_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"kanaltigapuluh.info","urls":{"Home":"http://kanaltigapuluh.info","Category":"http://kanaltigapuluh.info/category/nowplaying/","Archive":"http://kanaltigapuluh.info/2017/04/","Post":"http://kanaltigapuluh.info/puma-keluarkan-koleksi-terbarunya-dalam-seri-classics/","Page":"http://kanaltigapuluh.info/redaksi/","Attachment":"http://kanaltigapuluh.info/puma-keluarkan-koleksi-terbarunya-dalam-seri-classics/http-bae-hypebeast-comfiles201703sesame-street-puma-suede-2017-collaboration-1/","Nav_menu_item":"http://kanaltigapuluh.info/culture-art/","Wpcf7_contact_form":"http://kanaltigapuluh.info/?post_type=wpcf7_contact_form&p=1161"}}_ap_ufee
Record Store Day 2017 Sajikan Suasana Baru
Apr18

Record Store Day 2017 Sajikan Suasana Baru

Record Store Day (RSD) kembali lagi untuk dirayakan! Mengambil tema 10 tahun perayaan Record Store Day di dunia, kali ini pihak penyelenggara, khususnya untuk chapter Jakarta akan mengambil lokasi perhaletan di Lantai 7 Kuningan City, Jakarta Selatan pada 21-22 April 2017 (Jumat-Sabtu). Dipilihnya Kuningan City sebagi tempat pelaksanaan perayaan Record Store Day kali ini selain lokasinya yang strategis, pihak penyelenggara ingin memberikan kenyamanan lebih kepada para pengunjung dan para penjual rilisan fisik, sehingga tempat ini menjadi pilihan tepat untuk dilaksanakannya Record Store Day 2017. Untuk diketahui, ini menjadi pelaksanaan Record Store Day Indonesia tahun keenam, setelah sebelumnya pernah dihelat di Monka Magic, HeyFolks! Dan Pasar Santa. Untuk tahun ini, puluhan peserta/toko musik independent turut serta dalam pesta besar rilisan fisik ini. Sementara, sekitar 40 (akan terus bertambah) rilisan secara khusus dirilis saat Record Store Day, seperti The Trees And The Wild – Monumen (EP), Petaka – Live at Extreme Moshpit (kaset), Payung Teduh – Live and Loud (kaset), Giant Step – Life Not The Same (Cd, Vinyl, kaset,-boxset), Alice – Konsorsiumhumaniora (kaset), dan beberapa rilisan lainnya. Selama dua hari, para pengunjung juga akan dihibur dengan penampilan beberapa band seperti Giant Step, Petaka, Fable, The Trees And The Wild, Dialog Dini Hari, Monkey To Millionaire, Barefood, Skalie, Sentimental Moods, Indische Party, Polyester Embassy, Piston, Ramayana Soul dan banyak lagi lainnya. Selain performance band, juga ada workshop, lelang dan interactive activity. Selain itu, pihak penyelenggara juga akan mengadakan pre-event ‘Road To Record Store Day’ yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 15 April 2017 di Qubicle Center, Senopati, Jakarta Selatan. Dalam acara itu akan disajikan talk show dengan pembicara antara lain, Wahyu Acum (penulis buku #GilaVinyl), Yongki Perdana (pemilik toko musik Quickening) dan Ardy Chambers. Dalam acara ini juga akan diramaikan oleh penampilan beberapa band seperti Glaskaca, Hira, Pillo, dan...

Read More
Shaggydog, DOM 65 dan Zoo Rilis Piringan Hitam di Perayaan RSD2017 Yogyakarta
Apr17

Shaggydog, DOM 65 dan Zoo Rilis Piringan Hitam di Perayaan RSD2017 Yogyakarta

Record Store Day kembali lagi di tahun 2017 dengan semangat yang masih sama dengan perayaan tahun-tahun sebelumnya bahkan kini makin banyak kota yang ikut merayakannya . Acara internasional tahunan ini untuk merayakan keberadaan took musik independent serta rilisan musik dalam bentuk fisik seperti CD, kaset bahkan piringan hitam. Dan untuk tahun ini secara resmi berlangsung pada hari Sabtu, tanggal 22 April 2017. Jogja Record Store Club kembali menginisiasi perayaan event tahunan ini di wilayah Yogyakata.  Bertempat di Rumah Budaya Prof. Soeroso (Angkringan Sari Dele) Jl. Sidobali No. 10B, Muja Muju, Umbulharjo, Yogyakarta, event yang berlangsung mulai pukul 12 siang sampai 11 malam ini akan dipenuhi dengan bermacam kegiatan yang memanjakan para penikmat musik. Sebanyak 29 lapak records label, records store offline maupun offline serta kuliner dan majalah akan memeriahkan bazaar ini, diantaranya:  WLRV Records, Rilisan Fisik, Deep, Disgusting Tapes, Samstrong Records, Yogya Music Store, Doggy House Records, YesNoShop, Pengerat Shop, Demajors_Jogja, 42 Music Store, Jesuiscidal Records, Mindblasting Netlabel, Retro Active, Jajan Musik x Langensrawa, Yohan Kaset & Buku, Nur Kaset & Buku, Aldila, Rudi Kaset, Kobarjati, Nirmana Rec, UD. Barokah dan Nguping yang berasal dari Jogjakarta. Selain dari Jogjakarta, ada juga pelapak dari luar kota semisal dari Semarang ada Arubi_store, dari Solo ada Squonk, Disko Hobi x Lokananta dan Mr. George Music Store serta Pooks Rec dari Bekasi. Selain lapak rilisan music juga ada lapak kuliner LKLJJN (Klaten) dan majalah, Folksy magazine. Beberapa records label dan band merilis album khusus di acara ini, diantaranya: Nirmana Rec yang me-re-issue album DOM 65 – Greatest Pledge Articles dalam format piringan hitam. DoggyHouse Records juga merilis ulang album Shaggydog – Putra Nusantara dalam bentuk vinyl serta video klip Rock Da Mic yang diproduseri oleh Djati Wowok Pambudi di kanal Youtube.com/TheDoggyTV. Zoo yang baru saja merampungkan tour Eropa-nya akan kembali dengan cetakan versi vinyl dari album Prasasti mereka. Otakotor Records tidak tanggung-tanggung melepas 3 album dari 3 band Jogja yaitu (((…))) – s/t, Arpappel – Aral Ruang dan Riverstone dalam bentuk CDr. Di area Experimental Noise, label Noise Bombing akan mengeluarkan rilisan kaset kompilasi Sounds From Sulawesi juga To Die yang baru saja merampungkan tour Asia Tenggara – Jepang ini akan melepas kaset live album melalui label Hyperactape Records. Di ranah Celtic Punk, Rain in Summer menelurkan album baru dalam bentuk CDr melalui WLRV Records. Sementara itu Jesuiscidal Records mengemas kembali kaset album Eternally Deprecated dari kugiran Death Metal, Death Vomit. Jogja Records Store Club sebagai tuan rumah acara ini juga mengorganisir sebuah kompilasi kaset yang berisi 10 band Yogyakarta diantaranya: The Ring, Riverstone, Pintu Rumah Biru, Lorong Jalanan, Venomous, Hell Driver Club, Amok, Marsmolys, Beathovent dan Rubah Di Selatan. Tidak ketinggalan akan...

Read More
Jelang RSD2017, JRSLM Rilis Single “Sang Utopis”
Apr17

Jelang RSD2017, JRSLM Rilis Single “Sang Utopis”

JRSLM (atau yang lebih dikenal dengan pelafalan Jerusalem) adalah Trio Heavy Riffer asal Bandung yang terbentuk sejak tahun 2015 silam dengan beranggotakan pemuda yang haus akan kegilaan, yaitu Reyhan (gitar & vokal), Givari (bass), dan Ivan (drum). Kali ini, ketiganya memutuskan untuk meluncurkan amunisi teranyar-nya yang berbentuk single bertitel “Sang Utopis” yang akan dirilis secara resmi pada tanggal 17 April 2017 dalam bentuk digital dan begitu pula akan dimuat secara khusus dalam bentuk fisik (kaset) dibawah naungan Orange Cliff Records yang akan dijual pada tanggal 22 April 2017 mendatang di perayaan Record Store Day Bandung dalam jumlah yang terbatas. Tanpa tedeng-aling, musik di lagu ini terdiri dari riff–riff yang lebih gahar nan apik serta lugas, alunan melodi yang rumit, petikan bass yang terkesan semakin liar, serta dibalut dengan dentuman drum yang menggebu-gebu. ketiganya telah menemukan titik terang dari eksperimen terbarunya dengan menambahkan unsur raw old skool heavy metal yang dikemas sesuai dengan khas-nya JRSLM dan ditetapkan menjadi benang merah dari setiap musikalitasnya. Tidak berhenti disana ,single ini  merupakan pertanda atas keberanian JRSLM untuk merangkai diksi-diksi tajam yang beraroma satir sarkas dengan menggunakan bahasa Ibu Pertiwi. Lirik pada musik ini ditulis oleh Reyhan yang hanya menghabiskan waktu sekitar 2 jam. Ia mencoba untuk menumpahkan segala perspektif atas rasa muak terhadap individu dan/atau kelompok di sekitarnya yang ‘gila’ akan kemunafikan baik yang dirasakan maupun dilihat secara kasatmata. Adalah jiwa-jiwa yang bermuka dua diluar batas...

Read More
Heals Resmi Merilis Album Perdana ‘Spectrum’
Apr15

Heals Resmi Merilis Album Perdana ‘Spectrum’

Grup musik shoegaze asal Bandung, Heals, yang beranggotakan  Alyuadi Febryansyah (Vokal, Gitar), Reza Arinal (Vokal, Gitar), Muhammad Ramdhan (Gitar), Octavia Variana (Vokal, Bass) dan Adi Reza (Drum) resmi merilis album penuh perdana yang diberi tajuk ‘Spectrum’ pada hari Minggu, 9 April 2017 lalu, di bawah naungan FFWD Records. Heals, yang mengakui banyak terinfluens oleh band-band seperti My Bloody Valentine, My Vitriol, hingga Cocteau Twins, tetap mempertahankan ciri khas mereka pada album debutnya. Formula shoegaze, yakni distorsi berlapis serta vokal melodius dan mengawang tidak menghalangi Heals untuk menciptakan lagu-lagu yang catchy sekaligus eksploratif. Sesuai dengan maknanya, sepuluh lagu di dalam ‘Spectrum’ secara garis besar menceritakan tentang gabungan fantasi kehidupan manusia dari perspektif masing-masing personel Heals. Penyatuan referensi yang beragam itu dianalogikan sebagai sebuah ‘prisma’. Walau perlu diingat, kelimanya telah berkawan sejak lama dan pernah menjalani fase memainkan musik ‘esktrim’ bersama. Sehingga meski mengangkat kisah yang berbeda-beda, semuanya memiliki karakteristik yang serupa. ‘Spectrum’ adalah album yang padat dengan emosi serta uraian kegelisahan personal. Misalnya saja pada track kedua, “Lunar” menggambarkan impresi abstrak yang muncul kala berhubungan dengan seseorang. Lalu di nomor selanjutnya ada “Azure” yang cukup lugas, bercerita tentang pria yang menjalani hari-harinya di luar stereotip maskulin. Hal menarik juga bisa ditemukan pada “Anastasia” (track 5) yang menceritakan kondisi individu yang terjebak dalam fantasinya sendiri, hingga single “False Alarm” (track 7), tentang manusia yang seringkali tertekan akibat pemikirannya sendiri. Menanggapi dirilisnya album ini, Alyuadi sebagai frontman menganalogikannya seperti menjadi binatang peliharaan. “Ibaratnya kami adalah seekor kucing yang dirawat, diberi makan enak, tapi masih di dalam kandang. Sekarang akhirnya keluar, rasanya lega sekali,” tuturnya. Bersamaan dengan dirilisnya album debut ‘Spectrum’, Heals juga mengumumkan tanggal dan jadwal Heals Spectrum Java – Bali Tour 2017 pada jangka waktu 13 April hingga 1 Mei 2017 mencakup tujuh kota yakni Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Solo, Malang, Surabaya, dan Denpasar. Rangkaian tur ini juga didukung oleh beberapa pihak, yakni UH!, Flava, Doomwood Guitars, Maternal Disaster, dan Ouval Research....

Read More
“Zaman Berganti Tapi Rilisan Fisik Tetap Di Hati” dalam Bali Record Store Day 2017
Apr15

“Zaman Berganti Tapi Rilisan Fisik Tetap Di Hati” dalam Bali Record Store Day 2017

Setelah di tahun 2016 untuk pertama kali Bali ikut serta dalam merayakan perayaan hari rilisan fisik sedunia ini, dan mendapatkan sambutan yang sangat baik dari masyarakat Bali, di tahun 2017 ini  kembali diadakan Bali Record Store Day 2017 dengan mengangkat tema “Zaman Berganti Tapi Rilisan Fisik Tetap Dihati”. Tema ini dipilih karena Bali tiap tahunnya selalu berubah dengan pembangunan infrastrukturnya, jenis hiburannya, jenis musiknya, macam medianya tidak mengkerutkan peminat, artis, dan juga pasarnya untuk terus mendokumentasi karyanya dalam rilisan fisik, bahkan sejak di gulirkan Bali Record Store Day yang pertama, jumlah record store semakin bertambah di pulau ini. BRAM (Bali Record And Merchandise) yang merupakan komunitas yang berisi kumpulan record store, merchandise store, dan artis sebagai penggerak bersama Bali Record Store Day tetap berkomitmen perayaan ini akan selalu diadakan tiap tahun. Selain itu BRAM tetap berkomitmen selain sebuah perayaan dan indie market, Bali Record Store Day juga merupakan sebuah wadah “edukasi” untuk generasi muda untuk mengenal lagi apa itu rilisan fisik (Vinyl, Kaset, ataupun CD). Untuk tahun ini konten acara di Bali Record Store Day 2017 masih tetap sama : Gathering: mempertemukan antara pemusik, kolektor, peminat musik, pasar, lintas komunitas. Edukasi: Perayaan dan market rilisan fisik yang memberikan unsur “edukasi” untuk generasi  muda Bali. Musik: menampilkan DJ atau selector yang menggunakan media rilisan fisik, menampilkan band-band indie Bali yang selama ini mempunyai interest dan pergerakan dalam rilisan fisik dalam mempresentasikan karyanya. Rilisan: Di Bali RSD2017 ini  juga akan dirilis beberapa rilisan yang memang exclusive di rilis di perayaan ini. Perayaan Bali RSD2017 akan di rayakan di Sol House, Legian, Kuta – Bali, dan akan diikuti oleh 20 Record Store yang ada di pulau ini, juga beberapa pembicara yang berangkat dari bermacam latar belakang di session gathering dan diskusi. Selain itu juga akan ditampilkan beberapa band dan selector dalam perayaan ini....

Read More
Jono Terbakar Rilis Mini Album “Ziarah”
Apr15

Jono Terbakar Rilis Mini Album “Ziarah”

Menafsirkan film melalui musik, hal inilah yang kali ini coba dilakukan oleh Jono Terbakar. Bekerjasama dengan tim kreator Film Ziarah, mini album ini berusaha memperluas ide dasar dari film tersebut ke medium musik, tentu dengan interpretasi pribadi dari Jono Terbakar. Perilisan mini-album ini akan diadakan dalam rangkaian acara Makjega Gig #1 di Sate Klathak Opa Ade, yang beralamat di Jl Veteran no. 51, Yogyakarta. Pada hari Sabtu, 15 April 2017, pukul 19.00-selesai. Turut menampilkan juga Teguh Pawiro, band experimental dari Solo. “Ziarah” akan dirilis dalam bentuk digital download dengan lisensi creative common di jonoterbakar.com dan di didistribusikan melalui platform-platform streaming seperti Spotify, Deezer, Apple Music, dll. Jono Terbakar adalah duo akustik heavymental dari Yogyakarta yang terdiri dari Nihan Lanisy dan M.N. Hidayat. Mini-album ini mencoba menafsirkan Film Ziarah karya BW Purba Negara (Purbanegara Films). Film ini adalah film panjang fiksi tentang kisah cinta yang tidak biasa milik seorang simbah berusia 95 tahun bernama Sri. Sri yang kini umurnya sudah terlampau senja, mencoba menelusuri makam demi makam. Berharap menemukan sebuah nisan bertuliskan Pawiro, suaminya yang telah pergi tak kembali pada saat Perang Agresi Militer Belanda ke-2. Cerita cinta yang unik ini menghantarkan Film Ziarah ke Nominasi Penulis Skenario Asli Terbaik di FFI 2016 dan menjadi Skenario Terbaik oleh Majalah Tempo. Film yang juga menjadi Best Film Salamindanaw Asian Film Festival di Filipina ini rencananya akan diputar ke bioskop di beberapa kota pada pertengahan Mei 2017. Karya ini merupakan manifestasi kesamaan semangat berkarya antara Jono Terbakar dan tim kreator Ziarah: berdikari, militan, dan gerilya. Jono Terbakar menceritakan ulang perasaannya setelah menonton Ziarah ke dalam serangkaian nada dan lirik ringan, romantis nan hidup khas Jono Terbakar. Terdapat 4 lagu dalam mini-album “Ziarah”, lagu-lagu tersebut mencoba menarik pendengarnya ke suasana cinta dalam bentuk perjalanan, pencarian, kesetiaan, dan refleksi akan...

Read More