Weezer Rilis Video Musik dan Single Terbaru “Mexican Fender”
Aug19

Weezer Rilis Video Musik dan Single Terbaru “Mexican Fender”

Kabar baik untuk kalian para Weezerian karena band yang dimotori oleh Rivers Cuomo, Patrick Wilson, Brian Bell, dan Scott Shriner, baru aja nih merilis single dan video musik terbaru berjudul “Mexican Fender”. Lagu ini menceritakan tentang seorang pria yang jatuh cinta terhadap wanita yang membeli gitar Fender buatan Mexico di sebuah toko musik. Nantinya, single terbaru dari Weezer ini juga akan masuk ke dalam album terbaru mereka  ‘Pacific Daydream‘ yang akan dirilis pada 27 Oktober 2017 mendatang. Single ini juga menjadi gambaran umum mengenai warna musik Weezer di album barunya nanti. The Adobe Flash Player is required for video playback.Get the latest Flash Player or Watch this video on...

Read More
Bertepatan dengan HUT RI, Kalashnikov Rilis Video Musik “Rats”
Aug17

Bertepatan dengan HUT RI, Kalashnikov Rilis Video Musik “Rats”

Bertepatan dengan HUT RI ke 72 hari ini (17/08/2017), Kalashnikov, band punk rock asal Bekasi resmi merilis videoklip anyar berjudul ‘Rats’ channel Youtube band. Digarap secara independen, klip ini diproduseri oleh Yazid Zabidin, dan Agiel Yoridia sebagai director, dan editing oleh Dzikran M. F. Berdurasi 3 menit kurang, klip ini menampilkan suasana kota di beberapa lokasi mulai dari Tanah Abang, Cawang, Kalimalang, dan Bekasi serta indoor shoot di Xabi Studio Lebak Bulus. Videoklip ‘Rats’ juga digarap dalam waktu singkat, yakni 2 hari mulai dari proses pengambilan gambar sampai editing. Lagu Rats sendiri ditlis oleh Agiel (drum) sebagai social comentary tentang kemuakan terhadap korupsi yang kian mengakar di Indonesia. Direkam pada Mei 2017, lagu ini juga berhasil masuk ke album Ripstore Live Compilation dan dirilis secara bebas unduh pada perayaan Netlabel Day 14 Juli 2017 di bawah naungan Ripstore.Asia. “Menyimak beberapa kasus besar di Indonesia seperti mangkraknya Hambalang, serta politisi licin Setyo Novanto di media dan teror terhadap Novel Basdewan, koruptor bagi kami adalah tikus yang harus diperangi sebelum teror ini semakin meluas dan mengkhawatirkan,” ungkap Ayyas, bassist Kalashnikov. “Pesan kami jelas bahwa di HUT RI ke 72 ini, Indonesia belum merdeka dari korupsi,” tegasnya menambahkan. Tentang Kalashnikov: Perwakilan Punk Rock era Baru Kalashnikov adalah band punk rock pendatang baru asal Bekasi yang terbentuk pada September 2014. Beranggotakan Bibiw (vokal), Ayyas (bass, vokal), Agil (drum), Irun (gitar, vokal), Kalashnikov disebut-sebut sebagai bagian dari perwakilan generasi baru punk rock digawangi para pemuda millenial kota Patriot di usia yang masih kisaran 20 tahun dan mengakarkan musiknya pada arus punk era 90-an seperti Rancid, NOFX, Bad Religion. Nama Kalashnikov sendiri dipetik dari nama tokoh pencipta senjata AK-47 yaitu Avtomat Kalashnikov yg banyak digunakan dalam khasanah film, musik serta video game serta mudah dioperasikan di medan tempur. Popularitasnya menjadi simbol-simbol perjuangan kaum anti-kemapanan. Mereka menggunakan nama ini sebagai analogi bahwa musik adalah senjata paling ampuh untuk menyampaikan sesuatu. Sebagai band pendatang baru, Kalashnikov kini aktif tampil ke berbagai panggung di Bekasi, Jakarta maupun Bandung. Kuartet ini juga mencuri perhatian sejak berkolaborasi dengan Doramons band punk rock legendaris di skena musik independen Jakarta Timur dalam acara yang dihelat oleh Castel Distric bulan Maret lalu. Kalashnikov kini juga tengah dipinang oleh Skeptic, sebuah brand clothing berbasis di Bekasi dalam penggarapan music production dan merchandise. The Adobe Flash Player is required for video playback.Get the latest Flash Player or Watch this video on...

Read More
Sajama Cut Rilis Video Klip Mari Bunuh Diri
Aug10

Sajama Cut Rilis Video Klip Mari Bunuh Diri

Setelah merilis ulang debut album mereka, Apologia, dalam format CD pada Februari silam, kini Sajama Cut meluncurkan video klip dari album tersebut. Bekerja sama dengan Andri Ruay, Sajama Cut merilis video klip untuk lagu Mari Bunuh Diri. Namun, Mari Bunuh Diri yang digarap video klipnya adalah lagu versi baru, yang jadi bonus lagu dari album Apologia reissue. “Selama ini, banyak Sajama Kids yang kontak kita untuk me-request perilisan ulang Apologia, dan ada beberapa yang sekalian minta supaya kita merekam ulang lagu-lagu favorit mereka di sana (atau setidaknya lagu-lagu yang menurut kabar yang mereka dengar, katanya seru). Yang pasti, ide untuk merekam ulang Mari Bunuh Diri muncul di sana. Prosesnya juga gak sulit, karena kita produksi sendiri di rumah dengan lumayan santai. Kita juga gak banyak berusaha untuk mengubah aransemen aslinya yang sangat sederhana dan straightfoward,” kata Marcel Thee, vokalis Sajama Cut. Aransemen lagu tersebut memang sederhana dan playful, yang menurut Marcel memang berhubungan dengan konsistensi liriknya. “Tentang ini, gue punya kesadaran bahwa sejak dulu judul lagu ini banyak menangkap perhatian, dan gue bukan tipe yang begitu nyaman dengan ‘menjelaskan’ lirik,” paparnya. Marcel menambahkan, “Tapi di hal ini, gue merasa perlu untuk menjelaskan bahwa gue sangat sadar, dan sebisa mungkin berusaha belajar banyak, tentang mental ilness dan keseriusan penyakit depresi. Kita, tentu aja, masih tinggal di lingkungan yang tidak banyak punya empati kepada orang-orang yang mengalami depresi atau gangguan mental; dimana hal-hal ini masih dianggap ‘bete’ yang berlebihan atau proses dramatisir emosi. Kita masih hdup di lingkungan dimana, ketika ada orang yang mengambil nyawa-nya sendiri, pertanyaan seringkali “Kenapa sih? bukannya dia kaya raya?” dan pernyataan-pernyataan dungu lainnya. Ini suatau kesadaran yang gue, dan banyak orang, punya sejak jaman baheula – dari gue remaja. Lagu ini bukan tentang glorifikasi bunuh diri, atau romantisasi mati muda.” Lagu ini menurut Marcel juga bukan simbolik atau penggunaan metafor-metafor murahan. “Lagu ini bagi gue (setidaknya bagi gue yang berumur 19 waktu menulis lagu ini dulu) adalah lagu semi-humoris harfiah yang justru menertawakan (dengan sedih) orang-orang yang masih memiliki pemikiran-pemikiran sederhana mengenai penyakit mental (seperti tadi gue jelaskan). Secara lirikal, lagu ini juga merujuk kepada orang-orang yang menganggap bahwa mental remaja/ orang muda, begitu sederhana, dimana mereka dapat terpengaruh sesuatu (yang katanya negatif) dengan begitu mudah – Ini dapat kita lihat ke mitos dimana banyak anak kesetanan setelah mendengar lagu metal, atau bahwa pembunuhan banyak terjadi karena anak main flash game dll. Mungkin yang sederhana bukan generasi muda, namun Anda,” tambahnya. Namun sebenarnya, Mari Bunuh Diri tetap saja adalah lagu lama yang Sajama Cut rekam kembali. “Nothing more, nothing less. Kita masih senang memainkan solo gitar yang kuno itu, dan juga menyanyikan ‘Hai apa kabar semua?...

Read More
The Aces Kembali Rilis Video Klip Baru “Baby Who”
Aug05

The Aces Kembali Rilis Video Klip Baru “Baby Who”

Kuartet pop-rock asal Utah, The Aces baru saja mengenalkan video klip perdana “Baby Who”. Single ini adalah lagu andalan mereka di EP I Don’t Like Being Honest. Videonya sendiri disutradarai oleh drummer mereka Alisa Ramirez. Konsep natural dan summery di klip ini berkaitan erat dengan pertemanan dan kehidupan mereka baik sebagai band ataupun individu. “Kami berempat menghabiskan hampir seluruh hidup kami berlari-lari di lingkungan dimana kami merekam video ini.” katanya band ini di keterangan Youtube mereka. Dan memang selalu ada waktu di musim panas yang begitu menyenangkan ketika dihabiskan bersama-sama. “Baby Who” juga dalam liriknya mengisyaratkan untuk bersenang-senang dan lepas dari hal yang kerap mengganggu. Selain “Baby Who”, kalian juga rasanya perlu menyimak single lain dari The Aces, misalnya “Stuck” dan “Physical”, dimana musik mereka lumayan asyik di dengarkan jika kalian menyukai The 1975, Haim ataupun pop rasa 80-an yang mulai kembali digemari belakangan ini. The Adobe Flash Player is required for video playback.Get the latest Flash Player or Watch this video on YouTube....

Read More
The Sidhartas Rilis Debut Video Musik “Syalala”
Aug01

The Sidhartas Rilis Debut Video Musik “Syalala”

The Sidhartas baru saja merilis video musik terbarunya “Syalala” dimana lagu ini juga menjadi salah satu materi dari album debut band yang digawangi oleh Bimbim Slank tersebut. Lagu “Syalala” berisi tentang petuah seorang paman kepada keponakannya dalam menjalani hidup. Dengan bahasanya, sang paman menceritakan bahwa tidak mudah untuk meraih keinginan, dan bagaimana menikmati perjalanan hidup. Di panggung, Bimbim, vokalis dan gitaris The Sidhartas, selalu mengawali lagu ini dengan kalimat, “Apapun yang terjadi nak, Hadapi dunia dengan Syalala”. Video “Syalala” digarap oeh sutradara, yang juga merupakan komika terkemuka, adjisdoaibu. Sebelumnya, adjisdoaibu pernah menggarap video klip Slank (band Bimbim) berjudul “Halal”, ia menafsirkan lagu ini dalam bentuk video yang simple dan menggambarkan bagaimana kita harus berjalan maju untuk mencapai tujuan, dengan kejutan di bagian akhirnya. Selain merilis video klip, The Sidhartas juga mengadakan showcase bertajuk “PUNK! with The Sidhartas” yang akan diselenggarakan di POTSJAM, sebuah ruang kreasi yang belum jadi di bagian atas rumah di Jalan Potlot III No. 14 pada hari Minggu (30/07) yang lalu. The Adobe Flash Player is required for video playback.Get the latest Flash Player or Watch this video on...

Read More
Tampil Lebih Berwarna dan Nakal, Sisitipsi Merilis Video Musik “ML”
Jul25

Tampil Lebih Berwarna dan Nakal, Sisitipsi Merilis Video Musik “ML”

Grup musik dirty jazz asal Jakarta, Sisitipsi kembali merilis video musik dari single terbaru mereka pada hari Senin (24/07). Lagu dengan judul “ML” ini sebenarnya memiliki arti ‘Minta Lagi’, bercerita tentang perjalanan seorang pria dalam mencari kesenangannya sehingga lantas membuatnya ketagihan. Perpaduan musik jazz dan lirik yang nakal khas Sisitipsi masih terlihat pada lagu ini, seperti potongan lirik “berdiri bagai pria sejati dan kini terasa sedikit geli”. Lagu ‘Minta Lagi’ merupakan single Sisitipsi untuk kompilasi Kampus 24 Jam Hits Vol 3 yang dirilis November 2016 tahun lalu dan direncanakan akan masuk dalam album kedua Sisitipsi. Bekerja sama dengan Andromedha Pradana dari Rumah Kerja Artistik Ibukota, di video ini Sisitipsi tampil lebih berwarna. Set artistik yang didominasi warna – warna cerah membuat video ini tampak berbeda dari video musik Sisitipsi lainnya. Selain itu cerita yang sederhana namun ceria terlihat dalam video ini, dimana sang vokalis Fauzan Lubis sedang berbicara lewat telepon dan ditemani oleh personel lainnya. Rencana album kedua yang akan dirilis pada tahun ini nampaknya baru dapat terwujud di tahun 2018. The Adobe Flash Player is required for video playback.Get the latest Flash Player or Watch this video on...

Read More