“Design It Yourself” Kembali Hadir Untuk Kali Keempat Di Surabaya

DIY2014mix2make_poster

Design It Yourself Surabaya (DIYSUB) kembali untuk keempat kalinya. Selama 10-26 Oktober 2014, DIYSUB menghadirkan lebih dari 25 acara kreatif— seminar, talkshow, lokakarya, pemutaran film, pasar akhir pekan, pameran, peluncuran karya, tur jalan kaki di daerah Pecinan Surabaya. Menampilkan partisipasi dan karya lebih dari 60 desainer, pembicara lokal, nasional, dan internasional; tidak hanya dari Surabaya, tapi juga Yogyakarta, Bandung, Jakarta, Makassar, Semarang, Malang, Magelang, Melbourne, Singapura, Tokyo, Atlanta, dan Los Angeles. Digelar di berbagai lokasi—mulai dari café, rumah makan, perpustakaan, dan kampus yang berbeda-beda. DIYSUB bertujuan membawa desain sebagai semangat inovasi dan pemecahan masalah yang ramah, lintas batas, dapat dinikmati dan diterapkan oleh semua lapisan masyarakat.

Kenapa Mix2Make?

Tema tahun 2014 ini adalah Mix2Make, semangat untuk menjajaki wilayah-wilayah baru, didukung dengan keberanian untuk bereksperimen melampaui batas; upaya ulet untuk menggabungkan beberapa perspektif secara harmonis. Mix2make dapat ditemukan dalam materi, metode, ilmu, pengetahuan, produk, komunikasi, atau orang-orang. Tapi yang paling penting, Mix2Make adalah tentang pola pikir.

Apa itu Design It Yourself Surabaya (DIYSUB)?

DIYSUB adalah konferensi-festival desain yang diselenggarakan sejak 2011 di Surabaya untuk memperkenalkan beragam karya desain dan ekonomi kreatif lokal ke dalam maupun luar kota dan negeri. Saat ini, kami melihat salah satu tantangan pengembangan desain dan ekonomi kreatif di Surabaya adalah fragmentasi dan kurangnya komunikasi ataupun sinergi antara komunitas, industri, lembaga pendidikan dan pemerintah.

Menanggapi hal ini, DIYSUB ingin menghubungkan berbagai titik  tersebut, untuk menjalin hubungan dan kerjasama yang sinergis dengan berbagai pihak. Dengan membangun komunikasi dan kerjasama yang baik, kami berharap tidak saja dapat bersama-sama memahami konteks desain serta situasi kehidupan sosial budaya kota Surabaya yang beragam.

Lokasi acara yang berbeda-beda

Dengan kesadaran itu pula lah, DIYSUB tidak menggelar acaranya di satu ruang yang utuh dalam durasi yang singkat, tapi mengadakannya di berbagai lokasi untuk periode yang cukup panjang. Ini juga karena kami melihat pertumbuhan pesat jurusan dan kampus DKV, café, resto, perpustakaan, galeri yang menggabungkan desain dan menggelar berbagai acara kreatif, dengan karakter masing-masing yang berbeda. Namun meski terkadang berdekatan, seringkali mereka tak terhubung. Karena itu, DIYSUB menggelar acaranya di berbagai titik, tidak hanya untuk menanggapi ruang kotanya secara spesifik, tapi juga menjalin sinergi dan membawa dialog desain menjadi lebih dekat dalam kehidupan masyarakat kontemporer.

Pembukaan: mengenal desain dan desainer Surabaya dengan lebih dekat

Jumat 10 Oktober 2014, 18.30 – 20.30 di Wisma Jerman

Rangkaian program DIYSUB dibuka dengan pemutaran film dokumenter pendek, “Design & Designers in Surabaya,” hasil dari projek pilot apprenticeship yang kami mulai tahun 2014 ini. Program apprenticeship ini dilakukan untuk menanggapi kesenjangan antara apa yang dipelajari di kampus, dengan apa yang terjadi di lapangan kerja. Mahasiswa-mahasiswa desain yang sedang melakukan kuliah kerja nyata ditugaskan untuk mendokumentasikan situasi desain di Surabaya dalam bentuk video dengan mewawancarai berbagai desainer di Surabaya di lingkungan kerjanya. Diharapkan adanya acara dan video ini dapat memperluas wawasan kita, mahasiswa, kampus, dan pemerintah mengenai situasi dan tantangan nyata yang dihadapi sektor desain dan industri kreatif lainnya di Surabaya.

Desain, budaya, ekonomi, dan kota

Pembahasan DIYSUB kali ini menghadirkan berbagai seminar, kuliah umum, dan talkshow mengenai desain, interior design, desain inklusif yang ramah difabel, dan sesi sharing cerita dan pengalaman pengembangan kota kreatif di Asia dan Eropa. Ada pembahasan yang melibatkan orang-orang di luar disiplin desain, seperti keberagaman budaya, storytelling, social entrepreneurship, serta proses kolaborasi dan kuratorial. Begitu pula lokakarya yang diadakan tidak hanya terbatas pada desain. Di DIYSUB kali ini tampil pemutaran perdana (premiere screening) di Indonesia Maker the Movie, film yang telah diputar dan mendapatkan penghargaan di berbagai festival film internasional, mengenai makin berkembangnya gerakan pembuat (maker movement).

Dalam upaya mendorong apreasiasi dan edukasi desain ke publik, diadakan tur jalan kaki menjajaki salah satu rute kota, agar peserta dapat menikmati dan memahami penerapan desain dalam lingkungan dan kehidupan sehari-hari.

Menutup rangkaian DIYSUB, diadakan pasar akhir pekan, Designer+Maker Faire, pada 25-26 Oktober 2014. Dalam acara ini tidak hanya kita dapat melihat berbagai produk desain dan ekonomi kreatif dari skala lokal hingga internasional, tapi juga berinteraksi langsung dengan para desainer dan pembuatnya, serta melihat proses kreatif di baliknya. Beberapa dari mereka akan menggelar lokakarya di tempat. Ada pula bincang Mix2Make Our City yang membahas peran desain dalam pembentukan kota dan partisipasi warga.

Beberapa dari acara ini bersifat terbatas dan berbayar, tapi ada banyak yang gratis dan terbuka untuk dinikmati umum. Mari bergabung dalam Design It Yourself 2014, Mix2Make!

Desainer dan pembicara yang berpartisipasi

  1. Abdul Syakur – Surabaya
  2. Ahmad Fauzi – Surabaya
  3. Andhi Koesoemohariyadi – Surabaya & Nigeria
  4. Annisa Rizkiana Rahmasari – Semarang
  5. Arina  Hayati – Surabaya
  6. Asep Topan – Jakarta
  7. Ayorek! – Surabaya
  8. Bandung Zine Fest – Bandung
  9. Bing Fei (vaith design) – Surabaya
  10. C2O library & collabtive – Surabaya
  11. Cucukrowo Mekgejin – Bandung
  12. Danis Sie (Sciencewerk) – Surabaya
  13. Deasy Esterina – Surabaya
  14. DGI
  15. Edwina Brennan (Relax Your Bones) – Melbourne
  16. Eko Nugroho (DGTMB) – Yogyakarta
  17. Eric Wijaya (Thinking*Room) – Jakarta
  18. Evelyn Huang – Jakarta
  19. Gunawan Tanuwidjaja – Surabaya
  20. Hermawan Dasmanto (ARA) – Surabaya
  21. Holopis – Surabaya
  22. Ininnawa/Tanah Indie – Makassar
  23. Industri Kapitol – Surabaya
  24. Irregular Rhythm Asylum (IRA) – Tokyo
  25. Jimmy Ofisia – Surabaya
  26. Junanto Herdiawan (Bank Indonesia Regional IV) – Surabaya
  27. Kata Kerja – Makassar
  28. Kedai Buku Jenny – Makassar
  29. Keuken Food Fest/House the House – Bandung
  30. Kineruku – Bandung
  31. KUNCI Cultural Studies Centre – Yogyakarta
  32. Lifepatch – Yogyakarta
  33. Lilik Ghoniyah Sofyan – Surabaya
  34. MADcahyo – Surabaya
  35. Majalah Bung – Jakarta
  36. Majalah Cobra – Jakarta
  37. Maker the Movie – Los Angeles
  38. Manic Street Walkers – Surabaya
  39. Math Paper Press, BooksActually – Singapore
  40. Milisi Fotocopy – Surabaya
  41. Obed Bima Wicandra – Surabaya
  42. Pamflet – Jakarta
  43. Papermoon Puppet Theatre – Yogyakarta
  44. Penahitam – Malang
  45. Prinka Saraswati – Surabaya
  46. Rally The Troops – Jakarta
  47. Ramok Lakoro – Surabaya
  48. RAR Magazine – Yogyakarta/Magelang
  49. Redi Murti – Surabaya
  50. ruangrupa – Jakarta
  51. Simalakama – Yogyakarta
  52. Sinoun — Atlanta
  53. Sobat Indie3 – Jakarta
  54. Sorge Magazine – Bandung
  55. Subchaos – Surabaya
  56. Surabaya Youth Carnival – Surabaya
  57. Tiara Handicraft – Surabaya
  58. Tutus Setiawan – Surabaya
  59. U&KL – Bandung
  60. Vincent Hadiwijaya – Jakarta
  61. Visual Cast – Surabaya
  62. Vitarlenology – Bandung
  63. VJ Ayren Mayden – Surabaya
  64. Waluyohadi – Surabaya
  65. warmwild – Jakarta
  66. Warning Magazine – Yogyakarta
  67. Yasser Rizky – Jakarta
  68. Yuka Dian Narendra – Jakarta

 

(Visited 123 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment