Cerita Knuckle Puck dan Album Barunya “Shapeshifter”

 

Bagi para penikmat pop-punk, Shapeshifter adalah salah satu album yang perlu diantisipasi. Terutama bagi  mereka yang telah menanti follow up dari Copacetic, debut album yang berhasil merekrut banyak penggemar gila Knuckle Puck.

Knuckle Puck akan merilis Shapeshifter bulan Oktober nanti. Berisikan 10 track dan band ini baru saja merilis “Gone” sebagai debut single di album tersebut.

Knuckle Puck telah merekam materi album ini sejak awal tahun 2017. Belakangan menurut mereka ada yang salah dengan hasilnya hingga akhirnya memulai kembali proses produksi album ini dari nol.

“Mengalami kesulitan dan merasa terasing saat rekaman adalah sangat salah. Pengalaman ini sangat salah, dan kami semua enggan untuk membicarakannya. Ada perasaan denial saat kami menyadari ada yang tidak beres,” ungkap gitaris Nick Casasanto dalam press release.

Mereka juga mengaku tidak ada yang berubah dari musikalitas Knuckle Puck di sini, semuanya masih tetap sama. Namun, lirik di album ini akan lebih introspektif dan mendesak karena membicarakan pencarian identitas terutamanya saat beranjak dewasa dan melihat dunia sekitar.

“Ketika menjelang pendewasaan dan mulai terasa perubahan di hidupmu, akan jadi penting jika kamu juga bisa membentuk identitasmu dan membebaskan dirimu dari apapun yang menahanmu selama ini,” tambah Casasanto.

Lebih jauh band dari suburban Chicago ini menginginkan albumnya bisa jadi simbol harapan bagi para fansnya, mengingat internet dan informasi yang serba gila seperti hari ini bisa saja menyulitkan proses pencarian jati diri. “Aku  berharap semua orang menyadari mereka hanya perlu mengonsumsi segala macam hal yang benar-benar mereka mengerti, lewat itu, aku rasa ini akan jadi cara yang lebih memuaskan untuk menjadi apa yang kalian inginkan.” tutupnya.

 

Author: Trian Solomons

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *