Rekreasi dan Berkreasi dari Pesisir Pantai Utara Pulau Jawa
Aug19

Rekreasi dan Berkreasi dari Pesisir Pantai Utara Pulau Jawa

Kota Cirebon terletak di wilayah strategis, yakni titik bertemunya jalur tiga kota besar di Indonesia yakni Jakarta, Bandung, dan Semarang. Hal ini menjadikan Kota Cirebon mengalami perkembangan yang sangat pesat selain itu Kota Cirebon menjadi salah satu tujuan wisata di Jawa Barat, Kota Cirebon menawarkan banyak pesona mulai dari wisata sejarah, wisata kuliner, wisata religius dan wisata alam. Pembangunan infrastuktur di Kota Cirebon berkembang begitu cepat, tampaknya pemerintah terus melakukan pembenahan dalam sarana infrastruktur kotanya, hal ini harus dibarengi dengan investasi dalam pembangunan potensi sumber daya manusia. Maka dalam event rekreasi berkreasi yang diadakan pada tanggal 4 Agustus 2017 yang lalu, ingin terlibat dalam membangun potensi SDM (sumber daya manusia) muda di Kota Cirebon. rekreasi berkreasi menawarkan sebuah konsep intim berbalut festival dengan menggabungan bagian – bagian dari seni musik, visual art, fotografi, dan fashion menjadi sebuah kesatuan yang penting dan menyeluruh dalam mengembangkan kreatifitas anak muda Kota Cirebon. Gate mulai dibuka pada pukul 18.00 para audience sudah bisa mengikuti live hunting yang diadakan oleh komunitas Photography “KLISE PHOTOGRAPHY CLUB” tentang foto aktivitas dan keseruan acara Soundsation Rekreasi Berkreasi pada tanggal 4 agustus 2017 bertempat di Ballroom Kaliandra Radar Cirebon. Keseruan lainnya di acara Rekreasi Berkreasi kali ini, para audience dapat menikmati live mural yang dipersembahkan oleh komunitas mural Click Clack. Untuk audience yang ingin nongkrong – nongkrong menikmati suasana acara, rekreasi berkreasi menyediakan tempat dengan atmosfir berbeda di sekitar venue agar tercipta suasana akrab dan menyenangkan. Selain kopi, makanan ringan, dll tersedia di area depan venue. Panitia juga menyediakan booth merchandise dan booth komunitas untuk menampilkan hasil karya mereka di acara rekreasi berkreasi. Jam 20.00 WIB lampu panggung mulai menyala dan 4 orang dari unit postrock asal Kadipaten, Majalengka yang mereka beri nama “ECHOES” dipercaya untuk membuka panggung malam itu dengan memperkenalkan karya karya mereka yang berdurasi panjang, Audience mulai ramai merapat ke depan. Setelah penampilan echoes, sesi kedua di panggung rekreasi malam itu, tampil juga unit rock  asal kota Cirebon “MORRIS WINSTONE” dengan memperkenalkan karya mereka hasil dari penggabungan sound modern dengan era TV hitam putih penuh kebahagian melalui track – track singkat, padat dan terpercaya yang mereka tampilkan malam itu. Malam belum selesai, setelah berjingkrak jingkrak bersama rombongan “MORRIS WINSTONE”, audience kembali dibuat colling down bersama suguhan unit postrock asal  Bandung “UNDER THE BIG BRIGHT YELLOW SUN” hadir untuk kedua kalinya di kota Cirebon untuk menghibur para generasi menunduk Kota Cirebon yang hadir malam itu. Sebagai penutup panggung rekreasi berkreasi malam itu “BARASUARA” datang dan tampil untuk kedua kalinya ke kota Cirebon, masih dengan setlist yang diambil dari album Taifun, mereka menghibur para penunggang badai (sebutan fans mereka) yang hadir malam itu. Tepuk tangan panjang dan...

Read More
‘Ekstase’, EP Terbaru dari Pijar
Aug07

‘Ekstase’, EP Terbaru dari Pijar

Kontributor: Hanif Kurniawan Apa jadinya saat layer yang biasa bergejolak, tubuh yang berjingkrak, menolak untuk bergoyang tenang ala khas The Strokes sontak disandingkan dengan lagu berarah vakansi seperti ‘Island In The Sun’ milik Weezer ? Pijar menjawabnya lewat ‘Ekstase’. Pada Rabu 2 Agustus 2017 kemarin, berhajat di Borneo Beerhoouse, Kemang. Trio yang digawangi J. Alfredo, Ichsan Chandra dan Aulia Fasha ini merilis ep terbarunya. Berisikan 5 lagu yaitu “Akhir Pekan”, “Kereta Pulang”, “Digital Ecstasy”, “Frustasi” dan “Tropis” yang didapuk menjadi single mereka. Sebelumnya Pijar telah menelurkan full album berjudul exposure. Berlandaskan roots yang cukup mudah ditebak, mereka lantas membawa kejayaan dance punk awal 2000an ke dalam warna dasar mereka. Meledak ledak, menyenangkan dan youthful.  Aroma khas rebel yang ‘masa bodo’ langsung menyeruak dan bersenyamam. Namun dalam EP ‘Ekstase’ yang dirilis oleh Orca Music Club ini, pijar mengajak merayakan vakansi akhir pekan bernada riang  dalam arus kehidupan tak ramah yang kadung terobsesi dengan kecepatan. Tanpa menurunkan tempo sekaligus diajak singgah sejenak pada semesta yang lebih tenang dalam warna yang lebih urban. Akan langsung terawang bayang yang merebahkan pada ‘Akhir Pekan’ yang menyebabkan lupa waktu pada dunia yang tidak baik baik saja. Pun dengan nomor ‘Kereta Pulang’ seakan mengingatkan tentang kesendirian dalam keramaian yang menyandera jiwa jiwa lelah, namun tak dibiarkan lama, warna tropical jungle menyadarkan lewat ‘Tropis’ untuk kembali ke permukaan. Dan mungkin akan mencapai puncaknya pada ‘Digital Ecstasy’ dengan  aransemen seolah menyodorkan harapan lewat dominasi melodi gitar semi funk serta bunyi ketukan drum tepat porsi. Tune kemudian turun penuh warna abai pada nomor terakhir ‘Frustasi’ yang sedikit kelam namun cukup ringan. Pijar mencetak rilisan fisik berupa CD, ke depannya akan juga terilis dalam bentuk kaset dan piringan hitam dengan jumlah terbatas. Selain fisik, Ekstase juga tersedia dalam bentuk digital dan bisa didengar lewat kanal musik digital seperti iTunes, Spotify, Apple...

Read More
Road To Soundrenaline 2017 Kunjungi 2nd City Cirebon
Aug07

Road To Soundrenaline 2017 Kunjungi 2nd City Cirebon

Di tahun 2017 sektor investasi dan bisnis sedang menjadi primadona bagi kota Cirebon. Moda transportasi berbasis online sedang marak dan digemari oleh anak muda, beberapa perusahaan massive pun satu persatu melebarkan sayapnya untuk menangkap peluang pasar. Pergerakan positif itu menjadi parameter tumbuhnya industri kreatif di kota Cirebon. Atas dasar tersebut, sebuah pesta perayaan festival musik akbar di Indonesia ‘Road To Soundrenaline’ di gelar di kota Cirebon Tanggal 22 Juli 2017 menjadi hari yang sakral bagi para penikmat musik di kota Cirebon, ribuan orang tumpah ruah di lapangan makorem 063 Sunan Gunung Jati, tempat dibaptisnya acara Road To Soundrenaline, sebuah rangkaian pesta musik dan sub kultur dalam rangka menyambut gelaran festival musik akbar Soundrenaline di Bali September mendatang. Gate dibuka pukul 4 sore, seperti biasa tipikal anak muda kota Cirebon masih malu-malu untuk datang ke acara musik di jam- jam matahari masih menyengat. Suar dan Temaram yang dibaiat untuk menjadi band pembuka menuntaskan setlist dengan cukup rapi. Giliran Puppyhansen mengambil alih panggung, band dirty rock yang membranding dirinya sebagai band qasidah ini membawakan 3 lagu andalan; Kau Mabuk,  Monolog  seorang  Ibu  dan  yang  paling  mutakhir  adalah  Dinamit,  sayang  beberapa  kali microphone sang vokalis mengalami masalah, sehingga Ricky terlihat kurang maksimal mengimami jemaatnya. Toreh, band kawakan asal kota Cirebon yang memiliki fans fanatik cukup banyak,menjadi penampil ketiga menutup sesi 1. Di sesi kedua, crowd mulai memenuhi lapangan makorem, booth interactive seperti games, community dan market place mulai dipadati para pengunjung. Beberapa pengunjung nampak antusias berswafoto untuk mendapatkan merchandise gratis Soundrenaline. Tepat pukul 20.00 MC membuka sesi 2 dengan memanggil Hanyaterra. Tedi, Ami, Aaf dan Iwan berhasil menggiring  crowd menyesaki shaf depan. Monolog panjang penuh deru dikumandangkan sang orator Hanyaterra membuai penonton yang kagum akan  amunisi  band  lokal  yang  patut  diperhitungkan  ini.  Mereka  cukup  berpengalaman  dalam  hal produksi panggung besar, gimmick-gimmick panggung dan stage act Tedi Cs. menuai decak kagum para penonton yang hadir malam itu.  Sayang setlist berakhir anti klimaks, show director harus menghentikan mereka di lagu kedua karena rundown yang cukup molor. Tiba  giliran  Rocket  Rockers  mengambil  alih  podium.  Rocket  Rock  Friends  yang  dikenal  militan, mengambil posisi terbaik untuk melihat band pujaannya lebih dekat. Aska sudah sangat terlatih dalam komunikasi panggungnya, beberapa kali dia menyebutkan makanan khas kota Cirebon seperti Empal Gentong, Nasi jamblang dan Sega lengko untuk membuatnya lebih   akrab dengan fans nya. Secara keseluruhan mereka bermain hampir tanpa cela. Jam mulai menunjukan pukul 22.00 namun crowd nampak tetap istiqomah, hanya beberapa bar shaf depan mulai meninggalkan barisannya seakan mempersilahkan Insurgent Army (sebutan untuk fans The SIGIT) untuk berganti posisi. Visual panggung dan lighting-set yang sudah di program sedemikian rupa menyambut brand moment seakan menjadi pertanda acara puncak akan...

Read More
Menuju Soundrenaline 2017 Bersama Road To Soundrenaline Yogyakarta
Aug06

Menuju Soundrenaline 2017 Bersama Road To Soundrenaline Yogyakarta

Gelaran Road To Soundrenaline hadir di Yogyakarta membawa berbagai kemeriahan festival musik ala Soundrenaline, dimana para penikmat musik dan seni visual diajak untuk merayaan keragaman ekspresi dan karya. Digelar di Lapangan Mandala Krida, Road To Soundrenaline Yogyakarta juga turut dimeriahkan oleh Scaller, Naif, dan Mocca yang mengusung semangat persatuan, sejalan dengan tema besar Soundrenaline 2017 #UnitedWeLoud. Area Road To Soundrenaline Yogyakarta memanas ketika Farid Stevy bersama FSTVLST membuka penampilan mereka dengan ‘OODK’. Antusiasme para penikmat musik meningkat ketika Mocca melantunkan ‘I Love You Anyway’ hingga ‘Swing It, Bob!’. Shaggydog memecahkan suasana dengan mengajak penonton bergoyang dengan ‘Kembali Berdansa’ dan Scaller membangkitkan indera melalui ‘Senses’. Semakin malam, perhatian penonton tersedot oleh suara David Bayu dan iringan musik khas Naif yang menghadirkan 13 lagu, mulai dari ‘Piknik 72’ dan ditutup dengan ‘Mobil Balap’. Panggung Road To Soundrenaline Yogyakarta juga turut dimeriahkan oleh Desperados sebagai grup musik yang telah menyisihkan 30 musisi lainnya dalam Soundrenaline Band Competition. Desperados yang tampil membawakan lagu andalan berjudul Road Runners nantinya akan berkompetisi melawan enam grup musik dari berbagai kota lainnya untuk mendapatkan kesempatan berkolaborasi bersama Alexa di panggung akbar Soundrenaline 2017. Semangat kolaborasi juga terasa dari Farid Stevy bersama Siasat Partikelir lewat mural ‘Homage to Candy Chang’ serta para seniman visual yang terpilih dalam Soundrenaline Mural Competition yaitu Rudy Sulitstyo, Daniel Bagas, Irfan Hore, Adul Malik yang melakukan aksi live mural mengekspresikan diri mereka. Road To Soundrenaline merupakan bagian dari rangkaian Soundrenaline 2017 yang hadir di 50 titik yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Gelaran ini diharapkan dapat membawa berbagai kemeriahan festival musik ala Soundrenaline ke lebih banyak penikmat musik. Dalam penyelenggaraanya, terdapat 7 kota yang dibuat lebih spesial, salah satunya adalah Yogyakarta. Soundrenaline 2017 sendiri akan digelar pada 9 dan 10 September mendatang di Garuda Wisnu Kencana, Bali dengan mengusung tema...

Read More
Membangun Spirit “Folk Dalam Folk Music Festival 2017
Jul23

Membangun Spirit “Folk Dalam Folk Music Festival 2017

Reporter: Nerpati Palagan Tanggal 15 Juli kemarin, Folk Music Festival yang diadakan di Kusuma Agrowisata, Batu, Malang, berlangsung sangat meriah. Dalam gelaran FMF tahun ini ada beberapa hal tambahan yang menarik dalam rundown acara tersebut. Acara dibuka dengan “makan sayang” yaitu sarapan pagi bersama para pengisi acara. Seolah pihak penyelenggara sangat mengerti betul bagaimana membangun ruang intim untuk saling berdialog antara musisi dengan para pengagum karya mereka, untuk saling mengapresiasi secara langsung. Dalam Folk Music Festival 2017 ini, musisi yang tampil antara lain Stars and Rabbit, Payung Teduh, Monita Tahalea, Bin Idris, Ari Reda, Iksan Skuter, Silampukau, Danilla, Pagi Tadi, Jason Ranti, Sandrayati Fay, Irine Sugiarto, Manjakani dan Float. Hal yang cukup mengejutkan dalam acara ini adalah perubahan salah satu band dalam line up yang telah diumumkan sebelumnya yaitu dibatalkannya penampilan dari White Shoes and The Couples Company, dan digantikan oleh Float sebagai suprising act yang diposting seminggu sebelum acara berlangsung. Perubahan tersebut ternyata tidak mengurangi antusias dan kemeriahan acara yang berlansung, suasana yang dingin dan penampilan para musisi malam itu membuat para penikmat musik folk enggan beranjak dari tempat mereka duduk hingga penampilan band terakhir, Stars and Rabbit sebagai band penutup membakar semangat penonton dengan lagu “Man upon hill” yang dijadikan sebagai lagu penutup, bahkan terjadi request serentak oleh penonton untuk menambahkan 1 lagu lagi dan dipilihlah lagu “Universe” sebagai encore. Empunya acara,  Alek Kowalski menutup keriaan dengan tulisan yang dibuatnya berjudul “Surat Untuk Sahabat” yang memberi pesan tentang perjuangan, semangat, dan harapan, untuk terus mengembangkan Folk Music Festival dan “membangun memori mengenai musik bagus dan seni yang bertanggung jawab”....

Read More
Mengalun Sendu Bersama Puti Chitara di Goodnight Tour 2017 Yogyakarta
May22

Mengalun Sendu Bersama Puti Chitara di Goodnight Tour 2017 Yogyakarta

Jumat, 19 Mei 2017 menjadi hari yang sangat spesial bagi Puti Chitara. Tepatnya di IFI-LIP Yogyakarta, Puti Chitara menggelar intimate concert yang bertajuk “Goodnight Tour 2017”, dimana konser ini masuk dalam rangkaian promo album keduanya yang bertajuk ‘Goodnight’. Tidak tampil seorang diri, Puti Chitara tampil dalam format full band diiringi oleh Dika Chasmala, Billy Aryo, Dzulfikri Malawi, Bona Ambarita dan Yudhistira Mirza. Selain itu pianis pendatang baru asal Yogyakarta, Hana Fairuz turut membuka pertunjukan disambung oleh Gardika Gigih.  Selain itu ada juga ruang galeri persembahan Go Ahead Challenge yang berisikan karya-karya dari para seniman dan para penggemar mengenai album ‘Goodnight’ Puti Chitara. Secara total ada sekitar 200 karya yang masuk melalui proses open submission. Pertunjukan dimulai sekitar pukul 20.00 WIB oleh pianis pendatang baru, Hana Fairuz. Meskipun ini kali perdana Hana tampil di depan publik dalam project solonya, tidak membuat gadis berusia 19 tahun ini nampak canggung. Membawakan 2 lagu ciptaan sendiri dan beberapa lagu gubahan berbahasa Perancis, Hana tampak fasih memainkan piano meskipun kadang vokalnya masih belum stabil. Gardika Gigih, komposer muda yang juga akan merilis album perdananya dalam waktu dekat berganti mengokupasi panggung. Kali ini Gigih tidak banyak membawakan materi yang ada di albumnya, lagu “I’ll Take You Home” dipilih untuk dibawakan karena sudah dirilis menjadi single dan sisa penampilannya membawakan musik-musik improvisasi  dan penampilan Gigih kali ini tidak menggunakan setlist. Puti Chitara menyapa dengan hangat para penonton yang memadati IFI-LIP pada malam hari itu, dengan mengenakan gaun semi transparan berwarna coklat dan sepatu sneakers berwana putih didampingi para musisi yang mengenakan kemeja berwarna putih, Puti membuka penampilannya dengan lagu ‘Sweet Nightmare’. Dalam konser perdananya di Jogja ini selain membawakan seluruh materi dari album keduanya ‘Goodnight’, Puti Chitara secara khusus membawakan dua materi dari album perdananya ‘Sarsaparilla Dream’ yaitu ‘Illusion’ dan ‘Sarsaparilla Dream’.  Ada bentuk kolaborasi yang cukup spesial pada lagu “Goodnight”, karena Puti Chitara berkolaborasi bersama Gardika Gigih. Gigih nampak sukses membuat komposisi musik untuk lagu ini sehingga kesan magis dari lagu tersebut lebih terasa, terlebih lagu tersebut ditulis Puti Chitara saat mengandung 2 bulan namun kemudian sang janin harus meninggalkan dunia terlebih dahulu. Dengan menyajikan sebuah konser piano dengan 3 performer berlatar belakang genre musik yang berbeda, konser Goodnight Tour 2017 Yogyakarta ini nampaknya layak dimasukkan dalam arsip pertunjukan tematis di tahun 2017....

Read More