Film Banda: Belajar Sejarah dengan Sinematografi Ala Video Musik

 

Dikenal sebagai produser vide musik, Banda menjadi film panjang pertama dari seorang Jay Subiyakto. Pada divisi  naskah dari film ini ditulis oleh Irfan Ramli (penulis Cahaya Dari TimurSurat Dari Praha). Sebagai film dokumenter tidak lengkap menyebutkan departemen kamera yang dipimpin oleh Sinematografer, Ipung Rachmat Syaiful, ICS, didukung oleh second unit camera Davy Linggar dan Oscar Motuloh. Aktor Reza Rahadian pun ditugaskan menjadi narator untuk bahasa Indonesia, sementara Ario Bayu untuk versi bahasa Inggrisnya.

Dalam Banda the Dark Forgotten Trail ini diperlihatkan kepulauan Banda yang kini telah terlupakan, di mana pada masa penjajahan yang lalu pulau ini menjadi kawasan yang paling diburu oleh para penjajah karena menghasilkan pala terbaik, dimana pada masa itu pala menjadi salah satu komoditi rempah yang ditaksir dengan harga yang sangat tinggi melebihi emas.

Tak hanya pala, pulau Banda meninggalkan kenangan masa lampau yang penuh dengan darah dan kesedihan. Kejayaan Banda dan pala berubah saat VOC tiba di sana dan melakukan aksi paling brutal sepanjang sejarah. Dari jumlah 14.000 orang, setelah peristiwa pembantaian pada tahun 1621 jumlah penduduk asli kepulauan Banda hanya tersisa 480 orang saja.

Selain soal tanaman pala nya, Banda juga turut berperan penting dalam lahirnya Indonesia, karena Moh. Hatta, Sutan Sjahrir, Dr. Tjipto Mangunkusumo, dan Iwa Kusuma Sumantri sempat dibuang ke Banda Neira dan disanalah tempat munculnya ide-ide kebangsaan itu lahir.

Sinematografi dalam film dokumenter ini sangatlah luar biasa. Jay Subiyakto seakan dapat menghadirkan visual ala video musik bertemakan alam dan kehidupan manusia kedalam sebuah bentuk film dokumenter. Berbagai cuplikan foto yang cepat membuat kita semakin fokus menonton. Pemandangan Banda yang diperlihatkan memanjakan mata para penonton, mulai dari kebun pala, pesisir pantai, hingga benteng-benteng Belanda yang bertebaran di pulau tersebut. Jay pun menyelipkan animasi untuk melengkapi sejarah kelam Banda. Tepuk tangan juga patut dilayangkan pada Indra Perkasa Lie sebagai musik komposer yang menghasilkan musik yang megah dan menghentak.

Banda the Dark Forgotten Trail sukses mengajak kita mempelajari sejarah Bangsa ini dalam format dokumenter yang tidak membosankan, dan dengan mengetahui sejarah Bangsa, diharap kita semua juga semakin bangga kepada negara kita ini dengan segala kekayaan alamnya.

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *