_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"kanaltigapuluh.info","urls":{"Home":"http://kanaltigapuluh.info","Category":"http://kanaltigapuluh.info/category/nowplaying/","Archive":"http://kanaltigapuluh.info/2017/05/","Post":"http://kanaltigapuluh.info/neck-deep-umumkan-album-ketiga-the-peace-and-the-panic/","Page":"http://kanaltigapuluh.info/redaksi/","Attachment":"http://kanaltigapuluh.info/neck-deep-umumkan-album-ketiga-the-peace-and-the-panic/neck-deep/","Nav_menu_item":"http://kanaltigapuluh.info/culture-art/","Wpcf7_contact_form":"http://kanaltigapuluh.info/?post_type=wpcf7_contact_form&p=1161"}}_ap_ufee

Interview Erix Soekamti: Menyoal Ide Untuk Selalu Tumbuh dan Berkembang

Erix Soekamti/Sumber foto: youtube.com

Erix Soekamti/Sumber foto: youtube.com

Awal Agustus tahun lalu jadi babak awal bagi Erix Soekamti untuk menjajal banyak hal baru. Mengaku tidak pandai menuangkan pemikirannya dalam bentuk tulisan, ia menunjuk video sebagai media yang menurutnya paling pas untuk merangkum cerita kehidupannya sehari-hari. Video blogging (Vlogging) itu dinamai DOES alias Diary of Erix Soekamti yang pada bulan Desember 2015 sudah masuk episode ke-100. “DOES NEVER DIES” seakan-akan menjadi penekanan kalau DOES akan terus ada dan tumbuh menjadi produk kreativitas lainnya seperti DOES University. Untuk Erix yang mengaku ide-ide liar yang ia punya itu terkadang bikin sulit tidur, bukan tidak mungkin akan muncul lagi proyek-proyek kreatif lain dari dirinya.

Pada awalnya kamu lebih banyak dikenal sebagai frontman band Endank Soekamti, namun semakin kesini lebih banyak mengerjakan proyek-proyek kreatif seperti Radio Soekamti, #DOES, Euforia Music Ecosytem, DOES University dan mengerjakan proyek pembuatan video musik musisi-musisi Indonesia. Apa sih yang mendasari kamu mengerjakan hal-hal ini diluar kesibukanmu sebagai seorang pemain band?

PASSION. Mungkin jadi alasan klasik yang paling tepat. Sebenarnya apa yang Saya kerjakan semata-mata adalah bentuk survive dari Endank Soekamti. Radio Soekamti kita bangun dari tahun 2007, dengan tujuan awal sebagai sarana komunikasi untuk komunitas kita sendiri (kamtis-komunitas dari fans Endank Soekamti). Semakin ke sini semakin mengerti Ikebutuhan untuk menjadi mandiri. itu sebabnya Kita membangun perusahaan sendiri yang kebetulan alhamdulillah ternyata bisa membantu teman-teman musisi lain juga.

EUFORIA AV (audio visual) : production house, film, animation & color grading.

EUFORIA Digital : web developer & digital content distribution.

EUFORIA REC : music record label.

EUFORIA PUSTAKA : penerbit karya tulis/buku  dan gambar/komik.

EUFORIA ID :  music ecosystem infrastruktur.

Di salah satu episode #DOES, kamu mengenalkan produk kreativitas teranyar yang diberi nama Soekamti Karaoke, apalagi tuh?

Kami selalu melaukan berbagai macam inovasi saat Endank Soekamti merilis album baru. Soekamti Karaoke adalah salah satu bentuk community service sekaligus output baru di album baru Endank Soekamti yang dirilis pada tahun ini.

Sejak kapan sih punya ide buat bikin Euforia ID ? Dan apa aja yang  udah kamu siapkan?

Ide awalnya datang sekitar tahun 2012, yang disiapkan ya semuanya yang seharusnya menjadi kebutuhan kami.

#DOES, Euforia, DOES University semuanya tentang kegiatan perubahan. Apa yang mendasari Erix untuk membuat  gerakan perubahan itu?

Kebutuhan untuk tumbuh dan berkembang.

Revolusi musik seperti apa yang dimaksud Erix dengan program Euforia ID nya?

Bersama musisi lain kami akan bergotong royong berjuang untuk memerangi segala kegelisahan di industri musik nasional pada saat ini.

Apa yang kamu maksud dengan ekosistem musik Indonesia yang sehat? Apakah keadaan musik Indonesia saat ini menurut kamu masih tidak cukup sehat?

Seperti ekosistem dalam alam semesta, kita harus saling berkontribusi untuk kelangsungan hidup bersama. Itu sebabnya kita mengganti moto DIY (Do It Yourself) menjadi DIT ( Do It Together). Indonesia sebesar,sebanyak,sekaya dan sehebat ini kok band nasionalnya cuma lahir di 4 kota besar? Belum lagi masalah jualan dan distribusi karya.

Adakah momen saat kamu selalu terbangun di pagi hari dan tiba-tiba  bermunculan lagi ide-ide baru untuk membuat perubahan yang didasari kegelisahan kamu?              

Mungkin lebih tepatnya gak bisa tidur diserang banyak ide masuk, semua perubahan pasti muncul dari kegelisahan. Kebetulan Soekamti memang designnya sejak lahir tidak pernah aman. Salah satu contoh masalah nyata sejak lahir adalah soal nama. Dari nama aja (Endank Soekamti-red) udah gak komersil hehehe untung kebantu muka lumayan gantenglah hahaha.

Apakah kamu beranggapan kalo kondisi musisi lokal bakal lebih baik kalo  setiap daerah punya record label?

Nah,kalo itu aku juga gak ngerti. Yang jelas Indonesia akan lebih kaya jika banyak musisi-musisi daerah juga punya kesempatan berkontribusi sama untuk Indonesia dengan atau tanpa label.

Di video pengenalan Euforia ID kamu bicara soal “simbiosis mutualisme”. Bagaimana cara kamu memastikan kalau semua musisi yang terlibat dalam ekosistem Euforia Audio Visual mendapatkan porsinya masing-masing?

Karena apa yang mereka dapatkan adalah hasil dari usahnya sendiri-sendiri melalui infrastruktur yang kita siapkan.  Kalau bandnya sendiri gak bergerak ya gak dapet apa-apa, karena mereka tidak berkontribusi untuk lingkungan musiknya.

Apa yang terlintas di benak seorang Erix saat melihat perjalanan #DOES yang sudah melampaui 100 episode?

Yang gak mungkin adalah yang gak kita mau. I’m Possible!!!

Adakah rencana untuk membuka kelas-kelas lain selain kelas animasi yang sekarang sudah jalan di DOES University?

Pasti.

Sejauh ini bagaimana tanggapan orang-orang terdekat atas dibukanya DOES University?

Tentu saja memberi support, karena ini juga bagian dari cita-cita kita bersama.

Belakangan ini ada banyak band yang merilis ulang albumnya dalam bentuk vinyl. Apakah kamu masih beranggapan kalo vinyl gak bernilai dan cuma buat gaya-gayaan?

Vinyl mungkin bisa jadi bagus buat band lain, kita cuma berfikir efektifitas berdasarkan musik dan market dari band kita sendiri. Aku sendiri belum pernah hidup dijaman vinyl, Kamtis juga gak ada yang punya vinyl player, kalaupun memang untuk koleksi ya mungkin dari modal dan harga akan lebih efektif untuk memasarkan bentuk kreatif produk lainnya yang lebih terjangkau dan realistis.

Apakah seorang Erix juga membuat resolusi tahun baru?

Menjadi trigger segala bentuk movement kreatif anak muda untuk mandiri dalam bekerja, merdeka dalam berkarya!!!

Sempat tersiar kabar bahwa Endank Soekamti menjadi satu-satunya band di dunia yang memanfaatkan YouTube untuk berpromosi dengan membuat diary berupa video (vlog), menurut Erix seberapa efisien kah YouTube untuk menunjang kebutuhan suatu brand ataupun band?

Sejujurnya kita malah baru tau klo ini namanya vlog. monggo bisa dilihat di sini. Setidaknya itu usaha yang menyenangkan untuk kami dalam melayani community. Hasilnya sebenarnya gak pernah kita pikirin, yang penting kita bisa melakukan apa yang kita bisa untuk mereka, salah satunya ya dengan menggunakan fasilitas YouTube.

Pertanyaan terakhir, apa arti tahun 2015 bagi seorang Erix?

2015 adalah tahun sebelum 2016 🙂

 

 

Author: Firda Fauziyyah

Share This Post On

2 Comments

  1. Saya sering nonton video DOES di youtube. Video seriesnya emng kreatif. Apalagi setiap hari diupdate. Sungguh produktifitas yg sangat konsisten. Sy pengen bisa konsisten di bidang yg sy tekuni, tp seringkali semangatnya patah… 🙁

    Post a Reply
  2. jawaban dari pertanyaan yang terakir sungguh keren hahaha

    Post a Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *