_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"kanaltigapuluh.info","urls":{"Home":"http://kanaltigapuluh.info","Category":"http://kanaltigapuluh.info/category/nowplaying/","Archive":"http://kanaltigapuluh.info/2017/04/","Post":"http://kanaltigapuluh.info/kelompok-penerbang-roket-dan-mooner-gelar-tur-ke-australia/","Page":"http://kanaltigapuluh.info/redaksi/","Attachment":"http://kanaltigapuluh.info/kelompok-penerbang-roket-dan-mooner-gelar-tur-ke-australia/82dd5832-3e3e-45ba-ba48-820d82fb7f49/","Nav_menu_item":"http://kanaltigapuluh.info/culture-art/","Wpcf7_contact_form":"http://kanaltigapuluh.info/?post_type=wpcf7_contact_form&p=1161"}}_ap_ufee

“Goodnight Concert” Tandai Peluncuran Album Kedua Puti Chitara

Puti Chitara saat “Goodnight Concert”/Foto: Davian Akbar

Kontributor: Arif Kusuma

Selang tiga bulan sejak album kedua ‘Goodnight’ dirilis digital pada 30 November 2016 silam, Pianis Puti Chitara yang juga vokalis unit rock Barasuara menggelar konser tunggal yang bertajuk “Goodnight Concert” di Jakarta. Momentum ini sekaligus menjadi peluncuran album format cakram padat yang didistribusikan oleh Demajors. Digelar di auditorium Shoemaker Studio CCM Building kawasan Cikini, Jakarta Pusat pada hari Jumat (24/2), konser tersebut sengaja dikemas limited seat, sistem pre-sale yang habis terjual jelang hari H hingga diputuskan seat tambahan untuk menampung penonton yang sebagian besar anak muda tersebut.

Pukul 20.15 WIB konser dimulai setelah sebelumnya didahului dengan voice over yang menandakan bahwa konser akan segera dimulai. Berbalut dress panjang putih yang anggun, Puti Chitara keluar terakhir setelah sebelumnya satu persatu musisi pendukung seperti Dika Chasmala, Billy Aryo, Dzulfikri, Bona Ambarita dan Yudhistira Mirza naik ke sisi kanan dan kiri panggung. Dalam konser ini Puti sengaja tampil full band serta didukung permainan visualisasi, namun tetap tak meninggalkan intimitas penonton.

Sambutan awal tepuk tangan penonton disusul dengan dentingan intro bernuansa gloomy menyemburat di awal konser sesaat setelah lampu penonton dimatikan. Lagu “The Sweet Nightmare” dan “Stratosphere” yang cenderung gloomy didaulat menjadi pembuka “Goodnight Concert” ini. Dilanjutkan dengan sesi greeting, Puti menyapa seisi auditorium seraya mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan. Ia juga menjelaskan proses panjang pembuatan album ‘Goodnight’ dan beberapa peran dari orang-orang yang membantunya. Menyusul berikutnya lagu “Free” yang megah dengan iringan cello dan beat penanda kebebasan dimainkan.  “Magical” yang merupakan satu-satunya lagu cinta dan optimistis, dimainkan khusus untuk sang suami yang juga turut andil menjadi tim produksi.

Di lagu berikutnya, Puti mengajak pemain bass dari Barasuara, Gerald Situmorang untuk naik panggung mengiringi lagu “Goodnight” yang bernuansa akustik dengan gitarnya. Satu-satunya lagu diluar album ‘Goodnight’ yang dimainkan adalah “Sarsaparilla Dream” dimana lagu ini diambil dari album perdana dengan tajuk yang sama, disusul dengan lagu “Obession”. Di lagu “Orion”, Puti sedikit bercerita bahwa lagu tersebut dinyanyikan untuk orang terdekatnya yang sama-sama memilih musik dalam hidupnya namun lebih dahulu meninggalkannya. Konser yang berisi 9 lagu tersebut ditutup dengan lagu “Snow In Summer” yang merupakan single yang pernah dirilis pada tahun 2015.

Tepat pukul 21.00 WIB, pertunjukkan berakhir dengan lancar. Puti dengan humble segera mendekat ke penonton yang ingin berfoto, melegalisir CD ataupun sekedar berbincang-bincang. “Goodnight Concert pun menjadi sebuah pertunjungan yang padat nan intim membekas pada ingatan penonton yang memenuhi auditorium Shoemaker Studio CCM Building pada malam hari itu.

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *