Soundrenaline 2017 Sedot 83.151 Penikmat Musik
Sep25

Soundrenaline 2017 Sedot 83.151 Penikmat Musik

Soundrenaline, festival musik taraf internasional yang memulai debutnya di tahun 2002, telah berakhir di tanggal 10 September 2017 yang lalu. Di gelaran episode ke-15, Soundrenaline kembali mengukuhkan komitmennya menjadi festival musik terbesar yang sukses menarik minat lebih dari 80 ribu penikmat musik dewasa untuk memadati kawasan Garuda Wisnu Kencana selama dua hari berturut-turut. Lebih dari 70 musisi Indonesia, 4 musisi internasional serta puluhan penggiat seni visual turut memeriahkan ajang bertemakan #UnitedWeLoud dan makin membuktikan Soundrenaline 2017 sebagai pesta perayaan keragaman ekspresi dan karya berbalutkan semangat persatuan dan kolaborasi. Di tengah gempuran musik berkualitas dari musisi Tanah Air, Dashboard Confessional turut memeriahkan gelaran Soundrenaline 2017. Band asal negeri Paman Sam ini membawakan 17 lagu dari 6 album yang telah dirilis sepanjang karier. Suasana magis dari musik emo yang dihadirkan Dashboard Confessional di A Stage kental terasa sepanjang penampilan. Sebelumnya, JET; band rock asal Australia JET, Mew; band alternative rock asal Denmark, serta Cults; band indie pop dari Amerika Serikat juga turut mengebrak panggung Soundrenaline 2017. “Kami sangat senang bisa tampil kembali di panggung Soundrenaline. Sejak tahun 2004, hingga sekarang Soundrenaline sudah menjadi festival musik yang erat kaitannya dengan perjalanan karier kami. Tahun ini, Soundrenaline 2017 menjadi istimewa karena sekaligus merayakan 10 tahun  “Beraksi”, salah satu single terpenting bagi Kotak karena merupakan anthem bagi KerabatKotak,” ungkap Tantri, vokalis dari Kotak Band. “Sejalannya waktu, Soundrenaline dikenal sebagai pesta tahunan yang mengajak para musisi, penikmat musik, komunitas kreatif, dan penggiat seni kreatif untuk tampil berekspresi dan berkarya di satu venue fenomenal. Dengan dukungan dari Sampoerna A, tahun ini kami menggaungkan pesan persatuan dengan menghadirkan keragaman ekspresi dan karya dalam jumlah yang lebih massive dan lebih ‘berisik’ dari sebelumnya,” ungkap Novrial Rustam selaku Managing Director Kilau Indonesia....

Read More
Membuka Memorabilia Masa Lalu di Konser NKKBS Bagian Pertama Melancholic Bitch
Sep13

Membuka Memorabilia Masa Lalu di Konser NKKBS Bagian Pertama Melancholic Bitch

Band mitos yang lama ditunggu-tunggu kemunculannya olah penikmat musik Yogyakarta ini nampaknya memenuhi kerinduan para penggemarnya. Kurang lebih 2 tahun lamanya menghilang dari dunia permusikan lokal dalam aksi panggungnya, Melancholic Bitch kini telah kembali dengan album penuh terbarunya, ‘NKKBS Bagian Pertama’ dan mengesahkannya dengan menggelar sebuah konser tunggal yang bertajuk “Konser Melancholic Bitch NKKBS Bagian Pertama” pada hari Sabtu (9/09) yang lalu di Gedung PKKH UGM, Yogyakarta. Delapan tahun setelah peluncuran album ‘Balada Joni dan Susi’ tentu menjadi penantian yang sangat panjang sebelum Melbi merilis album teranyarnya ini. Diluar itu kepergian Ugoran Prasad ke luar negeri tentu membuat aktivitas dan band ini terhenti. Semacam konser reuni. Hal ini tentu akan diamini oleh kebanyakan orang yang datang ke gedung PKKH pada malam hari itu, termasuk saya. Sebagai orang yang kurang lebih 10 tahun tinggal di Jogja dan mengalami proses tumbuh berkembangnya band mitos ini, tentu konser NKKBS Bagian Pertama ini sangat layak untuk ditonton. Jika diamati, para penonton yang datang adalah muka-muka lama baik dari lingkaran pertemanan saya 5 tahun lalu yang kini sudah entah kemana, kalangan seni rupa kontemporer Yogyakarta (personel Melbi memang dekat dengan ranah yang satu ini, pun Yennu dan Ugo juga terlibat di dalam Teater Garasi) dan juga wajah-wajah dari orang tidak dikenal yang tidak asing jika kamu sudah sering datang ke gig di Yogyakarta dalam kurun waktu 5 tahun kebelakang. Pertunjukan yang dibuka sekitar pukul delapan malam ini menampilkan permaian solo keyboard dari Nadia Hatta, keyboardist dari band Armada Racun. Tidak lama kemudian Ugoran Prasad muncul ke panggung sembari membawa ember kecil berwarna merah yang ternyata difungsikan sebagai asbak, tanpa meniggalkan nilai-nilai estetikanya. Melbi menghajar tanpa henti materi-materi terbarunya dari album ‘NKKBS Bagian Pertama’, dan dalam konser ini turut menampilkan musisi pendamping yaitu Uya Cipriano dari band LastElise pada gitar dan Danish Wisnu dari band FSTVLST pada drum. Turut dilibatkan pula Gisela Swaragita dari band Seahoarse pada backing vokal didampingi oleh Arsita Iswardhani dari Teater Garasi. Tidak sampai disitu, ternyata Melancholic Bitch mengajak para penonton untuk bernostalgia dengan membawakan lagu-lagu dari album ‘Balada Joni dan Susi’ pada pertunjukan sesi yang kedua. Suasana pun menjadi semakin panas dan pecah, dan aroma alkohol semakin kuat tercium di berbagai sudut gedung pertunjukan. Konser selesai sekitar pukul 10 malam, semua orang senang dan para penonton kebanyakan tidak langsung pulang karena saling bertegur sapa dan melepas kerinduan masa lalu bersama para sejawat yang sudah lama tidak bertemu. Selain menyuguhkan materi baru, Melancholic Bitch sukses membuka ingatan lama dalam ajang reuni singkat dalam sebuah pertunjukan musik.  ...

Read More
Lebih Dekat dengan Totoro di ‘The World of Ghibli Jakarta Exhibition’
Aug28

Lebih Dekat dengan Totoro di ‘The World of Ghibli Jakarta Exhibition’

Dunia Ghibli mendadak muncul di Jakarta, tepatnya di Ritz Carlton Pacific Place Ballroom, Jakarta dalam pameran  yang bertajuk The World of Ghibli. Sebelumnya, pameran serupa juga digelar di Taiwan dan Seoul, Korea Selatan. Tidak hanya Totoro dan Princess Mononoke, karakter animasi Spirited Away, Ponyo on The Cliff By The Sea, dan Howl’s Moving Castle juga dipertunjukkan dalam pameran yang dimulai hari ini, Kamis (10/8) sampai Minggu (17/9) mendatang. “Ini merupakan acara terbesar yang diselenggarakan di luar Jepang untuk mempromosikan Studio Ghibli. Ada festival pemutaran film Ghibli, dan cendera mata khas Ghibli yang terbatas, semuanya baru pertama kali dilakukan,” kata Presiden Direktur Studi Ghibli Jepang Koji Hoshino saat membuka The World of Ghibli di Jakarta, Kamis (10/8) dikutip dari CNN Indonesia. Ini juga menjadi kali pertama Studio Ghibli mempercayakan pembuatan instalasi pameran kepada seniman lokal. Untuk acara di Taiwan dan Seoul, mere membawa intalasi mereka sendiri langsung dari Jepang. Instalasi di The World of Ghibli Jakarta dibuat berdasarkan arahan dari rumah produksi Kaninga Picture. Semua instalasi itu didesain oleh ilustrator Indonesia dan dikerjakan vendor Indonesia, berdasarkan hasil diskusi dengan Studio Ghibli. Selain mendatangi pameran, para pengunjung juga bisa menyaksikan 22 film garapan Studio Ghibli Jepang dalan rangkaian Film Festival di CGV, Pacific Place mulai 12 Agustus hingga 17 September. Tiket pameran The World of Ghibli dihargai mulai Rp300 ribu untuk hari kerja dan Rp350 ribu di akhir pekan.  ...

Read More
Rekreasi dan Berkreasi dari Pesisir Pantai Utara Pulau Jawa
Aug19

Rekreasi dan Berkreasi dari Pesisir Pantai Utara Pulau Jawa

Kota Cirebon terletak di wilayah strategis, yakni titik bertemunya jalur tiga kota besar di Indonesia yakni Jakarta, Bandung, dan Semarang. Hal ini menjadikan Kota Cirebon mengalami perkembangan yang sangat pesat selain itu Kota Cirebon menjadi salah satu tujuan wisata di Jawa Barat, Kota Cirebon menawarkan banyak pesona mulai dari wisata sejarah, wisata kuliner, wisata religius dan wisata alam. Pembangunan infrastuktur di Kota Cirebon berkembang begitu cepat, tampaknya pemerintah terus melakukan pembenahan dalam sarana infrastruktur kotanya, hal ini harus dibarengi dengan investasi dalam pembangunan potensi sumber daya manusia. Maka dalam event rekreasi berkreasi yang diadakan pada tanggal 4 Agustus 2017 yang lalu, ingin terlibat dalam membangun potensi SDM (sumber daya manusia) muda di Kota Cirebon. rekreasi berkreasi menawarkan sebuah konsep intim berbalut festival dengan menggabungan bagian – bagian dari seni musik, visual art, fotografi, dan fashion menjadi sebuah kesatuan yang penting dan menyeluruh dalam mengembangkan kreatifitas anak muda Kota Cirebon. Gate mulai dibuka pada pukul 18.00 para audience sudah bisa mengikuti live hunting yang diadakan oleh komunitas Photography “KLISE PHOTOGRAPHY CLUB” tentang foto aktivitas dan keseruan acara Soundsation Rekreasi Berkreasi pada tanggal 4 agustus 2017 bertempat di Ballroom Kaliandra Radar Cirebon. Keseruan lainnya di acara Rekreasi Berkreasi kali ini, para audience dapat menikmati live mural yang dipersembahkan oleh komunitas mural Click Clack. Untuk audience yang ingin nongkrong – nongkrong menikmati suasana acara, rekreasi berkreasi menyediakan tempat dengan atmosfir berbeda di sekitar venue agar tercipta suasana akrab dan menyenangkan. Selain kopi, makanan ringan, dll tersedia di area depan venue. Panitia juga menyediakan booth merchandise dan booth komunitas untuk menampilkan hasil karya mereka di acara rekreasi berkreasi. Jam 20.00 WIB lampu panggung mulai menyala dan 4 orang dari unit postrock asal Kadipaten, Majalengka yang mereka beri nama “ECHOES” dipercaya untuk membuka panggung malam itu dengan memperkenalkan karya karya mereka yang berdurasi panjang, Audience mulai ramai merapat ke depan. Setelah penampilan echoes, sesi kedua di panggung rekreasi malam itu, tampil juga unit rock  asal kota Cirebon “MORRIS WINSTONE” dengan memperkenalkan karya mereka hasil dari penggabungan sound modern dengan era TV hitam putih penuh kebahagian melalui track – track singkat, padat dan terpercaya yang mereka tampilkan malam itu. Malam belum selesai, setelah berjingkrak jingkrak bersama rombongan “MORRIS WINSTONE”, audience kembali dibuat colling down bersama suguhan unit postrock asal  Bandung “UNDER THE BIG BRIGHT YELLOW SUN” hadir untuk kedua kalinya di kota Cirebon untuk menghibur para generasi menunduk Kota Cirebon yang hadir malam itu. Sebagai penutup panggung rekreasi berkreasi malam itu “BARASUARA” datang dan tampil untuk kedua kalinya ke kota Cirebon, masih dengan setlist yang diambil dari album Taifun, mereka menghibur para penunggang badai (sebutan fans mereka) yang hadir malam itu. Tepuk tangan panjang dan...

Read More
Road To Soundrenaline 2017 Kunjungi 2nd City Cirebon
Aug07

Road To Soundrenaline 2017 Kunjungi 2nd City Cirebon

Di tahun 2017 sektor investasi dan bisnis sedang menjadi primadona bagi kota Cirebon. Moda transportasi berbasis online sedang marak dan digemari oleh anak muda, beberapa perusahaan massive pun satu persatu melebarkan sayapnya untuk menangkap peluang pasar. Pergerakan positif itu menjadi parameter tumbuhnya industri kreatif di kota Cirebon. Atas dasar tersebut, sebuah pesta perayaan festival musik akbar di Indonesia ‘Road To Soundrenaline’ di gelar di kota Cirebon Tanggal 22 Juli 2017 menjadi hari yang sakral bagi para penikmat musik di kota Cirebon, ribuan orang tumpah ruah di lapangan makorem 063 Sunan Gunung Jati, tempat dibaptisnya acara Road To Soundrenaline, sebuah rangkaian pesta musik dan sub kultur dalam rangka menyambut gelaran festival musik akbar Soundrenaline di Bali September mendatang. Gate dibuka pukul 4 sore, seperti biasa tipikal anak muda kota Cirebon masih malu-malu untuk datang ke acara musik di jam- jam matahari masih menyengat. Suar dan Temaram yang dibaiat untuk menjadi band pembuka menuntaskan setlist dengan cukup rapi. Giliran Puppyhansen mengambil alih panggung, band dirty rock yang membranding dirinya sebagai band qasidah ini membawakan 3 lagu andalan; Kau Mabuk,  Monolog  seorang  Ibu  dan  yang  paling  mutakhir  adalah  Dinamit,  sayang  beberapa  kali microphone sang vokalis mengalami masalah, sehingga Ricky terlihat kurang maksimal mengimami jemaatnya. Toreh, band kawakan asal kota Cirebon yang memiliki fans fanatik cukup banyak,menjadi penampil ketiga menutup sesi 1. Di sesi kedua, crowd mulai memenuhi lapangan makorem, booth interactive seperti games, community dan market place mulai dipadati para pengunjung. Beberapa pengunjung nampak antusias berswafoto untuk mendapatkan merchandise gratis Soundrenaline. Tepat pukul 20.00 MC membuka sesi 2 dengan memanggil Hanyaterra. Tedi, Ami, Aaf dan Iwan berhasil menggiring  crowd menyesaki shaf depan. Monolog panjang penuh deru dikumandangkan sang orator Hanyaterra membuai penonton yang kagum akan  amunisi  band  lokal  yang  patut  diperhitungkan  ini.  Mereka  cukup  berpengalaman  dalam  hal produksi panggung besar, gimmick-gimmick panggung dan stage act Tedi Cs. menuai decak kagum para penonton yang hadir malam itu.  Sayang setlist berakhir anti klimaks, show director harus menghentikan mereka di lagu kedua karena rundown yang cukup molor. Tiba  giliran  Rocket  Rockers  mengambil  alih  podium.  Rocket  Rock  Friends  yang  dikenal  militan, mengambil posisi terbaik untuk melihat band pujaannya lebih dekat. Aska sudah sangat terlatih dalam komunikasi panggungnya, beberapa kali dia menyebutkan makanan khas kota Cirebon seperti Empal Gentong, Nasi jamblang dan Sega lengko untuk membuatnya lebih   akrab dengan fans nya. Secara keseluruhan mereka bermain hampir tanpa cela. Jam mulai menunjukan pukul 22.00 namun crowd nampak tetap istiqomah, hanya beberapa bar shaf depan mulai meninggalkan barisannya seakan mempersilahkan Insurgent Army (sebutan untuk fans The SIGIT) untuk berganti posisi. Visual panggung dan lighting-set yang sudah di program sedemikian rupa menyambut brand moment seakan menjadi pertanda acara puncak akan...

Read More
Menuju Soundrenaline 2017 Bersama Road To Soundrenaline Yogyakarta
Aug06

Menuju Soundrenaline 2017 Bersama Road To Soundrenaline Yogyakarta

Gelaran Road To Soundrenaline hadir di Yogyakarta membawa berbagai kemeriahan festival musik ala Soundrenaline, dimana para penikmat musik dan seni visual diajak untuk merayaan keragaman ekspresi dan karya. Digelar di Lapangan Mandala Krida, Road To Soundrenaline Yogyakarta juga turut dimeriahkan oleh Scaller, Naif, dan Mocca yang mengusung semangat persatuan, sejalan dengan tema besar Soundrenaline 2017 #UnitedWeLoud. Area Road To Soundrenaline Yogyakarta memanas ketika Farid Stevy bersama FSTVLST membuka penampilan mereka dengan ‘OODK’. Antusiasme para penikmat musik meningkat ketika Mocca melantunkan ‘I Love You Anyway’ hingga ‘Swing It, Bob!’. Shaggydog memecahkan suasana dengan mengajak penonton bergoyang dengan ‘Kembali Berdansa’ dan Scaller membangkitkan indera melalui ‘Senses’. Semakin malam, perhatian penonton tersedot oleh suara David Bayu dan iringan musik khas Naif yang menghadirkan 13 lagu, mulai dari ‘Piknik 72’ dan ditutup dengan ‘Mobil Balap’. Panggung Road To Soundrenaline Yogyakarta juga turut dimeriahkan oleh Desperados sebagai grup musik yang telah menyisihkan 30 musisi lainnya dalam Soundrenaline Band Competition. Desperados yang tampil membawakan lagu andalan berjudul Road Runners nantinya akan berkompetisi melawan enam grup musik dari berbagai kota lainnya untuk mendapatkan kesempatan berkolaborasi bersama Alexa di panggung akbar Soundrenaline 2017. Semangat kolaborasi juga terasa dari Farid Stevy bersama Siasat Partikelir lewat mural ‘Homage to Candy Chang’ serta para seniman visual yang terpilih dalam Soundrenaline Mural Competition yaitu Rudy Sulitstyo, Daniel Bagas, Irfan Hore, Adul Malik yang melakukan aksi live mural mengekspresikan diri mereka. Road To Soundrenaline merupakan bagian dari rangkaian Soundrenaline 2017 yang hadir di 50 titik yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Gelaran ini diharapkan dapat membawa berbagai kemeriahan festival musik ala Soundrenaline ke lebih banyak penikmat musik. Dalam penyelenggaraanya, terdapat 7 kota yang dibuat lebih spesial, salah satunya adalah Yogyakarta. Soundrenaline 2017 sendiri akan digelar pada 9 dan 10 September mendatang di Garuda Wisnu Kencana, Bali dengan mengusung tema...

Read More