Interview: Mengawali Awal Tahun di Jogja dan Album Baru Bersama SORE

 

 IMG_6831

Mengawali tahun 2014, kami mendapat kesempatan untuk ngobrol bareng SORE selepas performnya di Jogja Expo Center Yogyakarta (4/01/2014). Simak obrolan kontributor kami Bimo DP bersama SORE disela menunggu hujan deras yang membasahi kota Yogyakarta malam hari itu reda.

 

Mengawali tahun 2014 di Yogyakarta,perasaan kalian gimana?

Awam: Saya pribadi senang sekali,kita juga di nostalgia di Jogja ini.

Ade: Tapi emang di Jogja itu apresiasi penontonnya bagus banget, selalu dari dulu, sepertinya tau gitu cara bikin nyaman yang diatas (performer) dan yang diatas juga timbal balik yang sama membikin nyaman yang dibawah (penonton),  jadi mutualismenya bagus banget antara yang main sama penonton, ada keintiman yang berbeda gitu.

Awam: Emang itu yang wajib diselenggarakan, ga cuma SORE tapi semuanya jadi ada connection, jadi tolong di keep itu Jogja kaya gitu, kalau bisa itu dijadiin virus disebar luaskan,emang itu sih yang bikin kita punya spirit.

Ade: Modal utama manusia kan apresiasi dan respect, itu berarti dia me respect dan mengapresiasi dirinya sendiri dan itu semua yang Alhamdulilah kita temuin sering di Jogja.

Awam: Kita sampe punya sebutan sendiri untuk orang yang mengikuti musik kita itu “neo kampiun” adalah new champion mereka adalah pemenang dihidupnya sendiri,orang-orang yang menang buat kita adalah orang orang yg repect, yang punya sense menghargai dan itu banyak dijumpai di Jogja sepanjang kita manggung indoor ataupun outdoor selama ini.

Target SORE di tahun 2014?

Ade: Album baru.

Sorealist masuk 20 besar di RollingStone Indonesia,  bisa sedikit diceritain tentang itu?

Ade: Sebenernya  Sorealist itu bukan album tapi kompilasi. Band-band lain yang masuk RollingStone  kan diambil dari album mereka seperti L’alphalpha, Tiga Pagi. Kalau kita itu lagu baru cuma tiga, bantal keras, musim hujan sama sssst.

Tiga lagu tadi itu masuk ke album baru ga nantinya?

Ade: Enggak,  kita akan masukin lagu baru semua nantinya di album baru kami.

Jadi  menurut kalian Sorealist adalah kompilasi, bukan album?

Ade: Sebenernya ya seperti rekapitulasi, dari semua keadaan yang kita rasakan dari yang dulu dari centralismo, ports of lima dan akhirnya tiga lagu itu dan menjadi puncak sebelum akhirnya menuju gerbang baru 2014 ini nanti yang akan ada album baru.

Awam: Namanya juga sorealist, jadi itu list kita dari awal tunning terus ngeband sampe akhir 2013, list-list yang sering dipanggung, list-list yang dapat perhatian khusus. Sama sekalian mau menyandingkan juga, ini kan kita betul – betul baru ber 4 awalnya 5 terus 6 terus akhirnya ber 4 terus akhirnya kita sandingkan dari centralismo, dari ports of lima.

 

Setelah kehilangan beberapa personel, perubahan musikalitas SORE sendiri bagaimana?

Eca: Itu di tiga lagu baru kita itu.

Ade: Ada tingkat kesulitan dan kemudahan yang beda – beda, ada beberapa instrument yang dulu biasa Mondo ambil itu kan susah, kalau kita kan emang cuma mengisi aransemen tap – tap yang mudah yang cuma begitu aja.

Awam: Kalau catatan saya pribadi pengalaman manggung SORE itu lebih nyalanya sekarang,mungkin karena komposisinya lebih gampang karena berempat atau gimana gitu,energy on stagenya lebih wah gitu.

Pertama kali kan Sorealist keluar dalam bentuk usb, itu ada alasan khusus ga?

Ade: Waktu itu idenya juga dari produser kami Aghi Narottama.  Alasan kami coba seperti  itu cuma untuk teaser aja saat itu dan untuk memudahkan aja, dan memang udah ada rencana untuk bikin yang seperti  itu juga sebelumnya.

Rencana album yang baru itu kira – kira bakalan keluar kapan?

Ade: Hmmm apa yah, kalau kita bilang itu pada musim gugur 2014, itu kira – kira bulan September 2014.

Awam: Keadaan saat ini mungkin berbeda, dulu kita bikin album 3 tahunan, nah sekarang bisa lebih cepet bisa lebih lambat. Dulu kan kami 6 orang kalau sekarang cuma berempat. Minta doanya ajalah.

Jika diberikan pilihan, SORE pengen ke Major atau tetep  seperti ini?

Ade: Ga tau, itu opsi yang kalau dateng ke kita kaya gimana bagusnya, yang penting manfaatnya kan? Jika Manfaat saat di Major label lebih bagus ya akan kami sikat, tetapi kalau yang kaya gini (indie) lebih bagus ya kenapa engga? Jadi ga pernah ada limitasi, buat apa ngelimit, hidup juga cuma sekali kan.

Awam: Yang perlu digaris bawahi adalah mungkin sejak awal kita berdiri sampe nanti akhir semua karya kita perlu dipertanggung jawabkan, harus dipertanggung jawabkan, ga cuma jadi icon produk aja.

(Visited 136 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment