Interview: Ide Kreatif dan Keseharian Intan Anggita

avatars-000035558054-3nnmqt-crop

Sebagai anak muda yang menggunakan sosial media, tentu tidak akan asing dengan @badutromantis atau Intan Anggita. Intan adalah perempuan muda yang cukup aktif di gerakan sosial dan seni budaya di Indonesia. Salah satu proyek yang dia kerjakan adalah #sahabatlokananta dan proyek ini cukup sukses dengan berhasil mengambil perhatian ribuan pengguna twitter dan penggunaan tagar #sahabatlokananta yang sempat menjadi trending topic pada saat itu. Simak interview kami bersama Intan tentang ide-ide kreatif dan kesehariannya berikut ini

Hai Intan, sedang sibuk apa aja akhir-akhir ini?

Saya sedang menikmati keseharian sebagai social media content and consultant, menyusun buku tentang Menujutimur.com, mengembangkan menujutimur.com dan brandnya Sight from The East, juga menjaga toko di sebuah pasar di bilangan Jakarta Selatan

Bisa diceritain ketertarikan kamu terhadap musik dan budaya anak muda di Indonesia itu seperti apa?

Saya merasa masih banyak anak muda yang pesimis dan melihat kemunduran musik dan budaya anak muda Indonesia karena kurangnya akses informasi yang mengekspos anak muda kreatif yang berjuang di jalur ini. Oleh karena itu saya mencoba untuk menyebarkan informasi sebanyak-banyaknya tentang kekayaan SDM seni di Indonesia agar bisa menginspirasi bahkan menimbulkan optimisme anak muda atas kekayaan yang mereka miliki.

Apa kabar proyek #sahabatlokananta saat ini, gimana awalnya kamu bisa terlibat di proyek #savelokananta dimana pada saat itu gerakan ini sangat massive di  sosial media?

#SahabatLokananta adalah sebuah gerakan kepedulian untuk menyebarkan awareness tentang studio yang bersejarah bagi perkembangan musik di Indonesia, diawali dari sekedar mengobrol dengan Glenn Fredly saya kemudian menginisiasi sebuah konser di studio Lokananta dan membuat strategi penyebaran berbagai fun – fact tentang Lokananta di sosial media, agar anak muda tahu akan keberadaan studio tersebut.

Hingga sekarang hubungan saya dengan para pentolan Lokananta studio masih sangat baik. Kini saya membantu mempromosikan Lokananta sebagai studio rekaman yang masih aktif dan rencananya dalam waktu dekat produk-produk dari Lokananta akan bisa didapat di toko saya.

Diluar semua kesibukan kamu, sehari-harinya kamu ini sebagai seorang Intan yang bagaimana sih?

Saya adalah pribadi yang ceria dan senang mencoba hal baru. Dengan berbagai hobi yang segudang banyak orang yang melihat saya sebagai seseorang yang tidak fokus. Namun itulah saya, bergerak lebih dulu berpikir kemudian. Banyak hal yang saya lakukan berawal dari spontanitas dan ketergerakan.

Beberapa waktu lalu kamu terpilih menjadi salah satu perempuan “Kartini Next Generation Award 2014”, bisa diceritakan tentang keikutsertaan kamu di penghargaan tersebut?

Awalnya saat sedang mengeksplorasi Maluku saya diajak seorang sahabat, blogger dari Ambon untuk mendaftarkan diri karena gerakan saya menujutimur.com mungkin bisa menjadi lebih terangkat gaungnya dan bisa berkolaborasi dengan banyak pihak setelah mengikuti pemilihan ini. Saya pun mencoba dan kemudian terpilih dari sekian banyak wanita-wanita yang memberikan kontribusi terhadap masyarakat. Saya tidak mengira respon baik dari dari para juri dan memilih saya sebagai agent of change di bidang art and culture. Pemilihan ini diinisiasi oleh Menkominfo.

Tentang Menuju Timur; apa yang membuat kamu tertarik untuk mengerjakan sesuatu di proyek yang berada di Indonesia bagian timur ini?

Saya dan rekan membuat menujutimur.com sebenarnya hanya sebagai pemantik untuk berbagai hal yang menurut kami keren di Timur Indonesia. Karena akses informasi yang kurang merata, kami inisiatif menjadi penghubung terlahirnya kolaborasi-kolaborasi baru di antara teman-teman yang kompeten di bidangnya dengan keberagaman serta hal-hal hebat di Indonesia Timur.

Menarik adalah kamu sebagai anak muda mengkolaborasikan tenun dengan jeans di @sightfromeast, apa sih yang membuat kamu tertarik untuk mengkolaborasikan kain tenun  dengan pakaian casual dan ada latar belakang apa kamu memutuskan untuk mendirikan brand clothing ini?

Saya dan rekan menilai sebuah kontribusi sosial tidak akan bisa berkelanjutan bila tidak memiliki dana yang cukup. Berawal dari kebutuhan dana untuk terus melakukan kegiatan di Indonesia Timur kami membuat brand vintage denim beraplikasi tenun asli Indonesia Timur untuk sumber dana eksplorasi.

Brand yang dibuat agar bisa dipakai sehari-hari oleh segala kalangan harusnya mengandung unsur pop. Berhubung proyek pertama menujutimur.com adalah mengenai waste management, maka kami memilih vintage denim direfurbished dengan icon kebanggan Indonesia Timur, yaitu kain ikat (tenun) dengan beragam corak dari berbagai daerah.

Pertanyaan sedikit nyeleneh, ada apa dengan nama akun twitter kamu, kenapa milih nama @badutromantis, apakah memang dirimu selucu badut dan se romantis itu?  

Sejujurnya ini adalah alter akun yang dibuat saat patah hati di kala muda. Akun ini fungsinya untuk stalking mantan dan bikin puisi galau. Sayangnya kegalauan saya enggak bertahan lama karena saya di media sosial hobi pula melempar lelucon garing. Kegaringan, lelucon, puisi galau bisa didefinisikan sebagai badut yang romantis. Sesederhana itu.

Dengan jumlah follower kamu yang sudah tembus angka 20 ribu, cukup ‘terganggu’ enggak sih dalam berkicau di twitter? Karena informasi yang benar atau salah dapat tersebar dengan sangat cepat melalui media sosial yang satu ini

Saya cukup kritis dan penyerang yang bengal di media sosial. Saat ada sebuah pernyataan yang tidak sesuai dengan hati nurani, saya bisa pertanyakan langsung pada si empunya pernyataan. Namun di balik itu saya sangat menikmati Twitter karena telah memilih orang-orang yang tepat di linimasa saya. Begitu pun saat ada yang mengkritik pernyataan saya yang mungkin ambigu atau salah, saya akan intropeksi dan tidak segan meminta maaf bila pernyataan saya mengganggu banyak pihak.

Di media sosial sih yang penting bertanggung jawab aja. pernyataan yang dibuat maupun informasi yang disebar sudah seharusnya bisa dipertanggungjawabkan.

Menurut kamu, hal apa yang menarik dengan SUB STORE? Ide awalnya gimana nih toko kecil tentang musik yang berdiri di dalam pasar dapat berdiri?

Sub Store itu adalah impian saya, Aria dan Andhika. Saat kami bertemu di Tokyo Oktober 2013, ide awalnya adalah membawa barang-barang secondhand yang kita suka ke Jakarta. Kebetulan kami sangat suka musik, namun tidak hanya itu saja, Andhika yang juga seniman lukis dan desainer terkadang membawa karya-karya temannya dipasarkan di Jakarta, begitu pun dengan Aria yang memang hobinya fotografi, ia merasa buku-buku foto karya fotografer akan sangat menarik untuk dijual di toko kami.

Kami memilih tempat di pasar untuk lebih menjangkau banyak kalangan, selain harga sewanya pun terjangkau. Stigma barang musik dan seni yang keren itu memiliki harga yang tidak terjangkau bisa dipatahkan oleh kehadiran Sub Store di pasar.

Pandangan kamu tentang Indonesia 10 tahun kedepan?

Indonesia yang bangga akan keberagaman dan memberi kesempatan untuk insan kreatifnya lebih berkarya, diapresiasi yang kemudian profesi sebagai insan kreatif diperhitungkan. Karena menurut saya seni bukan sekedar hobi. Seni adalah kebutuhan dan keseharian.

Pernyataan terakhir, sepatah dua patah kata untuk anak muda di Indonesia? 

Jangan pernah takut bermimpi dan mundur hanya karena peduli apa kata orang. Jadi diri sendiri, nikmati keberagaman menjadi Indonesia. Selalu berani eksplorasi dan kumpulakan referensi sebanyak-banyaknya. Kelak kamu akan menjadi anak muda Indonesia yang menginspirasi namun penuh toleransi.

 Interview oleh: Komang Adhyatma

 

 

(Visited 341 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment