Bestival Bali 2017 Siap Ramaikan Pulau Dewata dengan Berbagai Genre Musik
Sep12

Bestival Bali 2017 Siap Ramaikan Pulau Dewata dengan Berbagai Genre Musik

Kontributor: Narisha Zulkarnain/Editor: Novita Widia Tak lama lagi pulau yang sering disebut-sebut sebagai salah satu surga yang ada di Indonesia akan diguncang oleh perhelatan musik dunia. Untuk pertama kalinya, festival musik terbesar yang berasal dari Brinatia Raya ini akan digelar pada 30 September dan 1 Oktober 2017 di Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, Bali. Dalam acara tahun ini, Bestival Bali siap menampilkan beberapa aksi dan penampilan dari berbagai macam musik genre, seperti indie, hip hop, dance, disco, reggae, hingga rock. “Di Indonesia banyak festival musik besar tapi hanya dengan satu genre seperti EDM, jazz, atau rock dan kita hadir memberi kesempatan Bestival untuk menciptakan sesuatu yang berbeda,” ujar Phil Beaven selaku Operations Manager Bestival Asia di Artotel Thamrin, Jakarta Pusat pada (8/9/2017). Penyelenggara Bestival sengaja memilih Bali sebagai tempat penyelenggaraannya bukan tanpa alasan, Phil Beaven sendiri juga mengungkapkan kalau Bali ini memiliki alam, tropical feel jadi tempat ini memang sangat cocok sekali. Selain itu, pihak Bestival Bali juga menyediakan platform yang bisa diunduh oleh para penikmat musik melalui smartphone mereka “Bestival 2017” sedangkan untuk kamu yang ingin membeli tiket, bisa langsung mengunjungi website official di http://bestivalbali.com Akan ada banyak sekali penampilan dari musisi ternama Indonesia dan dunia, antara lainALT J, Rudimental, Pendulum, De La Soul, George Clinton Parliament Funkadelic, Puritiy Ring, The Cuban Brothers, Bag Raiders, Kilter, Colour Castle, Rob Da Bank, Stars and Rabbit, Ras Muhamad dan masih banyak lagi. Sementara itu, ada kabar gembira untuk para pelajar karena kalian bisa mendapatkan diskon 40% untuk setiap pembelian 1 tiket Bestival Bali, tapi hanya khusus yang berada di wilayah Jakarta, Indonesia saja. Harga tiket yang ditawarkan tentunya berbeda-beda dan hadir dalam 4 kategori, mulai dari VIP Seating (Rp 6.600.000), VIP Standing (Rp 6.000.000), Student Ticket (Rp 1.350.000), dan 2 day-pass regular (Rp 2.700.000). Untuk lebih lanjut mengenai informasi tiket, kamu bisa melihat di sini (http://www.bestivalbali.com/tickets/) atau bisa juga di beli melalui...

Read More
Menjadi Kreatif di Jakarta Creative Week 2017
Sep12

Menjadi Kreatif di Jakarta Creative Week 2017

Jakarta Creative Week 2017 (JCW) adalah showcase bagi para desainer muda Indonesia yang sudah cukup dikenal dikalangan para pelaku bisnis clothing lines atau yang dikenal dengan sebutan “local brand” dan juga para perancang muda Indonesia, Karena event JCW memiliki track record yang baik dari segi traffic pengunjung serta traffic penjualan para tenantnya. JCW di tahun ini akan digelar pada tanggal 23-26 November 2017 bertempat di Fashion Atrium & Mozaic Walk, Mall Kota Kasablanka, Jakarta dan juga sebagai event penutup tahun 2017. JCW akan menghadirkan acara-acara yang seru diantaranya Fashion Showcase yang akan diikuti oleh 60 brand dan desainer, Fashion Show dari desainer-desainer muda, Fashion Stylist Show dengan menghadirkan stylist professional sebagai bintang tamu, Beauty Class akan dipandu oleh Professional Make Up Artist ternama sebagai trainer, Make Up Show dari brand beauty and cosmetics, Creative Talks dari beragam pelaku industri, Creative Biz Talks dari beragam pelaku bisnis kreatif di Indonesia, Art Performance, Idcreative Awards 2017 dengan empat kategori awards diantaranya; Id Creative Designer Awards, Id Creative Brand Awards, Id Creative Booth Design Awards, dan Id Creative Promotion Awards, serta acara juga akan menampilkan band-band indie yang kreatif serta masih banyak acara seru lainnya. Untuk info update silahkan follow Instagram...

Read More
LastElise Rilis Single Terbaru “Melankolia Senja”
Sep12

LastElise Rilis Single Terbaru “Melankolia Senja”

Sebuah proses panjang untuk sebuah proyek musik sejak berdiri tahun 2006. Beberapa album kompilasi, satu album penuh [Beyond Broca’s tahun 2012] serta beberapa single sudah diluncurkan. Tahun ini, menjadi tahun yang penting bagi LastElise karena salah satu hasil proses tersebut akan dilahirkan dalam bentuk album penuh ke-2, dan diberi judul ‘Memorabilia’, akhir September 2017. Sebelum album ‘Memorabilia’ resmi diluncurkan seutuhnya, LastElise akan melepas single berjudul “Melankolia Senja”. Lagu ini bercerita tentang kejenuhan sebagai salah satu fase dalam siklus kehidupan manusia. Tentang pertanyaan yang tak terjawab, tentang keresahan akan pilihan dan hal-hal yang seharusnya seseorang capai. Tentang usia senja dan segenap penyesalan yang tidak akan pernah lepas dari proses kehidupan seseorang. “Melankolia Senja” merupakan salah satu dari keseluruhan fragmen dalam album ‘Memorabilia’. Album yang bercerita tentang fase-fase dalam kehidupan manusia, sejak sebelum lahir hingga kembali ke alam non-fisik. Single ini akan dirilis dalam format online (soundcloud & youtube) pada tanggal 12 September 2017, sampai album ‘Memorabilia’ diluncurkan secara penuh. Semua materi dalam album “Memorabilia” direkam di Olivine Music Studio Yogyakarta, dan proses mixing dan mastering dikerjakan sendiri oleh Uya di Aska...

Read More
Presentasi Ekspedisi “Ayo Ke Taman Nasional” dalam Proyek Anggarasaka
Sep11

Presentasi Ekspedisi “Ayo Ke Taman Nasional” dalam Proyek Anggarasaka

Anggarasaka merupakan salah satu rangkaian acara Bentang 2017 yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Biologi Nymphaea ITB. Acara ini adalah hasil dari Ekspedisi yang telah dilaksanakan pada 10 – 21 Januari 2017. Ekspedisi tersebut dilakukan dengan tujuan melihat habitat asli dari Badak Jawa yang kini jumlahnya hanya 63 ekor. Penelitian yang dilakukan pada ekspedisi ini berhasil diloloskan pada simposium internasional mengenai hewan-hewan langka. Kegiatan ini rutin dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Biologi “Nymphaea” setiap tahunnya. Mata acara Anggarasaka sendiri adalah pemutaran film mengenai Ekspedisi di Ujung Kulon mengenai badak bercula satu yang dibuat oleh Rana Kamera, hasil kerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Biologi Nymphaea ITB yang akan diawali dengan instalasi ruangan mengenai Badak Bercula Satu sebagai prolog dari film yang akan ditanyangkan. Diadakan pula eksebisi hasil foto saat ekspedisi dan submisi terbuka yang dikuratori oleh Geonusantara. Acara ini dilaksanakan pada 17 September 2017 pukul      di Playhouse Jalan Gudang Selatan No.22 . Acara ini diadakan karena kekhawatiran dengan kondisi Badak Bercula Satu yang sudah hampir punah dan demi meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya menjaga alam Indonesia. Anggarasaka sendiri sudah didukung oleh Nat Geo Indonesia, Yayasan Badak Indonesia, Greenpeace, dan WWF sebagai punggawa gerakan konservasi di Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut rangkaian acara telah disusun sedemikian rupa untuk benar-benar mencapai sasaran. Seminar dilaksanakan pada hari pertama dengan tujuan menyebarkan hasil penelitian dan mempertemukan para ahli konservasi dan peneliti guna memajukan kegiatan konservasi di Indonesia, dan pameran yang dilaksanakan pada hari kedua dengan tujuan menampilkan pentingnya konservasi dalam bentuk yang mudah dicerna oleh masyarakat umum yakni dalam bentuk...

Read More
Dhira Bongs Ramaikan Kyoto Music Expo 2017
Sep11

Dhira Bongs Ramaikan Kyoto Music Expo 2017

Kyoto Music Expo adalah acara tahunan yang telah bergulir selama 10 tahun belakangan. Tahun ini di gelaran yang ke-11, sesosok singer-songwriter asal Bandung yang telah merilis 2 album secara independen, Dhira Bongs, secara mengejutkan diundang langsung oleh pihak penyelenggara. Di acara yang akan diselenggarakan pada tanggal 23 September ini, Dhira Bongs akan tampil bersama 9 penampil lainnya. Dihelat di  Kyoto Umekoji Park Lawn Square, acara ini borkonsep memainkan 7 penampil yang diiringi oleh sebuah big band/orchestra bernama Kyoto Sound Expo Philharmonic Orchestra serta 2 aksi solo oleh Tomi Lebrero asal Argentina dan tentu saja Dhira Bongs. Mengenai kesempatan untuk tampil di Kyoto Music Expo kali ini, Dhira bercerita ada satu nama yang berpengaruh besar atas diundangnya Dhira. Dia adalah sosok trumpetist dari band Quruli bernama Fan Fan. Lewat program regular Quruli di NHK FM, Fan Fan yang menemukan lagu “Puncak Pohon Bandung” bernada khas Sunda di youtube, menyatakan bahwa Dhira adalah penyanyi idolanya. Tersebarlah berita tentang Dhira Bongs tersebut dan makin harumlah nama Dhira Bongs diantara teman-teman musisi Fan Fan. Hingga akhirnya Nao, sang manajer Quruli yang juga penyelenggara Kyoto Music Expo menetapkan sikap untuk menghubungi Dhira Bongs sebagai salah satu pengisi acara. Dhira Bongs pun akhirnya menyanggupi untuk turut serta meramaikan ajang ke-11 tahun ini. Tapi, Dhira Bongs merasa ada sesuatu yang harus dilakukan mumpung diberi kesempatan untuk tampil di sebuah acara musik di Jepang. Muncullah ide untuk menggelar konser mini bertajuk Open Suitcase Journey di Jepang sebelum event Kyoto Music Expo tersebut. Dibantu oleh Daichi (Goodluck Heiwa) dan kawan-kawan serta Andika (Substore) akhirnya Dhira Bongs berhasil untuk bertandang ke 3 venue di kota lainnya bersama penampil dari musisi lokal.17 September di Substore Tokyo, 20 September di K.D. Japon Nagoya, dan 21 September di Musica Japonica Osaka. Bukan hanya sekedar tampil di 4 venue tersebut, Dhira Bongs juga akan membuat karya berupa lagu dan video yang bertemakan tentang self-esteemmengingat Jepang merupakan salah satu negara dengan tingkat bunuh diri tertinggi di dunia. Hal ini dilatarbelakangi oleh rasa keputusasaan yang pernah menghinggapi Dhira Bongs dan juga teman-teman musisi saat merasakan ketidakberdayaan menghadapi persaingan di dunia musik tanah air. Namun mereka memilih untuk terus memperjuangkan apa yang mereka percaya. Dengan lagu dan video tersebut Dhira Bongs berharap agar rendahnya kepercayaan diri dan tingkat stress yang tinggi yang berakibat pada aksi bunuh diri berangsur mereda melalui paparan vibrasi positif. Jadi, pantau terus aksi Dhira Bongs dan lawatannya ke Jepang melalui akun instagram @dhirabongs dan dukung tur mini ini dengan cara paling mudah yaitu membeli t-shirt lewat pre-order yang dimulai dari tgl 10 September hingga15 September 2017 hanya seharga Rp.150.000 dan membeli cd Head Over Heels...

Read More
Kembali Ke Alam dalam RRECFEST In The Valley 2017
Sep09

Kembali Ke Alam dalam RRECFEST In The Valley 2017

Tiba saatnya kembali berlibur. Tiba saatnya kembali ke alam setelah riuh kesibukan kota yang telah menyita banyak energi kita. Tiba saatnya untuk kembali ke RRREC Fest in The Valley. Tahun ini, RRREC Fest in The Valley kembali hadir pada waktu libur panjang akhir pekan untuk menawarkan pengalaman berfestival dengan sajian pertunjukan musik, lanskap, serta suasana intim yang didukung serangkaian program kesenian dan edukasi di alam terbuka. Festival ini diadakan setiap tahun sejak 2014 untuk membuka ruang interaksi dengan alam melalui aneka program menyenangkan sambil berlibur menikmati kesegaran udara hutan hujan tropis dan keindahan alam pegunungan area perkemahan Tanakita yang terletak di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. RRREC FEST IN THE VALLEY adalah festival musik alternatif 3 hari 2 malam sebagai sarana liburan akhir pekan di alam pegunungan untuk memberikan pengalaman baru yang berkesan. RRREC FEST IN THE VALLEY memiliki susunan program yang meliputi: pertunjukan musik, pemutaran film layar tancap, teater, residensi seniman, workshop, bincang-bincang, dan program anak. Program, ruang, dan suasana direncanakan oleh tim kurator festival untuk menciptakan titik pertemuan lintas displin lintas generasi, serta tempat saling berbagi pengalaman dan pengetahuan di antara penikmat festival musik, musisi, seniman, pecinta alam, dan warga setempat. Semuanya akan berkemah, berkumpul, dan bersenang-senang bersama. Dengan menjaga kapasitas yang terbatas, suasana nongkrong lebih mungkin terasa intim, hangat, santai, dan alami. Kami percaya bahwa ide-ide segar kerap bermula dalam setting yang rileks, spontan, dan penuh suka cita. Program kesenian tahun ini akan dikerjakan untuk mendukung proyek konservasi alam “Rainforest Recording” yang telah diinisiasi sebelumnya oleh Rakata Adventure di seputar Situ Gunung, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Rainforest Recording Project adalah sebuah kerja berkesinambungan dalam merekam dan merespons alam sebagai cara untuk kembali berdialog dengan alam untuk mempelajari terus apa saja potensi yang berada di dalam rainforest dan lingkungan sekitarnya. Proyek ini ditujukan untuk menciptakan platform dan karya seni ataupun bentuk data pengarsipan yang bisa dikembangkan dan bermanfaat bagi siapa saja, khususnya warga setempat. Rainforest Recording Project didukung oleh program Residensi Seniman yang akan mengundang praktisi lintas disiplin, yaitu seniman, peneliti, pecinta alam, dan penulis untuk bekerja bersama warga setempat, pelajar/mahasiswa, dan komunitas seni di sekitarnya. Sementara itu, program musik menampilkan band-band pilihan dari berbagai jenis musik, usia, dan latar belakang yang memiliki pesona tersendiri; baik dalam karakter musiknya maupun dalam kepribadian dan performa di atas panggung. Mereka adalah para musisi yang kami anggap memiliki karya-karya yang menginspirasi, karyanya bersifat klasik, telah terbukti konsistensinya dalam berkarya, serta musisi baru penuh harapan. Selain itu, kami hadirkan juga para selektor musik andalan dan musisi negara tetangga yang dapat mewakili panorama suara tersendiri dari Asia Tenggara....

Read More