_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"kanaltigapuluh.info","urls":{"Home":"http://kanaltigapuluh.info","Category":"http://kanaltigapuluh.info/category/nowplaying/","Archive":"http://kanaltigapuluh.info/2017/04/","Post":"http://kanaltigapuluh.info/bali-creative-week-2017-sukses-digelar/","Page":"http://kanaltigapuluh.info/redaksi/","Attachment":"http://kanaltigapuluh.info/bali-creative-week-2017-sukses-digelar/img-20170430-wa0027/","Nav_menu_item":"http://kanaltigapuluh.info/culture-art/","Wpcf7_contact_form":"http://kanaltigapuluh.info/?post_type=wpcf7_contact_form&p=1161"}}_ap_ufee

Confuse Records Merilis Tiga Album Sekaligus Pada RSD 2017

Label rekaman independen yang paling kawakan di kota Malang, Confuse Records, bakal segera merilis album dari tiga band sekaligus – yaitu Bangkai, Hellsoil, dan Strider. Ketiga album tersebut rencananya akan mulai dilepas serentak pada puncak perayaan Record Store Day (RSD) 2017.

“Tanggung, dirilis sekalian aja bareng-bareng biar tambah rame,” ujar pemilik Confuse Records, Ook, soal alasannya merilis tiga album sekaligus di hari yang sama. “Mumpung ini ada momen bagus khan, Record Store Day. Sayang aja kalau materi rekaman dari band-band ini musti ditunda lagi…”

Bersama Confuse Records, akhirnya Bangkai memutuskan untuk melepas rekaman bertajuk Re-Emotional Conform – yang merupakan versi reissue dari album Emotional Conform yang pernah dirilis tahun 2001 silam. Formasi mereka di album tersebut ada Erwan Stench (gitar), Inul (gitar), Eko (drum), dan Andry (vokal).




Sekedar catatan, Bangkai merupakan unit grindcore yang paling veteran di kota Malang. Sejak tahun 1994, mereka sudah eksis dan menggeber irama musik yang ngebut ala Napalm Death, Brutal Truth, Repulsion, Dead Kennedy’s, hingga Discharge. Dan tidak berhenti sampai sekarang.

Album kedua yang dirilis oleh Confuse Records adalah debut album dari Hellsoil, unit grindcore yang cukup belia namun produktif di berbagai panggung underground seputar kota Malang. Hellsoil baru saja merekam sejumlah materi anyar yang dikemas dalam satu album bertajuk In Grind We Bong. Rujukan yang paling pas untuk musik mereka adalah grindcore tradisional ala Terrorizer atau Brutal Truth.

Sedangkan rilisan ketiga Confuse Records pada gelaran RSD tahun ini adalah karya milik Strider. Mereka adalah komplotan stoner-rock yang mengaku ‘menuhankan’ Black Sabbath, serta menambah daya serang lewat pengaruh musik dari Down, The Sword, Sleep, Church of Misery, hingga Komunal. Strider terdiri dari Anjar (gitar), Ebing (gitar), Afir (vokal), Nico (bass), dan Putra (drum).

“Strider ini aslinya dulu terbentuk di Pandaan, tempat lahirnya Elpamas. Sekarang mereka semua kuliah di Malang. Ngakunya sih suka musik rock dari pengaruh orang tua dan paman-pamannya di sana,” tutur Ook dari Confuse Records. “Liriknya seru dan menarik. Kalimatnya cenderung positif dan membangun semangat…”

Kali ini, Strider melepas album bertajuk Defishit Moral. Rilisan tersebut berisi enam lagu karya mereka yang penuh bara dan penuh liukan riff-riff magis. Plus ada tambahan dua nomor kover yang cukup berbahaya, yaitu “Come Together” (The Beatles) dan “Electric Funeral” (Black Sabbath).

Ketiga album rilisan Confuse Records di atas mulai bisa didapatkan pada saat momen Record Store Day 2017. Untuk area Malang, perayaan Record Store Day bakal diadakan di MX Mall (Matos), 22 April 2017.

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *