videografer asal Solo yang tergabung dalam komunitas #HaiTeman. “Aku ingin bisa mendukung anggota #HaiTeman untuk mengembangkan talenta mereka. Meskipun seringkali, aku yang terbantu dan terinspirasi oleh semangat mereka,” kata Monita. The Adobe Flash Player is required for video playback.Get the latest Flash Player or Watch this video on...

Read More
Rusa Militan Melepas Album Perdana  “No Future”
Jun20

Rusa Militan Melepas Album Perdana “No Future”

SETELAH penantian panjang selama kurang lebih enam tahun lamanya, entitas folk-rock revival asal Bandung, Rusa Militan akhirnya resmi meluncurkan album penuh perdana, bertajuk No Future. Album yang dirilis secara mandiri ini, didalamnya menawarkan delapan aransemen musik yang menghadirkan perluasan bunyi yang lebih eksploratif dari folk-rock pada umumnya, yang mana dalam hal ini, memadupadankan ragam resapan unsur musikal dan mengemasnya dengan pendekatan yang jauh lebih futuristik. “Sebetulnya, kami menentukan nama album ini hingga berbulan-bulan, dan jujur sesungguhnya kami tidak bisa mempertanggung jawabkan filosofi dibalik nama-nya secara gamblang. Tapi satu hal, No Future adalah perubahan musikal Rusa Militan, sebuah perluasan bunyi yang lebih eksploratif. Awalnya, semuanya berangkat dari keresahan di tubuh internal kami.  Singkatnya, kita sadar semua bunyi dalam jenis musik apapun pernah ditawarkan, tapi yang terpenting bagaimana mengolahnya ke era dimana kita memainkannya. Dulu secara tidak sadar, kami (juga) terjebak diwilayah-wilayah musik folk yang tipikal, dan Album No Future, adalah awal dari pencapaian (perubahan) yang diinginkan, sebuah album eksperimen dari banyak keresahan internal masa lampau,” terang Mario Panji. Adapun dari ke delapan lagu yang ada, Rusa Militan mengedepankan beragam tema/ cerita atau isu, mulai dari curahan—keresahan ide, luapan emosi, sisi sosial, realitas, hingga potret manusia yang tumbuh dan mencari perjalanan akan jati dirinya. Adapula sebuah lagu penghormatan untuk alam semesta yang dibungkus dengan musikalisasi puisi, dan kesemuanya beririsan langsung secara personal dengan para personel Rusa Militan. Sedang untuk penyajian diksi-diksi lagunya, Rusa Militan menggunakan pendekatan syarana perumapamaan yang kental—metafora. Meski begitu sama sekali tidak meninggalkan jejak harmonisasi yang indah seperti ciri Rusa Militan sebelumnya. Secara garis besar, Rusa Militan sendiri menyebut tema/ cerita dari album ini sebagai Depression Note. “Secara menyeluruh album ini bercerita tentang banyak hal, utamanya yang dekat dengan kehidupan kami. Ada bisikan, (semacam) halusinasi, penuh meditasi. Lalu perjalanan spiritual, Euforia perkumpulan dan lain-lain. Ringkasnya, Ini adalah kisah kami. Saya pribadi, tidak bisa menulis dari perspektif orang ketiga, saya selalu menulis dari pengalaman langsung yang dialami. Album ini (tentu) sangat personal, semua personel terceritakan. Dalam prosesnya, kami pun berpikir, kehidupan yang kami jalani seakan tidak memiliki masa depan, tapi kita tidak akan pernah tau, seperti apa kita didetik selanjutnya. Sedetik kedepan itu, kita masih ada atau tidak? Itu juga yang kemudian menjadi argumen untuk kami terus ada dan berkembang,” urai Mario Panji yang memang dominan menulis lagu. Sebagai catatan, No Future sendiri dikerjakan dalam kurun waktu yang relatif alot, terhitung sejak tahun 2013 lalu hingga akhir 2016, oleh tim internal mereka di bilangan Puridago 29 (Bandung) dengan polesan akhir engineer, Juan Chun pada mixing dan mastering. Sementara untuk melengkapi kesan estetik, Rusa Militan mempercayakan sampul album kepada Yung Neep & Ibnu Herlambang dengan pendekatan yang tidak terlalu rumit, namun tepat sasaran dan berkesinambungan dengan tema album. Menurut Mario Panji, diluar...

Read More
ROBBRS Rilis EP Perdana
Jun20

ROBBRS Rilis EP Perdana

ROBBRS berhasil menyilang salah satu resolusi tahun barunya di tahun 2017 ini; mereka akhirnya melepas rilisan dalam bentuk Extended Play (EP) pada tanggal 17 Juni 2017 dengan judul Silence setelah merilis dua single sebelumnya. EP Silence berisikan lagu-lagu yang memang sudah sering dibawakan oleh ROBBRS di setiap panggungnya yaitu ‘The Joy of Silence’, ‘Is This My Vault?’, ‘Talk Me Through’, ‘Your Broken Past is Not Here to Last’, dan ‘Dine and Whine’. Terkhusus untuk ‘Dine and Whine’, lagu tersebut direncanakan akan masuk ke dalam album kompilasi kolektif Kampung Halaman dengan judul #1500kalori bersama dengan lebih dari 30 musisi independen Jogjakarta lainnya. Proses pengerjaan EP berlangsung selama empat bulan; proses workshop materi terjadi di bulan Februari dan penyelesaian mixing dan mastering semua lagu di bulan Mei. Bekerjasama dengan Gilang ‘pultn’ Wahyu Apriliawan yang digaet untuk mengerjakan artwork dan Elmo Ramadhan yang bertanggung jawab dalam proses recording, mixing, dan mastering, EP Silence merupakan manifestasi dari proses yang dilalui ROBBRS selama satu tahun terakhir. Silence, atau diam/hening/sunyi, merupakan sebuah kondisi yang dibutuhkan oleh seorang manusia, seperti apapun watak dan tingkah lakunya. Saat ‘sunyi’ merupakan waktu krusial dalam hingar-bingar hidup seorang manusia untuk mampu berinteraksi kepada dirinya sendiri dan berdiskusi dengan pikirannya sendiri tentang hal-hal yang penting dalam hidupnya. Definisi ini yang coba ROBBRS sampaikan pada tiga lagu pertama dalam EP, The Joy of Silence, Is This My Vault, dan Talk Me Through, bahwasanya begitu banyak hal yang terjadi di dalam pikiran manusia ketika sedang menikmati keheningan, tergantung percakapan yang sedang ia lakukan dengan dirinya tersebut. Berbeda dari tiga lagu di awal, dua lagu lainnya, Your Broken past is Not Here to Last dan Dine and Whine, merupakan interpretasi dari ‘tindakan’ atau ‘aksi’ yang dilakukan oleh seorang manusia sebagai hasil dari kontemplasi yang telah dilakukan. Tindakan ini melibatkan orang lain, tidak lagi antara seorang manusia dengan dirinya lagi; hal ini terlihat dari perbedaan nuansa dari tiga lagu pertama. Kedua lagu ini merupakan ‘jembatan’ yang dibuat oleh ROBBRS sebagai perkenalan tentang apa yang akan terjadi pada album pertama mereka. Dalam waktu dekat, ROBBRS akan mengeluarkan sebuah video klip buah karya Ardana Adi dan Gora Irianto untuk single pertama dalam EP ini, Talk Me Through. Seluruh lagu di EP Silence ini sudah bisa dinikmati via iTunes, Spotify, JOOX dan aplikasi digital music streaming lainnya; dapat pula diakses di setiap akun YouTube, SoundCloud, dan Bandcamp milik ROBBRS. EP ini akan dikemas dalam bentuk fisik yang akan dipaketkan dengan kaos, totebag dan poster dengan format pre-order melalui akses ke website robbrsmusic.com.  ...

Read More