Daddy and The Hot Tea Rilis “Cinta Biasa” Sebagai Single Ketiga ‘Big Deal’

1455085_555834821170030_1804699821_n

Daddy and The Hot Tea, grup rock independen Jakarta yang terbentuk sejak 2012 ini merupakan kolaborasi reunian para sahabat kental yang pernah eksis bersama di era 90an. Ipang Lazuardi, Didit Saad dan Aray Daulay yang sebelumnya pernah memperkuat Plastik, kembali bersatu di band ini dengan tambahan seorang eks-drummer The Hydrant, Morris Orah.

Setelah sukses meluncurkan album perdananya yang bertajuk Big Deal pada tahun 2013 lalu, kini Daddy and The Hot Tea mengumumkan rencana rilis single “Cinta Biasa” pada tanggal 21 Agustus 2014. Ini merupakan single ketiga mereka, menyusul “Lets Go” dan “Lekat” yang lebih dahulu dirilis. “Merilis single ini rasanya seperti mendapatkan energi baru bagi kami, mengingat jadwal kami masing-masing yang cukup tersita diluar dari band,” kata Aray yang belum lama ini meluncurkan debut album solonya. Lagu ini juga akan mulai diputarkan di radio pada waktu yang bersamaan, dan untuk versi digital album tersebut juga dapat diunduh melalui iTunes maupun outlet digital lainnya melalui tautan berikut ini http://smarturl.it/BigDealiTunes

Lagu balada bertema cinta ini ditulis oleh Ipang, dan bercerita tentang ungkapan yang berbeda dengan cinta pada umumnya, yang biasanya penuh pujaan dan rayuan. Tema cinta yang diangkat dalam lagu ini justru menghadirkan perasaan cinta yang sangat sederhana, tapi tidak kalah hebat dengan cinta yang penuh dengan kompleksitas. “Gue yakin nggak semua orang bisa melakukan rayuan romantis kepada pasangannya. Melalui lagu ini gue mencoba mewakili orang-orang yang cintanya tulus, tapi nggak banyak mengekpsos perasaan mereka. Cinta yang sejati tidak membutuhkan pujaan, rayuan, ataupun banyak percakapan,” ujar Ipang. 

Inpirasi lirik lagu ini sendiri justru tercipta dari tempat yang tak terduga, dikala ia sedang bepergian ke tempat yang jauh dari modernisasi infrastuktur, tanpa ada koneksi internet bahkan siaran televisi, tapi disana justru dia melihat pasangan-pasangan yang sangat bahagia. Ia melanjutkan, “Gue yakin cara romantisnya mereka nggak seperti kita yang mendapatkan akses informasi serba berkecukupan. Seandainya harus memilih kalimat yang bisa mewakili ungkapan cinta seperti ini, yang ada dalam benak gue justru akhirnya timbul kata sifat yang sangat tidak romantis. Yaitu kejujuran, keihklasan, dan totalitas. Seperti dalam salah satu penggalan lirik lagu ini.”(KA)

(Visited 819 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment