Interview: Andi RHARHARHA – Street Artist & Founder Indonesian Street Art Database

 

253509_10150200728422562_532562561_7136988_7086902_n

 

Hai Andi, selain menjadi street artist, kesibukanmu sehari-hari ngapain aja sih?

Masih kuliah, kebetulan saat ini mendapat beasiswa di Pascasarjana IKJ.  Bekerja di ISAD ( Indonesian Street Art Database) Insiatif kerja kolaborasi jejaring street artist yang bergiat dalam pendokumentasian dan pengarsipan aktivitas street art di Indonesia.

Kenapa kamu memilih inisial nama RHARHARHA ? Sejak kapan  kamu memulai berkegiatan menjadi street artist?

RHARHARHA identitas yang berkarakter dalam kesenimanan, Mulai ikut-ikutan gambar di Jalan tahun 2001, mulai bermain dengan media lakban  (Tape Art ) pada tahun 2007.

Apa yang membuatmu tertarik dalam street art, dan sepertinya kamu lebih sering menggunakan media tape dalam membuat karya meskipun akhir-akhir ini sering juga menulis puisi di akun instagram kamu. Bisa dijelasin sedikit mungkin tentang yang satu ini?

Street Art adalah pilihan untuk berekpresi menyampaikan gagasan atau pesan dengan cara berbeda. Ia memiliki kekuatan nyata dan bisa berhadapan langsung dengan publiknya.

Tape Art (seni lakban) menjadi media yang saya pilih karena bisa mewakili saya dalam upaya mengekpresikan diri dan bersuara dengan kekuatan visual.

Ketika setiap musim hujan tiba saya selalu membuat puisi, dan ketika hujan turun biasanya saya membuat puisi di instagram dan saya menyebutnya dengan #puisihujan.

Pernah kolaborasi sama street artist / seniman dari kota selain Jakarta? Bisa diceritain ga keseruan kamu saat berkolaborasi bareng mereka dan bikin karya di kota lain?

Kolaborasi pernah dengan POPO & Bujangan Urban di Singapore Night Festival, saya jarang kolaborasi karena medium saya yang gunakan berbeda yaitu lakban dan masih belum banyak seniman / street artist lain yang memakainya. 

Saat membuat karya, kamu lebih memilih untuk melakukannya tanpa ijin atau mengajukan ijin terlebih dahulu? Bisa dijelasin alasannya?

Lebih suka tanpa ijin, karena street art adalah statement ekpresi kebebasan di jalan.  Melalui kekuatan visual yang kita eksekusi di ruang publik sebagai pesan yang bebas diakses dan tanpa syarat dan nggak perlu ijin.

Many people say  street art is crime. Gimana sikap kamu dalam menyikapi hal yang satu ini? Bahkan pemerintah kota Jakarta juga sudah membuat pernyataan bahwa mengotori ruang publik adalah salah satu bentuk kriminalitas?

Bebas – bebas aja berpendapat, tapi kalau menurut saya street art pada awalnya semangatnya adalah semangat jalanan, jiwa pemberontak, dan merupakan counter culture.

Street Art lebih baik illegal karena ia adalah kekuatan untuk memberi kesadaran berbeda, bahwa kota adalah merupakan hasil kreatifitas warga,  dan ruang publik kota adalah ruang sosial yang memungkinkan kita untuk berinteraksi, bersuara, dan sekaligus membicarakan dan mengkritisi kota yang kenyataanya lebih menjual ruang publik untuk iklan dan juga mall.

Identitas kota ditentukan oleh kreatifitas sosial warganya salah satu yang paling kuat sebagai kontrol budaya kekinian di ruang kota adalah street art. Identitas kota bukan ditentukan oleh slogan pemerintah kota semata yang menghalalkan segala cara atas nama Pencitraan Kota. 

Bisa diceritain sedikit tentang ISAD (Indonesian Street Art Database), apa yang membuat kamu berinisiatif untuk membuat wadah ini, apakah memang sebelumnya belum ada wadah yang memfasilitasi para street artist di Indonesia? Dengan adanya wadah seperti ini apakah menurut kamu cukup membantu dalam merubah stigma negatif masyarakat umum  dan pemerintah daerah terhadap street art dan street artist?

Sebelumnya belum pernah ada inisiatif yang fokus dalam upaya pengarsipan street art di Indonesia. 

ISAD adalah gagasan masa depan yang terus dibangun tentang kesadaran arsip kebudayaan popular di Indonesia yaitu street art.

Kesadaran berbagi dokumentasi aktivitas street art di Indonesia kepada publik yang lebih luas menurut saya perlu agar kedepan bisa dimanfaatkan untuk penelitian dan juga kajian urban oleh anak muda khususnya dimasa depan.

Rencana kamu dalam waktu dekat, projek-projek baru mungkin?

Rencana kedepan membuka  Galeri Kebagusan di Kebagusan ( Pintu Timur Ragunan, Jakarta) sekaligus sebagai tempat kantor baru ISAD. 

RRR

 

Interview oleh Komang Adhyatma | Foto diambil dari dokumentasi pribadi RHARHARHA

(Visited 785 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment