Deadpool: Ditolak di China, Tetap Tayang di Indonesia

maxresdefault

Film yang sedang banyak diperbincangkan saat ini, Deadpool beberapa waktu lalu ditolak tayang di China dengan alasan aksi antihero itu mengandung banyak adegan kekerasan, vulgar, dan bahasa kasar. Namun, film yang dibintangi Ryan Reynolds itu tak dipermasalahkan di Indonesia dan lulus sensor.
“Dalam sensornya, LSF memberikan banyak catatan untuk adegan yang dipotong. Bahkan untuk dewasa pun, itu di-cut,” ujarnya dikutip dari  wawancara per telepon dengan Kompas Entertainment di Jakarta, Jumat (12/2/2016) malam.

“Dengan catatan bahwa klasifikasi umurnya untuk dewasa dan banyak potongan atau sensor, semestinya bisa dikonsumsi untuk ditonton,” tambah Rommy.

Adapun adegan yang disensor dan dikategorikan kekerasan tinggi, salah satunya, ketika ada penjahat yang kepalanya ditembak oleh Deadpool hingga pecah dan otaknya berhamburan di mana-mana.

“Meskipun film ini imajinasi, tapi itu sudah termasuk sadistik. Itu termasuk yang dipotong. Tapi banyak lagi adegan yang lain. Meskipun ini superhero, tapi karena adegannya sadistik, terpaksa dipotong,” tuturnya.

Meskipun tetap tayang di Indonesia, banyak adegan dari film Deadpool yang di potong dan sensor oleh LSF. “Dalam melakukan sensor, LSF memperhatikan konteks, apakah konteksnya terputus atau tidak, apakah adegan itu bisa dipotong, tetapi tidak memengaruhi seluruh cerita. Ketika adegan yang dipotong sadistik atau kekerasan tingkat tinggi, tetap kami perhatikan jalinan ceritanya secara utuh tidak hilang,” ucap Rommy.

(Visited 186 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment