_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"kanaltigapuluh.info","urls":{"Home":"http://kanaltigapuluh.info","Category":"http://kanaltigapuluh.info/category/nowplaying/","Archive":"http://kanaltigapuluh.info/2017/05/","Post":"http://kanaltigapuluh.info/neck-deep-umumkan-album-ketiga-the-peace-and-the-panic/","Page":"http://kanaltigapuluh.info/redaksi/","Attachment":"http://kanaltigapuluh.info/neck-deep-umumkan-album-ketiga-the-peace-and-the-panic/neck-deep/","Nav_menu_item":"http://kanaltigapuluh.info/culture-art/","Wpcf7_contact_form":"http://kanaltigapuluh.info/?post_type=wpcf7_contact_form&p=1161"}}_ap_ufee

Christabel Annora Rilis Video Musik “Rindu Itu Keras Kepala”

Christabel Annora/Foto: Dokumentasi Pribadi Christabel Annora

Pianist merangkap singer/songwriter asal kota Malang, Christabel Annora, akhirnya resmi merilis video musik “Rindu Itu Keras Kepala” pada tanggal 20 Desember 2016. Lagu ini merupakan singel kedua dari debut albumnya, Talking Days, yang dirilis oleh label rekaman Barongsai Records sejak bulan Mei 2016 yang lalu.

Musik dasar untuk lagu “Rindu Itu Keras Kepala” digarap sendiri oleh Christabel Annora, sementara untuk bagian gitarnya diisi oleh musisi folk terdepan asal Malang, Iksan Skuter. Yang menarik adalah lirik tembang ini diambil dari puisi karya sahabatnya sendiri, Nadia Agustina.

“Lagu ini penting dan sangat personal ketika saya bikin dulu. Pas itu Nadia Agustina memang suka mengirimkan puisi-puisinya kepada saya…” kata Christabel. “Semua karyanya bagus-bagus sekali, tapi puisi tentang rindu ini yang paling kena ke saya. Rasanya kok pas, karena saya juga sedang mengalami hal yang sama persis seperti yang ditulis Nadia dalam puisinya itu. Lalu, tidak lama kemudian… Jreeeng, jadilah lagu ini” tambahnya.

Video musik “Rindu Itu Keras Kepala” ini digarap oleh Prialangga, selaku sutradara merangkap Director of Photography (DOP). Sedangkan proses editing-nya dikerjakan oleh M.Y. Fahmi. Selain terdapat sosok Christabel Annora, dalam video tersebut juga menampilkan Titi Savitri dan Aswin Wiyatmoko sebagai cast atau model utama.

Menurut informasi dari sang sutradara, konsep video ini muncul setelah ia mengamati sendiri orang-orang yang ada di lingkungan terdekatnya tentang bagaimana perilaku mereka dalam mengelola dan mengatasi rasa rindu.

“Alurnya saya coba gambarkan melalui beberapa karakter tokoh. Soal bagaimana setiap karakter itu mencari, menunggu, sampai kemudian pasrah akan kerinduannya masing-masing. Namun video ini tetap membebaskan siapa pun juga untuk mendeskripsikan ceritanya menurut persepsi mereka sendiri,” tutur Prialangga tentang gambaran umum video garapannya.

Proses syuting video ini memakan waktu sekitar satu minggu pada bulan Oktober 2016, serta mengambil lokasi di empat kota yaitu Jogjakarta, Semarang, Surabaya dan Malang.

 

 

 

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *