Menikmati Indahnya Dunia di Bestival Bali 2017
Oct08

Menikmati Indahnya Dunia di Bestival Bali 2017

Kontributor: Fredy Wally/Foto: Bestival Cukup jarang kita bisa lihat sebuah festival yang diciptakan indah dan menawan seperti yang diusung oleh Bestival. Lahir lewat mimpi besar para foundernya sejak 10 tahun lalu di Inggris Raya seperti Rob da Bank dan isterinya Josie da Bank juga rekannya John serta Ziggy membuat Bestival bukan sekadar festival musik independen tapi juga salah satu festival di dunia yang sukses menyebarkan cinta untuk setiap pengunjungnya. Akhir bulan lalu, tepatnya pada 30 September 2017 hingga 1 Oktober 2017, gelaran festival musik modern yang sudah meraih beberapa penghargaan bergengsi ini mampir ke Bali alias Pulau Dewata. Yes! Tentunya ini sudah ditunggu banget kan sama para pecinta musik tanah air yang mendambakan sebuah festival dengan konsep yang berbeda. Seperti halnya sebuah petualangan, Bestival Bali, demikian festival ini punya title resmi, memang unik. Bisa dilihat dari venue-nya yang indah, di antara tebing tebing kapur kawasan kultural Garuda Wisnu Kencana (GWK) Bali. Sepanjang dua hari itu para pengunjung maupun penikmat festival dibuai oleh indahnya lokasi termasuk para performers yang sukses mengajak untuk dancing all night long. Deretan performers seperti ALT-J, Pendulum (DJ SET), Purity Ring, The Cuban Brothers, Kilter, Ras Muhamad, Lady Flic, Phat Phil Cooper, Marc Roberts,   Kaiser Waldon, Aldrin, Damian Saint, Dea, Stu Mac, Globetrotter Social Club Pres. , Diskoria & Darker Than Wax, Indra Riggz, Project — IIIDJ’S – Matty Wainwright, Marapu, Dan Wilshire One Love, Chief Rakka & Indo Strictly Blazin, Dave Dorrell, Aray Daulay & The Island Souls ft, Richard D’Gilis, Brother Joe and The Peaceful Warriors, hingga Juik Cobra sukses membius para penonton yang datang pada gelaran hari pertama. Bestival Bali sendiri terbagi dalam tiga panggung yang tersebar di beberapa titik GWK, mulai dari Main Stage yang ada di tengah-tengah Lotus Ponds, lalu ada Island Sound Stage yang chill hingga Reggae Roots Stage yang sukses membuat penonton dan pengunjung untuk bergoyang reggae sepanjang malam. Menariknya, selain penampil yang keren-keren, festival ini juga menyajikan beberapa booth asyik untuk para penonton, mulai dari bar yang didesain kece hingga beberapa stand merchandise yang pantang untuk dilewatkan. Termasuk di dalamnya lounge di bawah taburan bintang serta beberapa beanie yang seru. Pengunjung yang datang pun bertransaksi cashless karena di gelang yang mereka pakai sebagai tanda masuk merupakan ‘dompet’ yang bisa diisi ulang untuk setiap transaksi di arena. Cukup top up bila merasa kurang saldonya atau refund bila masih ada sisa di akhir acara. Sungguh sebuah festival yang Indah, di tengah taman yang juga ditata Indah. Everyday chill and feel comfort. Seperti yang dikatakan oleh George Clinton Parliament dari atas panggung. “Let’s chill together Bestival...

Read More
Membahas “Transfiguring Residual Spaces” di Pre-Event AFAIR UI 2018
Sep25

Membahas “Transfiguring Residual Spaces” di Pre-Event AFAIR UI 2018

Pre-Event Architecture Fair Universitas Indonesia (AFAIR UI) 2018 telah sukses dilaksanakan pada hari Sabtu, 9 September 2017 lalu, di ruang Auditorium K-301, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Mengambil tema “Transfiguring Residual Spaces”, Pre-Event AFAIR UI merupakan salah satu bagian dari rangkaian acara Open House yang diadakan oleh Ikatan Mahasiswa Arsitektur dan Departemen Arsitektur UI sendiri dalam rangka menunjukkan kompetensi mahasiswa dalam membuat rancangan arsitektural yang responsif terhadap isu. Karya-karya mahasiswa Arsitektur UI selama masa perkuliahan kemudian akan disajikan dalam konsep arsitektural yang komunikatif kepada akademisi, profesional dan masyarakat. Acara puncak (Main Event) dari AFAIR UI 2018 akan dilaksanakan pada bulan Januari tahun mendatang, bertempat di UI Art and Culture Center, Kampus UI Depok, Jawa Barat. Acara Pre-Event ini terdiri atas talkshow dan sharing session, yang kemudian dilanjutkan dengan Technical Meeting dari sayembara “Lost and Found”. Sesi Talkshow dan sharing session diisi oleh Sarah Ginting (Founder of SAGI Architects), Wahyu Dwi Arifianto (Creative Art Director of Sembilan Matahari), dan Joko Adianto (UI Academician), serta Nadya Azalia sebagai moderator, sedangkan Technical Meeting diselenggarakan oleh panitia. Tidak disangkal lagi, sesi Talkshow merupakan agenda yang paling dinanti hari ini karena diskusi ini membahas tema utama sayembara. Dengan latar belakang para pembicara yang bervariasi, mulai dari akademisi, arsitek, dan juga seniman, diskusi ini menjadi sumber pengetahuan baru bagi para peserta. Joko Adianto, misalnya, beliau berbagi cerita tentang proyek yang diprakarsai olehnya dan beberapa mahasiswa internasional dimana beliau menyimpulkan bahwa kita perlu bersikap kritis terhadap keseharian yang kita amati karena pengetahuan non-verbal dari masyarakat adalah alat yang sebenarnya berguna untuk membantu kita dalam memahami kebutuhan sebenarnya dan karakteristik konteks lokal. Sedangkan Wahyu Dwi, sebagai seniman kreatif menyarankan bahwa pendekatan artistik dalam melakukan intervensi terhadap ruang residu dapat menjadi pilihan tepat untuk mengoptimalkan peran “Architecture as a Catalyst”, tema utama AFAIR UI 2018. Di sisi lain, Sarah Ginting berpendapat bahwa ruang, dengan identitas disekitarnya, akan selalu diposisikan pada bagaimana setiap orang menggunakannya, yang akan menghasilkan kemungkinan yang tak terbatas untuk menciptakan masyarakat dan masa depan yang lebih baik. Selain Talkshow, Pre-Event AFAIR UI 2018 juga menampilkan booth dari media partner serta mitra acara Arsitektur UI lainnya, yaitu Ekskursi Arsitektur UI 2018, dimana satu tim besar mahasiswa Arsitektur UI berkeliling Indonesia untuk mempelajari arsitektur venakular lokal di daerah yang didatangi. Pre-Event ditutup dengan sesi technical meeting sehingga tim-tim sayembara mendapatkan lebih banyak informasi tentang persyaratan teknis kompetisi, yang kini masih dibuka dan akan ditutup pada 20 Oktober...

Read More
Soundrenaline 2017 Sedot 83.151 Penikmat Musik
Sep25

Soundrenaline 2017 Sedot 83.151 Penikmat Musik

Soundrenaline, festival musik taraf internasional yang memulai debutnya di tahun 2002, telah berakhir di tanggal 10 September 2017 yang lalu. Di gelaran episode ke-15, Soundrenaline kembali mengukuhkan komitmennya menjadi festival musik terbesar yang sukses menarik minat lebih dari 80 ribu penikmat musik dewasa untuk memadati kawasan Garuda Wisnu Kencana selama dua hari berturut-turut. Lebih dari 70 musisi Indonesia, 4 musisi internasional serta puluhan penggiat seni visual turut memeriahkan ajang bertemakan #UnitedWeLoud dan makin membuktikan Soundrenaline 2017 sebagai pesta perayaan keragaman ekspresi dan karya berbalutkan semangat persatuan dan kolaborasi. Di tengah gempuran musik berkualitas dari musisi Tanah Air, Dashboard Confessional turut memeriahkan gelaran Soundrenaline 2017. Band asal negeri Paman Sam ini membawakan 17 lagu dari 6 album yang telah dirilis sepanjang karier. Suasana magis dari musik emo yang dihadirkan Dashboard Confessional di A Stage kental terasa sepanjang penampilan. Sebelumnya, JET; band rock asal Australia JET, Mew; band alternative rock asal Denmark, serta Cults; band indie pop dari Amerika Serikat juga turut mengebrak panggung Soundrenaline 2017. “Kami sangat senang bisa tampil kembali di panggung Soundrenaline. Sejak tahun 2004, hingga sekarang Soundrenaline sudah menjadi festival musik yang erat kaitannya dengan perjalanan karier kami. Tahun ini, Soundrenaline 2017 menjadi istimewa karena sekaligus merayakan 10 tahun  “Beraksi”, salah satu single terpenting bagi Kotak karena merupakan anthem bagi KerabatKotak,” ungkap Tantri, vokalis dari Kotak Band. “Sejalannya waktu, Soundrenaline dikenal sebagai pesta tahunan yang mengajak para musisi, penikmat musik, komunitas kreatif, dan penggiat seni kreatif untuk tampil berekspresi dan berkarya di satu venue fenomenal. Dengan dukungan dari Sampoerna A, tahun ini kami menggaungkan pesan persatuan dengan menghadirkan keragaman ekspresi dan karya dalam jumlah yang lebih massive dan lebih ‘berisik’ dari sebelumnya,” ungkap Novrial Rustam selaku Managing Director Kilau Indonesia....

Read More
Membuka Memorabilia Masa Lalu di Konser NKKBS Bagian Pertama Melancholic Bitch
Sep13

Membuka Memorabilia Masa Lalu di Konser NKKBS Bagian Pertama Melancholic Bitch

Band mitos yang lama ditunggu-tunggu kemunculannya olah penikmat musik Yogyakarta ini nampaknya memenuhi kerinduan para penggemarnya. Kurang lebih 2 tahun lamanya menghilang dari dunia permusikan lokal dalam aksi panggungnya, Melancholic Bitch kini telah kembali dengan album penuh terbarunya, ‘NKKBS Bagian Pertama’ dan mengesahkannya dengan menggelar sebuah konser tunggal yang bertajuk “Konser Melancholic Bitch NKKBS Bagian Pertama” pada hari Sabtu (9/09) yang lalu di Gedung PKKH UGM, Yogyakarta. Delapan tahun setelah peluncuran album ‘Balada Joni dan Susi’ tentu menjadi penantian yang sangat panjang sebelum Melbi merilis album teranyarnya ini. Diluar itu kepergian Ugoran Prasad ke luar negeri tentu membuat aktivitas dan band ini terhenti. Semacam konser reuni. Hal ini tentu akan diamini oleh kebanyakan orang yang datang ke gedung PKKH pada malam hari itu, termasuk saya. Sebagai orang yang kurang lebih 10 tahun tinggal di Jogja dan mengalami proses tumbuh berkembangnya band mitos ini, tentu konser NKKBS Bagian Pertama ini sangat layak untuk ditonton. Jika diamati, para penonton yang datang adalah muka-muka lama baik dari lingkaran pertemanan saya 5 tahun lalu yang kini sudah entah kemana, kalangan seni rupa kontemporer Yogyakarta (personel Melbi memang dekat dengan ranah yang satu ini, pun Yennu dan Ugo juga terlibat di dalam Teater Garasi) dan juga wajah-wajah dari orang tidak dikenal yang tidak asing jika kamu sudah sering datang ke gig di Yogyakarta dalam kurun waktu 5 tahun kebelakang. Pertunjukan yang dibuka sekitar pukul delapan malam ini menampilkan permaian solo keyboard dari Nadia Hatta, keyboardist dari band Armada Racun. Tidak lama kemudian Ugoran Prasad muncul ke panggung sembari membawa ember kecil berwarna merah yang ternyata difungsikan sebagai asbak, tanpa meniggalkan nilai-nilai estetikanya. Melbi menghajar tanpa henti materi-materi terbarunya dari album ‘NKKBS Bagian Pertama’, dan dalam konser ini turut menampilkan musisi pendamping yaitu Uya Cipriano dari band LastElise pada gitar dan Danish Wisnu dari band FSTVLST pada drum. Turut dilibatkan pula Gisela Swaragita dari band Seahoarse pada backing vokal didampingi oleh Arsita Iswardhani dari Teater Garasi. Tidak sampai disitu, ternyata Melancholic Bitch mengajak para penonton untuk bernostalgia dengan membawakan lagu-lagu dari album ‘Balada Joni dan Susi’ pada pertunjukan sesi yang kedua. Suasana pun menjadi semakin panas dan pecah, dan aroma alkohol semakin kuat tercium di berbagai sudut gedung pertunjukan. Konser selesai sekitar pukul 10 malam, semua orang senang dan para penonton kebanyakan tidak langsung pulang karena saling bertegur sapa dan melepas kerinduan masa lalu bersama para sejawat yang sudah lama tidak bertemu. Selain menyuguhkan materi baru, Melancholic Bitch sukses membuka ingatan lama dalam ajang reuni singkat dalam sebuah pertunjukan musik.  ...

Read More
Lebih Dekat dengan Totoro di ‘The World of Ghibli Jakarta Exhibition’
Aug28

Lebih Dekat dengan Totoro di ‘The World of Ghibli Jakarta Exhibition’

Dunia Ghibli mendadak muncul di Jakarta, tepatnya di Ritz Carlton Pacific Place Ballroom, Jakarta dalam pameran  yang bertajuk The World of Ghibli. Sebelumnya, pameran serupa juga digelar di Taiwan dan Seoul, Korea Selatan. Tidak hanya Totoro dan Princess Mononoke, karakter animasi Spirited Away, Ponyo on The Cliff By The Sea, dan Howl’s Moving Castle juga dipertunjukkan dalam pameran yang dimulai hari ini, Kamis (10/8) sampai Minggu (17/9) mendatang. “Ini merupakan acara terbesar yang diselenggarakan di luar Jepang untuk mempromosikan Studio Ghibli. Ada festival pemutaran film Ghibli, dan cendera mata khas Ghibli yang terbatas, semuanya baru pertama kali dilakukan,” kata Presiden Direktur Studi Ghibli Jepang Koji Hoshino saat membuka The World of Ghibli di Jakarta, Kamis (10/8) dikutip dari CNN Indonesia. Ini juga menjadi kali pertama Studio Ghibli mempercayakan pembuatan instalasi pameran kepada seniman lokal. Untuk acara di Taiwan dan Seoul, mere membawa intalasi mereka sendiri langsung dari Jepang. Instalasi di The World of Ghibli Jakarta dibuat berdasarkan arahan dari rumah produksi Kaninga Picture. Semua instalasi itu didesain oleh ilustrator Indonesia dan dikerjakan vendor Indonesia, berdasarkan hasil diskusi dengan Studio Ghibli. Selain mendatangi pameran, para pengunjung juga bisa menyaksikan 22 film garapan Studio Ghibli Jepang dalan rangkaian Film Festival di CGV, Pacific Place mulai 12 Agustus hingga 17 September. Tiket pameran The World of Ghibli dihargai mulai Rp300 ribu untuk hari kerja dan Rp350 ribu di akhir pekan.  ...

Read More
Rekreasi dan Berkreasi dari Pesisir Pantai Utara Pulau Jawa
Aug19

Rekreasi dan Berkreasi dari Pesisir Pantai Utara Pulau Jawa

Kota Cirebon terletak di wilayah strategis, yakni titik bertemunya jalur tiga kota besar di Indonesia yakni Jakarta, Bandung, dan Semarang. Hal ini menjadikan Kota Cirebon mengalami perkembangan yang sangat pesat selain itu Kota Cirebon menjadi salah satu tujuan wisata di Jawa Barat, Kota Cirebon menawarkan banyak pesona mulai dari wisata sejarah, wisata kuliner, wisata religius dan wisata alam. Pembangunan infrastuktur di Kota Cirebon berkembang begitu cepat, tampaknya pemerintah terus melakukan pembenahan dalam sarana infrastruktur kotanya, hal ini harus dibarengi dengan investasi dalam pembangunan potensi sumber daya manusia. Maka dalam event rekreasi berkreasi yang diadakan pada tanggal 4 Agustus 2017 yang lalu, ingin terlibat dalam membangun potensi SDM (sumber daya manusia) muda di Kota Cirebon. rekreasi berkreasi menawarkan sebuah konsep intim berbalut festival dengan menggabungan bagian – bagian dari seni musik, visual art, fotografi, dan fashion menjadi sebuah kesatuan yang penting dan menyeluruh dalam mengembangkan kreatifitas anak muda Kota Cirebon. Gate mulai dibuka pada pukul 18.00 para audience sudah bisa mengikuti live hunting yang diadakan oleh komunitas Photography “KLISE PHOTOGRAPHY CLUB” tentang foto aktivitas dan keseruan acara Soundsation Rekreasi Berkreasi pada tanggal 4 agustus 2017 bertempat di Ballroom Kaliandra Radar Cirebon. Keseruan lainnya di acara Rekreasi Berkreasi kali ini, para audience dapat menikmati live mural yang dipersembahkan oleh komunitas mural Click Clack. Untuk audience yang ingin nongkrong – nongkrong menikmati suasana acara, rekreasi berkreasi menyediakan tempat dengan atmosfir berbeda di sekitar venue agar tercipta suasana akrab dan menyenangkan. Selain kopi, makanan ringan, dll tersedia di area depan venue. Panitia juga menyediakan booth merchandise dan booth komunitas untuk menampilkan hasil karya mereka di acara rekreasi berkreasi. Jam 20.00 WIB lampu panggung mulai menyala dan 4 orang dari unit postrock asal Kadipaten, Majalengka yang mereka beri nama “ECHOES” dipercaya untuk membuka panggung malam itu dengan memperkenalkan karya karya mereka yang berdurasi panjang, Audience mulai ramai merapat ke depan. Setelah penampilan echoes, sesi kedua di panggung rekreasi malam itu, tampil juga unit rock  asal kota Cirebon “MORRIS WINSTONE” dengan memperkenalkan karya mereka hasil dari penggabungan sound modern dengan era TV hitam putih penuh kebahagian melalui track – track singkat, padat dan terpercaya yang mereka tampilkan malam itu. Malam belum selesai, setelah berjingkrak jingkrak bersama rombongan “MORRIS WINSTONE”, audience kembali dibuat colling down bersama suguhan unit postrock asal  Bandung “UNDER THE BIG BRIGHT YELLOW SUN” hadir untuk kedua kalinya di kota Cirebon untuk menghibur para generasi menunduk Kota Cirebon yang hadir malam itu. Sebagai penutup panggung rekreasi berkreasi malam itu “BARASUARA” datang dan tampil untuk kedua kalinya ke kota Cirebon, masih dengan setlist yang diambil dari album Taifun, mereka menghibur para penunggang badai (sebutan fans mereka) yang hadir malam itu. Tepuk tangan panjang dan...

Read More