FSTVLST Menutup Penampilan Barefood dan Whistlerpost di Live At Teater Garasi

DSC_5023

LATG atau yang biasa disebut dengan Live At Teater Garasi adalah program tahunan dari Teater Garasi yang juga menjadi salah satu nominasi dari 5 finalis The British Council Live Music Award atas inisiatif kreatif dalam bidang Live Music di Indonesia. Untuk edisi kali ini (3/5), ada 3 band yang ditampilkan antara lain Barefood dan Whistlerpost dari Jakarta dan juga FSTVLST dari Yogyakarta. 

Pertunjukan dibuka sekita pukul 8 malam oleh Whislerpost, penonton yang memadati Teater Garasi masih nampak malu-malu untuk berdiri dan lebih banyak yang memilih untuk duduk manis disela menonton band shoegaze asal Jakarta yang satu ini. Pertunjukan kemudian disambung oleh Barefood. Band ini sekitar tahun 2011 pernah tampil juga di Yogyakarta, dan ini adalah kali kedua mereka tampil di kota ini. Penonton mulai berdiri dan stage diving saat Barefood memainkan lagu-lagu hits-nya. Band indie rock yang satu ini cukup mencuri perhatian karena mereka dapat memainkan musiknya dengan apik dan berhasil mengambil perhatian dari para penonton malam hari itu. Eka dari Nervous dan Brilliant at  Breakfast juga diajak featuring di beberapa track baru yang diambil dari album teranyar mereka, Sullen.

Kemunculan Wahyu “Acum” dari Bangkutaman juga menjadi kejutan lain di pertunjukan ini. Acum yang beberapa hari ini memang sedang berada di Yogyakarta secara tidak diduga menjadi MC menemani Risky Summerbee yang memang didapuk menjadi MC dan kreator dari pertunjukan ini. FSTVLST patut diacungi jempol karena mereka berhasil memanaskan suasana disela aroma alkohol yang semerbak di area pertunjukan. Penonton sing along dan melakukan stage diving, bahkan Farid sang vokalis dan Moved (bassist) terpaksa turun panggung saat Yennu Ariendra (Melancholic Bitch, Belkastrelka) dan Risky Summerbee mengambil alih posisi bass dan gitar akustik. Saya sangat merindukan band yang dulunya bernama JENNY ini tampil di panggung rendah tanpa barikade seperti ini. Suasana intim sangat terasa dan kadar alkohol yang sudah melewati ambang batas di badan saya akhirnya memaksa untuk turut  ikut terjun ke kerumunan penonton dan ikut sing along bersama mereka. Lagu mati muda yang bisa dibilang menjadi lagu sakral untuk JENNY dibawakan juga kali ini oleh FSTVLST, dan memaksa kami semua untuk mengambil alih posisi vokal dan bernyanyi bersama. Dance song yang menjadi  encore menutup pertunjukan malam hari itu dan menyisakan senyum bahagia di wajah orang-orang yang datang berpesta di Live at Teater Garasi kali ini. (KA/Dny) 

(Visited 97 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

1 Comment

Submit a Comment