Guilty Pleasure Album

cdcollection_2634086b

Memasuki bulan April, hal yang bisa diingat oleh saya selain April Mop adalah Record Store Day, yang biasanya diperingati di bulan April ini. Berbicara tentang Record Store Day berarti bicara tentang rilisan album fisik seperti kaset, cd, sampai vinyl. Kembali ke masa jayanya dulu, sebelum era download membuat semuanya menjadi mudah didapat dan mudah dilupakan.

Dulu membeli album dalam bentuk fisik mungkin sudah menjadi suatu kebiasaan atau budaya, dimana ketika itu (sebelum ada internet), salah satu cara ingin mendengarkan lagu adalah dengan membeli albumnya. Dengan segala keterbatasan dan atas nama eksplorasi musik, nyatanya tidak semua album yang dibeli bisa dikatakan bagus (dalam perspectif personal dan estetika yang dibentuk personal juga). Ada yang dibeli karena tertarik cover albumnya, penyanyinya yang cantik, atau hal lain diluar musiknya itu sendiri. Termasuk saya yang ketika itu ‘tergoda’ membeli album Avril Lavigne (Avril dengan huruf V), yang bertajuk ‘Let Go’.

Dari The Ocean Blue sampai Blue Boy, dari Beach House sampai Beach Fossils, ada satu diantara tumpukan album itu yang mengundang senyum jika kebetulan sedang diputar lagi sekarang. Ketika masa puberitas sekolah menengah pertama dulu, dimana gambaran tipe wanita ideal terwakili lewat sosoknya. Sosok wanita dengan rambut pirang panjangnya, serta dasi yang menggantung di kaos tank topnya. Sebelum pada akhirnya mentasbihkan Zooey Deschanel sebagai wanita super catchy pujaan hati tiada henti, Avril dulunya pernah menempati posisi itu. Dengan pembawaannya yang enerjik dan musiknya yang (untuk ukuran ABG yang sok ‘ngepunk’ itu) keren banget.

Karena seringnya dia wara-wiri di televisi, maka tabungan hasil mengumpulkan uang jajan selama seminggu pun akhirnya harus rela ditukar dengan debut album pertamanya yang berjudul ‘Let Go’ itu. Bahkan tidak hanya membeli albumnya saja, tapi juga poster dan pin-up dari Avril pun saya koleksi. Pokoknya sebuah ‘dosa’ yang menyenangkan lah, ketika pada waktu itu berpikir jika Avril ini seorang ‘punk chick’ yang sangat menarik buat saya (sebelum teman saya ngenalin Kim Gordon ke saya)

Album ‘Let Go’ sendiri sebenarnya berisikan lagu-lagu yang enak didengar dan bisa langsung nempel di kepala. Hanya saja mungkin ekspektasi saya yang terlalu besar, ketika saya berharap semua lagu di album itu akan seperti lagu Sk8er Boy (ejaan di albumnya memang seperti ini), yang saya anggap ‘ngepunk’ itu. Tapi toh nyatanya suguhan foto Avril di cover album itu membuat semuanya jadi bagus-bagus aja, dan saya tidak lagi mempersoalkan lagu-lagunya. Semuanya termaafkan dengan wajahnya yang cantik dan pembawaannya yang ‘rebel’ (atau sengaja dibuat ‘rebel’). Sebuah kombinasi yang sempurna untuk bisa dikatakan wanita ideal oleh anak seumuran saya ketika itu.

Saya mungkin bukan satu-satunya yang punya pengalaman mempunyai sebuah ‘guilty pleasure’ album seperti itu. Mungkin banyak juga diluar sana yang punya pengalaman serupa. Mungkin ada yang sekarang menjadi seorang vokalis band metal, tapi dulunya mengkoleksi kaset Westlife, atau album apapun itu, yang ketika diingat lagi sekarang jadi mikir “kok bisa ya dulu beli album itu?”, sambil senyum.

Menyenangkan ketika ada satu hal yang mungkin saja itu bikin malu, tapi toh nyatanya bisa membuat senyum ketika mengingatnya. Sampai pada akhirnya menjadi sok ngerti musik dan kritis dengan apa yang didengarnya, kemudian sebuah album menjadi sebuah pertaruhan nilai estetis seorang musisi atau sebuah band itu layak atau tidak untuk diapresiasi. Jadi tidak hanya mendengar lagu saja, tapi juga menilainya, yang tentunya dalam konteks personal ketika menilai sebuah album itu bagus atau tidak, juga saat menilai album itu sebuah ‘guilty pleasure’ album atau bukan.

Lalu ketika menghubungkan ini dengan serial Ancient Aliens, dan kebetulan ditanya kenapa ada kaset Avril Lavigne sampai N’Sync di deretan koleksi album saya, maka saya akan menjawab jika itu pasti perbuatan alien, sebagai penegasan akan suatu hal yang tidak bisa dijawab nalar (seperti halnya menjelaskan batu besar di dalam piramid atau cara menyusun batu di candi Borobudur). Seolah (di dalam serial itu) semua hal dihubungkan dengan alien.

Berakhir dengan pertanyaan “Jadi album apa yang kamu sembunyikan dari temen-temenmu?” (emot icon senyum).

#nowplaying Avril Lavigne – Sk8er Boy(AWP)

 

 

 

 

(Visited 121 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment