Humming Mad Yuk!, Manuver Menyiasati Ruang‏

yuk3

Salah satu band di gelaran Humming Mad Yuk!/Ken Auva

Perumahan yang padat, birokratis dan masyarakat yang terlampau peduli dengan urusan orang, membuat Indonesia kejauhan untuk bicara house gig di musik komunitas. Perlu keberanian dan keajaiban demi memulainya.

Untungnya, Sabtu (7/11) malam itu terselamatkan aplikasi Waze dan Gmaps untuk menentukan posisi. Jika tidak, mungkin sebuah pemukiman di Selatan Jakarta, sebuah rumah bernomor 3B tepat menghadap mesjid itu mudah terlewatkan. Jika melewatkannya, boleh dibilang akan merasa rugi. Soalnya, di tempat yang sudah dipadati wajah-wajah familiar pengisi skena Jakarta itu tengah berlangsung house gig padat karya dari We.Hum Collective bernama Humming Mad 10: Yuk.

Sedikit kilas balik, latar belakang gig intim ini berawal dari sulitnya mencari venue baik untuk komunitas yang pengen bikin gig pun band-band baru yang masih mencari ruang eksistensi. Alhasil, Humming Mad datang dengan konsep house gig, berbeda dari biasanya. Ini manuver yang langka di kehidupan musik komunitas karna alternatif yang paling lumrah dan murah mungkin studio gig atau menyewa villa di Cipanas. Langkanya lagi, saat gelaran Humming Mad dihelat tidak ada satu pun tetangga yang menggugat. Segan juga!

Balik lagi. Acara ini seru serta akrab seperti merayakan sebuah ulang tahun teman di garasi rumah penuh pita dan suka cita. Kita datang dan bersambut pesta meriah di sana. Lalu masing-masing mungkin pulang membawa bungkusan isi rilisan dari lapak yang ada, atau sebuah senyum lebar mekar.

Menengok kultur house gig, rasanya yang seperti ini memang perlu diberdayakan dan dibudayakan di mana-mana, yakni sebagai respon terhadap ruang bersenang-senang, bebas dan merdeka, yang makin kesini melibatkan banyak persoalan uang.

Sementara soal apa yang terjadi malam itu, berikut ini band-band yang bertanggung jawab mengisi meriahnya Humming Mad edisi Yuk!. Urut sesuai rundown.

Laguna Bang Bang!
Band ini menjadi pembuka, bermain kurang lepas, masih sedikit sungkan. Mungkin belum terbawa suasana karena tampil perdana. Gaung bassline surf-rock dan unsur khas hardcore yang dijanjikan belum bisa merayu keramaian.

Fuzzy, I
Datang dari Bandung, Fuzzy, I tidak kehabisan energi di level penampilan mereka. Buktinya, nuansa hardcore grungy yang intens berhasil menyedot perhatian. Lagu demi lagu dihajar habis-habisan. Tanpa sadar mood untuk moshing mulai didapat penonton.

Much

Di edisi kali ini, rasanya ini nomor yang paling catchy dan manis dari semua line up. Apalagi Much memang satu-satunya band malam itu yang memiliki personil cewek. Band asal Malang ini menyuplai dan mengakrabi panggung pertamanya di Jakarta yang beres disambut crowd yang ‘hidup’. Selain ‘Carried Away’ yang menghanyutkan, cover Buddy Holly-nya Weezer memang tidak pernah gagal menghidupkan suasana.

Saturday Night Karaoke
Band dari Bandung lainnya di Humming Mad. Tanpa aba-aba, mereka langsung ngebut dengan nada-nada nendang pop-punk. Meski ocehannya kadang sulit terkejar, mereka yang hafal nada serentak maju ke depan, tanpa menunggu lagi; secara harafiah berkaraoke di malam minggu.

Barefood

Hadirnya Barefood merupakan alasan fardhu kenapa house gig di daerah Pesanggrahan ini kudu disamperin. Selanjutnya, mereka pun mulai bernyanyi dan memainkan lagu-lagu andalan yang dibakar semangat membina ria malam Minggu. Hasilnya, semua yang ada di situ terperangkap dalam mood bahagia yang gila hingga urat malu untuk ber-sing along pun berselancar tubuh di atas kerumunan tidak terkendali lagi. Sungguh total gila. Tak heran, EP Barefood pun sekarang seharga 100 ribu di sebuah toko CD di Blok M itu.

NB: Shewn tidak memungkinkan tampil pada jadwal malam itu. Band asal Malang tersebut mengalami kecelakaan mobil saat menuju Jakarta. Syukurnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tragis tersebut. Hingga artikel ini dimuat, donasi masih dibuka untuk menutup biaya rumah sakit dan lain-lain.

(Visited 244 times, 1 visits today)

Author: Trian Solomons

Share This Post On

Submit a Comment