Indonesian Djentlemen, Gabungan Gitaris Kamar Yang Mencoba Mengeksplorasi Industri Musik Cadas Dengan Nuansa Djent

10970398_10203612541490240_678241892_o

Indonesian Djentlemen, sebuah kumpulan gitaris/band muda yang berawal dari gitaris progresif metal “rumahan”, terus berkembang dan menelurkan kompilasi pertamanya. Kompilasi yang dirilis pada 2 April 2015 ini menyuguhkan 13 band/solo/duo dengan musik cadas yang memiliki ketukan progresif yang teknikal. Mereka yang terdiri dari 6 Solo/Duo (Beyond Infinity, Odessa, Methiums, Orvius, ProArdsJectile, dan Seis), 6 Band (Arkha, Crossout, Skilla, Dunia, Lore From Thread, dan So Much Blessed), dan 1 cover (The SWI Cover) berasal dari berbagai kota di Indonesia. Tersebar di berbagai belahan nusantara (Sumatera, Kalimantan, Jawa, dll), Indonesian Djentlemen memanfaatkan jejaring dunia maya untuk mengatasi keterbatasan ini.

Indonesian Djentlemen sudah mengeksplorasi musik bernuansa progresif metal/metalcore atau yang lebih dikenal dengan “djent” selama empat tahun sejak 2012. Namun, gagasan untuk menghasilkan kompilasi dari pendiri komunitas ini, Imam Agung (Cinematic Fate), baru dapat terealisasi pada 2015. Arya (Methiums) dan Wibi (Arkha) mencoba menyatukan karya-karya idealis Indonesian Djentlemen yang berada di jalur independen dengan bantuan dari Yutsi (Dunia) dan Irfan (Athenian). Mereka melihat potensi Indonesian Djentlemen yang besar menyayangkan apabila komunitas ini tidak menghasilkan apa-apa.

Sebelum berani meluncurkan ide besarnya, Indonesian Djentlemen sudah menuai prestasi. Pada tahun ketiganya, salah satu dari mereka, Methiums meraih penghargaan dari Indonesian Cutting Edge Music Awards sebagai Favourite Solo Artist sehingga Indonesian Djentlemen mendapat perhatian baik dari media lokal maupun internasional. Di Scene lokal, Methiums (Proyek Solo Arya) pernah dibahas oleh Gitar Plus dan Surabaya Post. Di komunitas media djent luar, Methiums, Beyond Infinity, Odessa, ProArdsJectile, dan Dunia sebagai proyek instrumental mendapat perhatian ItDjents. Sementara Arkha, Crossout, dan Skilla sebagai proyek full band mendapat perhatian pendengar lokal. Baik pendengar lokal, maupun luar dapat mengakses kompilasi ini di Youtube dan Bandcamp milik Indonesian Djentlemen.(KA)

(Visited 267 times, 1 visits today)

Author: Komang Adhyatma

Share This Post On

1 Comment

Submit a Comment