Mendadak Disko di Terpaksa Disko Skenario #1
Jul14

Mendadak Disko di Terpaksa Disko Skenario #1

Pada tanggal 21 Juli 2017 mendatang, kolektif musik lokal yang berasal dari Yogyakarta Terpaksa Disko akan menyelenggarakan acara yang bertajuk “Terpaksa Disko Skenario #1” di Taphouse Beer Garden, Yogyakarta. Didasari oleh kegelisahan teman-teman kolektif ini mengenai kondisi dan atmosfer musik secara umum; yang mana pada dewasa ini acara musik, gig, atau event besar selalu menyisipkan musik electronic. Terkhusus, sudah jarang juga acara musik yang benar-benar menggunakan konsep murni band-band-an, karena musisi banyak yang beralih ke genre electronic atau memasukkan unsur electronic di dalamnya. Muncul penamaan “Terpaksa Disko” karena yang terjadi di era ini, dalam keadaan sengaja atau dengan tidak sengaja setiap pasang telinga akan mengikuti alur musik electronic ini karena entah mengikuti perkembangan tren walaupun harus bertarung dengan idealismenya masing-masing agar tidak termakan zaman.  Akhirnya beberapa pemusik pun pindah ke genre ini atau memasukkan unsur electronic di dalam karyanya. Acara ini akan mengusung musik dengan aliran techno dan techno-house dengan beberapa talent yang memang memiliki latar belakang diluar musik electronic, namun punya karya di bidangnya masing-masing. Beberapa diantaranya adalah Bowl (Yogyakarta), Senoda (jam Malam-Malang), Rio Faradino & Danwisgra (FSTVLST-Yogyakarta), Noor (Energy Room-Yogyakarta), dan yang terakhir adalah Bosborot (Keepkeep Musik & Rock N Roll Mafia-Bandung)....

Read More
The Talkboy, Proyek Alterego Bagas Yudhiswa Rilis Single Terbaru
Jul14

The Talkboy, Proyek Alterego Bagas Yudhiswa Rilis Single Terbaru

Fallyears Records, label rekaman asal Malang kembali memperkenalkan anggota baru di bawah bendera labelnya. The Talkboy, proyek solo dari Bagas Yudhiswa telah merilis 2 single sekaligus yang berjudul “No Blue” dan “Falling” pada kanal Soundcloud Fallyears Records, Minggu, 9 Juli 2017. The Talkboy merupakan proyek lanjutan dari album “Self-Loathe” yang telah diluncurkan Bagas pada November 2016 silam. Namun, kali ini Bagas memutusan untuk tidak lagi menggunakan nama Bagas Yudhiswa dan memilih untuk hadir dengan moniker The Talkboy. Berbanding terbalik dengan lagu-lagu pada EP “Self-Loathe” yang lirik-liriknya berisi tentang kesedihan, kekecewaan dan ketidakpercayaan diri, “No Blue” dan “Falling” berhasil menghadirkan sisi seorang Bagas Yudhiswa yang penuh afeksi dan harapan. Single “No Blue” menceritakan tentang perasaan ingin memiliki dan hal-hal yang dirasakan saat kita dekat dengan seseorang yang kita sukai. Sedangkan “Falling” menceritakan tentang seseorang yang terkadang jatuh pada fase hiatus dan berharap apa yang akan dilakukan selanjutnya akan lebih baik lagi.  Dihantarkan dengan nada-nada yang manis dan menenangkan,  lagu yang masing-masing berdurasi 3 menit-an ini kental dengan efek lo-fi yang terkesan lawas dan mengawang. Saat ini selain “No Blue” dan “Falling”, The Talkboy sudah mempersiapkan beberapa track lagi yang sudah diciptakan untuk bakal albumnya, “Pieces”. The Talkboy masih terus mengumpulkan materi untuk album yang akan diluncurkan pada waktu yang belum ditentukan.  Artwork The Talkboy dan artwork album “Pieces” merupakan karya Bagas sendiri dan dibuat dengan proses yang cukup singkat. Tema artwork tersebut adalah nuansa millenial pink yang minimalis: nuansa visual yang diusung The Talkboy dan akan menjadi benang merah artwork pada album yang masih dalam proses...

Read More
Whitenoir Menjadi Pembuka Penampilan Turnover di Bali
Jul12

Whitenoir Menjadi Pembuka Penampilan Turnover di Bali

Kabar gembira datang untuk para pecinta band – band dari label yang sedang digemari remaja sekarang yakni ‘Run For Cover’, salah satu band dari ‘Run For Cover’ atau kerap disapa ‘RFC’ yang bernama ‘Turnover’ (U.S.A) akan berkunjung ke Indonesia Dalam rangkaian tournya di Asia Tenggara yang dipromotori oleh ‘BNA Youth Booking’. Kota yang dikunjungi antara lain adalah Jakarta, Bali, Jogjakarta, dan Surabaya. Kabar menarik juga patut disorot dari band – band asal Malang yang telah dikonfirmasi akan menjadi Opening Act ‘Turnover’ di 3 titik kota yang berbeda, antara lain adalah ‘Whitenoir (Bali)’ ‘Write the Future (Surabaya)’ dan ‘Beeswax (Jogjakarta)’. Whitenoir kedapatan akan menjadi opening act dari Turnover di bali yang akan dilangsungkan di Gimme Shelter pada tanggal 16 juli 2017, Whitenoir akan menjadi opening act bersama dua band yang sudah tidak diragukan lagi di Bali yaitu ‘Settle’ dan ‘Besixxs’. Kabar baik juga datang untuk penggemar Turnover di Bali, karena show Turnover di Bali tidak memungut biaya. Selain itu dalam waktu dekat ini Whitenoir tengah mengeluarkan Rilisan perdananya ‘Feed Me’ dalam format kaset yang akan dirilis oleh ‘Radio Active Force’ (Surabaya) dan merch berupa hoodie yakni dicetak oleh record label malang ‘Haum Entertainment’ yang direncanakan akan dibawa saat menjadi opening turnover di...

Read More
“Beautiful Music or Beautiful Minds” di Ubud Village Jazz Festival
Jul10

“Beautiful Music or Beautiful Minds” di Ubud Village Jazz Festival

Ubud Village Jazz Festival ke 5 kalinya akan digelar pada tanggal 11 dan 12 Agustus 2017 mendatang di ARMA Museum, Ubud, Bali. Rangkaian acara Festival Jazz Internasional “berbasis komunitas lokal” ini akan dimulai dari awal sampai  pertengahan Agustus. Sudah menjadi agenda UVJF 2017 untuk mengadakan berbagai Pre dan Post Event di berbagai tempat di seluruh Bali, seperti Candi dasa, Ubud, Seminyak, Uluwatu.  Hal ini menjadi ajang pemanasan bagi musisi yang akan tampil di UVJF nanti, dan sekaligus menjadi media promosi untuk menarik minat wisatawan asing maupun lokal untuk menikmati puncak acara pada tanggal 11-12 Agustus 2017. Di tahun 2017 ini, UVJF dengan tema “Beautiful Music or Beautiful Minds” menyuguhkan lineup yang lebih imajinatif dan eklektik, yang menyatukan para musisi dari berbagai variasi jenis musik mainstream, modern, tradisional dan Latin. Highlight dari Festival tahun ini adalah musisi muda berbakat Gerald Clayton Trio yang akan tampil dengan Joe Sanders (pemain bass) dan Gregory Hutchinson (pemain drum). Gerald telah empat kali dinominasikan oleh penghargaan bergengsi , GRAMMY. Clayton, yang memenangkan posisi kedua di ajang Kompetisi Piano Jazz Thelonious Monk Institute pada tahun 2006, juga memperoleh nominasi GRAMMY tahun 2010 untuk Best Improvised Jazz Solo atas karya aransemen Cole Porter “All Of You”. Sementara “Battle Circle,” komposisinya bersama The Clayton Brothers, menerima nominasi Grammy untuk Best Jazz Instrumental Composition pada tahun 2011. Dia juga menerima nominasi GRAMMY pada tahun 2012 dan 2013 untuk Best Jazz Instrumental Album for Bond: The Paris Session (Concord) dan Life Forum (Concord), album kedua dan ketiganya. Joe Sanders: sudah tidak diragukan lagi, merupakan salah satu pemain bass muda paling dicari di generasinya. Baru-baru ini ia ditempatkan sebagai runner up di final International Society of Bassists Jazz Bass Competition dan Thelonious Monk Institute’s  Internasional Jazz Bass Competition. Penampilan Gerald Clayton Trio ini semakin solid dengan kehadiran Gregory Hutchinson, pemain drum jazz modern. Menurut Martin Kunzler, permainan  drumnya sangat hidup dan berbeda, mengingatkannya pada Roy Haynes dan Philly Joe Jones. Menurut Jazz Magazine, ia adalah “drummer dari generasinya”. Selain konser musik berkualitas, venue acara akan disulap oleh tim kreatif UVJF dari Archimetriz design menjadi suasana “Desa” dengan berbagai macam gerai yang menjual makanan, minuman dan juga diadakan pameran produk UMKM lokal binaan Kementrian Koperasi Republik Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap UVJF. Untuk jadwal lengkap dan lineup lainnya dapat dilihat di situs resmi kami www.ubudvillagejazzfestival.com....

Read More
JET Akan Tampil di Soundrenaline 2017
Jul09

JET Akan Tampil di Soundrenaline 2017

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, Soundrenaline tahun ini akan kembali digelar di Garuda Wisnu Kencana, Bali pada 9 dan 10 September 2017 mendatang. Mengusung  tema United We Loud, Soundrenaline 2017 dipastikan akan lebih mengguncang dibanding tahun sebelumnya dengan nama-nama yang mengisi line-up baik dari dalam ataupun luar negeri. Musisi internasional yang dipastikan akan tampil di Soundrenaline 2017 kali ini adalah unik indie rock asal Australia, JET. Selain itu Soundrenaline 2017 juga punya daftar menu lain yang tak kalah menggiurkannya. Sebut saja band-band besar tanah air seperti Sheila On 7, Bottlesmoker, Stars and Rabbit, Tulus, Kelompok Penerbang Roket, Andien, Kotak, Payung Teduh, HMGNC, Endah N’ Rhesa, Burgerkill, Rendy Pandugo, Elephant Kind, hingga Lolot adalah daftar nama yang pertama kali mereka umumkan. Informasi lebih lanjut mengenai Soundrenaline 2017 dan pemesanan tiket silahkan kunjungi website mereka di...

Read More
“Pure Fantasy”, Singel Anyar Penuh Fantasi dari Atlesta
Jul09

“Pure Fantasy”, Singel Anyar Penuh Fantasi dari Atlesta

Atlesta kembali menyuguhkan singel terbarunya bertajuk “Pure Fantasy” yang resmi dirilis mulai tanggal 7 Juli 2017. “Pure Fantasy” merupakan singel ketiga dan terakhir dari bakal album Gestures – setelah “Shovia” dan “Recalling” yang sudah dirilis beberapa waktu lalu. “Pure Fantasy” merupakan komposisi electro-pop yang cukup upbeat dengan tempo musik yang bergejolak. Tembang berdurasi tiga menit ini dikemas layaknya lagu yang cocok untuk dinikmati di lantai dansa. “Banyak elemen-elemen musik lawas yang coba saya sisipkan di lagu ini,” terang Fifan Christa, pria yang berada di balik brand dan nama panggung Atlesta, mengenai singel barunya tersebut. “Seperti misalnya nuansa R&B, soul, dan nu-disco pada beberapa bagian”. Singel “Pure Fantasy” juga disajikan dalam bentuk video lirik yang bisa ditonton via YouTube. Video itu disutradarai oleh Head Manager Atlesta, Adinda Yossi, dan diperkaya dengan karya animasi 3D garapan Iqbal Febrian. Video tersebut diproduksi oleh LUZYDUFF Creative Studio, sub divisi dari label Pops You Good. Dalam proses pengerjaan lagu “Pure Fantasy”, Fifan Christa dibantu oleh Mahatamtama Arya yang mengisi bagian gitar dalam sesi rekaman di ALS Studio, Jakarta. Selain itu juga ada Intan Ayu Wulansary yang merekam vokal latarnya di ETC Studio, Malang. Proses mixing lagu “Pure Fantasy” dilakukan di ALS Studio (Jakarta) oleh Wendi Arintyo. Sedangkan sesi mastering-nya dikerjakan oleh Steve Corrao di Sage Audio, Nashville, Amerika Serikat. Album Gestures akan dirilis dalam format CD (kemasan regular dan deluxe edition) serta format digital. Sebelumnya, Atlesta sudah pernah merilis dua album studio, Secret Talking (2012) dan Sensation (2014). Album Gestures nantinya akan dirilis oleh Pops You Good, sebuah label rekaman yang baru dibentuk oleh Fifan Christa untuk menaungi karya-karyanya bersama Atlesta. Versi digital dari album Gestures telah memasuki masa pre-order dan sudah bisa dipesan melalui iTunes. Album Gestures akan dirilis resmi mulai tanggal 17 Juli 2017, diikuti dengan berbagai kejutan lainnya dari Atlesta seperti dikutip dari siaran pers. The Adobe Flash Player is required for video playback.Get the latest Flash Player or Watch this video on...

Read More