Crimson Diary Luncurkan Video Klip Terbaru “Tiada Lagi Mimpi Buruk”
Mar12

Crimson Diary Luncurkan Video Klip Terbaru “Tiada Lagi Mimpi Buruk”

Setelah meluncurkan video klip untuk debut single berjudul “Freja” pada awal Februari kemarin, kuartet alternatif rock asal kota Malang, Crimson Diary, kembali melepas single terbaru dalam bentuk video klip untuk lagu “Tiada Lagi Mimpi Buruk” pada tanggal 3 Maret 2017. Video klip ini merupakan single kedua dari album terbaru mereka bertajuk Crimson Diary (Diary Of Crimson). Tidak jauh berbeda dengan single sebelumnya, lagu “Tiada Lagi Mimpi Buruk” yang diluncurkan dalam bentuk video musik ini masih menawarkan sisi yang begitu dingin dan tenang dari musik Crimson Diary. Lagu “Tiada Lagi Mimpi Buruk” merupakan lagu yang diciptakan oleh vokalis Crimson Diary bernama Bill Walessa berdasarkan pengalaman pribadinya pada masa lampau. “Lagu ini merupakan materi yang sudah saya buat sekitar tahun 2003 dan berdasarkan pengalamanku sendiri pada waktu itu,” tutur Bill Walessa. “Ceritanya mengenai orang yang enggan untuk tidur karena takut akan menjumpai mimpi buruk hingga ketika bangun harus mengalami yang namanya badmood dan berdampak pada aktifitas sehari-hari.” Keseluruhan penggarapan video musik “Tiada Lagi Mimpi Buruk” dikerjakan oleh Bethap dari kelompok kreatif visual bernama Kata Lensa. “Saya pribadi menyukai aransemen dan musik lagu ini, sebenarnya ini semacam pembalasan ketidakpuasan saya dari penggarapan video klip Crimson Diary sebelumnya”ujar Bethap. Sebelumnya, Crimson Diary dan Kata Lensa sudah pernah terlibat kerja sama dalam pembuatan video klip untuk lagu berjudul “Senja” yang merupakan salah satu materi dari debut album Senja. Namun berbeda dengan video klip pertama yang pernah mereka kerjakan. Pada video klip “Tiada Lagi Mimpi Buruk” ini mereka tidak lagi menunjukkan sedetikpun wajah-wajah dari personil Crimson Diary. Keseluruhan video klip ini diperankan secara apik oleh seorang wanita bernama Loemongga yang begitu tampil ekspresif sepanjang video klip “Tiada Lagi Mimpi Buruk”. Mengenai konsep video klip terbaru Crimson Diary, Bethap mengatakan “Konsep dalam video klip ini sebenarnya cukup sederhana dengan menggambarkan sosok perempuan yang harus menghadapi ketakutan akibat beban pikiran yang berat hingga terbawa menjadi mimpi buruk, hal tersebut tersirat jelas melalui eskpresi hingga setting tempat yang memang dibuat suram,” . Meski dalam video klip “Tiada Lagi Mimpi Buruk” tidak memunculkan figur dari personil Crimson Diary, namun sang sutradara mengaku jika peran yang diperagakan oleh perempuan tersebut merupakan cerminan dari gesture yang sebelumnya diperagakan oleh vokalis Crimson Diary, Bill Walessa. “Sebelum proses produksi video klip ini, saya membuat dummy yang diperagakan langsung oleh Bill Walessa dan dari gesture tersebut kemudian diperagakan oleh model video klipnya, jadi aura Crimson Diary dalam video klip ini masih terasa kuat.” The Adobe Flash Player is required for video playback.Get the latest Flash Player or Watch this video on YouTube....

Read More
Unit Alternatif Rock Orange Theory Rilis Video Musik Anyar
Mar07

Unit Alternatif Rock Orange Theory Rilis Video Musik Anyar

Sebagai unit alternatif rock yang tumbuh di lingkungan Institut Kesenian Jakarta, Orange Theory mencoba mengomentari isu sosial sehari-hari yang hadir. Salah satu bentuk ekspresinya berhasil muncul di music video terbaru mereka “Hang On Strongman, You’re Gonna Die”. Video musik ini cukup nyantol secara visual dan isi. Terlihat seniman Elano Gantiano menyajikan pesan yang apik lewat gerak tubuh tentang ketamakan dan kegilaan. Hasil ini juga merupakan tanggung jawab maksimal dari sutradara Afif Kharisma. “Video Klip ini merupakan bentuk sindiran terhadap manusia-manusia serakah yang melupakan nilai-nilai positif dalam kehidupan duniawi,” ungkap Orange Theory, dilangsir dari siaran pers mereka. Tidak lengkap jika tidak membicarakan musik yang disodorkan oleh Orange Theory sendiri. Dengan formasi baru, unit duo yang diusung Cyca Leonita (Bass/Vocal) serta Henry “Koi” Krensa (Gitar) ini memainkan alternatif rock yang pekat dengan nuansa 90-an. Kehadiran band ini setidaknya akan memberikan variasi lain akan band-band yang terpengaruh Sonic Youth, Pixies, Smashing Pumpkins, The Breeders hingga Hole. Yang pasti band ini patut disimak! The Adobe Flash Player is required for video playback.Get the latest Flash Player or Watch this video on...

Read More
Have Mercy Rilis Music Video “Coexist”
Mar02

Have Mercy Rilis Music Video “Coexist”

Have Mercy baru saja merilis sebuah music video berjudul ‘Coexist’. Music video ini akan menemani album baru mereka, Make The Best Of It. Setelah mendengarkankan dua album Have Mercy, single ini seolah membuktikan makin percaya dirinya Brian Swindle, satu-satunya personil asli Have Mercy yang tersisa di band. Dia cukup berhasil membuktikan kapasitasnya dengan detail penulisan lirik yang lebih baik. Have Mercy kali ini pun menyajikan sound yang makin catchy dan aksesibel bagi penggemar emo hingga indie-rock sekalipun. Rasanya band ini sangat direkomendasikan bagi yang akrab dengan element dari Manchester Orchestra, Jimmy Eat World and The Early November. Make The Best Of It sendiri adalah lanjutan dari album A Place Of Our Own yang jadi debutnya di Hopeless Records serta masih diproduseri Paul Leavitt. Sebelumnya, Have Mercy muncul ke permukaan berkat The Earth Pushed Back yang diproduseri J. Robbins dirilis Topshelf records tahun 2013. Kabarnya Make The Best of It akan resmi dirilis pada 21 April nanti. The Adobe Flash Player is required for video playback.Get the latest Flash Player or Watch this video on YouTube....

Read More
Indische Party Rilis Video Musik Untuk Single Kedua “Khilaf”
Feb28

Indische Party Rilis Video Musik Untuk Single Kedua “Khilaf”

Setelah merilis album ‘ANALOG’ pada Desember 2016 lalu dengan  menampilkan “Serigala” sebagai single pertamanya, Indische Party akhirnya meluncurkan single terbaru berjudul “Khilaf”. Berbeda dari single pertama yang bernuansa surf rock, “Khilaf” lebih mengedepankan sisi pop dari Indische Party. “Khilaf adalah salah satu nomor balada Indische Party yang sederhana, memuat lirik menyentil dan mengisahkan tentang percintaan yang nakal. Lewat lagu ini, kami juga membawa pesan bahwa Indische Party bukan hanya tentang musik rock ’60-an, tetapi juga ada pop dan genre lainnya“ ujar vokalis Japs Shadiq dikutip dari siaran pers. Diproduksi oleh Narkobus Records, “Khilaf” adalah lagu pertama dalam album ANALOG yang dibuatkan video musiknya dan video ini disutradarai sendiri oleh Japs Shadiq yang bekerjasama dengan Hendrick Ben Matulessy sebagai Director of Photography. The Adobe Flash Player is required for video playback.Get the latest Flash Player or Watch this video on...

Read More
Mustache and Beard Rilis Video Klip “Senyum Membawa Pesan”
Feb24

Mustache and Beard Rilis Video Klip “Senyum Membawa Pesan”

Awal 2017 ini V MGMT merilis Video Klip perdana dari Mustache and Beard untuk single “senyum membawa pesan” yang diambil dari album ‘Manusiaku Manusiamu Manusianya’, bekerja sama dengan Rasamala Films untuk merealisasikan Pengerjaan Video Klip yang prosesnya sudah dimulai sejak awal bulan November tahun 2016 kemarin. Setelah melalui proses panjang dalam meramu rumusan video klip yang diingin kan bersama Rasamala Films, keputusan pun diambil untuk menjadikan Konsep Perumpamaan untuk merepresentasikan Pesan Lagu “Senyum Membawa Pesan“ ke ranah gambar bergerak, konsep yang dibangun adalah mengumpamakan hubungan binatang di alam liar dengan narasi yang sangat humanis, interaksi antara mahluk yang didasari kebutuhan dasar untuk saling mencintai, dan tentang angan angan asmara yang tidak tersampaikan. Ada tiga karakter utama untuk membangun cerita di dalam video klip, proses casting pun dilakukan untuk mengisi peran “Hyena”, “Kelinci” dan “Singa” dipilih lah Naufal Fajar untuk memerankan “Hyena” dan Noviana Safitri untuk “Kelinci” dan seluruh personel Mustache and Beard menjadi “Singa”. Lokasi pengambilan gambar pun dilaksanakan di dua tempat terpisah, yaitu di taman nasional Way Kambas, Lampung, dan di Bukit Kapur citatah Padalarang, Bandung dan menghabiskan waktu selama satu bulan untuk proses pengerjaannya. The Adobe Flash Player is required for video playback.Get the latest Flash Player or Watch this video on...

Read More
Heals Merilis Video Musik “False Alarm”
Feb22

Heals Merilis Video Musik “False Alarm”

Grup alternative rock / shoegaze asal Bandung, Heals, hari Senin (20/2) resmi merilis video musik dari single terbaru mereka berjudul “False Alarm”. Bekerja sama dengan Qrimson Studio, video ini sudah bisa dinikmati di kanal YouTube resmi FFWD Records. Sebelumnya, pada tanggal 9 Februari, Heals juga telah mengunggah lagu tersebut di berbagai streaming services serta menyajikan permainan sederhana pada situs resmi mereka. “False Alarm” termasuk ke dalam album perdana mereka, ‘Spectrum’, yang akan dirilis dalam waktu dekat. Eca selaku gitaris dan penulis lagu “False Alarm” berupaya menggambarkan kondisi seseorang yang tertekan akibat pemikiran dan perasaannya sendiri. “Kadang kita suka mengalami masa-masa overthinking terhadap hal-hal negatif yang sudah atau akan dialami. Padahal kenyataannya, kondisi seperti itu adalah false alarm. Kami ingin orang-orang hidup lebih santai, berpikir pada porsi dan kapabilitas yang tepat, serta tenang dalam menemukan solusi setiap permasalahan,” tuturnya. Selain berkolaborasi dengan kolektif kreatif asal Kota Kembang, Qrimson Studio, Heals juga menggandeng MD Natsir untuk bertanggung jawab di bagian ilustrasi artwork. Prosesnya cenderung singkat dan banyak mengambil gambar di area Jalan Jendral Sudirman, Bandung. Dalam rentang waktu dua tahun (2015-2016), Heals yang beranggotakan Alyuadi Febryansyah (Lead Vocal, Guitar), Reza Arinal (Back Vocal, Guitar), Muhammad Ramdhan (Guitar), Octavia Variana (Back Vocal, Bass) dan Adi Reza (Drum), telah mengeluarkan tiga single yakni “Void”, “Wave”, dan “Myselves”. Band yang dikenal dengan ciri khas lapisan ditorsi dan vokal melodius ini sedang ada di tahap final penyelesaian album debut mereka. “Semoga saja ini bisa menjadi alarm untuk segala kejutan di 2017 ini,” tutur Alyuadi. The Adobe Flash Player is required for video playback.Get the latest Flash Player or Watch this video on YouTube....

Read More