Halo MTV Apa Kabar?

mtv-logo-designs

Pertama nonton MTV itu sebenarnya cuma ikut-ikutan saja, karena sepupu saya suka nonton, jadi saya ikutan nonton juga. Lagian anak SD (ketika itu kelas 3 SD) mana ngerti acara seperti itu, yang memang kan segmentnya buat remaja. Tapi ternyata saya salah, karena pada kenyataanya saya suka sama acara musik tersebut. Dimana ketika itu di MTV menampilkan banyak sekali video klip yang bagus, dan salah satunya adalah video klip Nirvana ‘Smell Like Teen Spirit’. Sebuah video klip yang banyak sekali berpengaruh dalam hidup saya, karena telah berhasil membuat saya jatuh cinta dengan musik dan ingin jadi pelaku didalamnya (musisi).

Kenapa bisa sangat berpengaruh untuk saya? Karena di video klip itu menampilkan tiga orang anak muda yang sedang asik sekali bermain musik dengan ‘rebel’nya, yang pada akhirnya membuat saya suka sekali dengan Nirvana dan ingin bermain musik juga seperti mereka. Dan efek dari seringnya melihat video klip itu adalah seringnya saya yang menirukan Kurt Cobain bermain gitar dengan raket bulutangkis saya sambil bernyanyi lagu Nirvana yang hanya saya tahu part lirik “halo halo halo how long” nya saja.

Itu semua karena MTV. Karena MTV telah berbaik hati memutarkan banyak sekali video klip yang bagus (termasuk video klip Nirvana tadi), yang membuat saya terinspirasi dan ingin bermain musik juga pada akhirnya. Saya termasuk yang beruntung karena ada di jaman itu (jaman ketika MTV masih ada dan masih bagus). Bayangkan sekarang, dimana sangat sedikit sekali acara musik yang bagus (ga ada bahkan). Semua acara musik tampilannya sama, semua lipsync, penonton dengan gerakan tarian yang sama, ataupun host musiknya yang tidak tahu tentang musik, apalagi sampai punya esensi lebih tentang musik. Mereka tidak memikirkan apa itu arti dari musik yang bagus yang bisa menginspirasi. Semua atas nama pasar (entah pasar mana), yang penting musik itu menghibur, atau ya minimal bisa buat joget lah. Kasian kan negara kita, sudah miskin dari segi ekonomi, ditambah miskin esensi dari seni/musik, yang seharusnya ditampilkan dengan sesuatu yang punya arti lebih dari sekedar tari-tarian dan lispync itu tadi.

Kembali ke MTV. Pernah tidak mengalami ingin cepat-cepat pulang sekolah gara-gara tidak ingin ketingalan acara di MTV? Kalo saya pernah, ketika waktu itu sering sekali ingin cepat pulang karena tidak mau ketinggalan nonton acara MTV ampuh (ajang musik pribumi sepuluh), atau acara MTV lainnya seperti MTV alternative zone, MTV most wanted, MTV land, dan banyak lagi lainnya. Dimana ketika itu semua acara/musik yang disuguhkan itu semuanya bagus, baik itu yang luar negeri maupun dalam negeri.

Jaman MTV dulu, musik lokal pada umumnya (sebut sajalah mainstreme) itu masih terbilang bagus, masih fresh dan seperti tanpa beban dalam bermusik. Nama-nama seperti Nugie, Bunga, Opie Andaresta, Potret, Wong, sampai Dewa 19 semuanya menyuguhkan musik yang bagus dan ‘tanpa beban’. Musiknya terdengar lepas, bebas, jujur, dan sepertinya tidak ada tekanan dari label tentang pasar. Walaupun mungkin sekarang juga ada saja musik yang bagus (seperti kita temui di scene indie lokal sekarang), tapi skalanya tidak besar. Dulu industri mainstereme-nya juga masih sehat dan bagus.

Kita sepertinya rindu dan butuh lagu yang punya arti lebih, ‘passion’ dalam bermusik (jika memang ingin disebut musisi), atau apalah yang tidak ‘meaningless’. Tapi ya itu tadi, sekarang semuanya berubah atas nama pasar dan dunia hiburan. Karena semuanya serba instan, jadi menikmati musik itu juga menjadi instant. Didengar lalu dibuang. Padahal sebenarnya menurut saya menikmati musik itu harusnya bisa mengerti lagu yang dinyanyikan itu tentang apa, esensi penyanyi/band-nya seperti apa, ditambah sebuah video klip yang bagus tentunya, seperti di era MTV dulu yang pada waktu itu bisa mengakomodir semuanya. Lalu tanpa kita sadari hal itu akan membuat kita terinspirasi dan pada akhirnya (jika seorang musisi) akan termotivasi untuk membuat karya yang sama atau lebih bagus dari apa yang dia dengarkan dan dia lihat.

Untuk semuanya itu kita (sepertinya) butuh MTV itu kembali. Kita butuh sebuah acara musik yang bagus. Karena kan hak setiap orang untuk mendapatkan sebuah tampilan acara musik yang bagus. Walaupun bisa saja mereka mendapatkannya dari TV kabel atau internet. Tapi nyatanya tidak semua bisa mendapatkan fasilitas itu. Tetap saja dengan cukup menyalakan TV dan suguhan acara musik yang bagus adalah yang paling ideal. Karena apa? Karena praktis dan lebih menyeluruh lah setidaknya. Bukan soal tontonan saja sebenarnya, tapi lebih kepada keprihatinan saya akan tayangan acara musik yang bagus.

Kangen sekali dengan acara seperti MTV Diary, MTV Top 10 favorite video, MTV alternative zone, MTV most wanted, MTV TRL, dan banyak lagi yang lainnya. Dan ada satu lagi sebenarnya yang bikin saya kangen dengan MTV, atau ya MTV asia lah ketika itu. Saya kangen Vj Donita Rose, si VJ acara MTV most wanted itu. Dia adalah saksi sejarah dalam perkembangan saya menjadi dewasa. Ditandai dengan gambar dia, baju dia yang terbuka, dan tisu basah. Hahahaha. Cantiik banget ya dia? Jauh lebih cantik dari Feni Rose di acara silet dengan dialeg ‘apakahnya’ itu.(AWP)

 

 

 

(Visited 464 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment