Gig Review: Ruang Pamer Indie Rock Show 2013

siap kirim 5

Ruang Pamer Indie Rock Show Kamis (15/8) kemarin adalah sebuah pesta pora musik – musik kencang dan energik. Diprakarsai oleh Firecatz records and studio dan tentunya Ruang Pamer Footwear Store, acara ini menampilkan sepuluh penampil dari Jakarta dan Malang dengan berbagai warna musik mulai dari melodic punk, electronicore, folk dan post-hardcore. Acara dimulai jam 6 sore dengan waktu open gate jam 4 sore dengan dua opening act di saat itu juga. Karena satu dan lain hal kami baru datang di jam 6 sore tepat saat main attraction pertama tampil.

Dipimpin oleh duo MC yang menamakan diri mereka The Buncits, acara utama dimulai dengan penampil pertama May I Say yang mengirimkan sinyal untuk bermoshpit ria dan memanaskan awal acara ini dengan sound post-hardcore yang energik. 20 menit kemudian The Buncits mempersilahkan Goodbye Sunday untuk memulai sesi mereka. Goodbye Sunday memberikan guyuran kesegaran melodik punk yang youthful, dengan tema – tema remaja seperti cinta dan social media network. Penampil berikutnya adalah satu anomali di antara lineup yang membuat para penonton sukarela berolahraga di Level Brew House, Jalan Borobudur tersebut. Dengan stage name Avonturir, one man army ini mampu membius penonton Ruang Pamer Indie Rock Show dengan tembang – tembang akustik yang broken namun syahdu, sendu namun membuat rindu. Berikutnya adalah kuartet asal Jakarta yaitu Dislike December, berpakaian hitam – hitam membawakan tembang – tembang punk yang diselingi sedikit nuansa sentimentil.

Paruh kedua Ruang Pamer Indie Rock Show dibuka lagi oleh Ballad For Romantic, band electronicore asal malang yang sudah malang melintang di skena musik malang ini sontak membuat para penonton mulai membentuk lingkaran dan moshpit pun menyala. Penampilan yang atraktif dan interaktif adalah nilai plus dari band ini. Sesi selanjutnya adalah giliran Snickers And The Chicken Fighters. Pilihan yang tepat untuk memasukkan mereka dalam lineup acara hari itu. Mereka mampu memberikan musik yang menyenangkan, energik, dan penampilan yang interaktif. Duo vokal Adit dan Neding adalah kombinasi yang pas, Adit sebagai main vocal dan Neding sebagai backing juga memberi peran yang tak kalah penting yaitu sebagai party monger.  Ada sedikit insiden pertengkaran di mosh pit saat itu namun dengan sigap kru Level Brew House mampu melerai dan menyelesaikannya. Usai SATCF, giliran Flint mengisi panggung. Flint mengirimkan denyut – denyut manis musik kombinasi aura elektronik Owl City, megahnya arena-rock Angels And Airwaves, power pop dari Motion City Soundtrack dan satu – satunya band yang mempunyai personil wanit yang mampu menyegarkan suasana malam hari itu. Last but not least adalah Still Virgin, yang membawakan alunan Melodic Punk yang khas yang mampu membuat penonton merapat di akhir acara itu.(Alf)

Photos by: Alfan Rahadi

(Visited 172 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment