“Dreamy” Songwriter and Her Pop Songs : Puti Chitara

 

 PCII

Pada akhir Maret lalu, redaksi KANALTIGAPULUH telah menyinggung sedikit mengenai “Sarsapilla Dreams”, single sekaligus debut album yang dibawakan oleh Puti Chitara, gadis kelahiran Kelantan, Malaysia yang kini berkarier sebagai penyanyi di Indonesia. Malam lalu, (10/04/14) redaksi berhasil mengobrol dengan ‘hangat dan intim’ bersama Puti yang kini sedang disibukkan dengan promo album pertamanya. Then, who is Puti Chitara?. Simak hasil obrolan kami yuk! (dby)

Hai, Puti! Sekarang sedang disibukkan oleh apa selain promo album?

Kali ini sedang disibukkan oleh persiapan rilis video klip, InsyaAllah bulan Mei. Tunggu saja kejutannya!

Sound’s great, Puti! Next, explain about “Who is Puti Chitara?”

Hmm. Puti Chitara adalah seorang perempuan yang suka menyanyikan mimpinya melalui lagu-lagu simple dari tulisan yang dihasilkan olehnya. Hehe

Berawal dari kapan kamu mengenal, terjun, dan mencintai dunia musik? Mengapa harus musik dan menulis yang saat ini kamu pilih untuk jalan berkarier sekaligus berkarya? Such a great combination!

Mulai dari kecil aku sudah bermusik, sejak usia 5 tahun aku telah berkenalan dengan piano klasik hingga usia 12 tahun. Kebetulan orang tuaku juga pecinta musik, sedangkan ibu adalah musisi. Dari merekalah aku bisa mengetahui berbagai macam jenis musik. Semuanya berubah ketika aku mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan studi kuliah di Jepang selama 4 tahun. Disana, aku banyak aktif mengikuti kegiatan klub orchestra, piano, dan festival kebudayaan yang memotivasikan aku untuk selalu berkarya. Menginjak tahun ke-3 kuliah, aku mulai aktif menulis lagu dalam Bahasa Jepang, dan mengikuti berbagai audisi yang diadakan oleh label musik Jepang. Hari demi hari, aku semakin banyak mendapatkan dukungan dari kawan, dan keluarga untuk menekuni dunia songwriting, khususnya di Indonesia. Akhirnya aku mulai menuliskan lagu dalam Bahasa Inggris yang dimaksudkan agar pesan dari lagu tersebut dapat dimengerti oleh teman di seluruh dunia

Musik dan menulis lagu? Karena tidak bisa dipungkiri, I love music so much!. Bermusik, menulis, dan mengaransemen lagu itu seperti ‘melukis’ ide atau mimpi dengan nada sebagai medianya. Dan aku percaya bahwa musik yang baik adalah musik yang dapat menyelematkan hidup orang lain. Daripada sekedar hobi, maka saya tekuni bidang yang selalu menjadi mimpi saya sejak kecil ini, yaitu bermusik

Wait, Ibu kamu adalah seorang musisi, siapakah?

Ibuku dahulu adalah seorang drummer band perempuan tahun 70an yaitu Pretty Sisters

Next, siapa tokoh yang paling berpengaruh ketika kamu berkarya?

Yang pertama, Professor Progler, Professor ketika aku berkuliah di Jepang. Beliau meyakinkan aku untuk terus bermimpi dan bermusik. Kemudian, Utada Hikaru yang selalu menciptakan karya yang hebat dan berbobot

Apa arti musik bagi dirimu?

Musik adalah oksigen, balance your life. Musik adalah bahasa universal yang dapat disampaikan ke hati penggemar

Ciri khas dan genre musikmu?

Karena background aku dari klasik maka nuansa yang kental adalah klasik dengan instrumen piano, kemudian lirik yang dibawakan memiliki kesan yang ‘dreamy’. Generally, musik yang aku bawakan bergenre pop

Dahulu sempat bernaung di Jepang, bagaimana sampai pada akhirnya Puti memilih dan memutuskan untuk berkarier di Indonesia?

Sebenarnya ini berawal karena keresahan haha. Menjelang kelulusan, semua kawan telah mendapatkan tawaran kerja, sedangkan aku masih bingung apakah harus bekerja seperti mereka atau meneruskan sebagai musisi. Kemudian, Professor Progler membuat aku sadar bahwa hidup hanya sekali, ketimbang mengikuti arus yang sama, kenapa tidak menekuni bakat yang dimiliki, melakukan hal yang kamu sukai dan menjadi manusia yang berkarakter unik. Sejak itu, aku memutuskan untuk berkarier

putichitara1

Berbicara mengenai musik, apakah kamu merasakan atmofer yang berbeda ketika bermusik di Jepang dan Indonesia?

Hmm mungkin bedanya adalah dalam bentuk apresiasi. Menurut pengalamanku, orang Jepang tidak melihat jeis musik/skill, namun mereka menghayati dan menghargai usaha performance. Suka nggak suka, mereka akan tetap duduk sampai selesai. Di Indonesia kurang lebih sama, namun hanya mungkin kebanyakan pendengar Indonesia cukup kritis dan tahu apa yang mereka ingin dengar. Walaupun pada awalnya saya sulit masuk ke dalam event bergenre ‘segmented’ karena musik saya terlalu ‘pop’, namun makin kesini Alhamdulillah sudah dapat membaur di berbagai jenis event

Mengenai debut album kamu yang bertajuk “Sarsapilla Dreams”, cerita dikit dong bagaimana proses pembuatan materi lagu dalam album ini?

Penulisan materi lagu sendiri sudah dimulai sejak saya masih di Jepang pada tahun 2009 sampai dengan akhir tahun 2012. Kemudian pada Januari 2013 materi lagu mulai di olah menuju dapur rekaman dan selesai pada kurun waktu yang cukup singkat, yakni September 2013. Album ini beri 9 lagu ciptaan sendiri dan 1 lagu ciptaan kawan saya yaitu Yudha Perdana. Penggarapan album juga dibantu oleh Satria Tridasadana gitaris Young de Brock, Saddam Wardany (Bass), Dzulfikri Malawi & Shakuhachi (Drum), Andreaz Situmeang (Gitar), Adi Setyawan (Biola), dan Dwitya Aziza (Cello). Kemudian untuk sound engineer sekaligus mixing mastering dibantu oleh Yoga Raditya dan Barlian Chrisna Yoga

Apa yang kamu ceritakan di dalam Album “Sarsapilla Dreams”

Seluruh lagu kebanyakan ditulis pada masa-masa pencarian jati diri, jadi dominasi bercerita mengenai self motivation untuk mengejar mimpi

Debut album kamu ini adalah berupa fisik yaitu CD. Bagaimana nih pendapat kamu mengenai eksistensi rilisan fisik saat ini? Mengingat budaya mengunduh lebih banyak digemari oleh masyarakat, dan hal ini membuat karya rentan akan pembajakan

Memang di era saat ini semua serba digital karena lebih instan dan murah, but personally bagaimanapun juga rilisan fisik itu sangat penting. Sebagai musisi, itu adalah bentuk ‘nyata’ hasil karya kita. Walaupun mungkin secara penjualan tidak akan sebaik digital, tapi aku yakin masih ada beberapa orang diluar sana yang lebih menikmati rilisan fisik

Masalah pembajakan, mungkin hal ini sulit karena begitulah budaya yang kita miliki. Yakni mendapatkan sesuatu dengan cepat, mudah, kalau bisa gratis. Pentingnya pendidikan mengenai pembajakan harus diajarkan sejak dini, namun aku yakin jika musik tersebut bagus dan pendengar suka, pasti mereka akan sudi merogoh kantong untuk membeli secara legal

Sekian lama bermusik, moment apa yang paling kamu ingat!

Ketika penonton sing along saat aku on stage, such a previlage haha. Apalagi ketika manggung di Singapura di 11.1 Identite Home Club 2013, ada beberapa penonton yang sing along and dance sambil main tamborin pas aku nyanyi lagu “Silly Dolly”

Future plans and next projects?

Ingin menulis, bernyanyi, dan menghasilkan karya yang baik, mungkin suatu hari tidak sebagai performance namun lebih menuju behind the stage saja. Next Project, aku ada beberapa project dengan sahabat yaitu Asteriska dalam pembuatan lagu-lagu world music, kemudian aku juga punya rencana untuk membuat lagu anak-anak. Doakan saja!

Sepatah kata untuk orang tercinta

Terima kasih atas segala kepercayaan dan supportnya. Have faith and work hard in chasing your dreams because they do come true!

 

 

 

 

(Visited 284 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment