Djarum Super Mild Jazz Traffic Jogja 2013 – When Jazz Meet Blues

IMG_5197

Ketika saya pertama kali mendengar tema dari acara ini saya berpikir ini akan menjadi menarik ketika blues dan jazz dipertemukan. Bagi sebagian orang mungkin tidak tahu bahwa blues dan jazz ini sebenarnya lebih seperti “ayah dan anak” dimana blues sangat mempengaruhi perkembangan musik jazz. Maka ketika saya mendengar tema dari Jazz Traffic Jogja, saya begitu tertarik melihat bagaimana “ayah dan anak” ini bermain bersama dalam sebuah acara ”Djarum Super Mild Jazz Traffic Jogja 2013”.

Swing, kata itu langsung muncul untuk menggambarkan bagaimana suasana Jazz Traffic Jogja yang berlangsung pada tanggal 7 Desember 2013 di Grand Pacific Hall, Yogyakarta. Para penonton diajak untuk berpiknik menikmati alunan musik jazz dan blues yang disuguhi oleh para artist pada malam itu. Tidak peduli penikmat, pecinta atau hanya sekedar “gigs hunter” para penonton di Jazz Traffic Jogja semuanya menikmati rangkaian acara dan bernyanyi bersama dengan para line up artist di event tersebut.

Acara pada malam itu di buka oleh Kirana Big Band, sebuah band asal Jogja yang sudah cukup terkenal dikalangan para pecinta jazz, dimana mereka beberapa kali tampil di festival jazz nasional.

Kemudian Kayon, grup musik yang terdiri dari tiga nama besar dari Jazz Indonesia yaitu Indra Lesmana, Gilang Ramadhan dan Pra Budi Darma. Mengusung aliran neo ethno – jazz, Kayon langsung menyulap para penonton yang hadir pada malam itu untuk duduk dan menikmati alunan musik yang disuguhi oleh Kayon.

Gugun Blues Shelter (GBS) juga tidak kalah menarik, band yang beralirankan blues ini menarik perhatian para penonton ketika lagu pertama mulai dimainkan. Band dengan personel Gugun (lead guitar/vocal), Jono Amstrong (bass guitar) dan Bowie (drummer) ini sukses menghibur para penonton Jazz Traffic Jogja malam itu dengan musik blues yang mereka mainkan.

Kehadiran Andien pada malam itu membuat semua mata tertuju padanya, paras muka yang cantik ditambah gaya bernyanyi yang centil seolah memberi kesejukan setelah Kayon dan Gugun Blues Shelter tampil di panggung. Andien pada malam itu berhasil membuat semua orang lompat – lompat dan bernyanyi, dengan gayanya yang khas Andien membawakan lagu – lagunya yang terkenal dan mengajak para penonton untuk bernyanyi bersamanya.

Pertunjukan ditutup oleh Maliq n  D’Essentials, siapa yang tidak kenal dengan band yang satu ini. Band yang sudah berdiri sejak 11 tahun ini selalu sukses merebut perhatian para anak muda, perempuan mana yang tidak kenal Lale? Atau perempuan mana yang tidak histeris ketika Angga menjabat tangan? Lalu siapa yang tidak senang ketika diajak naik ke atas panggung untuk bernyanyi dan berjoget bersama? Maliq n  D’Essentials sukses mengajak para penonton untuk bernyanyi bersama, bergoyang bersama, teriakan histeris yang sering kali terdengar menjadi bukti suksesnya penampilan Maliq n  D’Essentials mengajak para penonton untuk menikmati musik mereka.

Djarum Super Mild Jazz Traffic Jogja 2013 terbilang sukses menarik para animo masyarakat Jogja khususnya kalangan muda. Dengan menghadirkan line up artist papan atas yang mewakili jazz dan blues di Indonesia, para penonton diajak untuk bernyanyi dan bergoyang menikmati alunan musik jazz dan blues.(BDP)

Photos by: Bimo Dwi Putranto

(Visited 94 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment