Hand Made Zine Fair 2013, Ketika Zine Tidak Hanya Dinikmati Oleh Kalangan Tertentu

2013-07-14 20.39.47

Teman – teman dari Jogjakarta Zine Attak!  dan Magic Finger Syndicate  melangsungkan pameran zine dan bazzar pada tanggal 13 – 14 Juli 2013 yang bertempat di Kedai Belakang, Taman Siswa Yogyakarta. Ini adalah agenda tahunan yang di gelar rutin oleh Jogjakarta Zine Attak.

Tujuan dari acara ini adalah memperkenalkan zine kepada khalayak umum dimana selama ini zine masih dikenal sebagai media propaganda underground, dan dengan adanya acara semacam ini membuktikan zine bukan hanya bisa dinikmati oleh kalangan tertentu, tetapi masyarakat umum juga dapat menikmati nya.  Dikarenakan seiring perkembangan jaman, materi yang dimuat di dalam zine sudah berkembang dengan luas tidak hanya mengandung konten yang berbau underground saja.

Meskipun saya baru sempat datang di hari kedua ( hari minggu), tetapi slot workshop yang dibawakan oleh Arie dari netlabel Mind Blasting tidak saya sia-sia kan. Tema dari workshop singkat selagi menunggu waktu untuk berbuka puasa itu adalah Optimalisasi MS Word. Optimisasi untuk apa? Tentu nya untuk membuat zine.

Selepas workshop, mas Arie meluangkan sedikit waktunya disela obrolan dengan Keke dan Indra Amenk (Secret Agent) untuk berbincang  santai dengan saya. Pesan yang ingin beliau sampaikan dengan membuat workshop singkat tersebut adalah kreatifitas dalam mengerjakan sesuatu jangan sampai terbatasi oleh alat dan fasilitas. Selama ini orang sudah sangat nyaman menggunakan software – software branded untuk membuat desain ataupun layouting, namun masalah yang kemudian sering muncul adalah ketika fasilitas ataupun software – software tersebut tidak ada, maka kreatifitas para membuat zine sering kali terhambat. Itu yang berbahaya menurut beliau.

Rata-rata MS Word sudah menjadi piranti lunak standart yang ada di setiap komputer ataupun notebook, dan sebenarnya hanya dengan menggunakan piranti tersebut kita sudah dapat membuat sebuah zine, karena fasilitas seperti insert image dan layouting sudah ada didalam nya. Beliau juga memberikan contoh pembanding kecil dengan memutarkan video, dimana video itu menampilkan seseorang yang membuat sketsa gambar lukisan Monalisa dengan menggunakan software pengolah gambar bawaan MS Windows, Paint.  Dengan software yang sangat sederhana tersebut, ternyata bisa juga menghasilkan gambar ilustrasi lukisan Monalisa yang menarik, tidak harus dengan menggunakan software – software standart untuk picture editing yang sudah banyak beredar.

Terlepas dari tema workshop  dan obrolan santai dengan Arie Mind Blasting tersebut, saya juga mengobrol sedikit dengan Indra Menus, salah satu inisiator dari acara ini. Menurut beliau, tidak alasan untuk tidak membuat media mu sendiri dengan cara yang kreatif. Contoh sederhana, zine konvensional dibuat hanya dengan menggunakan stensil dan potongan – potongan majalah bekas yang di susun sedemikian rupa dan kemudian di fotokopi untuk memperbanyak dan disebarkan ke khalayak luas. Namun saat ini bentuk zine sudah beraneka ragam, bahkan selembar kertas pun bisa dinamakan zine jika materi yang disampaikan memenuhi konten – konten yang dibutuhkan di dalam membuat zine itu sendiri. Dari segi materi yang disajikan juga sudah beraneka ragam, bisa tentang tema sosial, bahkan salah satu universitas negeri ternama di Yogyakarta sudah memiliki komunitas zine sendiri dimana materi yang mereka sajikan tidak jauh dari isu – isu akademis yang beredar disekitar kampus mereka. Dijaman digital dan modern seperti sekarang ini, penyebaran zine juga sudah beraneka ragam, yaitu dengan memanfaatkan fasilitas internet. Digitalisasi zine perlu juga menurut saya, selain dari segi penyebaran nya akan jauh lebih luas, pengarsipan data nya juga akan jauh lebih mudah daripada mengoleksi  zine yang berbentuk fisik.

Kontinuitas dan konsistensi di dalam memproduksi zine di setiap edisi nya juga penting, karena dengan begitu secara tidak langsung akan tumbuh rasa curious dari setiap pembaca nya dimana akan selalu menanti terbitnya zine untuk edisi – edisi berikut nya. Jadi tunggu apa lagi? Mari bikin media mu dengan cara mu sendiri. (KA)

Photo by : Komang Adhyatma

 

(Visited 350 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment