Event Review : Bon Courage !! 6

Bon Courage !! 6, gelaran acara tahunan yang digagas oleh Himaprodi Bahasa dan Sastra Perancis Universitas Brawijaya Malang dan dilaksanakan minggu malam (10/11) di gazebo fakultas kedokteran UB, Malang. diramaikan dengan bazaar, info beasiswa, art performance, dan juga pertunjukkan musik. acara yang dimulai sejak sore lumayan menarik animo anak muda malang. Ada yang sedikit pemandangan menggelitik di acara ini. Penonton yang membawa barang bawaan seperti tas dan rokok harus dititipkan panitia, begitupun jika ada penonton yang merokok di halaman panggung maka aparat memaksa untuk mematikan rokok tersebut.

Sekitar jam delapan malam,  Kobra, unit garage rock lokal malang ini menjadi penampil perdana dan sukses merapatkan penonton ke bibir panggung. Namun malam itu sang vokalis, Ovi tidak bisa hadir dan digantikan oleh vokalis additional. Mereka membawakan sekitar lima lagu diantaranya malam, pemuda harapan bangsa, dan bisa ular menjadi nomor penutup mereka malam itu.

Penampil kedua malam itu adalah The Pronk. trio garage/rock n roll membawakan sekitar lima lagu. Dua diantaranya adalah cover song lagu  Iron Man dari Black Sabbath juga lagu Apple Trees milik Wolfmother yang disambut riuh tepuk tangan penonton. Kemudian diteruskan oleh performance dari unit blues rock lokal yaitu, Sean and the Crack Cocaine yang membawakan tiga lagu.

Setelah Sean And The Crack Cocaine turun panggung, dua orang mc pun lansung menutup acara dan mengajak penonton untuk berteriak memanggil Gugun..Gugun..Gugun…. Tak lama suara gitar terdengar dikuti instrument lainnya. Ya, trio blues rock ibu kota Gugun Blues Shelter langsung menggeber penonton dengan nomor pembuka fight for freedom spontan langung disambut hingar bingar teriakan penonton. Kemudian dilanjutkan lagu- lagu seperti Turn It On, Driving Home Alone, dan I’m Juicy yang lumayan enerjik itu.

Berkata Dalam Hati menjadi lagu keempat malam itu. Lagu yang cukup slow ini berhasil membius penonton yang datang untuk ber-Sing along dengan sendirinya dari awal sampai akhir lagu. “kita udah beberapa kali manggung disini, tapi kota Malang menjadi salah satu kota yang menyenangkan setiap kita manggung” ungkap Gugun di jeda pergantian lagu, yang ditimpali sorakan penonton.

Tensi acara pun kembali naik saat mereka membawakan lagu – lagu seperti It’s Time To Rule The World, Trampled Rose dan Good Thing Bad Things. Kemudian diteruskan dengan lagu Basa – Basi yang diambil dari album   Satu Untuk Berbagi. Ditengah lagu Gugun juga memainkan solo gitar yang mengundang decak kagum penonton. Rasanya tidak berlebihan memang, jika gugun termasuk gitaris terbaik negeri ini melihat permainan gitarnya yang bersih nan skill full.

Jono sang bassist dengan logat bulenya juga tidak ketinggalan menyapa penonton dengan sebuah pantun “berenang sambil makan pepaya, saya senang main di Brawijaya” yang ditimpali dengan gelak tawa penonton. Kini giliran Bowie mempertontonkan solo drumnya di lagu Give Your Love. Penonton benar – benar dimanjakan layaknya seorang raja.

Sekitar 200 orang kembali dipaksa melakukan Koor Massal di lagu Set My Soul On Fire. Saya rasa lagu ini menjadi lagu pemungkas mereka malam itu. Atmosfir keintiman penonton dan gugun dkk. benar – benar menyatu di lagu ini. Love Your Life menjadi Encore dari aksi panggung Gugun, Jono, dan Bowie malam itu. Pastilah penampilan Gugun Blues Shelter malam itu menjadi cerita di masing – masing penonton. Namun sayangnya venue acara tersebut kurang tepat untuk sebuah pagelaran musik.(Drl)

Photos by: Dharul Kamal

(Visited 51 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment