Festival Musik Tembi 2014 Telah Dibuka

IMG_5755

Pembukaan Festival Musik Tembi 2014 berlangsung sederhana namun meriah pada Kamis malam (22/5). Sekitar pukul 8 malam kompleks Tembi Rumah Budaya dipenuhi anak-anak muda yang ingin menyaksikan Bad Cellists, Swaharsa, Saron Groove dan RSTH.

Duo pemain cello Alfian Aditya dan Jeremia Kimoshabe membuka festival dengan di pendopo yang terletak di bagian depan kompleks. Di tengah penampilan, mereka berkolaborasi dengan seorang beat box boy bernamaGilang. Dua komposisi mereka mainkan bersama dan disambut tepuk tangan meriah. Mereka melanjutkan penampilan dengan sebuah aransmen ulang lagu “Apologize” dari One Republic dan single yang baru saja mereka keluarkan, “Tuxedo Mouse”. Bad Cellists memang merupakan band yang sedang ditempa oleh Forum Musik Tembi (Fombi). “Kita sedang merintis perjalanan karir mereka,”ujar Gardhika Gigih, produser Bad Cellists dari Fombi ketika ditemui di media center yang membagikan CD single pertama mereka tersebut.

Setelah penampilan dari Bad Cellists, penonton digiring ke dalam museum Tembi yang telah diubah menjadi panggung wayang kontemporer. Unit pertunjukan tari dan wayang musikal dari Solo, Swarahsa, mengadaptasi beber wayang kulit yang dipadukan dengan barbagai warna lighting untuk menciptakan panggung yang mistis dan intens. Keenam personel Swaharsa yang terdiri dari penari, dalang, pemain gamelan, dan sinden memukau penonton yang memenuhi museum Tembi dengan pertunjukan wayang, tari, teater, dan musik yang tidak biasa selama kurang lebih setengah jam.

Rangkaian pertunjukan dipuncakkan di area amphitheater. Di sana kelompok gamelan modern Saron Groove pimpinan Ari Wulu menghibur audiens dengan tembang-tembang dolanan bocah seperti “Lir Ilir” dan “Jaranan”. Gema tiga unit saron dipadukan dengan bunyi alat-alat musik modern memenuhi amphitheater.

Festival Musik Tembi hari pertama diakhiri dengan penampilan Risky Summerbee and the Honeythief. Band yang baru saja meluncurkan album terbaru, Pillow Talk, ini membawakan lagu-lagu mereka yang selalu ditunggu. “Subterfuge”, “Fireflies”, dan “The Place I Wanna Go” dibawakan dengan solo-solo gitar Erwin yang selalu ekspresif. “Slap and Kiss” menjadi penutup yang meriah bagi penampilan mereka.

Festival Musik Tembi 2014 masih akan berlangsung dua hari lagi. Pada Jumat, 23 Mei akan dilangsungkan lokakarya musik oleh Kanako Abe dan KunoKini serta penampilan para nominator “Musik Tradisi Baru 2014” di amphitheater. Festival akan ditutup Sabtu, 24 Mei 2013 dengan penampilan Kinanti Sekar Rahina, Etawa Jazz Club, dan Wangi Hujan.(Gis/Dny)

(Visited 129 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment